“Chiayi Dance Platform” Tampilkan Tari Kontemporer dan Gaungkan Budaya Lokal ke Panggung Internasional
Pusat Pertunjukan Seni Chiayi bekerja sama dengan Grup Tari Wen-Shyang, menciptakan platform karya tari kontemporer “Chiayi Dance Platform”, yang kini memasuki tahun ke-14. Tahun ini, platform tersebut melakukan transformasi dengan mengintegrasikan sumber daya dan memperluas koneksi internasional. Selain menyelenggarakan empat pertunjukan teater di Chiayi dan Taipei, mereka juga melakukan diskusi internasional pada 20 April di Pusat Pertunjukan Seni Chiayi. Acara ini mengundang seniman dan kurator dari Australia, Indonesia, Malaysia, dan Singapura untuk berdiskusi dengan para pemuda.
Kepala Biro Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Chiayi, Hsu Pei-Ling menyampaikan bahwa Grup Tari Wen-Shyang telah menjadi tim seni pertunjukan unggulan di Chiayi selama 18 tahun berturut-turut. Ia berharap, tahun ini pihaknya bisa mengangkat budaya lokal dan konsep “satu desa satu cerita”, dimulai dari Chiayi dan menjangkau dunia. Ia juga menyebutkan bahwa Festival Lentera Taiwan 2026 akan digelar di Chiayi. Para seniman serta kelompok seni setempat akan diundang tampil, sehingga wisatawan dari dalam dan luar negeri dapat menyaksikan keindahan seni dan budaya Chiayi.
Direktur Grup Tari Wen-Shyang Kuo Yu-Wen menambahkan, rangkaian pentas ini mencakup pertunjukan teater pada 19 dan 20 April pukul 14.00 di Pusat Pertunjukan Seni Chiayi, serta pertunjukan luar ruangan gratis pada pukul 16.40 di ruang terbuka. Kemudian, pada 17 dan 18 Mei, pertunjukan akan dilanjutkan di Teater Wan, Taipei.

(foto: FB Chiayi Dance Platform)
Ditjen Pariwisata Taiwan Menggelar Kontes Fotografi terkait Kereta Api
Ditjen Pariwisata mengadakan kontes fotografi kereta api, dengan pendaftaran dibuka mulai Senin (21 April) hingga 8 Mei.
Dilansir dari CNA, Ditjen Pariwisata menyampaikan, bahwa kontes ini mengharuskan peserta untuk membuat entri (kata) dari sudut pandang wisatawan, memadukan elemen kereta api dengan objek wisata. Karya yang dikirimkan harus menangkap keindahan pemandangan atau budaya di sepanjang jalur kereta api Taiwan, termasuk kereta api berkecepatan tinggi, kereta api konvensional, sistem metro, dan kereta ringan (LRT).
Peserta dapat mengirimkan hingga lima foto digital yang diambil antara tahun 2023 dan 8 Mei tahun ini. Setiap entri harus menyertakan deskripsi 50 hingga 100 kata yang menjelaskan cerita di balik gambar.
Pemerintah mengatakan panel juri tahun ini terdiri dari para ahli di bidang fotografi, pariwisata, dan perkeretaapian. Entri akan dievaluasi berdasarkan relevansi dengan tema, representasi budaya kereta api, integrasi unsur-unsur pariwisata, dan teknik fotografi.
Total hadiah untuk kontes tersebut akan berjumlah lebih dari NT$600.000, kata penyelenggara. Hadiah utamanya diperkirakan mencakup tur kereta api indah selama dua hari satu malam untuk dua orang dan hadiah uang tunai sebesar NT$50.000.
Selain tiga hadiah utama, kontes ini akan memberikan penghargaan berupa penghargaan kehormatan dan hadiah prestasi. Semua pemenang juga akan menerima model kereta api dan pengalaman tur kereta api yang indah, dan karya mereka akan dipamerkan di dalam dan luar negeri.
Sebuah pameran tentang budaya makanan kereta api Taiwan diadakan pada bulan Februari di Museum Kereta Api di Jepang. Pameran tersebut menciptakan kembali gerbong makan dan kotak bento Kereta Api Taiwan yang ikonik dan menampilkan film dokumenter yang menunjukkan tradisi penjualan bento di peron stasiun.
(foto: 台東觀光旅遊網)
Museum Seni New Taipei Resmi Dibuka! Kembang Api 300 Detik Terangi Yingge Selama 2 Hari Berturut-turut – Informasi Acara & Transportasi Wajib Simak!
Museum Seni New Taipei baru saja dibuka 25 April sebagai ikon baru seni dan budaya di Yingge. Untuk merayakan pembukaannya, akan diadakan berbagai acara menarik selama enam minggu berturut-turut, seperti pasar seni, pertunjukan, dan pertunjukan cahaya. Khusus akhir pekan pembukaan, akan ada pertunjukan kembang api spektakuler selama 300 detik selama dua malam berturut-turut, disertai penampilan dari Cloud Gate Dance Theatre dan Sirkus FOCASA. Semua acara ini gratis! Tersedia pula kereta dan bus tambahan!
Acara Pembukaan Akhir Pekan:
📍 26 April
- Mulai jam 15.00: Pasar seni dan kuliner di area luar museum
- Jam 16.30: Penampilan musik dan tari dari mahasiswa Universitas Seni Nasional Taiwan
- Jam 19.00: Tampilnya Cloud Gate dengan karya “Thirteen Tongues”
- Jam 20.30: Kembang api selama 5 menit menyinari langit malam
📍 27 April
- Jam 16.30: Pertunjukan pembuka “Gerbang Sirkus”
- Jam 19.10: Sirkus FOCASA membawakan “Kotak Pandora”
- Jam 20.30: Pertunjukan kembang api
Pembukaan Museum Seni New Taipei bukan sekadar acara budaya, melainkan seperti sebuah pesta kota. Mulai dari 26 April hingga 1 Juni, tempat ini dimeriahkan dengan beragam kegiatan seperti pasar seni, musik, tari, sirkus, dan pertunjukan kembang api—semuanya seru dan tidak membosankan. Disarankan untuk menggunakan transportasi umum karena lebih praktis; dari Stasiun TRA Yingge cukup berjalan kaki 6 menit untuk mencapai lokasi.
Pada akhir pekan pembukaan, TRA akan menambah jadwal kereta. Bus 917 dan 981 juga akan menambah frekuensi keberangkatan. Bagi yang ingin berkendara, bisa memarkir kendaraan di Stasiun Banqiao atau Fengming lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta.
Alamat Museum:
New Taipei Art Museum, No. 300, Guanqian Road, Distrik Yingge, New Taipei City
🕙 Jam buka: 10.00 – 17.30 (tutup setiap Senin)
📞 Telp: 02-2679-6088
Transportasi Umum:
🚆 Kereta: Turun di Stasiun TRA Yingge, jalan kaki 6 menit
🚌 Bus 917 & 981: Tambahan jadwal saat akhir pekan pembukaan
🚗 Mobil pribadi: Disarankan parkir di Stasiun Banqiao atau Fengming lalu naik kereta
Kembang api
26 (Sabtu) & 27 (Minggu) 20:30-20:35
Pertunjukan Cahaya
Jadwal pertunjukan:
- 26 April (Sabtu), pukul 20:20
- 27 April (Minggu), pukul 19:00
- 28 April (Senin) hingga 2 Mei (Jumat), tiga pertunjukan per hari: pukul 19:00, 20:00, dan 20:30
- 3–4 Mei (Sabtu–Minggu), dua pertunjukan per hari: pukul 19:00 dan 20:30
- 5–23 Mei (Sabtu–Jumat), tiga pertunjukan per hari: pukul 19:00, 20:00, dan 20:30
- 31 Mei (Sabtu) – 1 Juni (Minggu), tiga pertunjukan per hari: pukul 19:00, 20:00, dan 20:30
(foto: Pemkot New Taipei)
Shiba Inu Tewas Diserang Pit Bull, Pemilik Menulis Surat Perpisahan Menyentuh
Pada 14 April lalu, insiden tragis terjadi di Kotapraja Neipu, Kabupaten Pingtung, ketika seekor anjing pit bull menyerang seekor Shiba Inu bernama Bao Ge (寶哥) hingga tewas. Kejadian tersebut menyisakan duka mendalam bagi pemilik Bao Ge, yang kemudian menulis surat perpisahan menyentuh untuk anjing kesayangannya.
Insiden bermula saat pemilik mengajak Bao Ge berjalan-jalan di sekitar rumah. Tiba-tiba seekor pit bull yang “lepas kendali” menyerang dan langsung menggigit Bao Ge dengan kuat. Meskipun warga sekitar berusaha menolong dengan membawa jeruji besi dan mencoba membuka paksa rahang pit bull, gigitan kuat tersebut menyebabkan luka parah pada Bao Ge.
Shiba Inu tersebut sempat dibawa ke rumah sakit hewan untuk mendapatkan perawatan intensif, namun nyawanya tak tertolong akibat luka yang terlalu berat. Sementara itu, pit bull yang menyerang dipukuli oleh warga hingga tewas di tempat.
Diketahui, Bao Ge merupakan anjing peliharaan dari pemilik sebuah toko kue talas terkenal di Pingtung. Pada 16 April, Bao Ge dikremasi. Sang pemilik menempelkan surat di tubuh Bao Ge sebelum perpisahan terakhir, yang berbunyi:
“A-Bao telah menemani keluarganya melewati hari-hari dengan bahagia. Terima kasih karena telah begitu hangat dan menjadi yang paling istimewa. Meskipun berat melepasmu, aku berharap saat kita bertemu lagi, A-Bao tetaplah A-Bao yang tersenyum dengan polos. Jika lain kali diganggu anjing lain, ingatlah untuk berlari, jangan hanya mengibas-ngibaskan ekor.”
Surat itu membuat banyak orang yang hadir menangis haru.
Pemilik Bao Ge mengaku sangat terpukul atas kejadian ini. Ia tak menyangka anjingnya bisa diserang ketika hanya bermain di sekitar rumah. Ia berharap pihak berwenang dapat menyelidiki kasus ini secara menyeluruh dan mencegah kejadian serupa menimpa hewan peliharaan lainnya.
Menanggapi insiden tersebut, Kantor Perlindungan Hewan menyatakan bahwa pemilik pit bull telah memelihara anjing tersebut selama lima tahun, namun tidak mengetahui bahwa pit bull termasuk dalam daftar hewan yang wajib didaftarkan. Biasanya anjing itu diikat, namun entah bagaimana bisa terlepas saat kejadian.
Saat ini penyelidikan administratif sedang dilakukan. Jika terbukti melanggar, pemilik pit bull dapat dikenakan sanksi sesuai Pasal 8 Undang-Undang Perlindungan Hewan karena memelihara hewan terlarang tanpa izin, dengan denda antara NT$50.000 hingga NT$250.000. Selain itu, membiarkan hewan agresif berkeliaran bebas melanggar Pasal 20, dan dapat dikenai denda tambahan antara NT$30.000 hingga NT$150.000.
(foto: 自爆料公社)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 

