History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pekan Interaktif 140624: Sejarah Mangga Taiwan, Sebagian Bibit Berasal dari Indonesia, Lho!

  • 14 June, 2024
Pekan Interaktif - RtiFM Online Jumat

Luzhou Ajak Warga Negara Asing di Taiwan Rayakan Festival Perahu Naga Bersama!

Sejalan dengan perayaan Festival Perahu Naga, Distrik Luzhou di New Taipei City mengadakan rangkaian acara bertema "Menyambut Festival Perahu Naga dengan Kegembiraan Nostalgia, Memori Cinta di Luzhou" pada 10 Juni lalu.
Acara ini diadakan di situs bersejarah nasional "Rumah Keluarga Li di Luzhou". Penduduk setempat diajak untuk membuat berbagai jenis bakcang, mengumpulkan struk fapiao untuk amal, dan mengambil air hoki dari sumur tua.

Seorang warga negara asing bernama Li yang mendaftar bersama ibunya dan neneknya untuk mengikuti kompetisi "Raja Bakcang", mengatakan bahwa meskipun awalnya sangat gugup, tapi akhirnya bisa menguasai teknik membungkus bakcang yang sangat menarik.

Kepala Distrik Chen Bing-zhong mengatakan, beberapa wilayah di sekitar Luzhou, serta Kelompok Seni Budaya Suku Adat Ba Dao telah mempersiapkan bakcang vegetarian, bakcang Indonesia, bakcang es, dan bakcang millet untuk acara hari ini.

Mereka juga menyediakan bakcang yang telah diberkati oleh Klenteng Baohe dan Klenteng Yonglian, yang dapat ditukar dengan struk fapiao.

Semua struk yang terkumpul akan disumbangkan kepada Asosiasi Amal Gonghao Kota New Taipei untuk mendukung para lansia yang hidup sendiri dan kurang mampu.

Chen Bing-zhong menambahkan bahwa sumur tua di Rumah Keluarga Li memiliki sejarah seratus tahun. Pada hari Festival Perahu Naa, air yang diambil dari sumur ini dipercaya dapat menyucikan diri, mengusir roh jahat, dan menghilangkan nasib buruk.

Selain mengadakan kompetisi "Raja Bakcang", acara tersebut juga menampilkan pertunjukan band, grup tari, ventrilokuis, dan balon berbentuk, yang membawa kesenangan dan tawa bagi ratusan anak-anak dan orang dewasa yang hadir.

新北市蘆洲區公所10日在蘆洲李氏古宅舉辦端午節慶祝活動,多名外籍學生體驗自蘆洲李宅百年歷史古井中汲取午時水。(蘆洲區公所提供)中央社記者王鴻國傳真  113年6月10日

(foto: CNA)

 

Sejarah Mangga di Taiwan 

Mangga menjadi buah yang sangat diminati di Taiwan saat musim panas. Banyak juga hidangan penutup ala Taiwan yang memakai mangga sebagai bahan utamanya. Namun, perjalanan mangga hingga saat ini mengalami banyak perubahan besar.

Ditjen Pertanian mengatakan bahwa mangga berasal dari India dan Semenanjung Indochina, dan diperkenalkan oleh orang Belanda pada abad ke-16 hingga ke-17. Setelah bertahun-tahun dikembangbiakkan dan diadaptasi, mangga menjadi varietas berwarna hijau yang disebut "harumanis". Melalui upaya seleksi dan pengembangan oleh petani dan stasiun perbaikan pertanian di era modern, varietas mangga di Taiwan menjadi semakin beragam dan memiliki ciri khas masing-masing.

Varietas terkenal antara lain adalah varietas merah seperti Irwin dan Yuwen, serta varietas kuning seperti Summer Snow yang disebut sebagai "LV-nya mangga".

Ditjen Pertanian menjelaskan di halaman Facebook mereka bahwa mangga pertama kali diperkenalkan oleh orang Belanda dan ditanam di Liujia, Tainan, serta desa-desa sekitarnya.

Setelah bertahun-tahun dikembangbiakkan dan diadaptasi, varietas "harumanis" menjadi yang paling banyak, yang juga dikenal sebagai "mangga lokal".

Pada tahun 1910-an, lebih dari 30 varietas mangga seperti White dan Wu Xiang diperkenalkan dari kawasan Asia Tenggara untuk uji coba.

Pada tahun 1950-an, Dewan Rekonstruksi Pertanian memperkenalkan varietas baru dari Amerika Serikat, termasuk varietas yang dikenal seperti Irwin dan Keitt.

Badan Pertanian menyatakan bahwa berkat upaya seleksi dan pengembangan oleh petani dan stasiun perbaikan pertanian di era modern, varietas mangga di Taiwan menjadi sangat beragam dan memiliki karakteristik masing-masing. Dari Taitung, ada varietas "LV-nya dunia mangga" yaitu Summer Snow, serta varietas lainnya yang memiliki bentuk besar dan daging buah banyak seperti Yuwen, Jinhwang, Honglong Jinmi, Shengxin , Xishi, Taichung No. 1, Tainong No. 1 (mangga parfum), dan Nongmin Dang No. 1

● Abad ke-16 hingga ke-17 (Dinasti Ming Zheng, Pendudukan Belanda): Ditanam di daerah Tainan, secara bertahap diadaptasi menjadi varietas mangga lokal. Buahnya kecil, bijinya besar, seratnya agak kasar, tetapi aromanya sangat kuat.

● Tahun 1910-an: Diperkenalkan dari daerah Indonesia dan India untuk percobaan penanaman varietas mangga dari Asia Tenggara. Varietas White berbentuk seperti pisang, dengan daging buah yang manis dan harum; varietas Heixiang yang tidak berubah warna saat matang dan memiliki aroma khas longan.

● Tahun 1950-1970-an: Diperkenalkan dari Amerika Serikat, budidaya skala besar. Varietas Irwin yang berwarna cerah dan hampir tidak berserat; varietas Keitt matangnya lebih lambat, dikenal sebagai; varietas Haden yang sangat harum dan sedikit berserat.

● Era modern: Berkat upaya seleksi dan pengembangan oleh unit lokal dan petani, berbagai varietas baru dikembangkan. Varietas Jinhwang yang dikembangkan oleh petani buah Liugui, dengan buah besar dan daging yang halus; varietas Summer Snow yang harum dan dikenal sebagai "LV-nya dunia mangga"; varietas Jinmi yang sangat manis dengan rasa madu; varietas Yuwen yang dikembangkan oleh petani buah Yujing, dengan tingkat keasaman rendah dan hampir tidak berserat.

市場上買得到的就有20種?台灣芒果品種大公開,風味口感各不同- 農友月刊- 微笑台灣- 用深度旅遊體驗鄉鎮魅力

(foto: Smile Taiwan)

 

 

Wawancara Khusus dengan 3 Startup Indonesia yang Berpartisipasi dalam Computex Pekan Lalu

InnoVEX, bagian khusus dari COMPUTEX yang berfokus pada inovasi dan startup, mengadakan pameran akbar dari tanggal 4 hingga 7 Juni di Nangang Exhibition Center, Hall 2 lantai 4. InnoVEX 2024 mencakup empat tema utama, yaitu kecerdasan buatan (AI), teknologi hijau, smart mobility (transportasi canggih dan ramah lingkungan), dan aplikasi semikonduktor.

Tahun ini, lebih dari 400 startup dari 30 negara turut berpartisipasi, seperti Belgia, Brasil, Prancis, Australia, Jepang, Indonesia, India, dll.

Termasuk di antaranya, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia Taipei (KDEI Taipei) untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan beserta Kementerian Informasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo), mengundang 12 perusahaan startup dan teknologi dari Indonesia, termasuk Prosa.ai, Privy, Crustea, Manpro, Gamatech, Manpro, Kazee, Swayasa Prakarsa, dll.

 

 

Penyiar

Komentar