History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pekan Interaktif 041825: Dosen Al Azhar, Mokhamad Luthfi, Bagikan Pengalaman Studi S3 di Taiwan

  • 18 April, 2025
Pekan Interaktif - RtiFM Online Jumat

Nenek 80 Tahun Pingsan saat Mengumpulkan Sampah Daur Ulang

Sebuah kejadian kecelakaan tunggal terjadi di Distrik Taiping, Kota Taichung pada tanggal 11 April malam. Kecelakaan ini terjadi pada seorang nenek bermarga Lin yang bepergian untuk mengumpulkan barang-barang daur ulang di sore hari.

Nenek Lin yang mengumpulkan barang-barang daur ulang untuk menambah pendapatan keluarga saat itu mengendarai sepeda dari Jalan Huanzhong Timur di Distrik Dali ke Distrik Taiping. Namun, ia tidak kembali pulang ke rumah hingga pukul 23:00. Seorang warga yang peduli menemukannya di trotoar di sebelah Taman 921 di waktu tengah malam dan segera memberi tahu polisi untuk meminta bantuan.

Setelah polisi tiba dan bertanya, mereka mengetahui bahwa Nenek Lin sedang mengendarai sepedanya ketika dia tiba-tiba merasa pusing dan terjatuh. Meskipun dia berkata dia tidak dapat menemukan jalan pulang, Nenek Lin tetap menyampaikan bahwa hal tersebut bukanlah sebuah masalah. Namun, polisi menilai Nenek Lin tampak pucat dan lemah, sehingga mereka akhirnya memutuskan untuk mengawalnya pulang.

Menanggapi hal tersebut, putra Nenek Lin menyampaikan, bahwa ibunya mengandalakn kegiatan memungut barang-barang daur ulang untuk menghidupi anak-anaknya sejak ia masih muda. Seiring dengan anak-anak yang telah beranjak dewasa dan bertambah tua, keluarga pun menyarankan Nenek Lin untuk pensiun, tapi Nenek Lin tetap mengambil barang-barang daur ulang dan kini keluarga akan lebih banyak berkomunikasi, serta memperhatikan dinamikanya.

Sebelumnya juga ada kejadian di mana seorang kakek berusia 83 tahun dan bermarga Chen pergi sendirian pada tanggal 3 April dan kehilangan kontak dengan keluarga. Kakek Chen kesulitan berjalan, sehingga keluarganya yang khawatir bergegas ke Cabang Fengyuan di wilayah hukum tersebut untuk melaporkan kasus tersebut. Setelah memeriksa kamera pengintai, polisi menemukan bahwa Chen menghilang di gang buntu yang terpencil. Semua orang pergi ke sana dan melihat Kakek Chen tergeletak di samping parit. Terkait hal ini, Kakek Chen menjelaskan bahwa dirinya tidak sengaja terjatuh, dan setelah berjuang untuk keluar, dirinya terjatuh ke tanah karena kelelahan. Untungnya, ia dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan luka-lukanya dan nyawanya tidak terancam.

Selain itu, seorang Nenek berusia 90 tahun bermarga Lai juga mengalami kejadian yang serupa. Ia merindukan putranya yang berada di luar kota dan pergi sendirian untuk mencarinya. Namun, akibat kelelahan, ia uduk di tangga depan kantor pos untuk beristirahat. Ketika polisi dari Cabang Pertama di distrik tersebut melihat hal ini saat berpatroli, mereka pun mengantarnya pulang dan berkomunikasi dengan pihak keluarga.

(foto: Canva)

Kupu-Kupu Gagak Ungu Taiwan Memulai Migrasi Tahunan

Semenanjung Hengchun mulai menyambut migrasi besar-besaran kupu-kupu gagak ungu, dengan sebanyak 100 kupu-kupu per menit melintasi jalan di sepanjang pantai timur.

Langit dipenuhi puluhan ribu kupu-kupu gagak ungu pada hari Selasa. Administrasi Taman Nasional Kenting mengimbau pengemudi untuk mengurangi kecepatan hingga 40 km/jam untuk menghindari membahayakan kupu-kupu, menurut LTN.

Curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini memungkinkan rumput-rumput dan tanaman merambat menumbuhkan tunas, yang menjadi makanan bagi larva kupu-kupu. Hal ini menyebabkan kupu-kupu bermigrasi dari daerah pegunungan Taitung dan Pingtung.

Kupu-kupu gagak ungu terbang ke selatan mengikuti garis pantai Pasifik, berbelok ke barat setelah mencapai Terusan Bashi, dan tiba di daerah perkembangbiakan di Nanwan. Dari bulan Mei hingga Juni setiap tahun, puncak migrasi terjadi ketika sebanyak 1.260 kupu-kupu per menit terbang melintasi Jalan Raya Provinsi 26.

Jumlah kupu-kupu yang terbang pada hari Selasa setara dengan tahun sebelumnya. Orang-orang di sepanjang rute memfilmkan tontonan itu dengan ponsel dan kamera mereka.

Pejabat Administrasi Taman Kenting, Hsieh Kuei-chen, mengatakan kupu-kupu gagak ungu melaju dengan kecepatan sekitar 20 km/jam dan dapat terperangkap di aliran udara mobil yang melaju dengan kecepatan 50 km/jam dan menghancurkannya. Kecepatan harus dikurangi, dan kendaraan harus berbagi jalan dengan kupu-kupu, kata Hsieh.

Pada musim panas tahun 2021, Kenting mengalami banyak sekali kematian kupu-kupu gagak ungu di jalan. Pada tahun 2024, jaring pelindung kupu-kupu dipasang di ruas Jalan Raya Provinsi 26 untuk mengurangi jumlah kematian akibat tertabrak.

Investigasi ekologi menemukan bahwa tanaman rambat Malaisia scandens atau trophis scandens di daerah Maanshan menyediakan sumber makanan yang kaya bagi larva. Kawasan ini telah menjadi tempat berkembang biaknya kupu-kupu gagak ungu dalam skala besar.

Purple Crow Butterfly (Euploea tulliolus) · iNaturalist\

(foto: inaturalist)

Wawancara dengan Pak Mokhamad Luthfi

 

 

Penyiar

Komentar