History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

RTISI FM ONLINE Jumat, 31 Maret 2023

  • 31 March, 2023

Bincang Bincang Berita

Suku Bunga Taiwan Kembali Naik, Pembayar KPR Meronta

(Sumber Foto: 自由財經)

Suku bunga acuan Taiwan kembali meningkat. Kenaikan ini tentu akan berdampak pada gejolak perekonomian dalam negeri, salah satunya adalah pembayaran Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pakar keuangan di Taiwan menyampaikan, bagi warga yang memiliki kredit kepemilikan rumah dengan harga NT$ 10 juta, maka tagihan bulanan yang harus dibayarkan akan lebih banyak sekitar NT$ 3.300 (setahun NT$ 40.000), di luar cicilan wajib bulanan.

Angka ini tentu saja akan meningkat, jika harga rumah yang dibeli melebihi NT$ 10 juta.

Hal di atas tentu akan berdampak besar pada kemampuan warga Taiwan untuk memiliki rumah idaman.

Di lain pihak, pada bulan Maret ini, Bank Sentral Taiwan mengumumkan akan kembali menaikkan suku bunga acuan mereka sebanyak 0,125%. Meski kenaikan tersebut sempat mengejutkan beberapa pihak di Taiwan, tetapi hal itu juga menunjukkan tekad bulat dari institusi keuangan Taiwan untuk menekan laju inflasi.

Menurut data statistik dari Joint Credit Information Center (JCIC) memperlihatkan, rata-rata bunga KPR untuk semua golongan usia di Taiwan, berada di kisaran 1,42% hingga 1,54% pada tahun lalu.

Dan dalam kurun waktu hanya 1 tahun, rata-rata bunga KPR di atas melonjak menjadi 1,93% hingga 2,12%.

Jika menilik lebih lanjut, dalam data bersangkutan juga terlihat bahwa mayoritas warga di Taiwan dengan rentang usia 30 tahun, tergolong ke kelompok “pembeli rumah untuk pertama kalinya”.

Sedangkan warga yang berusia 40 dan 50-an tergolong ke dalam kelompok “pindah rumah”.

 

Yankee Yang Diboikot oleh Stasiun SET TV

(Sumber Foto: YAHOO 奇摩新聞)

Stasiun televisi SET TV merilis instruksi pemboikotan terhadap aktor kenamaan Taiwan, Yankee Yang (楊子儀). Menurut kabar yang beredar, SET TV memboikot Yankee Yang, setelah aktor berusia 39 tahun tersebut tidak menjawab telepon dari salah seorang produser.

Di samping itu, Yankee Yang juga dituding susah untuk diajak kerja sama dengan pihak pembuat sinetron. Apalagi Yankee Yang saat ini juga terlibat dalam sebuah serial produksi SET TV, yang pengambilan gambarnya dilakukan secara stripping.

Pemboikotan stasiun televisi SET TV terhadap Yankee Yang menjadi heboh dan bahkan menduduki urutan pertama dalam situs pencarian Google Trends Taiwan dalam beberapa hari belakangan.

Saat ini Yankee Yang diketahui masih terlibat dalam sinetron stripping produksi SET TV, yakni Way of Heaven “天道”, yang mana sinetron ini tayang pada jam prime time, yakni jam 20:00.

Dengan diboikotnya Yankee Yang oleh SET TV, maka akan membuat aktor tersebut kehilangan kontrak berikutnya dalam sinetron Way of Heaven.

Pada tanggal 29 Maret 2023, pihak SET TV kemudian menjelaskan alasan mengapa pihaknya enggan bekerja sama dengan Yankee Yang. Penulis skenario dalam sinetron Way of Heaven menulis skrip tambahan, dan salah satu pemeran kuncinya adalah Yankee Yang. Pihak penyusun film beranggapan bahwa skenario tambahan ini merupakan kunci dan akan menjadi pelengkap dalam sinetron Way of Heaven.

Pihak penyusun film juga sudah mengungkapkan keinginan mereka agar Yankee Yang bisa memainkan peran tersebut, dan siap untuk menyesuaikan waktu syuting dengan jadwal Yankee Yang. Bahkan lawan main Yankee Yang, yakni Jack Lee (李運慶) juga menyatakan siap untuk mengikuti jadwal Yankee Yang, meski ayah Jack Lee kini tengah dirawat di rumah sakit.

Pihak SET TV menuturkan, Yankee Yang tidak memberikan jawaban dan bahkan menolak panggilan dari produser film. Kemudian Manajer Umum SET TV mendatangi kawasan Yankee Yang di Wulai, hanya untuk bertemu dan memastikan kesediaannya. Namun, Yankee Yang diketahui menolak untuk bertemu. Dan karena alasan inilah, pihak SET TV kemudian merilis instruksi agar perusahaan televisi mereka tidak lagi terlibat kontrak dengan aktor Yankee Yang.

 

Apa itu bullying? Mengapa bisa terjadi bullying?

(Sumber Foto: 親子天下)

Kepala Divisi Psikiatri Anak dan Remaja dari Rumah Sakit Umum Veteran Kota Taipei, Chen Mu-hong (陳牧宏) menyampaikan, bullying mengacu pada tindakan perilaku, komentar, gerak tubuh baik langsung maupun tidak langsung, dan biasanya sengaja/sadar ketika dilakukan. Bullying adalah aksi penindasan yang bisa mengakibatkan kerugian bagi si korban, baik itu fisik maupun mental. Bullying tidak memandang tingkat keparahannya atau tempat di mana aksi bersangkutan dilakukan, dan salah satunya yang sering dijadikan media bullying saat ini adalah internet.

Chen Mu-hong menuturkan, bullying erat kaitannya dengan “kekuatan yang tidak setara”. Bullying terjadi ketika ada salah satu pihak/kelompok memegang puncak kekuatan/kuasa, sehingga mereka biasanya akan menindas pihak yang tidak memiliki kekuatan/kuasa.

Aksi bullying selalu berhubungan dengan ketidak-setaraan antara si pelaku dengan korban. Chen Mu-hong melanjutkan, di balik bullying juga terdapat 2 unsur, yakni diskriminasi dan stigma. Aksi bullying biasanya akan dilakukan oleh si pelaku, ketika ia melihat ada 2 unsur tersebut di tubuh si korban.

(Sumber Foto: 天下雜誌)

Apakah perilaku bullying sudah ada sejak lahir?

Chen Mu-hong menyampaikan, sangat jarang ditemukan di dunia ini ada pelaku bullying yang ternyata dipengaruhi faktor genetik. Dan kebanyakan dari aksi bullying disebabkan faktor “lingkungan”

Faktor lingkungan mengacu pada kesadaran dan pandangan yang dimiliki oleh anggota kelompok tertentu terhadap lingkungan sosial mereka. Ini meliputi lingkungan sosial, lingkungan sekolah, lingkungan kelas dan lain-lain.

Chen Mu-hong melanjutkan, ironinya perilaku bullying sebagian didapat dari proses belajar, misal siapa itu perempuan, siapa itu laki-laki, apa itu keberanian, apa itu pengecut dan lain-lain.

Namun, ada sebagian perilaku bullying yang tidak diperoleh dari proses pembelajaran manusia, melainkan datang dari lingkungan sosial, yang mana akan membuat si pelaku secara alami menjadi pembuli.

Chen Mu-hong menyampaikan, secara ilmiah, bullying adalah kejadian yang dimulai dari personal, lalu merambah ke hubungan relasi, kemudian berdampak hingga ke seluruh sistem struktural masyarakat.

Bullying adalah persoalan yang kompleks dan rumit, serta jelas bukan masalah pribadi, melainkan masalah sistem.

(Sumber Foto: 親子天下)

 

Bullying pada remaja disebabkan otak besar manusia

Aksi bullying sering terjadi di lingkungan remaja, terutama saat mereka bersekolah. Chen Mu-hong menjelaskan, otak manusia memiliki dua periode pertumbuhan utama yang berdampak cukup signifikan, yakni ketika lahir hingga usia 4 tahun, 5 tahun dan saat remaja.

Di masa-masa inilah, otak manusia akan matang dan berkembang cukup pesat. Namun sayangnya, selama periode ini, otak cenderung impulsif dan tidak stabil, yang mana dapat mendorong seorang anak lebih mudah melakukan aksi intimidasi dan kekerasan.

Ketidakstabilan otak tersebut juga membuat para remaja menjadi lebih “rentan” ketimbang mereka yang sudah dewasa. Dalam definisi ilmiah, remaja atau anak di bawah umur dikategorikan sebagai kelompok “rentan” atau “minoritas”.

Seluruh remaja rentang menjadi pelaku bully atau bahkan menjadi korban bully. Insiden bullying yang terjadi di era remaja, biasanya akan memiliki dampak yang besar bagi si korban.

Chen Mu-hong melanjutkan, anak remaja adalah mereka yang rentan membuat kesalahan dan mudah terluka, dengan demikian ada baiknya memberitahukan apa itu batas? Dan apa itu hukum? Di samping itu, anak yang berada di rentang usia ini juga patut mendapatkan perlindungan yang layak.

 

(Sumber Foto: 風傳媒)

Pantangan Festival Qing Ming

Liburan Festival Qing Ming untuk tahun ini akan jatuh semenjak tanggal 1 April hingga 5 April 2023. Festival Qing Ming adalah salah satu dari 24 festival tradisional warga Tionghoa, yang bertujuan untuk sembahyang leluhur.

Saat Festival Qing Ming, seluruh masyarakat Tionghoa akan berdoa kepada leluhur masing-masing. Ada beberapa kepercayaan yang menyarankan, agar prosesi “bersih-bersih makam” sudah harus diselesaikan sebelum jam 3 sore.

Beberapa tradisi dan pantangan yang dipercaya bisa mendatangkan hal tidak baik jika tetap dilakukan atau dilanggar:

1. Waktu ziarah

Masyarakat Tionghoa tradisional mempercayai kalau waktu terbaik pergi ziarah ke pemakaman adalah pukul 5 pagi hingga 7 pagi, yaitu waktu ying (寅時). Tentu saja waktu ini tidak begitu cocok diterapkan pada kehidupan modern saat ini. Oleh karena itu, waktu terakhir untuk berziarah ke makam sebaiknya dilakukan sebelum pukul 3 sore, karena di waktu inilah matahari akan mulai terbenam.

Jika masih ada orang yang berziarah setelah jam 3 sore, maka dipercaya bisa memperburuk energi orang bersangkutan, dan akan lebih mudah diselimuti aura negatif.

 

2. Wanita yang sedang hamil atau menstruasi disarankan untuk tidak ziarah ke pemakaman

Menurut kebiasaan tradisional warga Tionghoa, membersihkan makam di kala Festival Qing Ming tidak cocok dilakukan oleh sebagian orang, misal wanita yang sedang mengandung, atau mereka yang tengah haid. Jika melihat dari sudut pandang sains, maka wanita yang tengah hamil atau haid, biasanya memiliki kondisi fisik yang lebih lemah, sehingga mereka tidak cocok untuk beraktivitas yang terlampau berat. Hal ini terdengar sedikit masuk akal, karena pada zaman dahulu belum ada kendaraan bermotor, sehingga banyak keluarga biasanya akan berjalan kaki hingga berkilo-kilo meter lamanya untuk menuju kawasan pemakaman.

Selain itu, anak yang masih kecil juga dianjurkan untuk tidak turut dalam prosesi ziarah kuburan, karena kondisi fisik mereka yang masih lemah.

 

3. Sebelum berangkat untuk ziarah kuburan, perhatikan area dahi

Menurut cerita yang ada, jika Anda menemukan area dahi menghitam saat hendak berangkat ziarah, maka lebih baik Anda membatalkan niat ziarah tersebut. Dipercaya, dahi yang menghitam adalah tanda keberuntungan yang rendah, sehingga tidak disarankan untuk pergi berziarah. Di samping itu, mereka yang tengah sakit, juga lebih baik berada di rumah dan istirahat. Jika masih bersikeras untuk ikut ziarah, maka masih ada cara untuk mengatasinya, yakni dengan membawa batu giok dan kayu pohon persik

(Sumber Foto: 自由時報)

 

4. Kenakanlah pakaian berwarna gelap saat pergi ziarah

Guna memperlihatkan rasa hormat kepada para leluhur, maka saat Festival Qing Ming tiba, para warga yang akan pergi berziarah biasanya akan mengenakan pakaian sederhana dengan warna yang gelap. Di samping itu, aksesoris yang dikenakan juga jangan terlampau banyak atau ramai.

Selain memilih gaya berpakaian yang lebih sederhana, saat berada di pemakaman, juga disarankan untuk menutupi area dahi. Dalam tradisi Tionghoa, area dahi dipercaya merupakan pintu masuk ke dalam aura tubuh manusia.

 

5. Jangan berfoto atau mengambil gambar saat ziarah ke pemakaman

Selama berada di pemakaman, ada baiknya untuk tidak mengambil foto atau video. Di samping itu, saat ziarah juga jangan melongok atau menengok pemakaman orang lain, karena ini dianggap bisa mendatangkan kesialan.

 

6. Berpuasa sebelum bersih-bersih pemakaman

Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, ketika hendak berziarah ke kuburan, biasanya juga akan membawa beberapa sesajen, biasanya berupa makanan, untuk dipersembahkan kepada leluhur. Dan menurut kebiasaan zaman dahulu, warga baru menyantap makanan mereka setelah prosesi ziarah selesai dilakukan. Jika ingin makan, maka usahakan untuk menyantap makanan vegetarian.

 

7. Jangan tertawa atau usil saat berada di pemakaman

Kuburan adalah tempat para leluhur beristirahat, dan bukan area untuk bermain. Saat berada di sini, para warga dilarang untuk berteriak, mengumpat atau buang air kecil. Perbuatan tersebut dianggap tidak sopan dan tidak menghargai keberadaan para leluhur. Dan bukan tidak mungkin kalau hal buruk akan menimpa kalau Anda melanggarnya.

(Sumber Foto: 風傳媒)

8. Senioritas

Pastikan urutan senioritas saat pergi berziarah ke kuburan.

Meski secara kepercayaan, tidak ada ketentuan pasti perihal senioritas ini, tapi ada baiknya memastikan urutan dari para leluhur atau mendia anggota keluarga. Dan ada baiknya benda persembahan juga diletakkan berdasarkan urutan mendiang anggota keluarga. Setelah prosesi sembahyang sudah selesai, pastikan kalau api dan dupa sudah padam, sebelum Anda beranjak pulang.

Urutan prosesi sembahyang dan penyembahan juga tidak kalah penting. Pertama-tama, para warga biasanya akan membersihkan area makam dengan cara menyapu atau mencabut rumput. Setelah itu barulah dilakukan prosesi sembahyang dengan menggunakan dupa, lalu meletakkan benda persembahan dan membakar kertas sembahyang.

 

 9. Cuci baju dan basuh diri

Setelah pulang dari ziarah kuburan dan tiba di rumah, para warga biasanya akan mencuci sepatu dan baju mereka. Ini dipercaya dapat menghalau nasib buruk yang siapa tahu mengikuti, saat Anda tengah berada di pemakaman. Setelah dicuci, maka baju dan sepatu harus dijemur hingga kering. Dan saat menjemur sepatu, biasanya bagian ujung sepatu akan diletakkan dengan cara menghadap ke dalam rumah.

 

10. Selama Festival Qing Ming, jangan kunjungi teman atau kerabat

Jika melangsungkan prosesi ziarah kuburan selama liburan Festival Qing Ming, maka ada baiknya untuk tidak mengunjungi teman atau kerabat dalam beberapa hari mendatang. Hal yang sama juga berlaku sebaliknya. Anda juga disarankan untuk jangan bertemu dengan teman atau kerabat, yang baru saja pulang dari ziarah kuburan, karena dipercaya dapat mendatangkan aura negatif bagi mereka yang tidak ziarah.

Penyiar

Komentar