History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

RtiFM Online Jumat - 30 Juni 2023

  • 30 June, 2023
Pekan Interaktif - RtiFM Online Jumat

Lakukan 5 Kiat Ini saat Main Air di Musim Panas. 321 Orang Tewas Tenggelam Tahun 2022 di Taiwan

Cuaca yang kian panas menandakan liburan musim panas hampir tiba. Aktivitas air seperti berenang, kayaking, surfing, trekking air, dan berperahu menjadi pilihan utama masyarakat yang kegerahan. Namun, Direktur Jenderal Badan Administrasi Promosi Kesehatan (HPA) mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya melindungi diri dari sinar matahari, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan bermain air dan memilih daerah perairan yang aman.

Menurut statistik yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan pada 2022, cedera akibat kecelakaan menempati peringkat ke-8 penyebab kematian penduduk Taiwan. Sebanyak 6.953 orang meninggal dunia akibat cedera akibat kecelakaan, dengan 321 di antaranya meninggal dunia akibat "tenggelam". HPA menekankan bahwa saat berpergian, masyarakat harus mengingat "5 Kiat Main Air ".

 

Tenggelam Jadi 3 Besar Penyebab Kematian Utama Pada Balita 2 Tahun

Pada tahun 2022, jumlah kematian penduduk Taiwan akibat "tenggelam" menyumbang 4,6% di antara total cedera akibat kecelakaan. Kecelakaan tenggelam dan terendam menduduki peringkat ke-3 dan ke-2 dalam penyebab utama cedera akibat kecelakaan pada kelompok usia 0-14 tahun dan 15-24 tahun. HPA menekankan bahwa "kecelakaan tenggelam atau terendam" adalah isu yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Meskipun bermain air adalah hiburan saat musim panas, keamanan harus menjadi prioritas. Kepala HPA Wu Chao-chun mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan perubahan kondisi fisik dan lingkungan sekitar saat bermain air serta menghindari perilaku berbahaya.

 

5 Kiat Main Air

Untuk mencegah kecelakaan saat bermain air, HPA mengeluarkan “5 Kiat Main Air”.

◎ Legal : Pilih kawasan wisata air yang memiliki fasilitas keamanan dan penjaga pantai. Jangan lalui garis pembatas

◎ Pemanasan : Lakukan pemanasan sebelum olahraga atau main air untuk mencegah keram. Jangan memaksakan diri berendam di air terlalu lama. Kalau Anda lelah, naiklah ke darat dulu.

◎ Waspada : Perhatikan cuaca dan waktu pasang surut. Ketika bermain air di sungai, jika Anda melihat air yang awalnya jernih tiba-tiba menjadi keruh atau ada daun dan ranting yang mengapung dari hulu, itu mungkin disebabkan oleh hujan deras di daerah pegunungan di hulu sungai. Dalam situasi tersebut, Anda harus segera meninggalkan daerah tersebut secepat mungkin.

◎ Jangan iseng : Ketika berada di perairan seperti danau, aliran sungai, atau pantai dengan perbedaan kedalaman yang signifikan, jangan mengerjai orang. Jangan melakukan aksi berbahaya seperti terjun dari ketinggian.

◎ Tidak pergi sendirian: Saat bermain air, pergilah bersama teman. Pastikan perlengkapan keselamatan lengkap. Jika terjatuh ke dalam air, tetap tenang dan hemat energimu. Gunakan benda di sekitar yang dapat membantumu mengapung. Perhatikan lingkungan sekitar dan tunggu kedatangan petugas penyelamat.

(sumber foto: 健康醫療網)

 

Taipei memberikan subsidi taksi sebesar NT$8.000 kepada ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan

Ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan hingga enam bulan setelah persalinan di Taipei akan berhak menerima subsidi taksi sebesar NT$8.000 (Rp3,8 juta) mulai tanggal 1 Juli, seperti yang diumumkan oleh Departemen Kesejahteraan Sosial Taipei (DOSW) pada hari Selasa, 27 Juni.

Menurut DOSW Taipei, penerima program ini harus memiliki registrasi rumah tangga di Taipei dan dapat mengajukan permohonan melalui rumah sakit yang ditunjuk, kantor distrik, pusat layanan kesejahteraan sosial, atau melalui portal online khusus pemerintah kota.

Subsidi transportasi sebesar NT$8.000 akan diberikan dalam bentuk digital melalui aplikasi Taipei Pass yang terbagi menjadi NT$250 per perjalanan taksi.

Dalam konferensi pers yang diadakan untuk mempromosikan program ini, Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安) mengatakan, sekitar 16.000 taksi dari 12 armada berbeda akan menyediakan layanan tersebut.

(sumber foto: CNA)

 

FAKTA UNIK SUMPIT

Kenapa orang Tionghoa suka memakai sumpit saat makan?

Di negara-negara Asia Timur, contohnya Taiwan, kita terbiasa memakai sumpit dan mangkuk saat makan, berbeda dengan orang Indonesia yang memakai piring, sendok, garpu, bahkan tangan untuk makan.

Sumpit sendiri dibuat dari beragam material, ada yang dari logam, seperti perak dan kuningan, juga ada yang terbuat dari kayu, bambu, dan plastik. Bentuk dan ukurannya juga bermacam-macam, tergantung dari negaranya.

Contohnya sumpit Jepang dikenal dengan ujungnya yang berbentuk bulat dan runcing. Ukuran sumpit Jepang juga lebih pendek dari sumpit Taiwan.

Sedangkan, sumpit Korea biasanya terbuat dari kuningan atau logam dan berbentuk pipih.

Kalau sumpit Taiwan, ujungnya bulat tumpul dan biasanya terbuat dari bahan kayu atau bambu, sama seperti sumpit Jepang.

Tapi, kenapa sih orang Tionghoa suka makan pakai sumpit kayu/ bambu? Kenapa tidak pakai sumpit besi seperti Korea, atau sendok garpu yang terbuat dari stainless atau besi? Material logam, kan, lebih awet!

Ternyata, ada alasannya, lho!

  1. Jaman dulu, sumpit disebut 竹筷 zhu kuai yang berarti “sumpit bambu”, sebelum akhirnya ganti sebutan jadi 筷子. Kita bisa lihat dari karakter 筷 yang di atasnya terdapat radikal bambu. Jaman dulu, orang Tionghoa suka sekali memakai bambu untuk membuat furnitur, peralatan rumah tangga, dan buku. Kalau kita suka nonton film silat, pasti kita sering lihat jaman dulu sebelum ada kertas, orang Tionghoa menulis di atas gulungan bambu. Apalagi, bambu tumbuhnya cepat dan mencegah pemangkasan kayu berlebih. Jadi, jatuhnya lebih ramah lingkungan, mudah dibuat, dan ramah kantong sehingga bisa dipakai di seluruh kalangan masyarakat.
  2. Praktis dan multifungsi. Sumpit adalah alat makan yang praktis. Bisa untuk menjepit, menusuk, mengaduk, memotong, dan bahkan bisa menjadi alat masak. Sumpit kayu atau bambu bisa untuk mengaduk makanan di atas kompor tanpa membuat tanganmu kepanasan.
  3. Kepopuleran sumpit meluas berkat ajaran Konfusius. Sebagai seorang vegetarian, Konfusius percaya bahwa peralatan tajam di meja makan mengingatkannya pada tempat penjagalan hewan. Ia juga berpendapat bahwa ujung tajam pisau melambangkan kekerasan dan peperangan, yang dapat mengganggu suasana bahagia dan damai yang seharusnya ada selama makan. Berkat ajarannya, penggunaan sumpit dengan cepat menyebar luas di seluruh Asia.
  4. Sumpit juga dapat membuat makan menjadi sebuah olahraga! Menarik untuk diketahui bahwa ketika kamu menggunakan sumpit untuk makan, kamu menggunakan hampir 30 sendi dan 50 otot pada jari-jari, pergelangan tangan, dan lenganmu.

(sumber foto: Kompas)

 

PEKAN INTERAKTIF

 

Rafi adalah seorang pria paru baya yang baik, pekerja keras, jujur, dan sayang keluarga. Pekerjaannya sebelum pandemi adalah admin kantor dengan penghasilan sekitar 3 juta per bulan. Tapi, setelah pandemi, dia di PHK kantornya dan sekarang bekerja serabutan jadi freelance dan dibayar per proyek.

90% gaji yang diterima semua diberikan kepada istrinya. Dia cuma pegang uang kopi dan jajan.

Orangnya tidak macam macam, dan bahkan suka menyantuni anak yatim di panti asuhan.

Belum lama, Rafi mendapat WA dari debt collector salah satu pinjaman online. Katanya, nomor Rafi dijadiin kontak darurat. Jadi, Rafi diminta untuk menghubungi kenalannya itu karena kenalan si Rafi gak bisa dihubungi. Si peminjam uang sendiri sudah berhutang sekitar 40 juta.

Rafi jengkel sekali karena nomornya dijadikan nomor darurat pinjol orang yang gak bertanggung jawab. Apalagi memang pada dasarnya, si Rafi ini anti riba dan pinjaman. Akhirnya, Rafi minta nomor kontak orang yang ngaku-ngaku jadi kenalannya ini dan langsung meneleponnya. Dalam hati, Rafi sudah menyiapkan kata-kata pedas untuk memarahi orang itu. Tapi, ternyata oh ternyata…

Suara orang di telepon kok rasa-rasanya dia kenal.. Ternyata itu istrinya sendiri! Istri Rafi pake nomor hp baru untuk mengambil pinjaman online, tentu saja tanpa sepengetahuan Rafi.. Emosi Rafi yang tadinya meledak-ledak, sekarang justru jadi campur aduk…Ya marah, ya sedih, ya bingung..Bagai disambar Petir katanya..

Rafi merasa dikhianati dan dibohongi. Selama bertahun-tahun, uang belanja yang dikasihkan tidak ada sepeser pun yang ditabung sama istrinya. Dia bingung uangnya diapakan istrinya. Istrinya tampak soleha. Berkerudung, rajin solat, dan jarang belanja online… Jadi, selama ini Rafi gak curiga karena sedikit banget paket yang datang ke rumah. Dan isinya pun cuma barang-barang keperluan rumah tangga aja.

Saat ditanyai, istrinya Cuma bisa menangis dan minta maaf, tapi tidak menjelaskan uangnya untuk apa.

Runtuh Dunianya saat itu juga, jangankan Puluhan Juta, Uang Ratusan Ribu pun tidak mampu dia bayar. Dalam sekejap, kini dia harus melunasi utang puluhan juta.

Bagaimana cara Rafi keluar dari jeratan utang? Simak jawabannya di RTIFM Online hari ini!

Penyiar

Komentar