History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pekan Interaktif 130625 - Hariyanto Arbi, Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Terkenal hingga Taiwan

  • 13 June, 2025
Pekan Interaktif - RtiFM Online Jumat
Hariyanto Arbi (kiri) bersama dengan Tri Kusharyanto (kanan) dalam World Masters Games 2025 di Taipei
Pekan Interaktif - RtiFM Online Jumat
Hariyanto Arbi (kiri) dan Tri Kusharyanto (kanan) dalam acara World Masters Games 2025 di Taipei

Festival Labu Raksasa Tamsui 2025! 

Perayaan labu raksasa tahunan akhirnya kembali! Para petani lokal Tamsui dengan bangga mempersembahkan aneka labu unik hasil budidaya mereka. Nikmati beragam produk kreatif berbahan labu, permainan interaktif untuk keluarga, serta spot-spot foto menarik — semua bisa dinikmati dalam satu akhir pekan!
Rangkaian acara seru di Lokasi:
- Bazaar Kreatif Labu — Aneka kerajinan tangan, kuliner, dan hasil pertanian lokal, belanja puas seharian!
- Background Foto Labu — Foto & unggah ke media sosial untuk kesempatan menang hadiah menarik
- DIY bola-bola Labu— Orang tua & anak bisa membuat topping manis dari labu bersama
- Permainan Edukasi Pangan — Selesaikan misi dan dapatkan hadiah lucu
- Kolaborasi Toko Kuliner — Belanja dan dapatkan kartu pos edisi terbatas bertema labu, plus kesempatan memenangkan paket wisata dari “Tamsui Traveler”!

Masih banyak pertunjukan dan promo menarik lainnya yang hanya bisa kamu temukan langsung di lokasi!
Lokasi Acara: Depan Stasiun MRT Tamsui
Tanggal Acara:
•    13 Juni (Jumat): Lomba Labu Raksasa
•    14–15 Juni (Sabtu-Minggu): Bazaar & Pameran Labu
Waktu: 09.00–17.00

Salah satu dekorasi labu menarik di Festival Labu New Taipei di Tamsui pada 2024 lalu

Taipei MRT Perbarui Layar Penunjuk di Gerbong Berteknologi AI

Taipei Rapid Transit Corporation (TRTC) mengumumkan pada awal Juni bahwa mereka sedang melakukan pembaruan layar iklan dan panel penunjuk pada kereta AI Jalur Merah dan Biru.

Sorotan utama dari kereta digital berbasis AI adalah sistem deteksi keamanan tingkat tinggi yang disematkan di dalamnya. Sistem ini menggunakan algoritma AI dari Acer dan teknologi komputasi tepi dari NVIDIA, dengan kemampuan analisis cerdas untuk secara real-time menganalisis perilaku penumpang—seperti mendeteksi pergerakan tak biasa, konflik atau konfrontasi mendadak—serta secara simultan mengirimkan rekaman video ke ruang kendali masinis, guna memastikan tindakan respons yang tepat dapat segera diambil.
Pembaruan panel ini mendapatkan tanggapan positif dari penumpang sejak peluncuran perdananya pada 27 Maret, dilansir dari CNA. Pembaruan tersebut mencakup ukuran huruf nama stasiun yang lebih besar, desain ulang penanda stasiun transit, serta indikator lampu baru untuk informasi jalur cabang.
Setiap gerbong kereta AI dilengkapi dengan layar LCD 48 inci di atas setiap pintu, yang menampilkan informasi waktu kedatangan secara real-time, informasi peron, lokasi pintu keluar, dan pengumuman layanan publik.
Pembaruan terbaru memperbesar huruf nama stasiun pada bagian tampilan kedatangan, agar lebih mudah dibaca. Stasiun transit kini ditampilkan dengan garis tepi blok dua warna untuk meningkatkan kontras dan supaya lebih mudah dibaca.
Untuk memperjelas koneksi ke jalur cabang, indikator berupa strip lampu animasi juga telah ditambahkan. Ini membantu penumpang mengenali rute dan arah dengan cepat.
Sebagai contoh, Stasiun Beitou kini memiliki garis tepi berwarna merah muda tebal dengan segitiga penunjuk arah menuju jalur cabang Xinbeitou. Skema warna ini meningkatkan navigasi dan mengurangi kebingungan.
Saat ini, masing-masing satu kereta AI beroperasi di Jalur Merah dan Biru. TRTC menyatakan akan terus memantau penggunaan dan masukan dari penumpang untuk menyempurnakan sistem dan meningkatkan pengalaman perjalanan.
Pelacakan kereta secara real-time tersedia melalui aplikasi “Go! Taipei Metro” di Google Play dan App Store, pada tab “Informasi Kereta.”

Papan petunjuk elektronik baru berteknologi AI di gerbong MRT Taipei

Hariyanto Arbi, Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Terkenal hingga Taiwan

Hariyanto Arbi merupakan seorang legenda bulu tangkis Indonesia yang kini telah pensiun dan menjadi pebisnis ulung. Namanya terkenal di seluruh dunia, termasuk Taiwan.
Nama aslinya adalah Michael Ludwig Hariyanto Arbi. Pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah pada 21 Januari 1972 ini merupakan putra ketiga dari pasangan Ang Tjing Bik dan Goei Giok Nio serta adik bungsu dari pebulu tangkis putra nasional Hastomo Arbi dan Eddy Hartono.

Perjalanan Karir
Hariyanto Arbi aktif bermain bulu tangkis sejak kecil dan sebelumnya ia menjadi bagian dari Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum (PB Djarum). Dari PB Djarum yang bermarkas di Kudus, nama Hariyanto Arbi mulai dikenal, khususnya ketika Indonesia berhasil merebut Piala Thomas di tahun 1984. Saat itu, Indonesia berhasil memenangkan Piala Thomas setelah menang 3-2 melawan Tiongkok. 
Prestasinya semakin gemilang setelah ditempa berbagai kejuaraan bulu tangkis dunia, mulai dari juara pertama tunggal putra Bimantara World Junior Championships tahun 1988 dan 1989, dilanjutkan dengan IBF International, Copenhagen Masters, dan IBF World Grand Prix (All England, Chinese Taipei Open, Japan Open, Hong Kong Open, Singapore Open, India Open). Tidak hanya itu, namanya juga bersinar di SEA Games, Asian Games, dan Asian Cup antara tahun 1993-1997.
Nama Hariyanto Arbi benar-benar terpatri dalam ingatan masyarakat Indonesia di tahun 1993-2000, khususnya saat perebutan Piala Thomas 1994. Saat itu, dalam pertandingan final tunggal putra, dirinya mengalahkan Rashid Sidek asal Malaysia setelah saling tukar menukar “Smash 100 Watt”. Setelah itu, Hariyanto Arbi pun mendapatkan julukan “Smash 100 Watt”.
Terkait dengan namanya yang sangat dikenal di Taiwan, hal ini tidak lepas dari prestasinya di Chinese Taipei Open pada 1993 dan 1994, serta kehadirannya sebagai juara All England 1993 dan 1994. Arbi (阿爾比) juga menjadi sorotan di Taiwan karena ia memenangkan medali emas tunggal putra dan beregu putra di Asian Games Hiroshima 1994, sebelum kemudianmenjadi juara dunia di nomor tunggal putra pada Februari 1995 di Lausanne, Swiss. 
Meskipun ia memutuskan untuk pensiun di tahun 1997, tapi Hariyanto Arbi tetap bergabung dalam tim Piala Thomas hingga tahun 2000, sehingga Indonesia pun bisa mempertahankan piala tersebut selama 4 periode berturut-turut.

Pensiun tidak Berarti Kehilangan Kehidupan
Setelah memutuskan untuk benar-benar pensiun sebagai atlet nasional, nama Hariyanto Arbi mulai tidak terdengar di kalangan masyarakat awam. Dalam wawancaranya dengan Radio Taiwan Internasional Siaran Bahasa Indonesia, dirinya mengaku sempat beristirahat dari hiruk pikuk dunia bulu tangkis. 
Pada tahun 2002, bersama dengan Fung Permadi membuka usaha perlengkapan bulu tangkis dengan nama Flypower. Awalnya, Arbi memulai usaha tersebut dengan meluncurkan produk sepatu bulu tangkis, bekerja sama dengan pemain PB Djarum dan atlet Pelatnas Cipayung.
Produk pertamanya mendapatkan sambutan positif dan kemudian Flypower terus berkembang dengan aneka produk bermain bulu tangkis lainnya, seperti kaus, celana, raket, dan lain sebagainya. Meski demikian, Flypower tetap meningkatkan performa dan kualitas, bahkan turut berpartisipasi untuk memajukan prestasi bulu tangkis di Indonesia, seperti menjadi sponsor di berbagai kejuaraan lokal.
Flypower terus berkembang di Indonesia maupun di mancanegara, bahkan slogan “dari Indonesia Mendunia” tercapai dengan penerimaan pasar dunia, seperti Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia, Korea Selatan, India, Australia, Jerman, Prancis, Swiss, Belanda, dan Amerika Serikat (AS). Hal ini juga terlihat dalam perhelatan olah raga World Masters Games 2025, dimana salah satu pasangan tim asal Australia mengenakan pakaian olah raga dari Flypower.

World Masters Games 2025, Reuni, dan Kecintaan Terhadap Bulu Tangkis
Terkait dengan perhelatan olah raga master dunia (WMG), termasuk kejuaraan bulu tangkis senior, dalam wawancara Arbi menyampaikan bahwa ia senang karena masuk dalam reuni (dengerin wawancara)

Hubungan Hariyanto Arbi dengan Atlet Bulu Tangkis Taiwan
Hubungan Hariyanto Arbi dengan Taiwan cukup baik, bahkan ia memuji Chou Tien Chen. Saat Chou Tien-chen datang ke Indonesia untuk bertanding dalam “Indonesia Open 2025”, Hariyanto Arbi pun membantu Chou Tien-chen untuk berlatih.

Penyiar

Komentar