History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

520 Menghadapi Situasi Baru, Negosiasi Tarif Taiwan-AS Memasuki Tahap Mendalam, Bisakah Perusahaan Bertahan?

  • 23 May, 2025
Perspektif
520 Menghadapi Situasi Baru, Negosiasi Tarif Taiwan-AS Memasuki Tahap Mendalam, Bisakah Perusahaan Bertahan? 示意圖。(AI生成圖)

(Taiwan, ROC) --- Presiden Lai Ching-te (賴清德) dalam wawancara terkait peringatan satu tahun masa pemerintahannya, menyatakan bahwa negosiasi tarif\f Taiwan dengan AS telah memasuki tahap mendalam. Daripada memandang negatif dengan fokus pada mempertahankan batas bawah, pemerintah lebih menekankan bagaimana menciptakan satu tambah satu lebih besar dari dua, untuk menghasilkan lebih banyak kepentingan bersama.

Saat negosiasi tarif Taiwan-AS memasuki tahap mendalam, bisakah perusahaan bertahan? Akuntan yang telah lama melayani pengusaha Taiwan berpendapat bahwa perusahaan Taiwan cenderung berpikir jangka pendek dibandingkan perusahaan Eropa atau Amerika yang didominasi perusahaan besar, sehingga perlu dipikirkan dengan baik bagaimana menghadapi perubahan global yang cepat.

 

Kekhawatiran Pasar Meningkat Terhadap Kebijakan Donald Trump dan Nilai Tukar, Survei Menunjukkan Investasi Perusahaan Taiwan ke AS Menurun Tajam Dibanding Januari

Pada 13 Mei 2025, dalam sebuah seminar tentang Strategi Menghadapi Perang Tarif Donald Trump, ruangan acara dipenuhi oleh para pelaku bisnis. Hal ini terjadi karena kebijakan tariff timbal balik yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump telah menyebabkan gejolak besar dalam rantai pasokan global dan pasar keuangan. Perusahaan Taiwan mencoba mencari solusi melalui seminar ini tentang bagaimana merencanakan langkah ke depan.

Menurut survei prospek ekonomi terbaru yang dilakukan Bellwether International Group, semenjak 18 April hingga 28 April 2025 memperlihatkan bahwa sektor manufaktur menunjukkan perubahan paling signifikan. Jika dibandingkan dengan survei Januari, preferensi terhadap Asia Tenggara turun dari hampir 65% menjadi 54%, sementara preferensi terhadap Meksiko meningkat dari 4% menjadi hampir 17%, terutama karena Trump tidak menyesuaikan tarif untuk negara tetangga Meksiko dan Kanada.

Meskipun AS tetap menjadi pilihan utama, tetapi proporsi alokasi turun drastis dari 83,3% pada survei Januari menjadi 44,9%, hampir setengahnya, menunjukkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan Donald Trump dan stabilitas nilai tukar.

 

Akademisi: Negosiasi Tarif Taiwan dengan AS Dimulai dari Nol: Tantangan Lebih Besar untuk Taiwan Masuk Organisasi Internasional

Saat ini pemerintahan Donald Trump telah menyelesaikan perjanjian perdagangan dengan Inggris dan Tiongkok. Dalam wawancara terkait peringatan satu tahun masa jabatannya, Presiden Lai Ching-te menyatakan bahwa negosiasi tarif Taiwan dengan AS telah memasuki tahap mendalam.

Daripada memandang negatif dengan mempertahankan batas bawah, pemerintah lebih menekankan bagaimana menciptakan konsep satu tambah satu lebih besar dari dua, untuk menghasilkan lebih banyak kepentingan bersama.

Liu Da-nien (劉大年), Direktur Pusat Penelitian Pembangunan Regional di CIER, menunjukkan bahwa setelah AS mengumumkan kebijakan tarif timbal balik, pemerintah Taiwan langsung menyatakan bahwa negosiasi tarif bisa dimulai dari nol.

Namun ini menimbulkan masalah karena Taiwan sedang berusaha bergabung dengan CPTPP, dan negara-negara anggota organisasi mungkin akan membuat tuntutan serupa, menciptakan tantangan lebih besar bagi Taiwan.

Liu Da-nien mengatakan, "Menurut saya apa yang harus ditangani Taiwan? Pertama, jika kita ingin menurunkan tarif, kita harus membuka diri terlebih dahulu. Ketika tarif kita turun, AS mungkin akan menurunkan tarif untuk beberapa item ekspor seperti kendaraan, produk pertanian, atau suplemen kesehatan seperti vitamin. Tarif vitamin di Taiwan sangat tinggi, kapsul gelatin 30%. Selain itu, kita bisa meningkatkan pembelian dari AS untuk meningkatkan ekspor AS atau mengurangi ekspor ke AS, serta memperbaiki beberapa tindakan non-tarif. Setiap tahun AS menerbitkan daftar hambatan perdagangan non-tarif Taiwan dalam UST, termasuk pelabelan daging babi dan sapi AS, masuknya makanan rekayasa genetika ke sekolah, transparansi penetapan harga dalam sistem asuransi kesehatan, yang mana semua ini perlu diperbaiki."

Salah seorang profesor Departemen Ekonomi Universitas Nasional Taiwan, menunjukkan bahwa Taiwan saat ini sedang dalam negosiasi, tetapi jika semua produk pertanian yang diekspor dari AS diberi tarif nol, maka dampaknya akan sangat besar bagi petani.

 

Akuntan: Perusahaan Taiwan Fokus pada Pertempuran Jangka Pendek, Kurang Penilaian Jangka Panjang terhadap Kondisi Bisnis

Bao Dun-chuan (鮑敦川), akuntan layanan perpajakan Asia Tenggara dari PricewaterhouseCoopers Accounting Firm yang telah lama melayani pengusaha Taiwan, menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan dalam diskusi dengan akuntan berfokus pada taktik jangka pendek, seperti penjualan pertama dan bagaimana membuat penyesuaian tercepat dalam waktu singkat.

Meskipun ini menunjukkan kekuatan perusahaan Taiwan, tetapi ini juga merupakan kelemahan, artinya meskipun perusahaan Taiwan fleksibel dalam merespons, sebenarnya dari 10 perusahaan yang dibahas, lebih dari 9,5 perusahaan kurang memiliki kemampuan untuk menilai situasi, lingkungan kompetitif eksternal, dan kondisi bisnis.  

Bao Dun-chuan juga berpendapat bahwa perusahaan Taiwan terlalu bergantung pada pasar AS, tetapi sangat tidak familiar dengan negara berkembang seperti Timur Tengah, dan perusahaan Taiwan lebih melihat jangka pendek daripada jangka panjang.

Pada 18 Mei 2025, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan bahwa jika negara-negara tidak dapat mencapai kesepakatan perdagangan dengan AS dalam periode tenggang 90 hari, maka mereka akan segera kembali ke tingkat tarif 2 April.

Pandangan umum menganggap bahwa perang tarif mungkin tidak hanya berlangsung selama 4 tahun masa Donald Trump, tetapi mungkin akan berlanjut hingga 10 tahun atau bahkan lebih lama, dan perusahaan Taiwan juga harus bersiap menghadapi masa sulit.

Penyiar

Komentar