History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Coba dech berhenti untuk mengeluh

  • 20 March, 2015
Ada Apa Dengan Tony
Coba dech berhenti untuk mengeluh

        Wajar sih untuk mengeluh. Apalagi kalau mengalami keadaan dan situasi yang tidak meng-enakkan hidup. Tapi kalau terlampau sering ngeluh, itu malah akan mendatangkan banyak hal yang negatif loh.

        Coba saja perhatikan sosial media yang ada saat ini. Sosmed yang ada, bukan hanya sekedar menjadi wadah untuk komunikasi, berbagi informasi semata. Tetapi tak jarang juga kalau kita menemukan isi sosmed dari teman-teman yang banyak berisikan dengan kata-kata keluhan. Mulai dari masalah macet, dimarahin majikan, suami yang selingkuh, dibohongin teman, bahkan masalah hujan juga menjadi keluhan para netters.

        Kata keluh sendiri artinya ungkapan yang keluar karena perasaan susah. Inilah yang akan memupuk hal negatif dalam hidup kita.

        Dulu, Tony sendiri juga sering mengeluh, apalagi kalau lagi bete.

        Tetapi kini prosentase keluhan telah berkurang banyak. Kenapa? Ceritanya berawal dari 3 tahun silam. Seorang sahabat Tony menceritakan kisah sukses saudaranya yang merantau di Australia, mereka adalah pasangan suami istri yang mengelola rumah makan ala Indonesia.

        Awal mula usaha mereka tidaklah seindah impian yang direncanakan, sepi pengunjung, dan nyaris bangkrut. Sang istri sering mengeluh kondisi ekonomi yang tidak berubah menjadi baik, walau rumah makan telah beroperasi hampir satu tahun. Tapi, suaminya kerap menenangkan dirinya, dan berkata, “Setiap kali kamu ngeluh, maka tambah satu kesialan buat kita. Jadi coba deh berhenti mengeluh”.

        Selang 2 tahun, rumah makan tersebut telah menambah 5 pegawai baru. Kondisi ekonominya sudah lebih dari standar berkecukupan. Mereka berbagi kunci utama kesuksesan selain bekerja keras, yakni berhentilah mengeluh walau dalam kondisi buruk sekalipun, dan jangan lupa juga berdoa.

        Usai mendengar cerita itu, lamunan Tony melayang kembali ke masa dulu, dan mencoba mengingat hal-hal yang pernah terjadi. Ada beberapa kejadian masa lalu yang membuat Tony berpikir: Kog tolol sekali dulu! Ceroboh! Goblog! Dari satu keluhan merembet ke keluhan lain.

        Jadi benar juga cerita pasangan suami istri itu. Setiap kali ngeluh, maka akan menghadirkan keluhan yang lain, membuat semua masalah menjadi lebih besar dan tidak terlihat garis finishnya. Ibarat bola salju kecil yang berguling bebas dari puncak gunung. Setiap berputar, salju lainnya yang terlindas akan turut serta mengikat satu sama lain. Semakin dekat ke kaki gunung, bola salju kecil akan berubah menjadi bongkahan salju besar yang berbahaya.

        Coretan kali ini, Tony mengajak kalian untuk berhenti mengeluh. Caranya dimulai dari melihat ke bawah. Banyak yang hidup lebih susah atau menderita dibandingkan diri sendiri. Untuk itu marilah selalu bersyukur dengan segala kondisi kita. Lingkungan pergaulan dan gaya hidup yang buruk, juga turut mempengaruhi kita. Jadi, bertemanlah dengan orang-orang yang berpikiran positif, niscaya kita akan dapat tertular semangat positifnya.

        Walau jauh dari tanah air dan hidup merantau di Taiwan, tapi panggung kehidupan tetap berjalan seiring dengan bergulirnya waktu. Jadi mulai sekarang, goreskan tinta warna dalam setiap lembaran hidup yang kita lalui.

        Simak lebih banyak “Ada Apa dengan Tony” melalui siaran Radio Taiwan Internasional. (Kunjungi situs kami di: indonesian.rti.org.tw)

Penyiar

Komentar