History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Humantek 150525: Wawancara Bersama Salah Satu Pendiri MAFINDO

  • 15 May, 2025
Humantek - RtiFM Online Kamis

84% Energi Fosil, Peng Chi-ming Klaim Kualitas Udara Tidak Memburuk

 (Taiwan, ROC)—Seiring dengan berakhirnya izin operasi reaktor kedua Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Maanshan pada 17 Mei mendatang, Taiwan akan resmi menonaktifkan seluruh PLTN-nya. Akibatnya, porsi pembangkit listrik tenaga fosil akan mencapai 84%, memunculkan kekhawatiran publik akan memburuknya kualitas udara. Namun, Menteri Lingkungan Taiwan Peng Chi-ming (彭啟明), dalam wawancara radio pada 8 Mei menegaskan bahwa kekhawatiran ini "berlebihan". Menurutnya, sumber polusi udara terbesar di Taiwan berasal dari luar negeri, sedangkan di dalam negeri, polusi utama berasal dari aktivitas masyarakat dan transportasi. Oleh karena itu, langkah-langkah pengendalian perlu disusun ulang.

Mulai bulan depan, tenaga nuklir di Taiwan akan sepenuhnya dihentikan, dan proporsi pembangkit listrik tenaga fosil akan mencapai 84%. Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat bahwa peralihan dari energi nuklir ke gas bisa berdampak serius terhadap kualitas udara di Taiwan.

Meski begitu, Menteri Lingkungan Peng Chi-ming menekankan bahwa kekhawatiran masyarakat terlalu berlebihan. Peng Chi-ming menjelaskan: "Sebenarnya ini terlihat jelas. Kalau kita mematikan semua PLTN lalu digantikan oleh pembangkit listrik tenaga gas, kenaikan PM2.5 hanya sekitar 0.003 mikrogram. Karena data emisi yang kita gunakan sekarang ini adalah data yang dibuat pada tahun 2021. Ini adalah data yang sebenarnya dan bukan saya yang mengarangnya. Ini adalah hasil perhitungan para profesor di bidang atmosfer dan teknik lingkungan, dan hasilnya memang seperti itu.”

Peng Chi-ming mengutarakan bahwa ada yang mempertanyakan apakah pembangkit listrik tenaga fosil menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus kanker paru-paru adenokarsinoma di Taiwan. Ia tidak menyangkal bahwa penggunaan batu bara di masa lalu mungkin menjadi salah satu faktor, tetapi menegaskan bahwa kualitas udara saat ini tidak memburuk. Oleh karena itu, peningkatan angka kasus kanker paru-paru tidak bisa langsung dikaitkan dengan polusi udara saat ini, karena keduanya merupakan argumen yang berbeda.

Peng Chi-ming juga menunjukkan data yang menegaskan bahwa sejak Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menjabat pada 2016, melalui serangkaian kebijakan, kualitas udara di Taiwan telah membaik secara signifikan. Saat ini, kualitas udara di Taiwan jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Sekarang, rata-rata nasional PM2.5 telah turun menjadi 12,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Ia berharap pada tahun 2030 angka tersebut bisa turun menjadi 10 µg/m³, dan pada tahun 2035 menjadi 8 µg/m³. Namun, hal itu hanya bisa tercapai jika target nol emisi bersih benar-benar dijalankan.

(foto: Canva)

 

Edukasi Kesehatan dengan Terjemahan AI dari RS Chi Mei Bantu Pengobatan Pasien Kanker Asal Indonesia

Linda, seorang pekerja migran asal Indonesia berusia 43 tahun yang bekerja di Taiwan, baru-baru ini divonis menderita kanker serviks dan sedang menjalani pengobatan kemoterapi di Rumah Sakit Chi Mei. Karena Linda tidak bisa berbahasa Mandarin, Inggris, maupun Hokkien, ia mengalami hambatan komunikasi yang serius saat menjalani kemoterapi dan menerima edukasi kesehatan di rumah sakit. Pengobatan kanker sudah cukup memberikan tekanan besar secara fisik dan mental baginya, dan hambatan bahasa semakin menambah rasa kebingungannya. Untuk membantunya mengatasi kendala bahasa dan menyelesaikan proses pengobatan, Rumah Sakit Chi Mei memperkenalkan sistem edukasi kesehatan berbasis suara menggunakan kecerdasan buatan (AI), yang dapat menerjemahkan antara bahasa Indonesia dan Mandarin.

Berdasarkan “Laporan Kanker Tahun 2022” yang diumumkan oleh Ditjen Kesehatan Nasional (HPA) pada tahun 2024, kasus kanker di Taiwan terus menunjukkan tren peningkatan. Wu Chia-hsuan, kepala departemen farmasi di Rumah Sakit Chi Mei, menyatakan bahwa saat ini pengobatan kanker masih didominasi oleh kemoterapi. Meski kemoterapi efektif dalam menekan pertumbuhan tumor, namun juga menimbulkan berbagai efek samping terkait obat. Jika pasien tidak memahami proses pengobatan, fungsi obat, cara menangani efek samping, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari, maka hal ini dapat menyebabkan gangguan dalam pelaksanaan terapi, ketidakpatuhan pasien saat berobat, bahkan meningkatkan risiko pasien harus dirawat di unit gawat darurat. Literatur dari asosiasi internasional menunjukkan bahwa jika kemoterapi disertai dengan edukasi farmasi yang lengkap, maka tingkat keberhasilan penyelesaian terapi dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan dapat meningkat secara signifikan.
Berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Tenaga Kerja, hingga Maret 2025, jumlah pekerja migran asing di Taiwan mencapai sekitar 3,5% dari total populasi, dengan Indonesia, Vietnam, dan Filipina sebagai tiga kelompok utama. Wu Chia-hsuan menekankan bahwa pasien dengan latar belakang bahasa berbeda seringkali tidak dapat memahami informasi medis secara tepat, terutama dalam proses menjelaskan penggunaan obat dan efek sampingnya. Selama ini, rumah sakit hanya mengandalkan penerjemah atau gambar untuk menjelaskan secara sederhana, namun cara ini tidak cukup menyampaikan informasi edukatif secara lengkap dan sering kali menyebabkan distorsi atau kesalahpahaman, yang pada akhirnya mempengaruhi kepercayaan pasien dan efektivitas pengobatan.

Wu Chia-hsuan menjelaskan bahwa untuk mengatasi masalah komunikasi dengan pasien dari latar belakang bahasa berbeda atau yang kemampuan pemahaman bahasanya terbatas, departemen farmasi rumah sakit menggabungkan sistem AI dan memperkenalkan edukasi kesehatan suara berbasis AI. Sistem ini mengatasi keterbatasan metode lama yang hanya mengandalkan penerjemah atau gambar. Inti dari sistem ini meliputi

Edukasi kesehatan yang dipersonalisasi, disesuaikan dengan regimen kemoterapi masing-masing pasien karena obat yang digunakan dan efek sampingnya berbeda-beda.

Edukasi kesehatan suara berbasis AI, yaitu AI yang mensimulasikan suara manusia untuk menjelaskan poin-poin penting dari edukasi kesehatan dalam bahasa yang dikenali oleh pasien, sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain itu, sistem ini juga memiliki kemampuan pengenalan suara dan terjemahan secara langsung, sehingga pasien dapat mengutarakan pertanyaan atau kebingungannya seputar pengobatan melalui suara, dan apoteker dapat memberikan respons dengan informasi yang tepat.

RS Chi Mei meyakini bahwa pembangunan sistem edukasi kesehatan suara cerdas berbasis AI ini bukan hanya bentuk bantuan bahasa, tetapi juga merupakan perpanjangan dari layanan perawatan holistik. Melalui dukungan teknologi, pasien yang sebelumnya pasif kini dapat menjadi lebih aktif dalam memahami dan menjalani pengobatan mereka, sehingga dapat meningkatkan rasa saling percaya, memperkuat komunikasi, serta mendorong kepatuhan dan efektivitas terapi.

奇美醫院藥劑部組長吳佳璇(圖)6日在衛教宣導會示範使用院方近期導入的「智能AI語音衛教」系統,可依據不同語言提供客製化衛教內容。(奇美提供)中央社記者楊思瑞台南傳真  114年5月6日

(foto: RS Chi Mei)

Taiwan Fertilizer Bangun Kantor Baru di Hsinchu

Perusahaan Taiwan Fertilizer Co. memulai pembangunan gedung barunya, D7-B, pada 8 Mei, dan menjadi bagian penting dari kawasan bisnis Taman Sains Hsinchu.

Proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mentransformasi kawasan tersebut menjadi pusat inovasi industri, pembangunan berkelanjutan, dan kemajuan teknologi tinggi. Setelah rampung, taman sains ini diproyeksikan akan menciptakan lebih dari 15.000 lapangan kerja dan membentuk basis talenta yang kuat di Hsinchu, dilansir dari CNA.

Dirancang untuk memenuhi standar bangunan hijau dan cerdas, proyek D7-B akan terdiri dari dua menara perkantoran yang mendukung operasional bisnis rendah karbon dan berkelanjutan. Bangunan ini akan dibangun di atas lahan seluas 7.500 ping (24.793 meter persegi), dengan total luas lantai mencapai 47.000 ping (155.371 meter persegi), dan ditargetkan selesai pada tahun 2028.

Hsinchu, yang dikenal luas sebagai pusat industri teknologi Taiwan dan salah satu hub inovasi global, menjadi basis strategis bagi ekspansi Taiwan Fertilizer. Perusahaan ini memiliki 190.000 meter persegi lahan inti di kawasan bisnis tersebut dan menyelaraskan upaya pengembangannya dengan kebijakan industri nasional untuk mendukung rantai pasok teknologi tinggi.

Ketua Taiwan Fertilizer, Lee Sun-jung (李孫榮), menyatakan bahwa peluncuran D7-B merupakan langkah penting dalam cetak biru pengembangan regional perusahaan. Taiwan Fertilizer juga berencana mengembangkan proyek lanjutan di lahan D4 dan D5 yang berdekatan, sehingga total area pengembangan mencapai 18.000 ping (59.500 meter persegi) dengan luas lantai total 95.000 ping (314.050 meter persegi) pada tahun 2031.

Taiwan Fertilizer juga menyoroti keberhasilan proyek tahap pertamanya, TFC One, yang kini telah terisi penuh dan menarik perusahaan teknologi global maupun lokal terkemuka, termasuk Nvidia, Intel, ASML, Tokyo Electron, dan Tron Future. Gedung tersebut kini berfungsi sebagai basis riset dan operasional penting bagi sektor-sektor seperti semikonduktor, AI, desain sirkuit terpadu, dan sistem tak berawak.

Tahap pengembangan terbaru ini mendukung program Kabinet “Menciptakan Silicon Valley baru di Taoyuan, Hsinchu, dan Miaoli” dengan mendorong integrasi dalam ekosistem teknologi. Taiwan Fertilizer bertujuan memperkuat kolaborasi antara akademisi, lembaga riset, dan industri, serta menghubungkannya dengan jaringan logistik Bandara Internasional Taoyuan untuk mendorong daya saing global.

(foto: Taiwan Fertilizer)

 

Wawancara dengan Septiaji Eko Nugroho, salah satu pendiri dan tokoh sentral dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Belum lama ini, beliau menghadiri forum cek fakta internasional di Taipei dan akan berbagi pengalamannya denggan kita semua!

(foto: Septiaji Eko Nugroho (tengah))

Penyiar

Komentar