(Taiwan, ROC) --- Lonjakan harga emas yang terus terjadi sepanjang tahun ini membuat konsumen di Tiongkok berpikir dua kali untuk membelinya, sehingga berdampak pada bisnis toko emas setempat.
Pada tanggal 22 Oktober 2024, jaringan toko perhiasan ternama asal Hong Kong, Chow Tai Fook, mengumumkan penurunan penjualan sebesar 21% untuk periode 1 Juli hingga 30 September dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selama periode tersebut, Chow Tai Fook menutup 145 gerai di kawasan Tiongkok.
Dilansir dari beberapa media Tiongkok, seperti Yicai, Xinhuanet, dan Sichuan Daily, harga emas internasional pada 23 Oktober 2024, telah melonjak menjadi US$2.755 per ons (sekitar NT$88.325).
Sejumlah toko emas di Tiongkok mematok harga emas per gram sebesar RMB 815 (sekitar NT$3.668), naik RMB 9 dari hari sebelumnya. Sejak awal tahun ini, harga emas di Tiongkok telah naik hampir RMB 200 per gram, atau lebih dari 30%.
Dalam pengumumannya di Bursa Efek Hong Kong pada 22 Oktober 2024, Chow Tai Fook melaporkan penurunan penjualan tahunan sebesar 21% untuk kuartal kedua tahun fiskal 2025 (1 Juli hingga 30 September 2024).
Penjualan di gerai yang dikelola langsung dan waralaba di Tiongkok, masing-masing turun 24,3% dan 20,3%. Penjualan di Hong Kong turun 27,8%, sedangkan di Makau turun lebih besar lagi, yaitu 40,2%.
Selama periode laporan, Chow Tai Fook menutup 145 gerai ritel di Tiongkok.
Chow Tai Fook memperkirakan pendapatan untuk paruh pertama tahun fiskal 2025 (1 April hingga 30 September 2024) akan turun sekitar 18% hingga 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara laba diperkirakan turun sekitar 42% hingga 46%.
Perusahaan perhiasan Hong Kong lainnya, Luk Fook Holdings, juga melaporkan penurunan penjualan sebesar 16% dan pengurangan bersih 76 gerai dalam laporan kuartal kedua tahun fiskal 2025 yang dirilis baru-baru ini.
Para pelaku industri emas menunjukkan bahwa kenaikan harga emas yang cepat, ditambah dengan biaya pemrosesan emas dan premi merek yang tinggi, telah meningkatkan sentimen menunggu dan melihat di kalangan konsumen, yang mengakibatkan terhambatnya konsumsi emas dan meningkatnya tekanan penjualan pada pengecer perhiasan emas.
Mereka menambahkan bahwa harga emas yang tinggi dan fluktuasi yang besar telah meningkatkan risiko operasional bagi perusahaan pemrosesan dan penjualan emas, membuat perusahaan grosir dan eceran lebih berhati-hati dalam pembelian mereka.
Sementara itu, perusahaan pemrosesan perhiasan menghadapi kenaikan biaya bahan baku dan penurunan pengiriman, dengan beberapa perusahaan pemrosesan kecil dan menengah bahkan menghentikan produksi dan meliburkan karyawan.
Menurut data dari World Gold Council, permintaan perhiasan emas di pasar Tiongkok pada kuartal kedua tahun ini mencapai titik terendah baru sejak 2009, hanya 86 ton.
Konsumsi perhiasan emas di Tiongkok turun 18% menjadi 270 ton pada paruh pertama tahun ini. Konsumsi perhiasan emas kemungkinan akan tetap lemah di masa mendatang karena faktor musiman dan harga emas yang tinggi.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa di Tiongkok, industri emas mengenal istilah "emas di bulan sembilan, perak di bulan sepuluh", yang secara teori berarti saat ini adalah puncak musim konsumsi emas.
Namun, meskipun pusat perbelanjaan di Chengdu, Sichuan, dipadati pengunjung, area perhiasan emas, termasuk toko ritel Chow Tai Fook, sepi pembeli dan hanya sedikit yang berhenti untuk melihat-lihat, meskipun banyak merek menawarkan promosi besar-besaran.
Para ahli industri menganalisis bahwa harga emas dalam jangka menengah hingga panjang diperkirakan akan terus meningkat, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti ketegangan geopolitik dan penurunan suku bunga The Fed.
Seiring dengan harga emas yang terus mencapai rekor tertinggi baru, pasar emas kemungkinan akan mengalami "penurunan konsumsi" dan "peningkatan investasi" secara bersamaan.
Akibatnya, penjualan perhiasan emas dan emas batangan/koin menunjukkan polarisasi, yakni konsumsi perhiasan emas dengan premi tinggi menurun tajam, sementara konsumsi emas batangan dan koin dengan premi relatif rendah meningkat tajam.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 