YouTuber Taiwan Tuai Kritikan Pedas usai Beli Apartemen di Thailand
YouTuber Taiwan Alisasa (愛莉莎莎) baru-baru ini berbagi kabar gembira bahwa mimpinya untuk membeli rumah telah terwujud di Thailand. Tetapi, banyak warganet yang mengkritik tindakannya.
Alisasa juga mengatakan di sebuah video bahwa dia sangat menyukai Thailand dan baru-baru ini membeli sebuah apartemen di pusat kota Bangkok. Dia menyebut apartemen itu “sepadan untuk dibeli” karena harganya hanya sepertujuh dari biaya properti serupa di Taiwan.
"Saya sangat berharap keadilan perumahan dapat dicapai di Taiwan suatu hari nanti," keluhnya dalam sebuah postingan di media sosial.
Namun, sebuah halaman Facebook populer yang menampilkan tips perjalanan dan belanja di Thailand bernama “Heart of BKK” pada5 Januari menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap komentar YouTuber tersebut. Halaman tersebut mengatakan, Alisasa membuat harga rumah naik, sama seperti spekulator properti asing lainnya. Dia mengatakan apartemen tiga kamar tidur Alisasa yang dihargai antara NT$5 (US$160,000) dan NT$8 juta tidak terjangkau bagi banyak keluarga lokal yang memiliki pendapatan rumah tangga kurang dari NT$60,000.
Halaman Heart of BKK, menambahkan bahwa harga sewa juga tinggi di pusat kota Bangkok, memaksa keluarga untuk pindah ke pinggiran kota atau tinggal patungan di satu apartemen.
“Orang-orang seperti Anda mengeluhkan keadilan perumahan, tetapi juga menciptakannya," tulis postingan tersebut.

(foto: IG Alishasha via chinatimes)
Pameran Horor dengan Karakter Ikonik “The Conjuring” Kini Hadir di Huashan, Taipei
Pameran imersif yang terinspirasi film horor menjanjikan para pengunjung perjumpaan menakjubkan dengan karakter ikonik seperti Annabelle dan VALAK kini sedang berlangsung di Huashan1914 Creative Park sejak Sabtu, 6 Januari 2024 dan akan berlangsung hingga 7 April 2024 mendatang.
Pameran petualangan interaktif ini merupakan pengenalan dari Warner Bros. Discovery Global Themed Entertainment (WBDGTE), Sunny Side Up Entertainment, dan Golden Deer Jr Entertainment, bertajuk "The Conjuring Universe Tour".
Berlokasi di Aula 2A dan 2B, pameran ini mengubah penonton menjadi penyelidik paranormal di 16 zona dingin, di mana efek cahaya dan suara, ditambah dengan improvisasi pemeran, mengaburkan batas antara kenyataan dan ketakutan sinematik.
Terinspirasi oleh "The Conjuring Universe" – sebuah franchise keren yang mencakup "The Conjuring", "Annabelle", dan "The Nun" – pameran ini membangkitkan momen-momen tak terlupakan dari film-film tersebut. Pengunjung tidak hanya akan menemukan pemandangan klasik dalam ruangan seperti rumah besar Perron yang terkutuk dan ruang artefak keluarga Warren, tetapi juga pengalaman luar ruangan seperti ritual Biara Carta dari "The Nun".
WBDGTE memiliki rekam jejak dalam menghidupkan dunia fiksi tercinta, mulai dari pengulangan taman hiburan "Dunia Sihir Harry Potter" hingga pengalaman "Friends" dan kunjungan ke lokasi syuting "Game of Thrones". Tiket untuk petualangan mendebarkan "The Conjuring Universe Tour" ini tersedia untuk dibeli secara online atau dengan Koin Budaya. https://linktr.ee/theconjuringtourtw

(foto: Klook)
FAKTA UNIK
Fans Ko Wen-je Cukur Potret Ko Wen-je di Kepalanya, Terancam Tidak Bisa Ikut Pemilu
Seorang pria di Changhua mencukur rambutnya dengan pola capres dari Taiwan’s People Party yaitu Ko Wen-je di bagian belakang kepalanya dan menambahkan angka 1 di sisi kiri dan kanan kepalanya. Namun, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Changhua menyatakan, pada hari pemungutan suara, potongan rambut seperti itu termasuk pelanggaran aturan dan orang tersebut tidak diperbolehkan masuk ke tempat pemungutan suara bila tidak mengganti gaya rambutnya pada hari pemilihan umum.
Seorang penata gaya rambut berbagi sebuah video pada tanggal 6 di grup Facebook "爆廢1公社" (bao liao yi gong she). Dalam video tersebut, dia menceritakan pengalamannya mencukur rambut seorang pria yang merupakan fans Ko Wen-je Pria itu membawa potret Ko Wen-je untuk diukir di belakang kepalanya. Banyak warganet yang menyebut pria itu sangat berani dan penuh semangat.
Penata gaya rambut tersebut dengan teliti mengukir potret Ko Wen-je di belakang kepala pelanggan. Akhirnya, dia berhasil mengukir potret Ko Wen-je ke bagian belakang kepala pelanggan, dan menambahkan angka "1" di kedua sisi sebagai sentuhan akhir. Hasilnya benar-benar mirip sehingga pelanggan merasa sangat puas.
Namun, berdasarkan ketentuan "Undang-Undang Pemilihan dan Pemberhentian Pejabat Publik," partai politik dan siapa pun dilarang melakukan kegiatan kampanye, membantu kampanye, atau pemecatan pada hari pemungutan suara. Pelanggaran dapat dikenai denda antara 500 ribu hingga 5 juta Dolar Taiwan. Jika pada hari pemungutan suara seseorang mengenakan barang promosi dengan informasi nama calon, nomor urut, gambar, dan sejenisnya, hal tersebut dapat dianggap sebagai membantu kampanye dan merupakan tindakan ilegal.
Terhadap hal ini, Komisi Pemilihan Umum Changhua menyatakan bahwa di dalam atau di sekitar tempat pemungutan suara, tidak diperbolehkan melakukan kampanye, pembagian selebaran, pengiriman pesan singkat, atau pemasangan, penggantungan, atau penempelan spanduk, bendera, dan segala materi promosi yang terkait dengan calon. Jika ada orang yang memiliki gambar calon di belakang kepala, gambar tersebut harus ditutupi; jika tidak, hal tersebut akan dianggap sebagai kegiatan kampanye atau bantuan kampanye. Tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga orang tersebut tidak akan diizinkan masuk untuk memberikan suara.

(foto: XB Hair Allen)
WAWANCARA DENGAN ANGGER BASKORO
Angger Baskoro, pemuda asal Malang, Jawa Timur, adalah sosok yang berprestasi di bidang pendidikan dan organisasi.
Ia meraih gelar sarjana teknik elektro dari Universitas Brawijaya, Malang. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan master dan doktor di bidang yang sama di dua universitas ternama di Taiwan, yaitu National Sun Yat-Sen University dan National Yang Ming Chiao Tung University.
Selama menempuh pendidikan, Angger aktif berorganisasi. Ia pernah menjabat sebagai ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kaohsiung saat menempuh pendidikan master, dan koordinator PPI Hsinchu saat menempuh pendidikan doktor.
Hari ini, Angger Baskoro akan berbagi cerita mengenai kehidupan studinya di Taiwan! Simak selengkapnya di acara Pekan Interaktif hari ini!

RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
