林郁婷 Petinju Putri No.1 Taiwan Lin Yu-ting
Hari ini saya akan berbagi perasaan saya tentang suatu hal yang menjadi berita heboh di seluruh dunia, setidaknya dalam dunia olah raga olimpiade tinju putri. Kalau Anda rutin memantau siaran RTISI atau mengikuti laman FB atau IG RTISI, maka nama petinju putri Taiwan 林郁婷Lin Yu-ting sudah tidak asing lagi bagi Anda. Hari ini saya akan memperkenalkan siapa dia?
Semula, saya tidak begitu mengamati setiap atlit Taiwan yang bisa bertanding di pesta Olimpiade, biasanya saya hanya menunggu hasil final, yaitu siapa yang berhasil menang, dan kalau kalah, mengapa bisa kalah? Apalagi tinju, yang bukan olah raga yang saya sukai, sehingga tentu perhatian tidak besar. Malah perhatian terfokus pada pemain ganda putra bulu tangkis Taiwan yang meraih medali emas. Karena kedua pemain putra ini memang sudah cemerlang sejak beberapa tahun lalu.
Lalu petinju putri Taiwan yang bernama Lin Yu-Ting ini kemudian menyita semua perhatian saya, karena tiba-tiba penulis wanita Inggris bernama JK Rowling menyinggungnya dengan menuduh Lin adalah seorang lelaki, dan mengatakan tidak adil kalau lelaki berkedok wanita bertanding dengan petinju putri. Selain Lin ia juga menyinggung petinju putri negara lain. Ya..... jurnal hari ini bukan mencerca siapa-siapa tetapi mengajak teman-teman Jmers mengenal lebih dekat siapa petinju putri Taiwan Lin Yu-ting ini, dan mengapa ia begitu dibela mati-matian dan dicintai oleh warga Taiwan?
Kalau dikatakan seberapa heboh, maka sangat amat sangat heboh berita ini. Dari Lin belum bertanding sudah marak. Bahkan saya sempat terbawa juga, dengan hanya melihat foto yang dipasang media-media di seluruh dunia. Di mana Lin tampak seperti seorang cowok, berotot dan wajah tirus karena kurus, memang harus kurus karena dengan tinggi badan 175 cm ia harus bertahan pada berat badan 57 kg, agar bisa memenuhi syarat. Netizen ada yang mengatakan, ia itu kayak cowok, tapi sebenarnya bukan Lin sendirian yang seperti cowok, karena hampir semua atlit putri dari semua negara, tampil sangat maskulin, karena otot tubuh dan gemblengan berat.
Jadi adalah absrud kalau mengklaim seseorang dari bentuk luarnya saja. Kalau hendak begitu, maka banyak cowok di zaman sekarang yang feminin sekali. Bahkan banyak aktor muda yang gemulai sekali, tidak berotot kekar, malah lemah lembut, dan kalau memakai busana wanita mungkin tidak ada yang tahu kalau itu lelaki.
Di zaman sekarang, manusia bebas berbusana, di Taiwan sudah banyak cowok yang menggunakan make-up tipis, juga rutin melakukan facial perawatan wajah dan melakukan perawatan seperti seorang wanita melakukan perawatan. Jadi zaman sekarang, cowok juga sama, ingin cantik tampilannya. Dan malah tidak malu-malu memakai bedak, atau lipstik tipis. Dan mempertebal alis. Maka ada beberapa kosmetik sudah menyediakan kosmetik untuk pria juga.
Ciutan JK Rowling di tweeter membuat Lin Yu-ting menjadi tenar seketika, dan beruntung sekali, Lin karena hendak bertanding di olimpiade, maka ia menutup semua akun media sosialnya. Sehingga ia tidak tahu bahwa ia sudah menjadi gunjingan dunia. Sampai-sampai seorang youtuber Rusia yang bermukim di Taiwan, tidak tahan lagi juga ikut bersuara mendukung Lin. Ia mengatakan akun youtubenya sebenarnya tabu politik, tetapi kali ini ia harus bersuara demi nama baik Lin Yu-ting, ia memakai bahasa Inggris menjelaskan siapa Lin ini. Ternyata Lin Yu-ting yang mulai belajar tinju di usia 13 tahun, dengan masuk tim tinju di SMP nya. Menjadi satu-satunya pelajar putri yang belajar tinju. Nah.... Dalam sebuah wawancara ketika Lin dalam usia 13 tahunm ditanya mengapa memilih tinju. Karena sebagai seorang pelajar putri sangat jarang bisa memilih tinju yang bisa membuat kita babak beluk, setidaknya mimisan. Lin yang masih gadis kurus kecil itu mengatakan ia memilih olah raga tinju, karena ia ingin belajar menjadi kuat, agar bisa melindungi ibunya. Ia dengan terang-terangan mengatakan, ayahnya sering memukuli ibunya. Sehingga ia yang dibesarkan dalam keluarga KDRT merasa ia harus belajar tinju agar bisa melindungi sang ibu. Memilukan hati bukan? Anak gadis kecil yang seharusnya masih lugu dan menikmati masa kecil dan remajanya, sudah harus hidup tertekan karena KDRT. Anak mana yang tidak sayang kepada ibunya bukan? Maka masuk akal kalau ia bersitegas memilih tinju, walau sering babak belur. Sampai-sampai pelatihnya memberinya uang untuk membeli susu agar berbadan kuat.
Memang Lin Yu-ting kemudian tinggal bersama nenek dan pamannya. Mungkin ibunya sudah berpisah dan harus bekerja, sehingga tidak bisa mengurusinya dengan baik, maka dititipkan ke rumah nenek.
Kampung halaman Lin Yu-ting berada di Yingge distrik, sebuah daerah khusus terkenal dengan kerajinan porselin, Yingge adalah tempat yang saya sukai. Kalau hendak mencari poci atau kuali porselin atau tanah liat, atau ingin mencari pecah belah nyeni, saya pasti berkunjung ke Yingge. Harganya murah, dan bisa membeli langsung ke pengrajinnya. Dan ibu Lin Yu-ting adalah pekerja wanita membuat barang-barang porselin di sana.
Perjalanan meniti karier sebagai petinju putri cukup susah bagi Lin Yu-ting, karena di awal mula, pelatih tinju di SMP nya bernama Ceng Cejiang ogah menerima murid putri, di waktu itu Lin sangat mungil dan kelihatan pendiam tapi keras kepala. Karena ia diusir halus pun tetap berdiri terus di arena latihan tinju, tidak mau pergi. Pelatih Ceng berkata, ia merasa repot kalau ada 1 petinju putri dalam timnya, karena kalau bertanding ke kota lain, maka ia harus menyewa kamar khusus untuk Lin Yu-ting karena ia satu-satunya putri dari murid-murid putra di SMP nya. Tetapi tekad bulat Lin Yu-ting sangat kuat, ia lengket terus ke pelatih Ceng, dicomot pun tidak bisa. Seperti permen karet melengket terus.
Lin Yu-ting adalah sosok atlit yang berwelas asih, ia sangat perhatian kepada setiap orang. Saat menunggu pembagian medali, ia secara spontan membenahi kerah baju atlit di sampingnya, dan sama sekali tidak dendam kepada atlit tersebut yang menyindirnya di IG. Tampaknya Lin Yu-ting seperti pelatihnya, sama-sama berhati lapang dan baik. Mereka berdua tidak merasa marah karena dipertanyakan lelaki atau tidak, malah sang pelatih saat ditanya wartawan usai Lin Yu-ting meraih medali emas untuk tinju putri kelas 57 kg, apa kesannya terhadap kecaman JK Rowling yang viral, membangkitkan banyak prasangka dari seluruh dunia, bahkan yang tidak tahu menahu juga ikut-ikutan menghujat Lin. Seolah-olah Lin Yu-ting adalah seorang momok. Di luar dugaan, sang pelatih Ceng mengatakan ia mengambil kesempatan ini hendak berterima kasih kepada JK Rowling, karena dialah, Lin Yu-ting menjadi viral dan dikenal seluruh dunia. Benar-benar pengarang tukang sihir, berkat sihirannya maka Lin Yu-ting berhasil menang terus dan akhirnya meraih medali emas.
Lin Yu-ting sendiri juga cuek saja, ia mengatakan ia tidak bisa dan tidak mau mengubah penampilannya hanya menuruti kehendak netizen. Ia bilang, ia tidak mau berambut panjang, karena waktu untuk mengurusi rambut panjang sudah cukup buatnya untuk beristirahat karena setiap hari ia sibuk berlatih. Dan juga sejak jauh-jauh hari, ketika pada tahun 2023, ketika ia merah medali emas dalam Asian Games, ia sudah pernah mengatakan, msyarakat janganlah melecehkan perjuangan dia dan sang pelatih hanya karena mengurusi penampilannya yang seperti cowok. Ia mengatakan netizen punya hak bersuara, tetapi ia sendiri juga punya hak berpenampilan sesuai dengan kehendak hatinya.
Lin Yu-ting adalah anak gadis yang suka kuliner enak, ia bahkan di waktu senggangnya memperkenalkan kuliner enak di kampung halamannya. Yang ia santap sejak ia kecil. Sebuah depot puluhan tahun, tetap menjadi langganannya sampai sekarang.
Lin bercita-cita untuk terjun dalam dunia sosial, membantu aksi anti bully, membantu orang-orang yang dirundung. Mungkin ia sangat menghayati bagaimana perasaan orang yang dirundung dan ia tak berdaya. Dan tahun lalu, Lin sudah mengatakan targetnya adalah menutupi sebuah kekurangan dalam perjalanan hidupnya yaitu medali emas di pesta olimpiade tahun 2024. Dan tampaknya ia berhasil mencapai harapannya.
Seluruh netizen Taiwan selama 2-3 pekan lamannya berperang mulut di dunia maya, semua warga Taiwan baik di Taiwan maupun yang berada di LN semua kompak melawan semua suara negatif yang menyudutkan Lin Yu-ting.... ada netizen mengatakan dunia mungkin kaget, netizen dunia pasti tidak menduga bahwa kalau hendak merundung orang Taiwan tampaknya harus berpikir panjang dulu.
Terima kasih, sekian jurnal Maria Sukamto. Sampai jumpa.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 