History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pekan Interaktif 260724- Pendidikan Anakku adalah Segalanya, untuk Masa Depan yang lebih Baik

  • 26 July, 2024
Pekan Interaktif - RtiFM Online Jumat

Mengenal Keindahan Budaya Lokal dalam Festival “Daxi Daxi”

Festival "Daxi Daxi" (大溪大喜)2024 hadir di Daxi, Taoyuan mulai 6 Juli - 29 Juli 2024.

Festival ini sejatinya merupakan festival budaya masyarakat lokal untuk memperingati hari ulang tahun Dewa Guan yang jatuh pada tanggal 24 bulan 6 penanggalan lunar Tionghoa yang tahun ini jatuh pada 29 Juli mendatang.

Acara puncak Festival Daxi Daxi akan diadakan pada 27 - 29 Juli 2024.

Jika Anda berkunjung ke Daxi dalam periode ini, Anda dapat melihat pusat usaha di sekitar jalanan kota tua di Daxi yang terlihat lebih hidup dan meriah. Para pedagang akan menghadirkan berbagai panganan khas seperti tahu kering, nugget kacang, dan puding tahu.

Di tempat ini, juga ada berbagai pahatan dan cindera mata menarik dari para seniman perkayuan. Jalanan kota tua sendiri memperlihatkan keindahaan fasad arsitektur Barok, hiasan ornamen Barok dan totem khas Minan dari Tiongkok selatan.

Anda dapat melihat beberapa rumah tua di wilayah ini memiliki totem ikan dan kelelawar yang merupakan lambang keberuntungan budaya Tionghoa dengan pintu atau pilar Barok Yunani ataupun Romawi, menjadi ciri unik tersendiri dari Daxi.

Tidak hanya itu, terkait dengan Festival Daxi Daxi sendiri, saat acara puncaknya, pada 27-29 Juli 2024, mulai dari siang hari hingga malam hari, wilayah sekitar jalanan kota tua Daxi akan dipenuhi parade dan pertunjukkan depan kuil, mulai dari para jenderal penjaga dewa, barongsai, dan naga.

Acara ini gratis!

Untuk transportasinya:

Bus 710 (MRT Yongning - Daxi Old Street)

Bus 5096 (Stasiun Kereta Taoyuan - Daxi Old Street)

大溪大禧今年推出夜間的藝術酬神派對,雙神共賞「正氣Pa!」(木博館提供)

大溪大禧今年推出夜間的藝術酬神派對,雙神共賞「正氣Pa!」(木博館提供)

(foto: Daxi Wood Art Ecomuseum)

Merasa Lelah Saat Bangun Tidur? Kemungkinan Heatstroke, Sebaiknya Lakukan Hal Ini

Musim panas, tidur pun bisa terkena heatstroke?

Seorang peneliti di Jepang menyampaikan, ketika Anda tertidur di ruangan bersuhu tinggi, meskipun bisa bertahan dari rasa pengap sebelum tidur, tapi suhu tubuh tetap akan terpengaruh oleh suhu tinggi saat tidur, sehingga menimbulkan gejala seperti dehidrasi. Jika Anda merasa lelah saat bangun pagi, kemungkinan Anda terkena serangan panas.

Menurut media Jepang "PR TIMES", Daikin Industries melakukan survei tentang kualitas tidur musim panas, kebiasaan penggunaan AC, dan hal-hal terkait lainnya. Subjeknya adalah 530 pria dan wanita berusia 20-an hingga 60-an di seluruh Jepang. Sekitar 70% orang akan merasa tidak nyaman saat tidur di musim panas (suhu terendah 25 derajat Celcius atau lebih akan merasa lelah esok harinya).

Miyake Yasushi, direktur di Pusat Perawatan Intensif Rumah Sakit Afiliasi Fakultas Kedokteran Universitas Teikyo menyampaikan, bahwa kelelahan adalah gejala awal serangan panas yang paling umum. Jika Anda merasa lelah atau tidak nyaman saat bangun pagi, sebaiknya perhatikan kemungkinan terkena panas ringan.

Miyake Yasushi menunjukkan bahwa tertidur ketika suhu dalam ruangan sangat tinggi dan tidak minum cukup air sebelum tidur dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi secara bertahap saat tidur, sehingga sangat meningkatkan risiko serangan panas. Ia menambahkan, selain menjaga kesejukan lingkungan, kelembapan dalam ruangan juga penting untuk kualitas tidur. Berkeringat merupakan salah satu cara untuk mengatur suhu tubuh. Saat kelembapan tinggi, keringat sulit menguap. Energi panas mudah menumpuk di dalam tubuh, dan akhirnya menyebabkan heat stroke.

Ia pun mengutarakan, bahwa menyalakan kipas angin listrik dan membuka jendela tidak cukup untuk menciptakan lingkungan yang sejuk. Selain tidak bisa memulihkan fungsi tubuh, suhu yang tinggi juga bisa memperburuk kualitas tidur karena Anda dapat terbangun karena panas. Untuk itu, pertimbangkan menyalakan AC hingga pagi untuk menghindari serangan panas saat tidur.

(foto: Canva)

Wawancara Khusus Erin Cipta (Erin Sumarsini) bag 2: Pendidikan Anakku adalah Segalanya, untuk Masa Depan yang lebih Baik

Setelah menceritakan perjuangannya ketika bekerja di Taiwan, tapi mengalami tekanan batin hingga akhirnya berhasil mendapatkan jalan keluar untuk mengatasi hal tersebut, Erin pun kemudian semakin mendalami kegiatan menulisnya.

Ia kemudian pulang ke Indonesia dan berkumpul kembali bersama keluarga kecilnya. 

Namun, tak disangka nasib kembali membawanya ke Taiwan. Dalam wawancara, ia menyampaikan, bahwa perjuangannya kini bekerja di Taiwan adalah untuk pendidikan anak-anaknya. Menurutnya, dengan pendidikan, maka jerat lingkaran setan akan konsep kemiskinan dapat dihempaskan.

Bagaimana ceritanya? Yuk dengarkan langsung di acara kali ini

Penyiar

Komentar