History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jurnal Maria - 2024-10-07Bacabuku Usia di luar prakiraan 讀書會超預期壽命

  • 07 October, 2024

Bacabuku Usia di luar prakiraan 讀書會超預期壽命

Bacabuku 讀書會

Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto 歡迎收聽瑪麗亞週記, apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. hari ini saya berbagi cerita dari buku yang saya baca, judulnya adalah Outlive The Science And Art of Longevity

2 buku dijual sekaligus, tidak boleh beli terpisah.

Buku tentang bagaimana mengantisipasi, memperlambat dan memutarbalikkan penyakit kronis dan penuaan. Juga berisi tulisan ilmiah dan seni hidup berumur panjang, demi menciptakan hari-hari yang sehat.

 

Buku yang super tebal karena terdiri dari dua buku.

 Dan, mari kita mengenal penulisnya yaitu Peter Attia dari tulisan di bab kata pengantar. Karena dari tulisan pengantarnya kita mengetahui seluk beluk kemunculan buku ini dan bagaimana perjuangan penulis yang juga seorang dokter akhli bedah dari RS kondang John Hopskin.

 

Sebuah kalimat mengawali : Jangan menunggu telur sudah jatuh kita baru bertindak, dalam alam mimpiku, aku berusaha keras untuk meraih telur yang sedang jatuh itu.

 

Aku berdiri di trotoar, sebuah kota besar yang kumuh seperti Baltimore. Tanganku membawa sebuah kerancang beralas kain, aku menengadah melihat ke atas. Setiap beberapa detik, akan ada sebuah telur jatuh dari atas, satu persatu jatuh ke arah diriku, aku bergegas lari mendekati berusaha menadah telur-telur itu dengan keranjangku. Telur-telur dengan penuh kecepatan menimpa diriku, sementara aku berusaha keras ingin meraihnya, tetapi aku sama sekali gagal. Ada beberapa dan pasti banyak juga yang berjatuhan ke atas tanah dan pecah, sepatu dan jubah bedah yang kupakai berlumuran kuning telur, aku berusaha untuk menghentikan semua ini. Dari mana datangnya telur-telur ini? Pasti ada orang yang melemparkan telur-telur ini dari balkon atau puncak gedung. Tetapi aku tidak melihatnya, lagipula aku tidak bisa melakukan begitu banyak hal, aku sama sekali tidak ada waktu untuk berpikir. Aku hanya bisa berupaya dengan gigih, untuk menadah lebih banyak telur yang berjatuhan, tetapi akibatnya malah semakin semrawut. Ketika aku menyadari, sebesar apapun perjuanganku untuk menadah telur-telur itu, tidak mungkin bisa menyelamatkan semua telur, perasaanku menjadi bercampur aduk. Aku menjadi tak berdaya.

 

Lalu, aku pun terbangun dari mimpi, begitu pula tidurku kandas.

 

Waktu berlalu 20 tahun, tetapi aku tidak bisa terlepas dari mimpi ini. Ketika aku menerima pelatihan menjadi dokter bedah kanker di RS John Hobskin, mimpi ini berkali-kali mengusikku di malam hari. Walaupun kadang aku merasa hampir gila dibuatnya, tetapi itu adalah salah satu masa terindah dalam hidupku. Bagi diriku dan kolegaku yang lain, bekerja nonstop selama 24 jam adalah hal lumrah. Maka aku mendambakan waktu untuk tidur, tetapi mimpi itu selalu menghancurkan waktu tidurku.

 

Dokter bedah di RS John Hopskin adalah para dokter khusus untuk menangani penyakit berat seperti kanker pankreas, ini menandakan bahwa kami adalah satu-satunya penjaga gawang yang berdiri di antara pasien dan kematian. Kanker pankreas bertumbuh tanpa gejala, dan ketika ketahuan, biasanya sudah di fase terakhir. Kesempatan sembuh melalui operasi hanya 20-30% saja. Dan kami adalah harapan terakhir bagi pasien. Dan senjata yang kami pakai adalah pola terapi Whipple Procedure yang  merupakan pengangkatan bagian kepala pankreas dan usus 12 jari yaitu bagian depan dari usus kecil. Operasi seperti ini sangat sulit, berbahaya, di awal mula hampir tidak pernah berhasil. Meskipun demikian, dokter bedah selalu berupaya untuk mencobanya, kanker pankreas benar-benar membuat orang menjadi putus asa. Ketika sampai waktu aku menerima pelatihan ini, sudah ada 99% pasien yang pasca operasi bisa bertahan hidup sampai 30 hari. Teknik kami meraih telur semakin lihai.  Di masa-masa itu, aku membuat sebuah tekad, yaitu menjadi seorang dokter bedah kanker yang terbaik. Aku bekerja dengan sepenuh hati, barulah berhasil mencapai level seperti sekarang. Guru SMA ku bahkan orang tuaku, tidak terpikir kalau aku bisa masuk perguruan tinggi, jangankan lulus dari fakultas kedokteran Stanford. Tetapi aku menyadari diriku semakin runyam. Di satu sisi, aku menyukai kerumitan proses bedah seperti ini, setiap kami berhasil menunaikan operasi, aku merasa sangat damai dan bersyukur. Kami berhasil mengeluarkan tumor, dengan selamat menadah telur yang jatuh, setidaknya kami beranggapan demikian.

Di sisi lain, aku mulai mempertanyakan makna suatu “keberhasilan”. Kenyataannya, hampir semua para pasien ini akan mati dalam waktu beberapa tahun mendatang. Tanpa bisa dihindari, telur-telur pasti akan jatuh ke tanah. Lalu apa yang sebenarnya yang kami capai? Ketika aku mulai menyadari bahwa semua ini adalah kosong belaka, aku menjadi frustrasi, sampai meninggalkan ilmu kedokteran, dan beralih ke profesi yang berbeda sama sekali. Namun, kemudian terjadi serangkaian peristiwa yang mengubah total pandanganku tentang kesehatan dan penyakit. Maka, aku pun kembali ke dunia kedokteran dengan bekal pola dan harapan baru. Karena apa? Semua ini berawal dari mimpi telur-telur yang berjatuhan. Pada hakekatnya, aku mulai menyadari bahwa cara satu-satunya untuk menyelesaikan masalah, bukan harus semakin lihai dalam menangkap telur yang jatuh, melainkan berusaha untuk mencegah orang itu melemparkan telur ke bawah. Kami harus berusaha naik ke atas gedung, mencari pelakunya.

 

Meskipun dalam kehidupan sehari-hari, aku menyukai sekali pekerjaan ini, yaitu menjadi seorang petinju muda, dengan jab kiri yang dahyat. Tetapi dunia medis jauh lebih kompleks. Dan akhirnya aku menemukan bahwa kami membutuhkan visi yang total berbeda, menggunakan peralatan yang berbeda sama sekali, menerapkan pola yang berbeda sekali untuk menangani krisis. Telur-telur dalam mimpi penulis, adalah penyakit, dan buku ini mengajarkan kepada pembaca, kita jangan berusaha menyelamatkan telur yang berjatuhan, tetapi haruslah mengatasinya dari bagian ujung awalnya. Yaitu menangkap orang yang melempari telur. Artinya, kita membentuk badan dan hidup yang sehat daripada mengobati badan yang sakit.
 

Peter Attia adalah pakar usia panjang lulusan fakultas kedokteran Univ. Stanford dan menerima pelatihan khusus untuk terapi kanker di RS kondang John Hopskin. Peter juga merupakan seorang petinju, perenang marathon, ia yang menganggap jantungnya sangat kuat dan sehat, di usia 36 tahun, ia mendapati dirinya mengalami penolakan insulin, dan ini mempunyai risiko mati muda karena penyakit jantung. Gejala penolakan insulin atas dirinya itu membuatnya mulai menjelajahi setapak usia panjang, ia meneliti bagaimana melakukan prefensi, memperlamat, bahkan memutarbalikkan penyakit kronis penuaan yang membawa kematian bagi banyak orang seperti : penyakit jantung, kanker, penyakit neurodegeneratif, diabetes tipe 2, dan disfungsi metabolisme. Penulis menyebut 4 penyakit penuaan kronis sebagai “4 Penunggang”, mengandalkan ilmu ilmiah kedokteran 3.0 dan nutrisi 3.0 terbaru, mengajukan 3 stragegi besar dan 5 taktik perang besar. Guna membantu para pembaca, tidak hanya bisa lebih panjang umur, tetapi akan lebih sehat jiwa dan raga yaitu secara badaniah, ilmu pengetahuan dan emosial semua tercakup. Buku ini seperti sebuah buku pedoman hidup sehat dan panjang umur, yang menantang visi ilmu kedokteran konvensional, dan juga menyuguhkan pola baru untuk mengantisipasi penyakit kronis dan memperpanjang usia dengan tubuh yang sehat.

 

Seseorang dalam usia 50 tahun kalau lebih sehat dari orang yang berusaia 30 tahun, maka siapa yang lebih tua kalau begitu?

Penyakit kronis tidak akan dimulai saat memasuki usia paruh baya, melainkan sejak berusia 20 tahun, 30 tahun, bahkan belasan tahun mungkin sudah dimulai. Meskipun hasil laporan chek up badan Anda selalu normal, dan Anda beranggapan pola hidup selalu sehat, mengasup makanan sehat, tetapi Anda tetap berkemungkinan tidak sehat, karena mencapai standar aman, bukan berarti Anda dalam kondisi prima, dan sama sekali tidak menjamin Anda terhindar dari penyakit. Ketika orang menua dengan cepat, tapi Anda semakin muda, karena Anda mengetahui terlebih dulu bahwa sehat itu bisa digalang, kita kelola baik-baik metabolisme hidup sehat, maka penyakit kronis dan penuaan bisa dihindari.
  

Penyiar

Komentar