History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pekan Interaktif 190424 - Nostalgia Kuliah, Kungfu, dan Lagu Teresa Teng

  • 19 April, 2024
Pekan Interaktif - RtiFM Online Jumat

Dalam acara hari ini, informasi yang akan dibagikan antara lain (1) informasi acara Kartini Music Festival (2) Taiwan membuat kemajuan besar dalam penelitian dalam indeks universitas global, dan (3) wawancara khusus dengan Fikry mengenai nostalgia kuliahnya di Taiwan, kegiatan kungfu, dan Teresa Teng.

Kartini Taiwan Music Festival 2024

Bertepatan dengan Hari Kartini, Radio Taiwan Internasional akan mengadakan acara "Kartini Taiwan Music Festival 2024" pada hari Minggu, 21 April 2024. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai acara "temu kangen Rti" sekaligus untuk merayakan hari Kartini dan halal bihalal bersama seluruh komunitas orang Indonesia di Taiwan.

Yuk ramaikan acara ini

Tanggal: 21 April 2024 (Minggu)

Waktu: 11:00 - 17:00

Lokasi: Taipei City Mall Plaza 12 (Bawah Tanah)

Poster acara "Kartini Taiwan Music Festival 2024"

Taiwan Membuat Kemajuan Besar dalam Penelitian dalam Indeks Universitas Global

Taiwan telah mengalami peningkatan paling signifikan dalam QS World University Rankings by Subject tahun 2024, menurut data yang diberikan oleh analis pendidikan tinggi internasional Quacquarelli Symonds (QS) kepada CNA pada hari Minggu, 14 April lalu.

Dibandingkan dengan pemeringkatan edisi sebelumnya, yang mengukur keunggulan dan pengaruh akademik, universitas-universitas Taiwan mengalami kemajuan besar dalam metrik Indeks H, yang mengevaluasi produktivitas penelitian dan dampaknya, dengan peningkatan yang signifikan sebesar 30 persen, menurut QS.

Universitas-universitas di Taiwan juga mencapai kemajuan penting dalam metrik Citations per Paper, yang mengukur dampak penelitian, dan mencapai peningkatan sebesar 13 persen.

Selain itu, Taiwan mengalami peningkatan Reputasi Akademik sebesar 10 persen, tapi terjadi penurunan Reputasi Perusahaan sebesar 18 persen, berdasarkan survei terhadap 98.000 manajer perekrutan, pekerja sumber daya manusia, dan manajer bakat yang menunjukkan universitas pilihan mereka ketika menjalankan upaya perekrutan.

Wakil Presiden Senior QS Ben Sowter berkomentar: "Taiwan, yang hanya berpenduduk 24 juta orang, merupakan landasan kecakapan akademis di Asia, dengan konsentrasi universitas per kapita tertinggi kedua di kawasan ini menurut QS World edisi ke-14. Peringkat Universitas."

QS World University Rankings by Subject edisi 2024 merupakan analisis komparatif independen mengenai keunggulan akademik dan pengaruh lebih dari 1.500 universitas di 96 negara dan wilayah, di 55 disiplin ilmu dan lima bidang fakultas yang luas.

NTU muncul di 44 dari 55 mata pelajaran yang dievaluasi dan merupakan universitas Taiwan dengan peringkat tertinggi. Ia masuk dalam 20 besar dunia untuk Sastra Klasik & Sejarah Kuno dan masuk dalam 50 besar untuk Manajemen Perpustakaan & Informasi, Kebijakan & Administrasi Sosial, Bahasa Modern, dan Sosiologi.

Mata pelajaran lain yang diajarkan di universitas-universitas Taiwan juga masuk dalam 50 besar global, termasuk Taipei Medical University (ke-25, Keperawatan), National Taiwan Normal University (ke-27, Pendidikan), National Chengchi University (ke-30, Klasik & Sejarah Kuno), dan National Kaohsiung University Perhotelan dan Pariwisata (ke-38, Manajemen Perhotelan & Kenyamanan).

Pada pemeringkatan tahun ini, NTU menempati posisi ke-9 di Asia dengan 32 entri dalam Top 100.

Selain itu, NTU menempati peringkat ke-7 di Asia untuk jumlah entri 200 Teratas, bersama dengan Universitas Nasional Singapura dan Universitas Peking, dengan ketiga institusi tersebut memiliki 44 entri dalam tingkatan ini.

Taiwan juga merupakan negara dengan konsentrasi universitas per kapita tertinggi kedua di Asia pada QS World University Rankings by Subject tahun 2024.

Universitas Nasional Taiwan (NTU) di Taipei (foto: CNA)

Wawancara Khusus dengan Fikry: Nostalgia Kuliah, Kungfu, dan Lagu Teresa Teng

Pada pekan sebelumnya, Fikry Zahria Emeraldien bercerita tentang program "Taiwan Fellowship", penelitiannya di Taiwan, dan kegiatan sehari-harinya sebagai dosen di sebuah universitas.

Nyatanya, kedatangannya ke Taiwan bukanlah yang pertama kali. Pertama kali Fikry datang ke Taiwan 11 tahun yang lalu untuk mengemban pendidikan pasca sarjana sebelum ia bekerja sebagai dosen. Menariknya, saat itu ia mengikuti berbagai kegiatan, termasuk kungfu, bekerja paruh waktu, magang, dan mengikuti berbagai lomba, termasuk lomba nyanyi.

Bagaimana kisah nostalgianya di Taiwan? Yuk dengarkan kisahnya sekaligus dengarkan suara merdunya di acara ini untuk selengkapnya.

Fikry Emeraldien saat kuliah di Taiwan sekitar 10 tahun yang lalu

Penyiar

Komentar