Bukannya Ketakutan, 9 PMI Kaburan Malah Berteriak Kegirangan saat Tertangkap!
Suasana penangkapan yang menegangkan, tak disangka berubah menjadi "pesta perpisahan"! Polisi Kota Taichung baru-baru ini mencurigai sebuah mobil van saat berpatroli. Setelah menghentikannya, mereka terkejut karena menemukan 9 PMI kaburan berjejalan di dalamnya. Ketika polisi membuka pintu mobil dan bersiap menyergap, para pekerja migran malah serempak berteriak kegirangan: "Pulang, pulang!" (回家啦!) Pemandangan ini sungguh menggelikan.
Kepolisian Distrik Keenam Kota Taichung pada 20 Mei menjelaskan bahwa kronologi dimulai saat polisi berpatroli di dekat perempatan Jalan Wuquan dan Jalan Zhongyong, kemudian melihat van putih berkapasitas 5 orang yang mencurigakan. Polisi lalu mengepung depan dan belakang mobil dan bersiap menyergap. Siapa sangka, saat pintu dibuka, PMI tersebut justru berteriak "Pulang, pulang!" dengan gembira.
Ternyata, para pekerja migran ini sehari-harinya bekerja di proyek konstruksi. Usai jam kerja, mereka biasa pulang bersama-sama dengan satu mobil menuju tempat persembunyian mereka. Karena semuanya berasal dari Indonesia, suasana dalam mobil pun penuh canda tawa dan keakraban. Tak disangka, saat sedang dalam perjalanan, mereka terkena razia polisi. Namun alih-alih panik saat diperiksa, mereka justru tersenyum lebar, bahkan ada yang berseru dengan semangat, “Aku mau pulang naik pesawat! Aku kasih tahu suamiku dulu ya!” Suasana di tempat kejadian pun menjadi mengharukan karena kesembilan orang tersebut akan berpisah setelah pulang ke Indonesia.
Namun, polisi tidak lengah begitu saja. Dua petugas berjaga di kedua pintu mobil, khawatir ada yang mencoba melarikan diri. Setelah petugas bantuan tiba di lokasi, mereka meminta 9 orang tersebut turun satu per satu untuk diperiksa identitasnya. Karena jumlah borgol di lokasi tidak cukup, polisi dengan sigap segera membeli pengikat kabel dari toko terdekat untuk dijadikan alat pengikat sementara untuk mencegah mereka melarikan diri atau melawan petugas.
Kepolisian Distrik Keenam menyatakan bahwa 9 orang yang terdiri dari 8 laki-laki dan 1 perempuan tersebut semuanya adalah PMI kaburan. Polisi akan menyerahkan mereka kepada pihak terkait untuk diproses sesuai hukum, dan akan terus meningkatkan patroli dan penindakan terhadap pekerja migran ilegal, perdagangan manusia, dan buronan yang bersembunyi di perkotaan. Polisi juga mengingatkan masyarakat, jika menemukan kendaraan atau aktivitas mencurigakan, harap segera menghubungi 110 untuk melapor, dan polisi akan segera menindaklanjutinya.

(foto: Kepolisian Taichung via LTN)
Festival Kuliner Asia Tenggara Digelar di Taoyuan pada 25 Mei — 10 Jenis Ketupat ASEAN Jadi Sorotan Acara
Pemerintah Kota Taoyuan bekerja sama dengan Asosiasi Distrik Bisnis Stasiun Taoyuan akan menggelar “Festival Kuliner Asia Tenggara” pada 25 Mei di Jalan Fuji 2 (belakang Stasiun Kereta Taoyuan), yang akan ditutup khusus untuk menyambut acara ini secara meriah. Untuk menarik partisipasi masyarakat, Biro Pengembangan Ekonomi mengadakan konferensi pers pada 19 Mei dan mengundang Penduduk Imigran Baru dari Asia Tenggara untuk menyajikan bakcang khas dari kampung halaman mereka.
Dalam konferensi pers tersebut hadir ketupat-ketupat khas dari Thailand, Vietnam, Indonesia, Filipina, Malaysia, Kamboja, dan Myanmar, serta ketupat lokal Taiwan seperti cinavu (ketupat khas suku asli), kue ketan khas Hakka, dan ketupat gaya Taiwan utara, menjadikan totalnya ada 10 varian rasa ketupat. Para warga baru tampil dengan busana tradisional dan memperkenalkan hidangan mereka. Masyarakat bisa mencicipi kreasi seperti “Bakcang Vietnam dengan saus asam manis” atau “Nyonya Chang Malaysia dengan saus sate”, serta mengikuti lokakarya membuat kantong aromaterapi ketupat segi empat ala Indonesia menggunakan rempah-rempah — menambahkan nuansa eksotik dalam perayaan Festival Perahu Naga tahun ini.
Kepala Biro Pengembangan Ekonomi Zhang Cheng (張誠) menyampaikan bahwa area belakang Stasiun Taoyuan merupakan salah satu tempat pertama tempat budaya Asia Tenggara berakar dan berkembang, serta memiliki nuansa multikultural yang kuat. Pada hari acara (25 Mei), akan hadir 30 stan kuliner Asia Tenggara dan bazar kerajinan tangan, menyajikan hidangan autentik seperti Phat Kaphrao dari Thailand, aneka kue manis khas Indonesia, serta pengalaman budaya seperti busana tradisional Asia Tenggara.
Acara juga akan menampilkan kompetisi piknik kreatif, mendorong peserta membentuk tim berisi 4 orang untuk menghias area piknik mereka dengan gaya Asia Tenggara yang penuh warna. Tim yang lebih dahulu mendaftar bisa memilih lokasi terlebih dahulu untuk pengalaman terbaik. Selain itu, juga ada kompetisi video pendek berdurasi 90 detik, di mana peserta yang videonya paling banyak ditonton (3 teratas) akan mendapatkan hadiah dan piagam penghargaan.
Untuk daftar lengkap toko mitra dan detail acara, silakan kunjungi halaman resmi Facebook “桃園車站商圈 (Kawasan Bisnis Stasiun Taoyuan)”.

(foto: hellotaoyuan.com)
Fakta Unik di Grand Hotel Yuanshan
Grand Hotel Yuanshan merupakan hotel bintang 5 pertama di Taiwan yang dibangun pada 1952.
Hotel mewah dengan arsitektur bergaya klasik Tionghoa ini memperlihatkan aneka kolom berwarna merah dan kekhasan aneka ornamen. Menariknya, ada beberapa fakta unik terkait dengan hotel ini:
- Pintu kaca utama pada lobby hotel
Pintu kaca besar yang sangat panjang di bagian utama hotel yang merupakan pintu masuk utama ke lobi Grand Hotel Yuanshan memperlihatkan desain klasik dengan ukiran stiker berwarna keemasan. Namun, jika diperhatikan secara lebih mendalam, garis-garis yang digambarkan di panel-panel pintu kaca ini menyembunyikan 6 karakter Mandarin tradisional yang berbunyi “Republik Tiongkok panjang umur” (中華民國萬歲).
- Langit-langit atau Plafon pada Aula – Lobby Utama Berbentuk Bunga Plum
Plafon atau langit-langit berbentuk bunga plum berada di tengah lobby utama Grand Hotel. Di bagian tengah dari bunga plum ini terdapat 5 ekor naga emas yang mengelilingi mutiara naga, memiliki arti “kehadiran 5 kesejahteraan.” Selain itu, terdapat 23 naga emas dan 16 burung phoenix yang mengitari bagian dari langit-langit ini. Tiga memberikan kemiripan fonetik dengan arti kenaikan atau kenaikan karir yang berkelanjutan, kemudian 16 dan bunga plum besar yang sedang mekar berarti tren kekayaan yang terus berkelanjutan. Sementara plafon berbentuk bunga plum bersama naga dan burung phoenix melambangkan binatang-binatang yang penuh berkah tersebut memberikan berkatnya di sekitar lobi terkait.
- Lobi utama berhiaskan panggung bunga anggrek
Jika Anda memasuki lobi utama Grand Hotel, di saat tidak ada perayaan khusus maka Anda akan melihat dekorasi sebuah pot bunga anggrek dengan jumlah lebih dari 300 buah bunga. Bunga-bunga tersebut disatukan dalam sebuah pot dan hal ini merupakan pengenalan, bahwa Taiwan merupakan kerajaan bunga anggrek Phalaenopsis atau anggrek epifitik yang bentuknya menyerupai kupu-kupu. Anggrek yang berada di Grand Hotel memperlihatkan keindahannya dengan kemekaran sempurna di hotel yang kaya akan dekorasi ala Tionghoa tersebut dan menariknya tetap cocok ketika dipadukan satu dengan yang lainnya. Bunga-bunga ini tidak hanya membuat orang-orang terkagum-kagum dengan keindahannya, tapi juga sebagai bagian dari kebanggaan Taiwan.
- Naga Emas Usia Ratusan Tahun
Sejatinya naga emas di dalam salah satu ruangan di Grand Hotel terbuat dari perunggu dan awalnya ditempatnya di Shrine Taiwan (Kuil Taiwan) yang merupakan awal tempat berdirinya hotel ini. Mulut naga tersebut juga sejak awal dibuat telah dibentuk sedemikian rupa agar dapat mengeluarkan air.
Ketika Grand Hotel berdiri, patung tersebut tetap dilestarikan dan dipajang di restoran hotel yang bernama Golden Hotel restaurant. Saat diadakan renovasi pada 1987, naga ini kemudian dilapisi dengan emas 24 karat. Hal yang paling menarik, naga ini hanya memiliki 3 cakar, yang berakar pada budaya Jepang, menjadi perbedaan utama dari naga tradisional Tionghoa yang umumnya memiliki 4 atau 5 cakar.
- Terowongan bawah tanah
Untuk waktu yang lama, terowongan bawah tanah yang digunakan sebagai jalur untuk melarikan diri ini diliputi oleh ragam misteri. Beberapa menerka bahwa terowongan ini merupakan jalur rahasia yang akan membawamu ke Kantor Kepresidenan Taiwan, sementara beberapa orang lainnya menyampaikan bahwa jalur ini akan membawamu ke tempat tinggal presiden yang berada di Shilin. Faktanya, rute terowongan darurat dari Grand Hotel dibuat pada saat rekonstruksi hotel dan hotel ini merupakan satu-satunya hotel ternama dunia yang memiliki desain tersebut.
Wawancara
Hasan Basri M.F. saat ini menempuh studi S3 di Fakultas Teknik Mesin, National Kaohsiung University of Science and Technology (NKUST), Taiwan. Di sela kesibukannya sebagai mahasiswa doktoral, Mas Hasan aktif mengikuti berbagai seminar akademik, menulis jurnal ilmiah, serta terlibat dalam kegiatan organisasi dan komunitas.
Ia pernah dipercaya sebagai penanggung jawab pelaksanaan Salat Idulfitri di Kaohsiung, menjabat sebagai pimpinan produksi dalam konser band Seringai di Taiwan pada akhir April lalu, dan saat ini juga berperan sebagai manajer band heavy metal PMI, Dream of Death.
Dalam sesi kali ini, Mas Hasan akan berbagi beragam pengalaman menariknya selama menempuh studi dan beraktivitas di Taiwan—mulai dari dunia akademik hingga dinamika komunitas dan musik Indonesia di sini!

(foto: Hasan Basri M.F)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 

