Percaya atau tidak 信與不信
Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto歡迎收聽瑪麗亞週記, apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Kalau ada rasa tidak sehat, hendaklah cepat-cepat berobat, jangan sampai ditunda-tunda ya.
Selama sepekan, masyarakat Taiwan dirundung rasa kepanasan, di mana-mana panas, tapi juga sering diguyur hujan dan petir, seperti ada pelampiasan rasa tidak senang dari alam semesta ini. Burung burung pun banyak yang basah kuyup dan cedera tak berdaya, menunggu uluran tangan manusia untuk membantunya pulih. Beruntung sekali di Taiwan adalah lembaga yang bisa menangani satwa liar yang tertimpa kemalangan. Tetapi kita sendiri kadang harus mengantarnya ke suatu tempat agar bisa diambil oleh petugasnya. Nah, bagaimana dengan manusia?
Tak bisa dipungkiri lagi, karena banyak video yang beredar, bahwa di Taiwan terutama di arena TMS banyak gelandangan, homeless, tingkat usia dari muda hingga tua dengan berbagai penyebab. Ada yang bangkrut perusahaannya, ada yang malu pulang, ada yang hilang ingatan sehingga tidak tahu pulang dan tidak tahu siapa namanya sendiri.
Nah, baru-baru ini ada sebuah cerita yang mengharukan, cerita seorang bapak tua yang dinilai setengah gila yang menjadi gelandangan di daerah Taoyuan. Selama 2 tahun ia menjadi gelandangan, dan ia sering berkata kepada kawan-kawan gelandangan dan juga kepada relawan yang sering mengunjungi mereka, bahwa ia punya tabungan berjangka sebanyak NT$.600.000. di bank kantor pos. Karena ia selalu bercerita demikian, maka dianggap angin lalu saja oleh orang yang mengenalnya. Karena siapa percaya. Lagipula ia sendiri tidak ada kartu indentitas sama sekali.
Tetapi ada seorang relawan mendengar kata-katanya itu dan masuk ke hati. Relawan tersebut mempercayai omongan bapak tua yang dianggap tidak waras. Relawan mengajak bapak tua itu mengurus kembali kartu identitasnya dan juga percaya bahwa ia punya tabungan di bank kantor pos, maka setelah punya KTP ia mengurus kembali buku tabungan di bank kantor pos, apa yang terjadi teman-teman?
Pak tua duduk lama sekali mengamati buku tabungannya, sang relawan pun juga menjadi ingin tahu, apakah benar pak tua punya tabungan 600 ribu seperti yang selalu diceritakan selama 2 tahun ini? Ternyata tertera nominal 1,8 juta dolar Taiwan bukan 600 ribu.
Beruntung sekali pak tua yang kehilangan memori, dalam 2 tahun ini kembali teringat akan namanya, sehingga memudahkan relawan menguruskan kartu identitasnya kembali di kantor pemerintahan. Termasuk membuat yang baru buku tabungannya di bank kantor pos.
Ternyata 2 tahun lalu, pak tua ini kehilangan tas yang berisi kartu identitas dan uang 600 ribu. Karena terpukul sekali oleh malapetaka ini, pak tua seketika menjadi linglung dan hilang ingatan. Menyebabkan ia tidak tahu siapa dirinya, dan tidak tahu di mana ia berada dan menjadi gelandangan berkeliaran di daerah stasiun Taoyuan.
Berkat rasa walas asih seorang relawan, maka pak tua tertolong menemukan keluarganya kembali, bahkan ia tidak perlu menjadi gelandangan lagi karena selain punya tabungan uang 1.8 juta dolar Taiwan, juga ternyata ia masih mempunyai seorang ayah yang berusia 86 tahun yang selalu menantikan kepulangan puteranya yang hilang selama 2 tahun ini. Alangkah mengharukan bukan?
Kita sering terpengaruh oleh persepsi umum, kalau gelandangan, maka omongannya pasti tidak bisa dipercaya, apa lagi orang tua yang dinilai gila tidak waras, mengarang saja cerita yang muluk-muluk. Kalau saja tidak muncul seorang relawan berhati malaikat seperti itu, yang mau mempercayai omongan pak tua dan bahkan rela menghabiskan waktu mengajaknya mengurus kartu identitasnya lagi. Maka pak tua itu akan mati dengan predikat gila yang berangan-angan punya uang di bank kantor pos. Maka mengapa tidak kita mencoba untuk mendengarkan kata-kata orang di sekitar kita, masukkan ke dalam hati. Setidaknya membantunya membuat kartu identitas, agar memudahkannya berobat atau melakukan sesuatu. Uluran tangan kita yang sebenarnya sepele saja bagi kita, mungkin bisa menjadi bantuan malaikat bagi orang yang sedang sengsara. Uluran tangan yang tidak membuat kita capai ini bisa memutarbalikkan nasib seseorang, mengapa tidak kita menjadi pemerhati yang sesungguhnya daripada hanya sekedar melakukan pekerjaan rutin seorang relawan yang hanya mendatangi dan menyapa basa basi setelah itu pulang dan meninggalkan orang-orang yang patut ditolong?
Cerita ini semoga menginspirasi teman-teman Jmers di mana saja.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 