History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Sarah & Yulius : Cara Mencari Sekolah Bahasa yang Terjangkau & Berburu Beasiswa di Taiwan

  • 28 June, 2024
Pekan Interaktif - RtiFM Online Jumat

Benarkah tidak Sarapan dapat Membantumu untuk Mengurangi Masalah Kesehatan?

Apakah Anda suka merasakan pegal, tidak nyaman, merasa perut semakin membuncit, dan beberapa bagian tubuh terasa sakit seiring bertambahnya usia?

Nyatanya, penyebabnya adalah kebiasaan makan jangka panjang dan konsep nutrisi yang salah membuat kita menjadi makan terlalu banyak dan salah tanpa kita sadari.

Jadi mengapa dokter Jepang yang bernama Takashi Tsurumi menyampaikan, bahwa sarapan justru lebih baik saat berpuasa daripada makan siang atau malam?

Dari segi jam biologis, tubuh kita akan menyerap, melakukan metabolisme, dan melakukan detoksifikasi dari larut malam hingga dini hari, tubuh baru saja hendak istirahat, tapi jika sarapan yang banyak sembari mengejar pekerjaan di pagi hari, dan sibuk, maka Anda akan makan tanpa dikunyah dengan hati-hati. Selain mengganggu ritme metabolisme dan keseimbangan enzim, hal ini juga menjadi penyebab utama mengapa banyak orang sering menderita gangguan pencernaan!

Oleh karena itu, ia pun menyampaikan bahwa waktu terbaik untuk menambah nutrisi dan pencernaan adalah antara siang hari hingga pukul 8 malam. Jika makan selama periode ini, tubuh pun akan menyerap dan melakukan metabolisme di malam hari, membuang limbah keesokan harinya, jam biologis pun menjadi benar.

Jika Anda makan sebanyak 3 kali sehari, maka jarak antar makan hanya 5-6 jam, sehingga tubuh Anda akan terus menerus mencerna makanan. Di saat yang sama, karena terlalu banyak nutrisi yang diserap, maka terjadilah obesitas dan sembelit.

Satu-satunya cara untuk membersihkan kotoran yang menumpuk pada sel-sel tubuh adalah dengan berpuasa dan salah satu caranya yang paling sederhana adalah dengan “melewatkan sarapan pagi”. Dengan demikian, Anda pun akan berpuasa setengah hari untuk memulihkan organ pencernaan dan memungkinkan enzim tubuh menjadi seimbang.

Secara khusus, Dr. Tsurumi Takashi sekali lagi menekankan bahwa orang modern benar-benar makan terlalu banyak dan semakin banyak pecinta kuliner. Pola makan sehari-hari yang lezat sangat menguras organ pencernaan dan membuat istirahat yang baik tidak mungkin dilakukan. Oleh karena itu, manfaat puasa pagi adalah mengurangi asupan makanan, menghemat enzim pencernaan, memulihkan kesehatan organ dalam, meningkatkan fungsi enzim metabolisme, dan yang terpenting, mengeluarkan lemak dan kolesterol yang menumpuk di dalam sel.

(foto: Canva)

 

FAKTA UNIK
Macam-macam Pantai di Taiwan
1. Pantai Berpasir

Pembentukan pantai berpasir terutama disebabkan oleh gelombang laut yang terus menerus menghantam pantai. Gelombang yang berulang kali memukul pantai sepanjang waktu mengikis batu-batu bulat di pantai, mengubahnya menjadi kerikil, dan akhirnya menjadi pasir halus. Proses ini bisa memakan waktu ratusan hingga jutaan tahun (pantai di bagian barat Taiwan sebagian besar terbentuk seperti ini).

Ada juga jenis pantai pasir yang tidak berasal dari bebatuan di daratan, yaitu pantai pasir kerang. Pasir kerang berasal dari pecahan koral, kerang, alga kapur, dan organisme laut lainnya yang hancur oleh gelombang laut setelah mati, lalu tersapu ke garis pantai (umum di daerah dengan terumbu karang seperti Pulau Dongsha, Pantai Shadao di Kenting, dan Pulau Jibei di Penghu).

(foto: Canva)

2. Pantai Berbatu

Di daerah pantai berbatu, erosi oleh air laut sangat kuat, membentuk berbagai bentang alam akibat erosi laut. Gelombang yang terus menerus menghantam pantai membentuk tebing laut yang curam; di bawah tebing, dekat permukaan laut, terbentuk ceruk erosi laut yang cekung ke dalam. Erosi yang kuat kadang-kadang membentuk gua laut di sepanjang retakan tebing.
Jika gua laut tererosi hingga tembus, terbentuklah gerbang laut (seperti elephant rock/ shimendong); jika erosi berlanjut, gerbang laut bisa runtuh dan menjadi pilar laut.

Daerah dengan bentang alam pantai berbatu ini sering memiliki kedalaman air yang cukup dalam, sehingga cocok untuk pengembangan perikanan dan pelayaran (bagian utara dan timur laut Taiwan termasuk jenis ini).

(foto: CNA)

3. Pantai Kerikil

     - Erosi oleh Gelombang Laut: Gelombang laut yang terus menerus menghantam pantai menyebabkan erosi pada batuan di pantai, dan menghasilkan pecahan batu. Pecahan batu lalu terkena gelombang laut menjadi kerikil yang hampir bulat dengan berbagai ukuran. Proses pengangkutan dan penimbunan          oleh gelombang laut menyebarkan kerikil-kerikil ini di pantai yang memiliki dasar batu, pasir, atau lumpur, sehingga memenuhi seluruh pantai dengan kerikil tersebut.

     - Erosi oleh Sungai: Di hulu sungai yang memiliki topografi tinggi dan curam, hujan deras menyebabkan longsoran tanah dan batuan. Arus sungai yang deras membawa batuan ini turun ke hilir. Selama perjalanan, batuan ini saling bergesekan dan tergerus oleh air sungai, berubah menjadi kerikil yang           
        hampir bulat dengan berbagai ukuran. Kerikil-kerikil ini kemudian tertimbun di pantai dekat muara sungai, membentuk pantai kerikil (pantai di bagian timur Taiwan adalah contoh dari jenis ini).

Qixing Lake (Qixingtan) > Hualien County > Tourism Administration, Republic  of China (Taiwan)

(foto: Taiwan Tourism)


4. Pantai Lumpur

 Sungai yang membawa lumpur dari hulu akibat hujan akan melambat di muara, menyebabkan lumpur mengendap karena gravitasi dan tertahan oleh akar tanaman (seperti mangrove) di muara, membentuk pantai lumpur (contoh: Donggang di Pingtung, Yong'an di Kaohsiung, dan Sihcao di Tainan).

5. Pantai Terumbu Karang

Pantai ini terbentuk dari penggabungan dan sedimentasi kerangka koral mati, alga kapur, dan organisme berkapur lainnya, membentuk batu karang berpori yang besar. Pembentukan terumbu karang membutuhkan pertumbuhan koral yang cepat (contoh: Pulau Dongsha, Pulau Hijau, Pulau Lanyu, Penghu,    Hengchun, dan pantai timur laut Taiwan).

旅遊】〈影像行旅〉南海珍珠東沙島─海洋台灣的驕傲- 自由藝文網

(foto: LTN)

 

Wawancara

Hari ini kami kedatangan tamu sepasang suami istri yang bernama Sarah Renata dan Yulius Harjoseputro. Yulius adalah dosen prodi informatika di Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang kini menempuh pendidikan doktoralnya di NTUST Taipei lewat jalur beasiswa. 

Demi bersama sang suamii, Sarah rela meninggalkan pekerjaannya di Indonesia dan mendaftar sekolah bahasa dengan visa dependant (visa keluarga) dan mengambil kursus Mandarin supaya bisa lebih cepat beradaptasi di sini.

Siapa sangka, kegigihan Sarah membuahkan hasil. Ia tak hanya mampu berbahasa Mandarin dengan lancar, tetapi juga mendapatkan pekerjaan full-time dan dibuatkan visa white collar oleh perusahaannya.

Dalam kesempatan kali ini, Sarah dan Yulius ingin berbagi tips dan pengalaman mereka dalam mencari beasiswa dan kursus bahasa yang terjangkau di Taiwan. Seperti apa kisah mereka? Yuk, dengarkan langsung di acara hari ini!

Penyiar

Komentar