History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Teacher Li: Taiwan Menjadi Contoh, Menunjukkan pada Pemuda Tiongkok bahwa Demokrasi Benar-benar Ada

  • 12 January, 2024
Perspektif
Teacher Li: Taiwan Menjadi Contoh, Menunjukkan pada Pemuda Tiongkok bahwa Demokrasi Benar-benar Ada. 李老師提供

(Taiwan, ROC) —- Melalui media sosial 'X', blogger 'Teacher Li 李老師' menyampaikan, Taiwan merupakan mercusuar demokrasi bagi masyarakat Tionghoa. Menurutnya, Taiwan memberikan contoh bagi generasi muda Tiongkok, membuktikan bahwa demokrasi bukan hanya konsep yang dijelaskan dalam buku teks sekolah, melainkan sesuatu yang benar-benar ada dan dapat membuat masyarakat menjadi lebih baik.

Dalam wawancara eksklusif dengan Radio Taiwan International, 'Teacher Li' mengatakan, "Jika berbicara mengenai arti Taiwan bagi Tiongkok, sebenarnya Taiwan telah menjadi contoh bagi banyak pemuda Tiongkok, memberi mereka kesadaran bahwa demokrasi bukanlah suatu hal yang palsu seperti yang diceritakan dalam buku teks sekolah, melainkan sesuatu yang nyata dan mampu membawa perubahan positif pada masyarakat."

'Teacher Li' menambahkan, nilai terbesar dari demokrasi Taiwan adalah memberikan kehidupan yang lebih baik bagi rakyatnya.

"Yang terpenting bagi masyarakat Taiwan adalah mereka hidup lebih bebas, mengalami perkembangan ekonomi yang lebih baik, serta kemajuan di berbagai bidang seperti bisnis, teknologi, dan budaya. Itulah yang menjadikan Taiwan sebagai mercusuar demokrasi bagi masyarakat Tionghoa," ujar 'Teacher Li'.

 

Jangan Terpengaruh Oleh Serangan Media dan Intimidasi Militer - Pemuda Tiongkok Juga Khawatir akan Terjadinya Perang

Taktik intimidasi psikologis dan ancaman militer yang dilakukan Tiongkok terhadap Taiwan belum berhenti. 'Teacher Li' menegaskan bahwa fenomena ini tidak terelakkan. Menurutnya, buku pelajaran di Tiongkok mengajarkan bahwa Taiwan adalah bagian dari Tiongkok, dan hampir setiap generasi pemimpin Tiongkok menekankan pentingnya untuk merebut kembali Taiwan.

Karena itu, Tiongkok akan terus melakukan intimidasi dan ancaman militer terhadap Taiwan. Dan pada akhirnya, kembali ke realitas, jika Tiongkok ingin menyerang Taiwan, tetapi harus mempertimbangkan kekuatan tempur yang mereka miliki.

Dia menilai bahwa dengan kekuatan militer saat ini, Tiongkok belum mampu menyerang langsung ke daratan Taiwan, paling hanya mempengaruhi Kinmen. 'Teacher Li' mengingatkan untuk tidak terlalu terpengaruh oleh taktik intimidasi dan ancaman militer ini, karena bagi generasi muda di Tiongkok, mereka juga khawatir tentang kemungkinan pecahnya perang.

'Teacher Li' menuturkan, "Jika kita terperangkap dalam propaganda intimidasi dan ancaman militer, kita akan merasa terpengaruh dan khawatir tentang 'bagaimana jika perang benar-benar terjadi?' Bagi generasi muda di Tiongkok, mereka sangat khawatir tentang hal ini. Saat mereka menyadari bahwa mereka adalah 'biaya yang harus dibayar' dalam perang, banyak dari mereka sebenarnya tidak ingin terlibat dalam perang."

李老師:台灣樹立榜樣 讓中國年輕人知道民主可真實存在

李老師提供

Pemilihan Umum Taiwan – Teacher Li Berencana Mengunjungi Taiwan

Guru Li mengungkapkan bahwa dia memiliki kerabat di Taiwan, meskipun mereka jarang berkomunikasi, tetapi hubungan keluarga ini mungkin membuatnya memiliki kesan yang baik tentang Taiwan.

'Teacher Li'  mengatakan, "Karena itu, saat saya masih kecil, saya tidak terpengaruh oleh ideologi 'partai merah (komunis)', seperti keharusan untuk menaklukkan Taiwan, atau hal-hal serupa."

'Teacher Li' belum pernah berkunjung ke Taiwan, dan dia menyatakan keinginannya untuk lebih memahami sistem sosial dan politik di Taiwan, serta membandingkannya dengan masyarakat Tiongkok dalam penelitiannya.

Dia juga menyebutkan bahwa sebenarnya sudah merencanakan untuk mengunjungi Taiwan sebelum pemilihan presiden Taiwan tahun ini, tetapi karena masalah visa dan dokumen, rencananya tidak dapat terlaksana. Dia berharap suatu hari nanti bisa mengunjungi Taiwan dan merasakan demokrasi di tengah masyarakat Tionghoa.

'Teacher Li' mengatakan, "Sejak kecil, melalui televisi satelit, kami sering melihat Taiwan dan Hong Kong. Dari televisi, saya mengetahui tentang pemilihan umum di Taiwan dan berbagai kejadian di sana. Sejak kecil, saya selalu penasaran, tetapi setelah dewasa, saya menyadari bahwa situasi tersebut tidak seheboh yang tampak di permukaan. Sebenarnya, pada intinya, itu adalah aktivitas politik yang sangat serius. Saya masih sangat ingin memahami lebih lanjut bagaimana pemilihan umum dapat berlangsung di tengah masyarakat Tionghoa seperti kami."

李老師希望未來能夠「再轉行」,回到畫家身分。(李老師提供)

李老師提供

Kuliah Singkat Tahunan "White Paper" Mahasiswa Taiwan Membuat Teacher Li Terkesan

Melihat adanya kegiatan peringatan tahunan gerakan 'White Paper' oleh siswa di Taiwan, 'Teacher Li' mengungkapkan perasaannya yang terharu sekaligus iri.

'Teacher Li' menyampaikan, "Anda tahu, para pemuda ini masih sangat muda, dan di Taiwan, mereka yang masih muda sudah bisa berbicara dengan baik dan menyampaikan pandangan mereka, melakukan banyak hal yang mereka anggap baik untuk negara dan dunia ini. Tapi pada saat yang sama, di Tiongkok, banyak pemuda yang bahkan tidak berani menyatakan pemikiran mereka sendiri. Jadi di satu sisi, saya sangat iri dengan pemuda Taiwan, sementara di sisi lain, saya merasa sangat sedih untuk pemuda di negara asal saya. Menurut saya, Tiongkok membutuhkan lebih banyak orang yang berani berdiri dan berbicara, tapi harga yang harus dibayar untuk keberanian tersebut sangatlah besar."

'Teacher Li' menggunakan gambar seekor kucing belang sebagai avatar di platform 'X'. Dia juga terkejut dan terhormat ketika melihat siswa di Taiwan membawa 'bendera kucing' dalam aktivitas yang terkait dengan hak asasi manusia.

ia juga menyebutkan bahwa pernah melihat orang membawa 'bendera kucing' di festival musik di Tiongkok daratan, tetapi segera disita oleh polisi. Oleh karena itu, dia berterima kasih kepada teman-teman di Taiwan yang terus memperhatikan apa yang terjadi di Tiongkok. Melihat bagaimana pemuda Taiwan bisa melakukan hal-hal yang baik, dia percaya bahwa "masa depan Taiwan akan lebih baik!"

Penyiar

Komentar