History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jurnal Maria - 2024-06-24 Cerita Bus 44影片故事

  • 24 June, 2024

2024-06-24

Cerita Bus 44影片故事 

Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto歡迎收聽瑪麗亞週記,

Selama sepekan ini, saya selalu teringat-ingat dengan sebuah film pendek 11 menit saja yang berakhir dengan tragis. Dan konon cerita film diangkat dari cerita yang sebenarnya. Judul film yang meraih penghargaan di Festival Film Sundance adalah Bus 44.

Sebelum memulai cerita film Bus 44 ini, mari kita santai sejenak dengan mendengarkan sebuah lagu terlebih dulu.

(Song) Malaikat Juga Tahu" - Tulus (Konser Salute Erwin Gutawa to 3 Female Songwriters: Melly Goeslaw, Dewiq, Dee Lestari) Composer: Dee Lestari Artist: Tulus Aransemen & Orkestrasi: Erwin Gutawa

Menonton film pendek ini sungguh suatu kebetulan saja, ketika berselancar di internet, tiba-tiba saya tertarik dengan judul Bus 44 dan ada bahasannya pula dari para netizen yang telah menontonnya. Sebenarnya film ini mengajak kita untuk merenungkan kembali sifat manusia yang egoist, meskipun kita sering melihat banyak orang yang seolah-olah selalu tampil menjadi pahlawan mengritik mengecam kepincangan sosial, atau hendak menegakkan kembali moralitas manusia. Serta menyadarkan masyarakat untuk lebih pemerhati daripada bersikap dingin apatis. film Bus 44 adalah sebuah film lawas karena pada tahun 2001 meraih penghargaan dalam Festival Film Int. Venice ke 58, Festival Film Sundance, dan Festival film Canne. cerita film pendek ini ditulis dan disutradarai oleh seorang produser film American Chinese Dayyan Eng.satu tambahan lagi, film pendek ini juga meraih penghargaan film pendek terbaik di Festival Film Florida pada tahun 2002.

Salah satu penyebab saya tertarik dengan cerita ini karena diangkat dari cerita yang sebenarnya. FIlmnya singkat sekali hanya 11 menit. Dan Anda bisa menontonnya di YouTube. Hanya dengan mengetik Bus 44.

Ceritanya tentang seorang wanita yang menjadi supir bus. Bus ini beroperasi di daerah terpencil di daerah pegunungan.

Bus berjalan di jalan raya yang berdebu, banyak juga penumpangnya, ada 70% kayaknya.

Bus berjalan seperti biasanya, dan di tengah perjalanan ada penumpang baru yang berdiri di pinggir jalan menyetopnya. Naiklah seorang lelaki muda, ia sempat mengobrol dengan supir wanita dan tampaknya mereka bisa akrab dalam obrolannya. Bus berjalan terus menuju tempat tujuan akhir, lalu ada beberapa orang menyetop bus. Tampaknya beberapa orang ini adalah penjahat, mereka begitu naik ke atas bus, segera memaksa para penumpang menyerahkan harta bendanya. Setelah menguras habis harta benda para penumpang, tampaknya para penjahat itu belum puas, mereka melihat supir adalah seorang wanita, maka mereka seret turun dari bus, dan diseret ke pinggir jalan dan diperkosa.

Dalam keadaan kritis seperti ini, begitu banyak penumpang di atas bus, yang sebagian besar kaum pria, tidak ada seorang pun yang turun membela supir, bayangkan di atas bus ada puluhan pria, sedangkan penjahatnya hanya 3 orang saja. Nah…. Kalau semua penumpang pria mau berkelahi melawan penjahat yang hanya 3 orang, pasti akan berhasil mengalahkan mereka, bahkan harta benda yang dirampas tadi juga bisa diambil kembali bukan?

Tapi tampaknya kebanyakan orang menganut sikap tidak peduli, seperti sebuah pepatah Mandarin Daripada merepotkan maka mengapa tidak jangan dilakukan. Pekerjaan daripada bertambah lebih baik berkurang.  Artinya kalau turun tangan melawan para penjahat, mereka takut terluka atau terdampak. Maka lebih baik pura-pura tidak melihat.

Dan hanya satu orang saja yang turun melawan para penjahat. Yaitu seorang pria muda tadi. Tetapi karena hanya seorng saja yang melawan, pemuda tadi dipukuli sampai babak belur dan betisnya ditikam belati. dan supir wanita berhasil dilecehkan para penjahat. 

Usai melecehkan supir wanita, para penjahat pun pergi. Supir wanita yang baru saja diperkosa, dengan tertatih tatih berjalan kembali ke bus. Dan pemuda yang terluka karena membantunya tadi juga hendak naik ke atas bus. Tetapi diusir turun oleh supir wanita. Supir wanita dengan penuh amarah melihati semua penumpang yang tidak membantunya tadi. Dan setelah mengusir pemuda yang berusaha menolongnya turun dari bus. Supir segera menutup pintu dan melaju dengan cepat. Pemuda yang terluka itu pun harus menunggu kendaraan lain yang lewat. Dan ia pun berhasil menumpangi sebuah mobil orang lain yang mengijinkannya menumpang. Di tengah perjalanan, mreka terhenti karena di depan ada banyak polisi. Mobil mobil terhenti dan mereka turun bertanya kepada polisi , ada apa gerangan di depan. Mengapa mereka tertahan di situ.

Ternyata kata polisi, barusan ada sebuah bus jatuh terjun ke jurang, tidak ada orang yang hidup. Ternyata supir wanita itu merasa sedih dan marah kepada semua penumpang yang tidak mau menolongnya ketika ia diperkosa, dan ia melarang pemuda yang menolongnnya naik bus, karena ia tidak mau mengajaknya mati bersama. Supir wanita itu hendak membalas dendam dengan mengajak mati semua dengan para penumpang yang berhati egois.

 

Penyiar

Komentar