Merayakan Tahun Baru Imlek Terlebih Dahulu, Kantor Ditjen Imigrasi Keelung Ajarkan Warga Baru Cara Membuat Kue Babaozhen
Menjelang Tahun Baru Imlek, Kantor Ditjen Imigrasi Keelung mengundang Penduduk Imigran Baru berkumpul dan membuat kue tradisional Babaozhen (kue 8 rasa) pada 24 Januari. Acara ini bertujuan untuk membantu Penduduk Imigran Baru menyesuaikan diri dengan perayaan tradisional di Taiwan.
Selain itu, Kantor Ditjen Imigrasi Keelung juga memberikan sosialisasi kepada Penduduk Imigran Baru mengenai informasi terkait dari "Undang-Undang Imigrasi".
Akhir-akhir ini, banyak sekali pedagang yang mulai menjual pernak pernik Imlek. Agar Penduduk Imigraan Barudapat merasakan kegembiraan perayaan Imlek di Taiwan, Ditjen Imigrasi secara khusus mengundang Lin Juan, seorang Penduduk Imigran Baru dari Pingtan, Fujian, Tiongkok, untuk mengajari peserta cara membuat kue tradisional dari Pingtan yang wajib dihidangkan pada hari tahun baru, yaitu kue "babaozhen".
Penduduk Imigran Baru yang berasal dari Indonesia, Iyah, bersama dengan putra tertuanya, hadir dalam acara tersebut. Mereka pertama kali mencoba kue babaozhen dan mengakui rasanya sangat lezat. Iyah tersenyum dan berkata bahwa di Indonesia juga ada kue ketan kelapa yang menggunakan kelapa sebagai bahan utama. Namun, menurut Iyah, kue babaozhen yang dibuat dengan menambahkan wijen hitam, kelengkeng kering, kurma, dan wolfberry, memiliki rasa yang lebih kaya dan warna yang lebih cerah.

(foto: JIBI via bisnis.com)
“Terowongan Hijau” di Taitung Dipangkas Habis karena Petani Protes
Kawasan 'Green Tunnel' Pohon Almond Madagascar di Kabupaten Luye, Provinsi Taitung, Taiwan, telah menjadi atraksi wisata populer, tetapi banyak petani yang mengeluh sehingga pohon tersebut dipangkas.
Deretan pohon ini dulunya sangat rindang dan sejuk. Banyak spesies burung juga tinggal di sini. Namun, kawasan ini telah menjadi sumber konflik di antara petani, yang mengatakan bahwa pohon tersebut merampas matahari dari tanaman mereka, dan mereka lelah membersihkan ranting dan daun-daun yang jatuh..
"Green Tunnel" terletak di Desa Longtian, Taitung. Deretan pepohonan ini sengaja ditanam oleh Pemerintah Kabupaten Taitung dan Kawasan Pemandangan Nasional Lembah Longitudinal Timur untuk menaungi wisatawan yang bersepeda.
Wisatawan yang mengunjungi kawasan tersebut baru-baru ini terkejut melihat pemangkasan pohon. Seorang wisatawan bernama Li (李) dari Singapura terkejut bahwa pejabat kota menyetujui pemangkasan ekstrem seperti itu. Keluarga lain dari Taichung bermarga Zhang (詹) datang dari jauh karena melihat iklan promosi dan merasa sangat kecewa.
Di sisi lain, petani senang bahwa pohon-pohon itu telah dipangkas habis. Seorang petani bernama Liao (廖) mengatakan bahwa pohon-pohon itu perlu dipangkas karena dedaunannya menutupi sinar matahari di ladangnya. Angin topan yang melintas tahun lalu meninggalkan ranting yang patah berserakan di ladang.
Kepala Kabupaten Luye, Li Wei-shun (李維順), mengatakan kepada media bahwa musim dingin adalah waktu terbaik untuk memangkas pohon Almond Madagascar karena sinar matahari yang lebih sedikit dan suhu yang rendah. Dia juga menyebutkan bahwa akar pohon ini sering menyebabkan kerusakan pada infrastruktur seperti jalan dan saluran air. Tindakan ini diambil karena keterbatasan anggaran kota. Selanjutnya, Li menyatakan niatnya untuk lebih memprioritaskan tanaman asli Taiwan daripada spesies asing di masa mendatang.

(foto: Focus Taiwan)
Dibayar NT$ 200 Per Jam, Pria Ini Tanpa Sadar telah Menjadi Kaki Tangan Grup Penipu dan Didakwa NT$ 88.000
Seorang pria di Taipei menemukan pekerjaan untuk membantu mengambil paket dan dibayar NT$ 200 per jam. Tanpa disadari, dirinya ternyata telah menjadi kaki tangan grup penipu dan diwajibkan membayar kompensasi kepada korban sebesar NT$ 88.998 dan masih bisa mengajukan banding.
Dilansir dari Ettoday, berdasarkan dokumen pengadilan, seorang korban menyampaikan, bahwa pria bermarga Wu pada tahun 2022 lalu mencari pekerjaan melalui grup Facebook dan berhubungan dengan seorang warganet bernama “A” yang tidak diketahui nama aslinya. Pihak A meminta Wu untuk mengambil paket berdasarkan instruksi dan mengirimkannya ke lokasi yang dituju dengan upah NT$ 200 / jam. Namun, jika diperhatikan, secara normal pengiriman paket di masa kini tentu lebih mudah dengan menggunakan pos, minimarket, atau pengiriman langsung ke rumah dan tidak mungkin meminta orang yang tidak dikenal untuk mengambil paket sebelum dikirim ke tempat tujuan.
Wu yang dituntut menekankan, bahwa ia hanya melamar kerja dan membantu mengumpulkan paket yang digunakan oleh grup penipu. Ia tidak mengambil uang dan tidak berpartisipasi dalam penipuan tersebut dan berharap hakim dapat menolak gugatan.
Wu divonis hukuman penjara 1 tahun 2 bulan karena bergabung dalam penipuan terhadap lebih dari 3 orang. Ia pun diminta untuk membayarkan ganti rugi kepada para korban.

(foto: Canva)
Taiwan Jadi Tujuan Favorit bagi Para Pekerja Migran Asal Indramayu
Kabupaten Indramayu selain dikenal sebagai lumbung padi, juga disebut sebagai daerah lumbung pekerja migran Indonesia (PMI). Selama tahun 2023 lalu, sebanyak 17 ribu lebih warga Indramayu berangkat ke luar negeri, dilansir dari Detik.com.
Pendaftaran pekerja migran di Disnaker Kabupaten Indramayu terpantau masih berlangsung. Tercatat pendaftar PMI di tahun 2023 lalu mencapai hingga 9.292 orang. Meski demikian, angka tersebut dianggap lebih menurun jika dibandingkan jumlah pendaftar di tahun 2022 lalu.
"Untuk pendaftaran justru ada penurunan," kata Kepala Bidang Penempatan Kerja Disnaker Kabupaten Indramayu, Asep Kurniawan, Senin (29/1/2024).
Kabupaten Indramayu selain dikenal sebagai lumbung padi, juga disebut sebagai daerah lumbung pekerja migran Indonesia (PMI). Selama tahun 2023 lalu, sebanyak 17 ribu lebih warga Indramayu berangkat ke luar negeri.
Pendaftaran pekerja migran di Disnaker Kabupaten Indramayu terpantau masih berlangsung. Tercatat pendaftar PMI di tahun 2023 lalu mencapai hingga 9.292 orang. Meski demikian, angka tersebut dianggap lebih menurun jika dibandingkan jumlah pendaftar di tahun 2022 lalu.
"Untuk pendaftaran justru ada penurunan," kata Kepala Bidang Penempatan Kerja Disnaker Kabupaten Indramayu, Asep Kurniawan, Senin (29/1/2024).
Selain menjadi asisten rumah tangga, para pekerja migran asal Indramayu juga banyak bekerja di sektor industri, perkebunan hingga nelayan.
"Yang mandiri bekerja di sektor formal sebagai welder, operator, perawat, agrikultur atau perkebunan, nelayan, restauran," ungkapnya. Sejauh ini, tingginya minat kerja ke luar negeri karena faktor ekonomi.

(foto: JIBI)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
