(Taiwan, ROC) --- Taiwan yang bukan anggota Biro Pameran Internasional (BIE), kali ini berpartisipasi dalam Pameran Dunia Expo 2025 di Osaka sebagai perusahaan swasta. Meski sebelumnya ada kekhawatiran dari pihak Jepang yang meminta Taiwan untuk secara jelas menunjukkan statusnya sebagai paviliun perusahaan swasta, tetapi pemilihan nama TECH WORLD sebagai nama paviliun membuat orang tersenyum penuh arti.
Apa saja tantangan yang dihadapi dalam persiapan Paviliun TECH WORLD? Dan bagaimana cara mempromosikan Taiwan tanpa melanggar batasan yang ditetapkan pihak Jepang?

Paviliun Taiwan di Pameran Dunia Expo 2025 di Osaka 圖: 陳文甲提供
Persiapan Paviliun TECH WORLD Digarap dengan Cermat, Selalu Ada Ruang untuk Perbaikan
Pameran Dunia Expo 2025 di Osaka resmi dibuka pada 13 April 2025, dengan Taiwan berpartisipasi di bawah nama Tamayama Digital Tech Co., LTD. Dengan anggaran sebesar NT$2 miliar, Paviliun TECH WORLD menggabungkan kekuatan teknologi Taiwan dan soft power budaya.
Melalui pengalaman imersif 6 Indera di 3 teater utama, paviliun ini mempromosikan Taiwan dan menyampaikan konsep keinginan Taiwan untuk berkolaborasi dengan dunia dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.
Meskipun pembangunan fisik Paviliun TECH WORLD berjalan lancar dan menjadi paviliun ke-8 yang selesai dibangun untuk expo ini, tetapi proses persiapannya tidak lepas dari tantangan.
Hanya dalam proses desain saja sudah mengalami banyak revisi dan perombakan yang membutuhkan kerja keras. Direktur Paviliun TECH WORLD yang juga Wakil Sekretaris Jenderal TAITRA (Taiwan External Trade Development Council), Chiu Hui-li (邱揮立), sambil tersenyum mengatakan bahwa pihaknya mungkin sudah merevisi 1.000 kali. Meskipun prosesnya mungkin menghadapi konflik dan kesulitan, tetapi hasilnya akhirnya bisa lebih baik.
Chiu Hui-li mengatakan, "Saya tetap pada pendapat saya, tidak ada yang terbaik, yang ada hanya lebih baik lagi. Sebagai orang yang mengurus pameran, tidak ada yang terbaik, hanya ada yang lebih baik. Revisi bisa dilakukan bahkan sampai malam sebelum pembukaan pameran, karena hal-hal seperti ini tidak ada batasnya. Sama seperti ketika Anda membuat film atau menulis buku, bahkan di hari penerbitan, Anda mungkin masih ingin mengubah beberapa kata."
James Huang (黃志芳), Ketua Tamayama Digital Tech Co., LTD yang juga Ketua TAITRA menjelaskan, berdasarkan umpan balik pengunjung selama masa uji coba, untuk memastikan pengalaman terbaik bagi setiap pengunjung, maka mereka telah menyesuaikan pengelolaan arus pengunjung.
Pengunjung akan masuk secara berkelompok, dengan 30 orang per kelompok. Diperkirakan akan ada 3.300 pengunjung per hari, dengan lebih dari 1.000 slot tersedia untuk reservasi online.

Paviliun TECH WORLD menggabungkan kekuatan teknologi Taiwan dan soft power budaya. 圖: 陳文甲提供
Berpartisipasi sebagai Perusahaan Swasta, Fleksibilitas dalam Partisipasi Internasional
Karena keterbatasan lingkungan internasional, Taiwan yang bukan anggota Bureau International des Expositions (BIE), kali ini berpartisipasi sebagai perusahaan swasta. Sempat ada kekhawatiran dari pihak Jepang yang menginginkan Paviliun TECH WORLD secara jelas menunjukkan statusnya sebagai peserta swasta.
Menteri Ekonomi Kuo Jyh-huei (郭智輝) menyatakan bahwa belum menerima permintaan resmi dari pihak Jepang, tetapi menekankan pentingnya mengikuti aturan tuan rumah.
Beliau mengatakan, "Ketika kita menerima undangan untuk berpartisipasi dan menjadi tamu di rumah orang lain, maka kita harus mengikuti syarat dan ketentuan yang ditetapkan tuan rumah. Kita tidak bisa bertindak sesuka hati."
Chen Wen-chia (陳文甲), Direktur Pusat Penelitian Pembangunan Nasional dan Regional Universitas Kainan dan Penasihat Senior Institut Kebijakan Nasional, menganalisis bahwa partisipasi Taiwan melalui koordinasi Kementerian Ekonomi dan perencanaan TAITRA, dengan menggunakan nama Tamayama Digital Tech Co., LTD, menunjukkan fleksibilitas dan mobilitas strategis Taiwan dalam menembus kerangka partisipasi internasional.
Hal ini tidak hanya menampilkan kekuatan teknologi Taiwan, tetapi juga memiliki makna simbolis dalam konteks geopolitik. Mengingat Tiongkok selalu sensitif dan menentang kehadiran Taiwan di panggung internasional, menurut pemahamannya, Taiwan juga menghadapi hambatan teknis diplomatik dari Tiongkok dalam proses partisipasi ini.
Oleh karena itu, pihak Jepang, karena pertimbangan politik, meminta Taiwan untuk mengurangi nuansa resmi pemerintahan.
TECH WORLD Pavilion Mempromosikan Taiwan dengan Cerdik Tanpa Melanggar Batasan Jepang
Chen Wen-chia berbagi pengalamannya setelah mengunjungi paviliun tersebut. Ia menjelaskan bahwa nama TECH WORLD yang sepintas terlihat sebagai Dunia Teknologi, sebenarnya merupakan permainan kata yang cerdik dari singkatan TW (Taiwan), menciptakan makna tersirat yang halus tanpa melanggar batasan penggunaan simbol resmi.
Dia mengatakan, "Dari pengamatan di lokasi, meskipun tidak ada tulisan Taiwan secara eksplisit, paviliun ini mengintegrasikan unsur-unsur Taiwan yang kuat dalam desain material, skema warna, hingga konten panduan. Termasuk di dalamnya citra Gunung Yushan, anggrek nasional, tekstur kayu Taiwan Cypress, dan sistem simulasi kota pintar. Area pengalaman interaktif sangat populer karena dibagi menjadi tiga zona, meliputi kehidupan, alam, dan masa depan, yang memamerkan keunggulan Taiwan dalam AI (kecerdasan buatan), energi hijau, dan aplikasi semikonduktor, yang menarik perhatian besar pengunjung."
Mengamati reaksi pengunjung dari berbagai negara di Paviliun TECH WORLD, Chen Wen-chia mencatat bahwa masyarakat Jepang dan komunitas Taiwan di Jepang menunjukkan resonansi kuat, umumnya menganggap pendekatan ini sebagai keseimbangan yang cerdik antara sensitivitas politik dan kebanggaan teknologi-budaya.
Sementara pengunjung dari negara-negara Barat terkesan dengan konten pameran teknologi, menjadikannya contoh sempurna dari perpaduan teknologi dan budaya.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 