TSMC Menanam Hutan di Pesisir Taichung
Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) sedang menanam hutan seluas 3 hektar di pesisir Taichung untuk mengurangi emisi karbon.
Proyek ini mencakup penanaman 44.850 bibit di Distrik Daan. Dalam 30 tahun ke depan, hutan baru ini diperkirakan dapat menyerap sekitar 1.011 metrik ton karbon dioksida. Jenis tanaman yang ditanam antara lain selada laut, akar milkvetch, dan kacang liar.
Tim ahli telah melakukan penelitian terhadap rencana ini dan mendapat persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Pemerintah Kota Taichung menyatakan bahwa TSMC bertanggung jawab atas perawatan hutan selama tiga tahun pertama. Mulai tahun keempat, perusahaan dan pemerintah kota akan bekerja sama dalam pemeliharaannya.
Inspeksi rutin bersama akan dilakukan untuk memastikan pertumbuhan hutan sesuai rencana. Pemanfaatan proyek ini untuk kredit karbon hutan diharapkan dapat menutupi biaya perawatan serta berkontribusi pada target lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) TSMC, kata pemerintah kota.

(foto: CNA/ Pemkot Taichung)
Tainan akan Membangun Taman Sains Ramah Lingkungan di Sebelah Shalun Smart City
Biro Taman Sains Taiwan Selatan berencana membangun taman sains ramah lingkungan di dekat Kota Sains Energi Hijau Pintar Shalun di Tainan, guna memperkuat industri teknologi Taiwan, lapor CNA pada Selasa lalu.
Proposal ini diajukan oleh Menteri Dewan Sains dan Teknologi Nasional (NSTC) Wu Cheng-wen (吳誠文) pada 20 Januari. Menurut Commercial Times, taman ini akan berfokus pada semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi nol emisi. Wu menambahkan bahwa taman ini akan menerapkan pendekatan ekologi, dengan menjaga kelestarian pepohonan dan keanekaragaman hayati.
Selain itu, ruang hijau, taman, dan kolam retensi akan dibangun terlebih dahulu, kemudian area yang tersisa dialokasikan untuk penggunaan industri. NSTC memperkirakan bahwa taman sains baru ini akan menghasilkan tambahan nilai output sebesar NT$1,4 triliun dan menciptakan 40.000 lapangan kerja.
Direktur Jenderal STSP Cheng Hsiu-jung (鄭秀絨) pada Selasa mengatakan bahwa lokasi yang diusulkan mencakup sekitar 500 hektare dan terletak di dekat stasiun kereta cepat Tainan di Distrik Guiren, menurut laporan CNA.
Cheng menambahkan bahwa lokasi ini memiliki akses transportasi yang baik serta lahan yang luas. Selain itu, berbagai institusi penelitian seperti Academia Sinica dan Institut Penelitian Teknologi Industri telah mendirikan fasilitas di sekitar area tersebut.
Cheng juga menyebutkan bahwa taman ini masih dalam tahap studi kelayakan, dan masukan dari masyarakat akan dikaji sebelum ditindaklanjuti.

(foto:Tainan Bureau of Economic Development)
Computex akan Dibuka di Taipei pada Mei
Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan (TAITRA) pada Rabu mengumumkan bahwa acara empat hari ini akan berfokus pada tiga tema utama, yaitu kecerdasan buatan (AI) dan robotika, teknologi generasi mendatang, serta mobilitas masa depan, menurut laporan CNA. Acara ini juga akan menghadirkan zona baru, termasuk layanan AI dan produk gaming.
Tahun lalu, Computex menarik lebih dari 1.000 peserta pameran serta lebih dari 80.000 pakar teknologi, startup, dan perwakilan media dari Jepang, AS, dan berbagai negara lainnya. TAITRA menyatakan bahwa tahun ini mereka menargetkan hampir 1.400 peserta pameran.
Para peserta pameran tahun ini mencakup perusahaan teknologi besar asal Taiwan, termasuk raksasa elektronik Foxconn dan produsen server Pegatron. Produsen elektronik seperti Asus, MSI, dan Gigabyte juga akan memamerkan produk terbaru mereka.
Selain Computex, pameran startup Innovex juga akan kembali digelar. Tahun lalu, platform ini menarik 400 startup dan menghubungkan mereka dengan investor serta pasar baru.
Selain itu, pendiri Nvidia Jensen Huang (黃仁勳) bulan lalu mengonfirmasi bahwa ia akan kembali ke Taiwan untuk menghadiri Computex. Tahun lalu, CEO kelahiran Tainan ini berbicara di depan lebih dari 6.500 peserta dalam pidato utamanya, di mana ia memaparkan perkembangan AI terbaru Nvidia, termasuk layanan mikro Nvidia NIM dan laptop bertenaga AI terbaru.
Pameran ini akan berlangsung pada 20-23 Mei di Taipei Nangang Exhibition Center.

(foto: CNA)
Kapten Bisbol Taiwan Chen Chieh-hsien Menjadi Brand Ambassador TECO! Diperkirakan Meningkatkan Bisnis AC Sebesar 30-40%
Grup Bisnis AC dan kehidupan cerdas TECO pada 6 Februari lalu menggelar acara "Peluncuran dan Pertemuan Brand Ambassador 2025" dengan mengundang pahlawan nasional baru, Kapten Bisbol Taiwan Chen Chieh-hsien, sebagai brand ambassador tahun ini. General Manager TECO, Peng Ji-tseng, menyatakan bahwa kehadiran brand ambassador ini diperkirakan akan mendorong pertumbuhan bisnis AC TECO sebesar 30-40%.
Ketua TECO, Li Ming-hsien, mengatakan bahwa kerja sama ini adalah kolaborasi kuat antara dua kekuatan besar. Sama seperti Chen Chieh-hsien yang memimpin tim bisbol nasional Taiwan meraih juara dalam turnamen WBSC Premier12, TECO juga unggul dengan teknologi penelitian dan pengembangan mandiri serta produksi lokalnya. Dengan efisiensi energi yang melebihi merek internasional, TECO kini bergabung dalam "Team Taiwan", menghadirkan produk AC dan peralatan rumah tangga yang paling hemat energi dan cerdas untuk melindungi setiap rumah tangga di Taiwan.
Chen Chieh-hsien mengungkapkan bahwa selama ini ia memilih peralatan rumah tangga hanya berdasarkan tampilan luarnya. Ia sempat memiliki anggapan bahwa produk luar negeri lebih unggul, tetapi setelah lebih memahami, ia menyadari bahwa merek Taiwan tidak kalah bersaing dengan merek internasional.
Mengenai ekspansi ke luar negeri, GM TECO Peng Ji-tseng mengungkapkan bahwa TECO saat ini memiliki basis produksi di Amerika Serikat, Tiongkok, Meksiko, dan Asia Tenggara. Menanggapi kebijakan tarif tambahan yang diterapkan oleh Donald Trump terhadap produk dari Meksiko, Peng Ji-tseng menjelaskan bahwa karena pabrik di Meksiko baru saja mulai beroperasi, kapasitas produksinya masih terbatas. Oleh karena itu, TECO dapat dengan fleksibel memindahkan produksi ke basis produksinya yang lain jika diperlukan.
Peng Ji-tseng juga menambahkan bahwa TECO akan lebih fokus pada Asia Tenggara sebagai pusat produksi global mereka. Permintaan terhadap sistem pendingin udara di Asia Tenggara terus meningkat, baik untuk sektor bisnis maupun industri. Banyak gedung yang membutuhkan pembaruan peralatan lama dan permintaan akan sistem pendingin semakin berkembang pesat.
CEO TECO, Li Ming-hsien, mengungkapkan bahwa saat ini 53% bisnis TECO berasal dari Taiwan, sementara 47% berasal dari luar negeri. Target mereka dalam 2-3 tahun ke depan adalah mencapai komposisi yang seimbang, yakni 50:50. Meskipun hanya membutuhkan kenaikan 3%, mereka berencana untuk mengalokasikan lebih banyak sumber daya dan melihat potensi pertumbuhan di pasar Amerika Serikat, terutama dalam sektor infrastruktur dan pusat data. Selain itu, TECO juga berencana memperkuat kehadirannya di Eropa dan Timur Tengah.
Sebagai duta merek, Chen Chieh-hsien akan mewakili empat lini produk TECO, yaitu AC, peralatan pembersih, layar elektronik, dan peralatan dapur.

(foto:TechNews)
Pokémon GO Tour Pertama Kali Hadir di Taiwan, Chunghwa Telecom Hadirkan Pokémon Gym dan PokéStop
Acara offline "Pokémon GO Tour", yang dinantikan oleh para pelatih Pokémon di seluruh dunia, untuk pertama kalinya akan hadir di Taiwan. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 23 Februari di New Taipei Metropolitan Park.
Untuk menarik lebih banyak perhatian pengguna, Chunghwa Telecom mengumumkan bahwa mulai hari ini, mereka akan memasang Pokemon Gym dan PokéStop di 205 gerai mereka. Dengan demikian, masyarakat yang datang untuk mengurus layanan telekomunikasi juga dapat menikmati keseruan berburu Pokémon.
Ke depannya, Chunghwa Telecom berencana memperluas fitur ini ke seluruh gerainya di Taiwan serta menyelenggarakan Raid Battle dan berbagai event lainnya secara berkala, guna meningkatkan pengalaman bermain yang lebih eksploratif dan menantang, serta memperluas peluang bisnis dalam industri game mobile.
Chunghwa Telecom menyatakan bahwa melalui kerja sama ini, mereka ingin menunjukkan bagaimana hiburan digital berbasis 5G dapat berpadu dengan aktivitas luar ruangan. Selain itu, mereka berharap dapat mempromosikan budaya dan pariwisata Taiwan melalui acara game ini, sehingga gim internasional dapat lebih terintegrasi dengan budaya lokal.
Sementara itu, acara "Pokémon GO Tour" setiap tahunnya menarik puluhan ribu pelatih Pokémon untuk berpartisipasi. Tahun ini, acara utama akan digelar di New Taipei Metropolitan Park pada 21-23 Februari. Sebagai bagian dari kontribusinya, Chunghwa Telecom sebelumnya telah mengadakan giveaway tiket masuk acara, di mana 200 tiket dibagikan kepada pelanggan melalui undian survei. Selain itu, selama "Pokémon GO Tour: Unova– New Taipei City", Chunghwa Telecom akan membuka stan di lokasi acara untuk membagikan merchandise eksklusif kepada para pelatih yang ikut meramaikan acara ini.

(foto: TechNews)
Pemakaman Ramah Lingkungan Barbie Hsu dengan Penguburan Pohon di Taipei
Pemakaman aktris Barbie Hsu (徐熙媛) menggunakan layanan ramah lingkungan, dengan penguburan pohon sebagai tempat peristirahatan terakhirnya.
Menurut Taipei Mortuary Services Office, jenis pemakaman ini mengharuskan abu kremasi dihancurkan sampai halus dan ditempatkan di dekat akar pohon agar mineral dalam abu dapat terserap ke dalam tanah, dilansir dari CNA.
Dua area utama untuk penguburan pohon terletak di dalam Pemakaman Fude Taipei. Ketika suatu area sudah penuh, akan diberlakukan masa pemeliharaan selama dua tahun, di mana petugas akan menyemprotkan bakteri pelarut fosfat, bersama dengan tanah yang dibudidayakan untuk memastikan dekomposisi abu.
Taipei Mortuary Services Office mengatakan bahwa pemakaman ramah lingkungan memungkinkan jenazah kembali ke bumi secara alami. Taipei mulai melakukan uji coba pemakaman pohon pada tahun 2003, dan sejak itu telah menyelesaikan 64.000 pemakaman, dengan sekitar 800 permohonan setiap bulan.
Guru sains Lee Xing (李行) menjelaskan bahwa ketika abu bersentuhan dengan hujan asam, abu dapat membentuk kalsium karbonat yang tidak larut dalam air. Oleh karena itu, penyemprotan bakteri pelarut fosfat diperlukan untuk mengubah abu menjadi senyawa yang mengandung nitrogen, yang dapat diserap dan digunakan kembali oleh tanaman.
![]()
(foto: Wikipedia)
SOSOK
Wang Wen-chih: Merajut Kenangan dan Harapan Lewat Anyaman Bambu Ramah Lingkungan
Wang Wen-chih (王文志) adalah seorang seniman instalasi yang peduli terhadap lingkungan dan bekerja terutama dengan bambu dari kampung halamannya di Meishan, Kabupaten Chiayi. Seniman ternama ini, yang mewakili Taiwan di Venice Biennale 2001, menggunakan seninya untuk mempromosikan keberlanjutan dan mempererat hubungan komunitas.
Wang Wen-chih mengungkit alasan ia menggunakan bambu. Sebagai pelajar jurusan seni, setelah lulus dari kuliah kemudian melanjutkan studi di Prancis selama bertahun-tahun. Dalam lubuk hatinya, estetika barat senantiasa memberikannya keterasingan yang sulit diatasi. Hingga tahun 1993, sekembalinya dari Eropa ke Taiwan, ia memutuskan kembali ke kampung halamannya di Chiayi untuk mencari jawaban.
Prinsip-prinsip utama dalam karyanya berakar pada pengalaman masa kecilnya saat tumbuh di hutan Chiayi dan menebang kayu bersama saudara-saudaranya. Hal ini menggambarkan kembali gaya hidup komunal yang pernah menjadi ciri khas masyarakat Taiwan di masa lalu yang lebih sederhana.
Ia cenderung memilih bambu moso yang berdiameter lebih tebal dan lebih keras, kemudian menggunakan bambu Makino (spesies Phyllostachys makinoi), dianyam secara tidak beraturan, atau dianyam dengan “susunan rapi” dan rapat.
Wang pernah diundang sebagai seniman residensi dalam setiap edisi Setouchi Triennale sejak festival tersebut pertama kali diadakan pada tahun 2010. Tahun ini, karyanya yang berjudul "Love in Shodoshima (小豆島之戀)" merupakan hasil kolaborasi antara penduduk Pulau Shōdo, relawan dari Chiayi di Taiwan selatan, serta studio seni bambu asal Australia, Cave Urban. Karya ini mencerminkan tujuan festival untuk mengubah Laut Pedalaman Seto menjadi "Laut Harapan" dengan mengembalikan vitalitas laut tersebut.
Wang juga menjadi subjek dalam film dokumenter tahun 2014 karya sutradara Taiwan, Singing Chen (陳芯宜). Film berjudul "Mountain Spirits (山靈)" ini menelusuri perjalanan artistik Wang saat ia menciptakan instalasi berskala besar dari bahan-bahan organik. Sutradara mengikuti Wang saat ia bekerja dengan bambu, rotan, dan kayu, merefleksikan kenangan masa kecilnya di pegunungan untuk menciptakan instalasi yang menenangkan, menyerupai lukisan pemandangan alam.
Meskipun karya anyaman Wang akan dibongkar setelah beberapa waktu, ia merasa bahwa kenangan dari karya-karya yang sementara ini jauh lebih bermakna daripada mempertahankan keberadaannya selamanya. Selain itu, instalasi ramah lingkungannya digunakan untuk menyuburkan tanah setelah dibongkar.

(foto: Shopping Design)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
