Ditjen Imigrasi Keelung Adakan Penyuluhan di Kampus Deh Yu
Setiap tahun, banyak mahasiswa asing datang ke Taiwan. Untuk melindungi hak-hak mahasiswa internasional, Ditjen Imigrasi di Kota Keelung, pergi Deh Yu College of Nursing and Health pada 1 April, untuk memberikan penjelasan kepada hampir 200 mahasiswa asing dari negara-negara seperti Vietnam, Indonesia, dan Thailand, tentang proses pendaftaran ARC online dan perpanjangan ARC, serta menyampaikan hal-hal penting yang perlu diketahui, agar mahasiswa asing tidak overstay dan didenda hingga NT$50 ribu.
Pada kunjungan kali ini, Ditjen Imigrasi Keelung khusus mengundang petugas imigrasi yang telah berpengalaman di unit-unit khusus, seperti bandara dan pos layanan, yaitu Guo Beizhen, untuk memberikan penjelasan langsung kepada mahasiswa asing.
Mereka memberikan informasi rinci tentang proses pendaftaran ARC online, perpanjangan ARC, atau penggantian dokumen yang hilang, serta berbagi pengalaman , seperti kasus di mana seorang mahasiswa memberikan nomor telepon atau rekening kepada orang lain, dan akhirnya digunakan oleh sindikat penipu sebagai alat kejahatan, sehingga menjadi kaki tangan sindikat penipuan dan akhirnya harus diadili.
Kepala Ditjen Imigrasi Keelung, Mao Zhao-li mengungkapkan bahwa setelah amendemen undang-undang imigrasi, mulai bulan Maret tahun ini, denda bagi mereka yang overstay menjadi antara NT$10 ribu-NT$50 ribu. Jadi, para mahasiswa harus selmemperhatikan masa berlaku izin tinggal mereka.
Selain itu, banyak mahasiswa asing yang pertama kali sekolah di luar negeri. Oleh karena itu, Ditjen Imigrasi juga mengimbau agar para siswa memperhatikan keamanan diri. Jika merasa diri mereka atau teman-temannya mungkin menjadi korban penipuan atau perdagangan manusia yang tidak benar, mereka dapat menghubungi hotline anti-penipuan 165 atau melaporkannya ke hotline perdagangan manusia di 02-23883095.

(foto: LTN)
Pameran Bambu di Hualien akan Ditutup 2 Hari Lagi!
Pameran Bambu dan Forum Bambu Dunia pertama kali diselenggarakan di Taiwan, dengan Hualien sebagai salah satu dari lima wilayah pameran terbesar di seluruh Taiwan. Tema pameran di Fuli tahun ini mengusung tema "Kehidupan Bambu". Pameran bambu di Hualien telah dimulai pada 30 Maret hingga 7 April di Zhongshan Rd. nomor 197. Pengunjung yang ingin ke sana juga dapat naik shuttle bus gratis dari Stasiun Kereta Api Yu Li.
Terdapat 10 karya bambu berbentuk binatang-binatang pegunungan, seperti pangolin, burung hantu, beruang, kerbau, burung, dll. Selain itu, pengunjung juga bisa mampir ke bazaar yang menjual aneka barang rumah tangga dan produk-produk yang terbuat dari bambu.
Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Kehutanan dan Pelestarian Alam Hualien, Huang Qun-ce, mengungkapkan bahwa luas hutan bambu di Taiwan mencapai 183 ribu hektar, dengan jumlah bambu sekitar 1,58 miliar batang. Bambu mampu menyerap banyak karbon menjadi sumber daya hija dalam gelombang pengurangan emisi global, dan Taiwan sendiri sedang aktif mengembangkan industri bambu baru.
"Pameran Bambu 2024" adalah pameran bambu pertama di Taiwan yang diadakan di lima wilayah di lima kabupaten/kota: Hsinchu, Nantou, Yunlin, Chiayi, dan Hualien.

(foto:: UDN)
Fakta Unik
Penguburan Ramah Lingkungan di Taiwan
Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran akan lingkungan semakin meningkat, sehingga semakin banyak orang memilih pemakaman ramah lingkungan. Di Taiwan, terdapat 5 jenis pemakaman ramah lingkungan, termasuk: pemakaman pohon, penanaman tanaman, pemakaman bunga, pelarungan abu, dan penaburan abu. Lima jenis pemakaman ini berbeda berbeda dari pemakaman tanah dan kremasi, karena jenazah akan dikremasi menjadi abu dan tidak ada fasilitas tambahan, seperti penyimpanan abu di perabuan, tidak ada batu nisan, dan tidak ada kuburan yang dibuat.
1. Pemakaman Pohon
Abu jenazah dihaluskan dan ditempatkan dalam kantong kain atau kertas yang dapat terurai secara alami, tanpa memasang batu nisan atau mencatat nama, dan dikuburkan di sekitar akar pohon. Sesuai dengan UU Pengelolaan Pemakaman, pemakaman pohon mengacu pada cara pemakaman di dalam kuburan umum di mana abu jenazah dikubur dalam tanah dan keluarga menanam pohon baru di atasnya, atau abu jenazah dikubur di sekitar akar pohon yang sudah ada.
2. Pemakaman Tanaman
Berbeda dari pemakaman pohon, pemakaman tanaman harus dilakukan di "luar kuburan" di lokasi yang ditentukan pemerintah, seperti New Taipei Jinshan Green Life Park atau Sanchih Sakura Green Life Park di New Taipei City. Abu bisa ditaburkan atau dikubur di "taman tertentu yang ditentukan oleh pemerintah," dan selama prosesnya, keluarga juga boleh menaburkan bunga sebagai pengganti kertas emas/kimcua.
3. Pemakaman Bunga
Abu jenazah dikemas dalam kantong kain atau kertas yang bisa terurai secara alami, tetapi yang membedakannya adalah bahwa jenazah "menjadi pupuk bunga" yang ditanam di atasnya, bukan pohon. Saat ini, pemakaman bunga relatif lebih sedikit di Taiwan, dengan hanya 9 lokasi di seluruh Taiwan, termasuk satu di New Taipei City di Taman Pemakaman Zhenshan No. 1di Yuanshan dan Pemakaman Gongshu Shifen di Distrik Xindian.
4. Pelarungan Abu
Abu jenazah ditumbuk kemudian ditempatkan dalam "kantong kertas ramah lingkungan” dan kantong tersebut dimasukkan ke dalam kotak. Keluarga mendiang kemudian membawa kotak tersebut dengan kapal ke tengah laut. Keluarga lalu mengucapkan selamat tinggal dan menenggelamkan kotak abu bersama dengan bunga segar. Setiap tahun, Taipei City, New Taipei City, dan Kabupaten Taoyuan, mengadakan pelarungan abu bersama.
5. Penaburan abu
Abu ditaburkan di kompleks taman pemakaman dan membiarkannya jatuh ke tanah.

https://www.edh.tw/
Keluarga yang memakamkan kerabatnya dengan cara-cara di atas dapat mendaftar subsidi atau menerima manfaat dari pemerintah.
Untuk info lebih lanjut mengenai lokasi, tata cara, biaya, dan subsidi, silakan merujuk ke website
https://www.gov.tw/News_Content.aspx?n=26&s=666371
http://www.taiwanfuneral.com/Detail.php?LevelNo=2288
Hal-Hal yang Harus Kamu Lakukan saat Terjadi Gempa Bumi
1. Jika kamu berada di dalam bangunan saat gempa
· Jongkok dan berlindung di bawah perabotan rumah, misalnya meja yang stabil, yang bisa melindungi tubuh dari potensi runtuhnya perabotan. Tetap berlindung sampai guncangan berhenti. Jika tidak ada meja, lindungi wajah dan kepala dengan tanganmu, dan ambil posisi di sudut bangunan.
· Jauhi benda terbuat dari kaca, baik jendela maupun lemari, pintu, dinding pembatas ruang, lampu gantung yang dapat runtuh atau pecah.
· Tetap tinggal di tempat tidur jika kamu ada di kamar saat gempa. Lindungi wajah dan kepala dengan bantal. Pastikan kamu tidak berbaring di bawah lampu gantung yang mungkin jatuh.
· Jangan melewati pintu, kecuali kamu yakin pintu disangga rangka yang kuat, karena bisa saja runtuh seketika.
· Tetap tinggal di dalam bangunan, baik rumah, kantor, apartemen, sampai goncangan gempa berhenti dan aman menuju keluar. Riset menunjukkan bahwa orang malah luka-luka saat mencoba berdesakan keluar bangunan dan berlarian ke berbagai arah, sehingga terjadi tubrukan.
· Jangan gunakan lift.
· Hati-hati dengan listrik yang mungkin padam atau sistem pemadam kebakaran di gedung yang mungkin berfungsi secara otomatis
· Jika sudah bisa keluar bangunan, cari tanah lapang. Hindari lereng curam.
3. Jika kamu berada di kendaraan bergerak saat gempa
· Segera berhenti, perhatikan agar tidak nge-rem mendadak agar tidak terjadi tubrukan antar kendaraan, tetap di dalam kendaraan. Hindari berhenti dekat atau di bawah bangunan, pohon, jembatan laying atau kabel-kabel listrik/telepon.
· Setelah goncangan gempa berhenti, berjalan kembali pelan-pelan. Hindari jalanan,
· jembatan yang rusak terdampak gempa.
4. Jika kamu terjebak di reruntuhan saat atau sesudah gempa
· Jangan menyalakan api.
· Jangan bergerak atau mencoba menghilangkan debu (khawatir kian runtuh).
· Tutupi mulut dan hidung dengan saputangan atau baju.
· Ketuk-ketuk pipa atau dinding sehingga bisa diketahui tim penyelamat. Jika bisa bersiul bisa dilakukan. Berteriak adalah upaya terakhir, karena ini bisa membuatmu kemasukan debu reruntuhan dalam jumlah banyak. Berbahaya.
· Ikuti perkembangan informasi gempa dari sumber kredibel seperti BMKG. Kita bisa monitor dari akun media sosialnya kalau ponsel mu masih punya daya batere.

(foto: Canva)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
