History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pekan Interaktif 310524: Bunga Siagian, Pendiri Mother Bank yang Viral di Jatiwangi, Majalengka

  • 31 May, 2024
Pekan Interaktif - RtiFM Online Jumat

Dalam 4 Bulan Berganti 7 Pekerjaan? Apakah Hal Ini Adalah Hal yang Normal?

Berbagai perusahaan akan melakukan kegiatan percobaan ketika merekrut pegawai baru, sehingga pegawai tersebut mendapatkan kesempatan untuk belajar dan memutuskan apakah akan menetap atau tidak.

Seorang perempuan di Taiwan baru-baru ini menyampaikan, bahwa ia telah berganti 7 kali pekerjaan kurang dari 4 bulan. Ia menuliskan artikel di Dcard, bahwa ada sebuah perusahaan yang dirasa cukup baik ketika wawancara kerja, lingkungan dan teman-teman juga terasa baik dan cocok. Namun ternyata, ketika ia masuk perusahaan tersebut, semuanya dirasakan tidak cocok, orang-orang memiliki temperamen yang buruk, dan memperlakukan orang baru seolah-olah hanya dia yang wajib untuk melakukan berbagai kegiatan. Ia kemudian bertanya melalui postingan Dcard, “dimanakah kekebasan dan lingkungan yang baik? Apakah ada tempat yang mudah berbaur? Benarkah ada yang bekerja dan pulang tepat waktu, dan hanya lembur sesekali saja?”

Terkait dengan hal tersebut, para warganet kemudian merespons, “kamu cukup baik, hanya dalam waktu singkat sudah mencoba beberapa perusahaan.” Ada pula yang merasa orang tersebut sebenarnya hebat karena dapat diterima di beberapa perusahaan hanya dalam waktu yang singkat, ketika tahu tidak cocok, ia pun bisa segera berhenti.” Ada pula yang menyampaikan, hal tersebut cukup sulit, kecuali ada kenalan, maka biasanya pribadi tersebut harus mencobanya sendiri, sebab tingkat penerimaan setiap orang berbeda.

Ada pula warganet yang kemudian berbagi pengalaman. “Saya pernah berganti 7 pekerjaan dalam waktu 1 tahun, beberapa di antaranya sangat buruk. Ada supervisor yang akan berteriak dan membentak, sehingga kamu akan sangat beruntung, ketika tidak cocok bisa langsung melarikan diri.” “Masuk ke sebuah perusahaan seperti sedang berjudi. Saya juga berganti 3 perusahaan dalam 8 bulan. Kamu pasti bisa mendapatkan yang terbaik.” Ada pula yang bercerita, “saya juga pernah mengalaminya, ke toilet hanya 7 menit dikira sedang menelepon. Saya kemudian pergi dan kini, teman-teman kantornya baik. Jika terlalu banyak pekerjaan, saya akan diminta untuk mengerjakannya perlahan dan jika ada waktu luang bisa mengobrol. Saya sangat senang di tempat ini, tapi pekerjaannya membosankan.”

(foto: Canva)

40 Pasar di Taiwan akan Melakukan Uji Coba Bebas Plastik

Kementerian Lingkungan Hidup (MOEVN) mengatakan 40 pasar di Taiwan, termasuk pasar malam dan pasar tradisional siang hari akan berpartisipasi dalam program percontohan pada bulan Juli untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

Warung-warung di pasar-pasar yang ditunjuk tersebut sudah tidak bisa lagi membagikan kantong plastik gratis. Mereka yang menginginkan kantong plastik harus membelinya seharga NT$1. Di wilayah Taipei, Pasar Malam Ningxia akan berpartisipasi dalam uji coba ini.

Pemerintah Taiwan mulai mengurangi penggunaan kantong plastik mulai tahun 2002, dengan mengidentifikasi tujuh bisnis berbeda, seperti lembaga pemerintah, department store, dan pusat perbelanjaan yang dilarang menyediakan kantong plastik gratis. Pada tahun 2018, tujuh kategori bisnis baru ditambahkan, termasuk toko obat dan toko minuman, menurut CNA.

Menurut data MOEVN, penerapan kebijakan tersebut selama 20 tahun sudah efektif, karena jumlah kantong belanja plastik telah turun dari 20 miliar per tahun menjadi sekitar 10 miliar pada tahun 2022, atau penurunan sebesar 50%.

Namun penggunaan kantong plastik di pasar malam dan pasar tradisional menyumbang lebih dari 50% penggunaan kantong plastik dan masih belum termasuk dalam program pengurangan kantong plastik. Saat ini, pemerintah sedang merencanakan program percontohan sukarela untuk mengurangi penggunaan kantong plastik di pasar-pasar tersebut, yang diikuti dengan peraturan yang lebih ketat.

Menurut Lee Yi-hua (李宜樺) dari Administrasi Sirkulasi Sumber Daya MOEVN, setiap kotamadya telah diminta untuk mengusulkan setidaknya satu pasar dalam yurisdiksinya untuk bergabung dalam proyek percontohan ini. Tujuan dari program ini adalah mengurangi sampah plastik sebesar 20% pada tahun 2026.

Reaksi dari kios-kios yang terletak di Pasar Malam Ningxia beragam. Mereka yang mendukung program percontohan ini menyadari bahwa para pelanggan sering kali membawa sendiri tas yang dapat digunakan kembali, dan sudah menanyakan apakah mereka perlu membeli kantong plastik. Pemilik kios lainnya tidak terlalu optimis dan mengkritik program percontohan ini sebagai hal yang menyusahkan dan tidak efektif.

Banyak yang percaya bahwa menghilangkan kantong plastik gratis di pasar tradisional yang menjual produk segar, daging, dan makanan laut adalah hal yang lebih sulit. Para pedagang di pasar-pasar ini menggunakan beberapa kantong plastik untuk memisahkan masing-masing jenis makanan dan mungkin merasa merepotkan dan memalukan jika meminta pelanggan membayar ekstra untuk kantong plastik mereka.

(foto: Canva)

 

Wawancara dengan Bunga Siagian

Bunga Siagian (Jakarta, 1988) adalah seorang aktivis budaya, kurator dan peneliti, serta seniman. Penelitiannya saat ini mengenai Festival Film Afro-Asia ke-3 sebagai praksis dunia-ketiga kiri. Tinggal dan berkarya di Jatiwangi, ia ikut mendirikan Badan Kajian Pertanahan (BKP), sebuah lembaga kajian pertanahan yang menempatkan praktiknya pada hubungan antara seni dan komunitas. Selain itu, dia juga mendirikan Mother Bank, bank keliling (bank emok) di Jatiwangi. Lahir sebagai bagian dari gelombang #emergencyactivism di masa pandemi COVID-19, bank yang didirikan pada awal tahun 2021 ini berfungsi sebagai ekosistem keamanan ekonomi terdekat dan termudah bagi warga Kampung Wates yang sebagian besar adalah pekerja harian dan pekerja lepas yang waktu itu kehilangan pekerjaan.

Berbeda dengan bank keliling pada umumnya yang mengenakan bunga cukup tinggi, bank-bank ini dikelola bersama dengan bunga pinjaman nol persen. Secara organik, bank ini menjadi wadah bagi ibu-ibu di desa untuk belajar, berbagi, bertumbuh, berkreasi, bergerak bersama.

Hari ini, Bunga akan berbagi  mengenai ceritanya mendirikan kedua lembaga tersebut, kiprahnya di masyarakat, serta dampak yang telah ditimbulkannya! Selamat mendengarkan!

Bunga – Mekong Cultural Hub

(foto: Mekong Cultural Hub)

 

Mother Bank (@Motherbank24386) / X

(foto: X  @Motherbank24386)

Penyiar

Komentar