History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Humantek 290525 - CoCo: Kisah Sukses dari Toko Kecil Dekat Kampus

  • 29 May, 2025
Humantek - RtiFM Online Kamis

60% Pasien Kanker Payudara di Taiwan Alami Stres Berkepanjangan sebelum Diagnosis

Yayasan Kanker Payudara Taiwan (Taiwan Breast Cancer Foundation) pada 25 Mei mengungkapkan bahwa lebih dari 60% pasien kanker payudara di Taiwan mengalami stres emosional jangka panjang sebelum mereka didiagnosis.

TBCF bekerja sama dengan Rumah Sakit Lotung Poh-Ai, merilis sebuah survei yang menyoroti beban emosional yang dialami para pasien kanker payudara. Survei ini dilakukan antara Februari hingga Maret, dan berhasil mengumpulkan 2.450 tanggapan yang valid, dilansir dari CNA.

Ketua TBCF Chang Chin-chien (張金堅), mengatakan bahwa semakin banyak penelitian menunjukkan stres berkepanjangan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan memicu peradangan, yang berpotensi berkontribusi pada pertumbuhan dan penyebaran kanker.

Chang menjelaskan bahwa stres kronis dapat menyebabkan sekresi berlebihan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, yang selanjutnya dapat memengaruhi kesehatan seseorang. Hormon-hormon ini dapat membuat sel kanker menjadi lebih agresif dan mudah menyebar, sekaligus memicu pertumbuhan tumor yang cepat.

Chang menyarankan bahwa mengikuti pola makan gaya Mediterania dan berolahraga secara teratur dapat membantu mengurangi dampak stres. Pola makan ini menekankan konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, polong-polongan, dan biji-bijian utuh, menggunakan minyak zaitun untuk memasak, memprioritaskan ikan serta makanan laut, serta membatasi makanan olahan dan daging merah.

Wakil Direktur Rumah Sakit Lotung Poh-Ai, Yeh Hsien-tang (葉顯堂), mengatakan bahwa 60% pasien kanker payudara merasa takut akan kemungkinan kambuhnya penyakit selama masa pengobatan. Ia juga mencatat bahwa 44% pasien mengalami tekanan emosional akibat efek samping dari pengobatan.

Menurut Rumah Sakit Universitas Kedokteran Tiongkok (CMUH), kanker payudara di Taiwan paling sering menyerang perempuan berusia antara 45 hingga 64 tahun. Tahun lalu, kanker ini menjadi jenis kanker ketiga yang paling umum di Taiwan. Faktor-faktor yang mungkin berkontribusi termasuk kondisi lingkungan, hormon, pola makan, obesitas, menstruasi dini, dan melahirkan di usia lanjut.

Gejala umum kanker payudara mencakup benjolan di payudara dan keluarnya cairan yang tidak dapat dijelaskan dari puting. Metode diagnosis meliputi rontgen payudara (mammografi) dan USG. Pilihan pengobatan mencakup operasi, kemoterapi, dan terapi hormon.

(foto: Canva)

 

Pemerintah Terbitkan Lebih dari 13 Ribu Gold Card

Program Gold Card Taiwan telah menerbitkan lebih dari 13.000 kartu kepada warga dari 101 negara.
Diluncurkan pada Februari 2018 berdasarkan Undang-Undang Profesional Asing, Gold Card menggabungkan izin kerja, visa tinggal, Alien Resident Certificate (ARC), dan izin masuk kembali dalam satu dokumen, dilansir dari CNA. Tujuan program ini adalah menarik para profesional dengan keahlian di berbagai bidang, termasuk teknologi, ekonomi, pendidikan, seni dan budaya, hukum, arsitektur, pertahanan, serta industri digital.
Awalnya, program ini cukup lambat diminati, dengan hanya 188 kartu yang diterbitkan hingga akhir 2018 dan 546 kartu pada 2019. Namun, munculnya pandemi COVID-19 pada 2020, ditambah respons Taiwan yang efektif dalam menangani pandemi serta ketahanan ekonominya, menarik perhatian talenta global dan meningkatkan penerbitan kartu menjadi 1.945.

Menurut pejabat Dewan Pembangunan Nasional (NDC), program Gold Card mulai dikenal luas dari mulut ke mulut selama pandemi. Jumlah penerbitan pun terus meningkat, melampaui angka 10.000 pada tahun 2024.

Per Mei, tercatat telah diterbitkan 13.191 kartu. Selain dari negara-negara yang sudah umum seperti AS, Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Hong Kong, pemegang kartu juga berasal dari Pakistan, Latvia, Slovakia, Mesir, Iran, Lituania, dan Rusia.

Sebagian besar pemegang kartu asal Pakistan memperoleh gelar di Taiwan dan bekerja di bidang akademis, sementara warga Latvia sering berkolaborasi dengan program luar angkasa Taiwan. Banyak penerima asal Mesir dan Iran yang memiliki gelar doktor dan bekerja di bidang sains atau teknologi.

AS secara konsisten menjadi negara sumber utama, mencakup 25% dari seluruh pemegang Gold Card. Hong Kong berada di peringkat kedua, disusul Jepang.

Pejabat NDC mencatat bahwa banyak warga Taiwan generasi kedua atau ketiga yang lahir di AS kini mengajukan Gold Card. Kartu Gold Card pertama kali diterbitkan kepada Steve Chen (陳士駿), pendiri YouTube asal Taiwan-Amerika, yang saat itu diberikan langsung oleh Perdana Menteri (kini Presiden) Lai Ching-te (賴清德).

Jepang masuk dalam tiga besar pada tahun 2022 dan terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Para pejabat menilai ini karena kedekatan geografis serta kuatnya hubungan ekonomi Taiwan-Jepang.

India, yang dikenal dengan kemampuan kuat di bidang teknologi dan perangkat lunak, kini menduduki peringkat keempat. Taiwan telah mengidentifikasi Bangalore sebagai target utama perekrutan talenta.

Pada November 2024, NDC memimpin misi perekrutan talenta ke India, bekerja sama dengan lembaga-lembaga seperti Indian Institute of Science, International Institute of Information Technology, dan Bangalore University. Delegasi tersebut berfokus pada bidang AI, keamanan siber, dan desain IC, serta menjalin mekanisme kerja sama jangka panjang dengan universitas-universitas tersebut.

Di antara penerima yang paling dikenal publik adalah mantan bintang NBA Dwight Howard dan pemandu sorak asal Korea Selatan Lee Dahye (李多慧). Lee menerima kartunya melalui kategori seni dan budaya dengan rekomendasi dari Kementerian Kebudayaan sebagai duta pariwisata Korea yang mempromosikan pertukaran budaya Taiwan-Korea.

NDC telah menyusun amandemen terhadap Undang-Undang Profesional Asing untuk meningkatkan program ini. Rancangan revisi tersebut telah lolos tinjauan Kabinet dan akan diajukan ke Yuan Legislatif.

NDC memperkirakan, jika Yuan Legislatif berhasil mengesahkan amandemen ini pada sesi ini, perubahan tersebut dapat diterapkan sebelum akhir tahun ini.

(foto: Yourator Public Relations Department)


Rumah Sakit Taiwan Gunakan Robot Bertenaga Nvidia untuk Layanan Medis

Rumah Sakit Memorial MacKay mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka telah mengadopsi robot bertenaga teknologi Nvidia untuk mendukung layanan medis.

Wakil Direktur Rumah Sakit Memorial MacKay, Chen Yu-jen (陳裕仁), mengatakan bahwa rumah sakit, bersama mitra teknologinya Ubitus, penyedia solusi cloud, membagikan pengalaman mereka menggunakan robot dalam layanan medis pada acara Nvidia Gpu Technology ConferenceTaipei, dilansir dari CNA.

Chen menjelaskan bahwa sistem yang dikembangkan Nvidia memungkinkan robot untuk memahami perintah suara dan mengangkut spesimen medis, sehingga membantu mengurangi beban kerja staf medis. Menurut Nvidia, robot-robot ini dibuat menggunakan teknologi pemindaian wajah 8K canggih dan didukung oleh model AI Ubitus, yang mengintegrasikan teknologi Nvidia seperti Nvidia Audio2Face 3D untuk ekspresi wajah dan Nvidia Riva untuk pengenalan suara.

Rumah sakit ini juga berencana untuk memperkenalkan anjing robot, dengan uji coba awal difokuskan di departemen gawat darurat karena alur kerja yang kompleks dan serba cepat, ujar Chen.

Selain itu, rumah sakit akan menguji teknologi “Virtual Human” di departemen gawat darurat. Chen mengatakan bahwa individu virtual ini akan muncul di layar untuk melakukan wawancara medis, memberikan perawatan pasien, dan mengumpulkan data sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan layanan kesehatan pintar yang komprehensif.

Rumah sakit mengatakan bahwa mereka juga memakai kerangka kerja MONAI dari Nvidia untuk menganalisis gambar medis, supaya bisa membantu dokter membaca hasil CT scan paru-paru dan MRI otak. Chen menjelaskan, dengan bantuan AI untuk menganalisis lebih awal dan menandai bagian yang mencurigakan, waktu yang dibutuhkan dokter untuk mendiagnosis bisa berkurang 20% hingga 30%.

Menurut Nvidia, MONAI adalah kerangka kerja AI gratis yang didukung komunitas dan dirancang khusus untuk pencitraan medis. Ini membantu para pengembang untuk membangun dan melatih model deep learning secara lebih efektif dalam bidang kesehatan.

Chen menambahkan bahwa robot bertenaga Nvidia dapat membantu mengubah wawancara medis berbasis suara ke dalam berbagai bahasa, sehingga memfasilitasi kolaborasi dengan institusi layanan kesehatan di seluruh dunia.

Rumah sakit menyatakan bahwa Taiwan telah menunjukkan kinerja yang kuat dalam kualitas medis, asuransi kesehatan nasional, penerapan AI, dan kekuatan komputasi GPU. Mereka berharap komitmen terhadap layanan kesehatan pintar ini akan membantu meningkatkan kapabilitas medis Taiwan.

(foto: Mackay Memorial Hospita)


Kotoran Penguin Membantu Membentuk Awan, Memantulkan Lebih Banyak Sinar Matahari, an Menjaga Antartika Tetap Sejuk

Apa kamu bisa mendinginkan rumah sendiri secara manual tanpa AC? Sebuah penelitian baru menemukan bahwa amonia yang terlepas dari kotoran penguin menjadi salah satu unsur kimia kunci pembentukan awan, membantu meningkatkan jumlah awan di wilayah lokal Antartika dan menjaga benua itu tetap sejuk.


Di sekitar Stasiun Marambio di Antartika, salju dan tanah sering tertutupi kotoran koloni penguin Adelie. Mengingat penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa amonia di atmosfer dapat bergabung dengan senyawa belerang yang dilepaskan oleh fitoplankton laut untuk membentuk partikel aerosol, para ilmuwan mulai menduga apakah kotoran penguin juga ikut memengaruhi pembentukan awan di Antartika. Partikel-partikel kecil yang tersuspensi ini dapat berfungsi sebagai inti kondensasi awan, yang membantu meningkatkan jumlah awan dan memantulkan sinar matahari.

Tim ilmuwan dari Universitas Helsinki di Finlandia yang dipimpin ahli ilmu atmosfer Matthew Boyer pun memutuskan untuk mengevaluasi pengaruh kotoran penguin terhadap pembentukan awan lokal.

Antara 10 Januari hingga 20 Maret 2023, tim mengukur perubahan kadar amonia di dua lokasi yang berada di bawah angin dari lokasi berkembang biaknya penguin Adelie. Hasilnya mengejutkan: konsentrasi amonia di dekat koloni penguin tercatat 1.000 kali lebih tinggi dibandingkan daerah biasa. Ketika amonia ini bercampur dengan gas belerang yang dilepaskan oleh fitoplankton laut, laju pembentukan partikel aerosol meningkat 30 kali lipat. Bahkan, ketika amonia bercampur dengan gas belerang dan dimetilamina (gas lain yang dilepaskan dari kotoran penguin), laju pembentukan aerosol melonjak hingga 10.000 kali lipat.

Bahkan setelah para penguin bermigrasi meninggalkan area itu, tanah tetap dapat melepaskan amonia selama sekitar satu bulan, menunjukkan bahwa kotoran penguin memiliki dampak jangka panjang terhadap iklim mikro lokal, mendinginkan area setempat, dan memperlambat dampak perubahan iklim di Antartika.

Dalam kondisi yang tepat, partikel aerosol ini dapat tersebar di atas Samudera Atlantik selama beberapa hari, berfungsi sebagai inti kondensasi awan, membentuk awan lokal, dan memantulkan lebih banyak sinar matahari kembali ke luar angkasa. Ini membantu menurunkan suhu permukaan Antartika dan, dalam arti tertentu, membantu menjaga benua ini tetap sejuk. Penelitian ini juga menekankan pentingnya melindungi habitat burung laut.

(foto: Canva)


Lebih dari 500 Pemuda Indonesia dan Filipina Ikuti Pelatihan Pertanian di Taiwan
Kementerian Pertanian Taiwan mendorong program “Magang Pemuda Tani Asing di Taiwan”, yang saat ini telah menjalin perjanjian kerja sama dengan Indonesia dan Filipina. Lebih dari 500 pemuda tani dari kedua negara telah datang ke Taiwan untuk mengikuti pelatihan profesional. Pelatihan ini tidak hanya memperkuat pertukaran pertanian antara Taiwan dan dunia internasional, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di lahan pertanian Taiwan.
Program magang ini diluncurkan sejak tahun 2019, saat Kementerian Pertanian Taiwan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Indonesia dan Filipina.

Dalam siaran pers yang dirilis pada 27 Mei oleh Stasiun Penelitian Dan Penyuluhan Pertanian Distrik Taitung, disebutkan bahwa saat ini ada 5 pemuda tani Indonesia yang sedang magang di dua lokasi: Good Time Fruits Farm (好時果子) di Taitung dan Bugulav Wuling Farm (布谷拉夫武陵農場). Mereka terlibat langsung dalam kegiatan seperti budidaya pohon buah dan sayuran, manajemen lapangan, pertanian organik, pengendalian hama dan penyakit, hingga panen dan pengemasan. Para peserta belajar teknologi pertanian maju dari Taiwan sebagai bekal untuk mengembangkan usaha pertanian mereka sendiri setelah kembali ke tanah air.

Pemilik Good Time Fruits Farm, Lin Pei-ying (林沛縈), memberikan penilaian positif dan menyebut para pemuda tani Indonesia memiliki kemampuan belajar yang kuat dan sudah bisa mandiri membantu berbagai pekerjaan pertanian, menunjukkan potensi besar. Sementara itu, pemilik Bugulav Wuling Farm, Chen Hsiao-wei (陳孝偉), mengatakan meskipun awalnya ada sedikit kendala bahasa, dengan dorongan untuk belajar bahasa Mandarin, para peserta kini sudah mampu membaca lembar kerja operasional, sehingga efisiensi kerja meningkat signifikan.

Menurut Stasiun Penelitian Dan Penyuluhan Pertanian Distrik Taitung (TTDARES) melalui program magang ini, pemuda tani Indonesia tidak hanya menguasai keterampilan praktis, tetapi juga memperoleh pemahaman mendalam tentang pola pengembangan pertanian Taiwan. Diharapkan, sepulangnya mereka ke tanah air, ilmu yang diperoleh bisa diterapkan di lahan masing-masing, sehingga menjadi jembatan kerja sama pertanian antara Taiwan dan Indonesia, mempererat hubungan internasional, serta membuka lebih banyak peluang kerja sama pertanian kedua pihak.

Data dari Kementerian Pertanian Taiwan menunjukkan bahwa sejauh ini sudah ada 582 pemuda tani asing yang telah menyelesaikan program magang di sektor pertanian, peternakan, unggas, maupun perikanan di Taiwan, lalu kembali ke negara asal mereka. Selama satu tahun pelatihan profesional berbasis keterampilan di Taiwan, sebagian besar peserta sudah mampu menguasai keahlian khusus dan manajemen pertanian sederhana, membantu operasional lahan pertanian, dan berpartisipasi langsung dalam pekerjaan sektor sayuran, jamur, buah-buahan, bunga, perikanan, hingga peternakan. Selain meningkatkan kemampuan praktis mereka, program ini menunjukkan hasil pertukaran pertanian yang saling menguntungkan sekaligus memberikan dampak nyata dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja pertanian di Taiwan.

農業部推動「外國青農在台實習計畫」,目前印尼、菲律賓兩國來台接受專業培訓的青農有500多人,不但深化台灣農業與國際的交流,也為有助提供農場人力需求。台東「好時果子」農場主林沛縈(左1)指導印尼青農果園生產管理技術,建立良好互動關係。(台東農改場提供)中央社記者汪淑芬傳真  114年5月27日

(foto: 台東農改場)

Kisah Pendiri COCO: Hong Zhao-shui

“Kesempatan selalu berpihak pada mereka yang siap.” Kalimat terkenal ini sangat cocok untuk menggambarkan sosok pendiri CoCo Fresh Tea & Juice, Hong Zhao-shui (洪肇水).

Dari seorang petani teh biasa, ia berhasil membangun kerajaan minuman boba dengan lebih dari 4.000 gerai di seluruh dunia. Kisah hidupnya adalah perjalanan wirausaha yang penuh warna dan inspiratif.

Hong Zhao-shui berasal dari Taiwan, dan perjalanan bisnisnya sama sekali tidak mulus. Di awal usaha, bersama dua temannya, ia membuka sebuah kedai teh bernama “都可流行生活饮食” (Do Ke Popular Life & Food) di Distrik Tamsui, New Taipei — daerah kampung halaman penyanyi Jay Chou. Kedai kecil inilah yang kemudian menjadi cikal bakal CoCo Fresh Tea & Juice (CoCo 都可奶茶).

Saat itu, mereka mungkin tak menyangka kalau kedai kecil mereka suatu hari akan tumbuh menjadi merek minuman yang mendunia. Namun, tantangan besar sudah menghadang sejak awal. Toko pertama mereka terlalu besar, menawarkan terlalu banyak jenis produk, dan buka terlalu lama — semua ini membuat biaya operasional membengkak.

Alih-alih menyerah, Hong Zhao-shui mulai merefleksikan dan mengubah strategi bisnisnya. Ia menyadari bahwa lokasi terbaik untuk toko minuman teh adalah area sekitar kampus, terutama perguruan tinggi dan sekolah kejuruan, dan bahwa ukuran tokonya tak perlu besar.

Mereka pun membuka toko kedua di dekat Institut Teknologi Hsinpu (sekarang Taiwan St. John’s University) di Distrik Tamsui, fokus pada model takeaway (dibawa pulang). Strategi baru ini membuat bisnis mereka membaik pesat dan menjadi fondasi kuat untuk ekspansi di masa depan.

Seiring membaiknya usaha, Hong mulai berpikir tentang bagaimana membuat CoCo semakin besar dan menonjol di pasar teh yang sangat kompetitif. Ia menyadari pentingnya memiliki keunggulan unik. Salah satu langkah berani yang diambil adalah menaikkan ukuran gelas dari standar pasar 500 cc menjadi 700 cc sambil mempromosikan slogan “lebih banyak tanpa kenaikan harga”. Strategi ini langsung menarik perhatian konsumen, terutama di kalangan pelajar dan warga sekitar, serta membangun reputasi yang baik.

Di bawah kepemimpinannya, CoCo mulai berekspansi cepat. Awalnya di seluruh Taiwan — Taipei, Taoyuan, Hsinchu — kemudian melirik pasar yang lebih luas. Pada 2007, mereka membuka toko pertama di daratan Tiongkok, tepatnya di Suzhou, yang menjadi pintu masuk kesuksesan mereka di Tiongkok. Setelah itu, gerai CoCo menjamur di berbagai kota, menjadikannya salah satu merek boba paling populer.

Namun, jalan menuju sukses tidak selalu mulus. Salah satu ujian besar adalah skandal plasticizer (plastik berbahaya) yang mengguncang industri minuman Taiwan. Saat itu, beberapa penjual nakal menambahkan plasticizer untuk mencegah bahan aditif dalam minuman terpisah (mengendap). Skandal ini mencoreng nama banyak merek. Tapi CoCo berhasil lolos dari krisis ini berkat rantai pasok yang terintegrasi secara vertikal dan pengendalian kualitas yang ketat. Peristiwa ini semakin menguatkan keyakinan mereka bahwa hanya dengan kualitas tinggi dan manajemen ketat, mereka bisa bertahan di pasar yang keras.

Tak hanya fokus di dalam negeri, Hong Zhao-shui juga membawa CoCo ke pasar internasional — Amerika Serikat, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan lainnya. Mereka sukses membawa brand CoCo mendunia. Kini, CoCo telah menjadi salah satu merek minuman boba ternama di dunia dengan lebih dari 4.000 gerai.

Selama perjalanan wirausahanya, Hong selalu mempertahankan sikap rendah hati dan rajin. Ia paham betul bahwa kesuksesan tidak terlepas dari dukungan tim. Karena itu, ia sangat menekankan pembangunan dan manajemen tim, mendorong karyawan untuk terus belajar dan berinovasi, meningkatkan keterampilan profesional dan kualitas layanan. Selain itu, ia juga aktif dalam kegiatan sosial dan amal, berkontribusi kembali kepada masyarakat.

Kini, Hong Zhao-shui telah menjadi seorang pengusaha sukses dengan kekayaan yang tidak sedikit. Namun, perjalanannya belum berhenti — ia masih terus menjelajahi bidang dan peluang baru. Ia pernah berkata, “Berwirausaha itu seperti lomba maraton; kita harus terus berlari dan berusaha keras agar bisa mencapai garis akhir.”

Kisahnya memberi kita pelajaran penting: selama kita punya mimpi, keberanian, ketekunan, dan kerja keras, kita pasti bisa menciptakan kehidupan gemilang versi kita sendiri!

帶領CoCo從淡水走進11個國家,洪肇水(前排左二)以主管團隊升級、創新不懈、門市高控管、 全球在地化等策略,長居龍頭寶座。

(Hong Zhao-shui (tengah depan) / foto: gvm.com)

Penyiar

Komentar