History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pekan Interaktif 300525: Bakcang Unik dari Berbagai Belahan Dunia

  • 30 May, 2025
Pekan Interaktif - RtiFM Online Jumat

Daun pembungkus bacang termasuk sisa dapur atau sampah biasa?

Festival Duanwu (Festival Perahu Naga) adalah salah satu dari tiga festival besar di Taiwan. Setiap rumah dipenuhi aroma bacang (zongzi) dan orang-orang menikmati hidangan ini bersama keluarga. Dahulu, daun pembungkus bacang dibuang ke tong sisa dapur (limbah organik), namun seiring waktu, sebagian besar kabupaten dan kota sudah tidak lagi menerima daun bacang sebagai limbah dapur. Biro Lingkungan Hidup Kota New Taipei menjelaskan bahwa daun bacang dan tali pengikat bacang termasuk sampah biasa, dan jika salah buang, bisa dikenakan denda maksimal NT$6000.

Festival Perahu Naga jatuh pada 31 Mei. Karena festival tahun ini bertepatan dengan hari libur, maka tanggal 30 Mei (Jumat) menjadi hari libur pengganti, sehingga masyarakat menikmati liburan panjang 3 hari. Banyak orang merencanakan untuk bepergian, sementara sebagian besar lainnya menikmati bacang di rumah sebagai bagian dari tradisi. Namun setelah menikmati lezatnya bacang, muncul pertanyaan besar: bagaimana cara membuang daun bacang, tali pengikat, atau isian sisa bacang?

Menanggapi hal ini, Biro Lingkungan Hidup Kota New Taipei menyebutkan, karena daun bacang memiliki serat panjang yang sulit terurai, bersama dengan tali bacang, keduanya digolongkan sebagai sampah biasa. Sementara sisa isian bacang (makanan) boleh dibuang sebagai limbah dapur (untuk didaur ulang).

Menurut informasi dari “recycle.rethink”, meskipun daun bacang terlihat alami, serat panjang di dalamnya jika salah masuk ke tempat kompos limbah dapur dapat merusak peralatan mesin dan memerlukan tenaga tambahan dari petugas kebersihan untuk memilah kembali, yang memakan waktu dan tenaga. Oleh karena itu, kecuali di Kota Taipei yang masih memperbolehkan membuangnya ke limbah dapur, kabupaten/kota lain di Taiwan mengharuskan untuk membuangnya sebagai sampah biasa. Jenis sampah lain yang juga termasuk kategori serat panjang adalah kulit bambu muda, kulit tebu, ampas tebu, batang tanaman moroheiya, dan serai. Berdasarkan Pasal 12 Undang-Undang Pengelolaan Limbah, pengangkutan, pemilahan, penyimpanan, pembuangan, metode, peralatan, dan pemanfaatan kembali limbah rumah tangga harus sesuai dengan ketentuan otoritas pusat. Jika masyarakat tidak memilah atau membuang sampah sesuai ketentuan, maka berdasarkan Pasal 12 dan Pasal 50 Undang-Undang tersebut, dapat dikenakan denda mulai dari NT$1200 hingga NT$6000.
 

(foto: Canva)
 

Bakcang Unik dari Berbagai Belahan Dunia
Tahun ini, dalam rangka Festival Duanwu (Peh Cun), kami akan membahas aneka bakcang dari seluruh dunia, mulai dari Asia, Afrika, dan Amerika. Ternyata, bakcang bisa tak hanya bisa dibuat dari ketan, tetapi ada juga yang memakai bahan dasar kentang, pisang raja, hingga kacang hitam.

1. Malaysia – Bakcang Nyonya Chang

Menggabungkan budaya Tionghoa dan Asia Tenggara, bakcang ala Nyonya ini berisi tangkwee serta bubuk ketumbar. Perpaduan rasa asin dan manis yang pas, dengan warna biru alami dari bunga telang  menjadi ciri khasnya.
Nyonya Bak Chang – The Meatmen

(foto: https://themeatmen.sg/)

2. India Selatan – Bakcang Patoleo Goa (Vegetarian, dengan telur & susu)

Bakcang manis berbentuk pipih ini terbuat dari adonan tepung ketan, berisi kelapa parut segar, gula aren, serta rempah khas India seperti kapulaga kecil dan bubuk pala. Uniknya, bakcang ini dibungkus  menggunakan daun kunyit.

Konon, ini adalah makanan manis favorit dewi Parvati dalam mitologi Hindu.

'Patoleo; is a traditional sweet steamed in fresh turmeric leaves.

(foto: Get Cooking Now, YouTube)

3. Nigeria – Bakcang Moin-moin🐟

Moin-Moin, Moi-Moi, atau Olele (dalam bahasa Yoruba: Mọ́yín-Mọyín, Ọ̀lẹ̀lẹ̀) adalah puding kacang yang dimasak dengan cara dikukus atau direbus. Hidangan ini dibuat dari campuran kacang black eyed peas yang telah dicuci dan dikupas, bawang, cabai merah segar, rempah-rempah, serta sering ditambahkan ikan, telur, ayam, dan/atau udang kering.

Ini adalah makanan khas suku Yoruba yang kaya protein dan umum dikonsumsi di wilayah Yoruba serta daerah sekitarnya di Afrika Barat.

Moin-moin biasanya berbentuk piramida miring, silinder, kerucut, atau bentuk lain tergantung pada cetakan tempat adonan dituangkan sebelum dimasak. Bentuk piramida berasal dari penggunaan daun lebar tradisional seperti daun Ewe Eran (Thaumatococcus daniellii) atau daun pisang yang dibentuk menjadi kerucut di atas telapak tangan. Setelah itu, adonan yang sudah dibumbui dan diberi isian dituangkan ke dalam daun tersebut, lalu dilipat rapat.

Bentuk silinder biasanya dihasilkan ketika adonan dituangkan ke dalam kaleng bekas atau alumunium foil.

Moin-moin bisa dimakan langsung sebagai camilan, atau disajikan bersama nasi sebagai hidangan utama. Selain itu, makanan ini juga sering disantap bersama ogi (pap/ bubur fermentasi), oatmeal, salad, koko (bubur millet), atau garri (makanan asas yang diperbuat daripada akar ubi kayu yang dikeringkan dan digiling menjadi tepung).

Moin Moin (Nigerian Steamed Bean Cake)
(foto:Serious Eats / Maureen Celestine)

4. Guatemala: Paches

Dalam hal tamale tradisional Guatemala, Paches adalah salah satu tamale yang paling populer di negara tersebut. Paches berbentuk persegi panjang pipih. Bakcang khas Guatemala ini menggunakan kentang tumbuk sebagai kulit, dengan isian tomat, bawang bombai, dan cabai hijau Jalapeño khas Amerika Latin, lalu diberi saus recado gurih berbahan dasar tomat dan dibungkus dengan daun pisang. Rasanya seperti mashed potato pedas.
How to Make Paches de Pollo, the Ultimate Guatemalan Comfort Food

(foto: EatingWell)

5.Dominika : Pasteles en Hoja
Pasteles en Hoja merupakan hidangan khas Natal di Dominika. Bakcang ini berbahan dasar pisang raja, ubi, dan labu kuning. Rasa manis alami dari pisang dan labu memberi sensasi segar ala Karibia.
Pasteles en Hoja Rellenos de Carne

(foto:https://www.recetasnestle.com.do/)

6. Brazi: Abara com Vatapa

Ini merupakan makanan khas Brasil yang berasal dari Afrika. Bakcang ini dibuat dari bubur black eyed peas dan udang, dan disajikan dengan saus Vatapá—dibuat dari roti Prancis, kacang mete, udang, dan minyak sawit—yang lembut, gurih, dan menggugah selera.

Ini merupakan makanan khas dari Salvador, negara bagian Bahia, dan juga umum ditemukan di wilayah utara dan timur laut Brasil.

Di negara bagian timur laut Bahia, vatapá juga digunakan sebagai persembahan dalam ritual Candomblé (kepercayaan lokal Afrika) Di wilayah Brasil lainnya, vatapá sering disantap bersama nasi putih. Udang dalam resep ini juga bisa diganti dengan bahan lain sesuai selera.

Abará - Instituto Brasil a Gosto
(foto: brasilagosto.org)

 

Wawancara bersama Hasan Basri M.F.

Hasan Basri M.F. saat ini menempuh studi S3 di Fakultas Teknik Mesin, National Kaohsiung University of Science and Technology (NKUST), Taiwan. Di sela kesibukannya sebagai mahasiswa doktoral, Mas Hasan aktif mengikuti berbagai seminar akademik, menulis jurnal ilmiah, serta terlibat dalam kegiatan organisasi dan komunitas.

Ia pernah dipercaya sebagai penanggung jawab pelaksanaan Salat Idulfitri di Kaohsiung, menjabat sebagai pimpinan produksi dalam konser band Seringai di Taiwan pada akhir April lalu, dan saat ini juga berperan sebagai manajer band heavy metal PMI, Dream of Death.

Setelah pekan lalu berbagi tentang pengalaman belajarnya di Taiwan, Mas Hasan akan menceritakan hobinya di dunia musik dan bagaimana ia bisa jadi manajer band Dream of Death!

Penyiar

Komentar