Temukan “Mayat Gosong” di Dekat Tumpukan Sampah, Ternyata “Properti Drama”
Beberapa waktu lalu di Sanxia, Kota New Taipei, seorang warga naik ke gunung untuk melihat kunang-kunang. Di tepi sebuah sungai kecil, di sekitar Ankengli, dia menemukan sebuah "mayat gosong" di dekat tumpukan sampah. Tentu saja dia ketakutan dan langsung lapor polisi.
Setelah menerima laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa catatan orang hilang dalam beberapa bulan terakhir dan meminta bantuan dari pusat forensik polisi.
Tim forensik segera ke lokasi untuk memeriksa mayat tersebut. Namun, saat dipegang, mereka merasa kaget karena bagian tubuh mayat tersebut patah dan di dalamnya ternyata terdapat stereofoam.
Penyelidikan tak berhenti sampai di situ karena polisi ingin tahu siapa yang membuang kantong-kantong sampah dan mayat palsu ini secara sembarangan. Ternyata, mayat tersebut adalah barang properti dari sebuah tim produksi drama. Akhirnya, iketahui bahwa awalnya tim produksi drama ini mengontrak sebuah perusahaan untuk membereskan limbah tersebut. Perusahaan tersebut kemudian mengalihkan tugas tersebut kepada seorang pria bernama Xie. Karena Xie tidak memiliki izin resmi untuk membersihkan dan membuang limbah, baik dia maupun perusahaan tersebut telah melanggar Undang-Undang Penghapusan Limbah Pasal 41 dan Pasal 46 Ayat 4, yang dapat dikenai denda maksimum NT$15 juta, dan kasus ini akan diserahkan kepada pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut.

(foto: Kepolisian Sanxia)
Pameran Pendidikan Kelas Khusus Universitas Taiwan: Berikan Kesempatan kepada Siswa Indonesia untuk Belajar dan Bekerja di Taiwan.
Pemerintah Taiwan berkomitmen untuk meningkatkan jumlah mahasiswa internasional yang belajar di Taiwan agar nantinya mereka bisa tinggal dan bekerja di Taiwan. Dalam rangka mencapai tujuan ini, Kementerian Pendidikan Taiwan telah mengalokasikan dana sebesar NT$52 miliar selama lima tahun untuk mendirikan 10 basis luar negeri di berbagai negara.
Tahun lalu, Kementerian Pendidikan bekerja sama dengan Universitas Cheng Hsiu, Universitas Teknologi Chaoyang, dan Universitas Teknologi Hsing Wu untuk mendirikan pos di Indonesia, yaitu di Jakarta, Surabaya, dan Bangka.
Pada tanggal 19 Maret 2024, pameran pendidikan "Taiwan International Industry Talent Education Program" diadakan di Pullman Jakarta Central Park Hotel. Ini adalah pameran pendidikan pertama yang diadakan oleh pos luar negeri universitas-universitas tersebut di Indonesia.
Pameran ini bertujuan untuk mempromosikan program pendidikan tinggi Taiwan kepada para pelajar dan profesional muda di Indonesia. Pameran serupa juga telah diadakan di Surabaya pada tanggal 21 Maret 2024.
Total terdapat 18 universitas dari Taiwan yang berpartisipasi dalam pameran ini, sedangkan dari pihak indonesia diwakili oleh lebih dari 47 universitas teknik yang berpartisipasi.
Tujuan utama dari pameran pendidikan ini adalah untuk mempromosikan program khusus industri internasional Taiwan dan bersama-sama dengan Indonesia, mengembangkan bakat unggul.
Kerja sama dari pemerintah, perusahaan, dan universitas Taiwan telah membantu mahasiswa Indonesia untuk belajar, magang, dan bekerja di Taiwan. Berkat usaha keras dari 25 universitas Taiwan dan 112 perusahaan Taiwan, Kementerian Pendidikan telah menyetujui 48 kelas khusus untuk tahun ini. Harapannya, pameran pendidikan ini dapat memperkuat kerja sama dan pertukaran pendidikan antara Taiwan dan Indonesia.

(foto: TETO)
FAKTA UNIK
Soda Kelereng (Ramune) Jadul Taiwan
Botol soda kelereng (hata ramune) jaman dulu terbuat dari kaca hijau gelap yang sangat mencolok. Mulut botolnya melebar dengan leher botol yang sempit, dan melebar kembali di bagian badan botol, kemudian lurus hingga ke dasar. Mulut botol juga disegel dengan kelereng kaca dan dilengkapi dengan pendorong kelereng. Cara membukanya yaitu dengan cara melepas pendorong kelereng di bagian mulut botol, membaliknya, dan mendorongnya ujungnya yang lancip dengan kuat ke arah kelereng sampai kelereng jatuh ke dalam botol. Kemudian, botol dimiringkan pada sudut yang sesuai untuk dapat meminum soda.
Dahulu, minuman soda dalam botol disegel menggunakan tutup gabus hingga akhirnya Hiram Codd dari Inggris menemukan botol soda kelereng pada tahun 1872 untuk mengatasi masalah kebocoran udara pada penutup soda berbahan gabus. Pada tahun 1876, seorang apoteker dan pengusaha keturunan Skotlandia bernama Alexander Cameron Sim membawa minuman soda kelereng dengan rasa lemon-lime ke Jepang, dan minuman ini menjadi sangat populer. Nama Jepang untuk minuman soda bola pegas, "ラムネ" (ramune), berasal dari salah dengar kata "lemonade" (レモネード, air lemon) dalam bahasa Inggris. Pada tahun 1895 saat masa pemerintahan Jepang, minuman soda bola pegas juga tiba di Taiwan bersama pasukan Jepang.
Pada masa pemerintahan Jepang di Taiwan, seorang pedagang Jepang membuka pabrik soda pertama di Taiwan, yaitu Pabrik Minuman Soda Qixing di bawah Gunung Qixing di kawasan mata air dingin Suao di Yilan.
Kenapa dia mendirikan pabriknya di sana? Kita akan ceritakan alasannya yang ternyata sangat menarik!
Mata air dingin Suao memiliki kandungan karbon dioksida yang tinggi sehingga makhluk hidup tidak bisa bertahan hidup di dalamnya karena kekurangan oksigen, membuat penduduk awal Suao mengira air tersebut beracun dan tidak berani mendekat.
Namun, saat masa pemerintahan Jepang, seorang tentara Jepang bernama Takechuu Shinkage yang merasa haus minum air dari mata air dingin Suao, dan merasa segar dan enak. Pengalaman minum air dingin Suao ini membuatnya kembali ke Suao setelah pensiun untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Takechuu Shinkage membuktikan bahwa air dari mata air dingin Suao tidak beracun, dan dia melihat air ini sebagai bahan mentah terbaik untuk minuman soda bola pegas. Maka, di bawah kaki Gunung Qixing, didirikanlah pabrik soda pertama di Taiwan. Dengan menggunakan air karbonat dari mata air dingin Suao, ditambah gula dan rempah-rempah, soda dingin Suao yang dinamai sesuai dengan pengucapan Jepang "ramune" menjadi terkenal.
Sensasi membuka botol dan kesegaran saat meminumnya membuat minuman soda kelereng populer pada saat itu. Pabrik Minuman Soda Qixing tutup pada tahun 1958, dan sejak itu produksi minuman soda bola kelereng di Taiwan berhenti sebelum akhirnya dilanjutkan oleh merek lain.
![箱購]納姆内彈珠汽水(200ml/瓶*30/箱) 廣三SOGO [APP下單享4%點數] | 廣三SOGO直營店| 樂天市場Rakuten](https://shop.r10s.com/e88/ab9/d831/33e0/80e2/e679/a113/1193ebb9d00242ac110003.jpg)
(foto: Rakuten)
Tolak Permintaan Aborsi, Dokter Ini Justru "Selamatkan" Masa Depan Pasiennya
Banyak orang tua yang tidak bisa menerima anaknya hamil di luar nikah, utamanya ketika usia sang anak masih merupakan usia sekolah atau remaja. Hal itu dikarenakan para orang tua khawatir dengan masa depan sang anak.
Hal yang sama juga terjadi di Taiwan. Baru-baru ini, seorang dokter kandungan terkenal, bernama Hsu Yi-ning (蘇怡寧) berbagi cerita di Facebook tentang seorang pasiennya. Ia bahkan menuliskan, bahwa “hidup tidaklah sempurna, tapi akan selalu menemukan jalannya.” Dokter Hsu bercerita, bahwa beberapa waktu lalu, ada seorang perempuan yang datang ke kliniknya untuk berkonsultasi. Saat akan meninggalkan ruang prakteknya, pasien tersebut kemudian berkata, “terima kasih Dr. Hsu. Kini saya baik-baik saja dan sudah masuk kuliah.” Dr. Hsu awalnya tidak mengenalinya, tetapi saat memeriksa data periksa pasien, tiba-tiba ia teringat suatu hal.
Lebih dari 3 tahun yang lalu, ada seorang remaja SMA yang hamil dengan usia kandungan 30 minggu dan ia tidak berani memberitahu orang tuanya. Karena perutnya yang terus membesar, orang tuanya mengetahui kehamilan tersebut dan membawanya periksa ke dokter. Saat itu, orang tuanya memohon agar Dr. Hsu dapat menggugurkan kandungan anaknya karena khawatir janin tersebut akan memengaruhi masa depan anaknya.
Saat itu Dr. Hsu menolaknya karena kehamilan siswi tersebut sudah terlalu besar. Meski menolak mengaborsi janin tersebut, Dr. Hsu berusaha membantu siswi tersebut dengan menghubungi pekerja sosial, dan bersama-sama merencanakan tindakan selanjutnya. Akhirnya, di bawah pengaturan pekerja sosial, bayi tersebut dapat lahir ke dunia. Remaja SMA tersebut kini telah menjadi mahasiswi dan kembali menjalani hidup, terus melangkah maju untuk menebus kesalahannya di masa lalu.
Postingan tersebut sontak dibanjiri oleh tanda suka dan banyak warganet yang kemudian memberikan komentar menyentuh. Warganet menyampaikan, berkat Dr. Hsu, anak tersebut hidupnya pasti akan baik-baik saja. Dr. Hsu pun pun tidak hanya menyelamatkan 1 orang, tapi ia telah "menyelamatkan" beberapa orang, yaitu orang tua siswi tersebut, siswi itu sendiri, dan bayi yang dilahirkannya. Para warganet pun berterima kasih atas kebaikan dan kerja keras dari Dr. Hsu.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
