History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Humantek 020125: Anjing Liar di Taiwan Tengah Dilatih untuk Menemani Lansia

  • 02 January, 2025
Humantek - RtiFM Online Kamis

Kabinet Perkenalkan Kredit Pajak Investasi untuk AI dan Emisi Karbon

Yuan Eksekutif Taiwan telah menyetujui usulan perubahan Statuta Inovasi Industri, memperkenalkan kredit pajak untuk investasi dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pengurangan emisi karbon pada 19 Desember 2024. Perubahan ini bertujuan untuk mendorong lebih banyak perusahaan mengadopsi teknologi canggih dan mencapai target nol emisi global pada tahun 2025.

Saat ini, investasi sebesar NT$1 juta hingga NT$1 miliar dalam mesin pintar, teknologi seluler 5G, produk keamanan siber, serta perangkat lunak dan perangkat keras memenuhi syarat untuk kredit pajak. Kredit ini berupa potongan pajak 5% selama satu tahun atau 3% per tahun selama tiga tahun. Dengan perubahan ini, investasi dalam teknologi AI dan pengurangan karbon juga akan mendapatkan manfaat pajak serupa.

Batas maksimum investasi yang mendapatkan kredit pajak dinaikkan menjadi NT$1,8 miliar, untuk membantu perusahaan beralih ke peralatan berbasis AI dan meningkatkan efisiensi karbon. Selain itu, masa berlaku insentif ini, yang awalnya berakhir pada 31 Desember 2024, akan diperpanjang hingga 31 Desember 2029.

Bagi startup inovatif, perubahan lain memperluas cakupan investor yang berhak mendapatkan kredit pajak, termasuk perusahaan berusia 2 hingga 5 tahun dengan investasi lebih dari NT$500.000. Langkah ini bertujuan mendukung pertumbuhan bisnis baru yang berbasis teknologi.

Untuk melindungi teknologi utama Taiwan, investasi luar negeri yang melebihi NT$3 miliar atau di sektor tertentu seperti serat karbon militer, teknologi satelit, dan semikonduktor harus mendapat izin pemerintah terlebih dahulu. Investor yang tidak mematuhi aturan ini bisa dikenai denda antara NT$50.000 hingga NT$10 juta. Semua perubahan ini akan berlaku setelah disetujui oleh legislatif.

 

Anjing Liar di Taiwan Tengah Dilatih untuk Menemani Lansia

Rumah Sakit Changhua melatih tiga anjing liar untuk menemani para lansia di panti jompo miliknya.

Lin Po-ju (林伯儒), pekerja sosial dari departemen perawatan jangka panjang rumah sakit tersebut, mengatakan bahwa penelitian menunjukkan hewan peliharaan dapat memberikan kenyamanan emosional, dan terapi berbantuan hewan mampu memberikan stimulasi tambahan bagi para lansia, seperti dilaporkan oleh CNA. Anjing-anjing tersebut meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental para lansia melalui interaksi seperti berpelukan dan melakukan trik seperti berbaring.

Setelah melalui evaluasi yang cermat, anjing-anjing ini dibersihkan, didesinfeksi, dan diperkenalkan ke panti jompo. Mereka kini menjadi teman dekat bagi para penghuni, kata Lin.

Pelatih Chih Ming-shan (紀名珊) menyebutkan bahwa anjing-anjing ini dipilih dan dilatih karena memiliki perilaku yang stabil. Interaksi mereka dengan para lansia telah meningkatkan suasana hati, fungsi kognitif, dan rehabilitasi fisik.

Studi menunjukkan bahwa terapi berbantuan hewan memiliki dampak fisiologis yang signifikan. Ketika seseorang berinteraksi dengan hewan peliharaan, seperti membelai dengan lembut atau berbicara, tekanan darah mereka turun secara signifikan, yang mendorong relaksasi, menurut Yayasan John Tung.

Efek "Pet Effect," yang dijelaskan oleh Mental Health America, menyoroti hubungan saling menguntungkan antara manusia dan hewan. Sebuah survei tahun 2016 oleh Human Animal Bond Research Institute menemukan bahwa hampir 75% responden percaya hewan peliharaan mereka berdampak positif pada kesehatan mental keluarga mereka.

Penelitian juga menunjukkan bahwa interaksi dengan anjing kecil secara signifikan dapat meningkatkan kualitas hidup individu dengan demensia. Interaksi ini memberikan stimulasi sensorik yang berharga, meningkatkan keterlibatan sosial, dan memperkuat harga diri.

(foto: RS Changhua)

CSE akan Dorong Kerja Sama Industri-Akademisi di Tengah Masalah Kekurangan Pelaut

China Steel Express Cooperation (CSE) akan meningkatkan kerja sama antara industri dan akademisi untuk merekrut lebih banyak pelaut Taiwan, menurut pejabat perusahaan yang berbasis di Kaohsiung tersebut.Hal tersebut disampaikan Manajer Senior CSE, Hsu Hsing-lung (徐興隆) saat menerima wawancara CNA Senin (16/12), seiringan dengan prediksi International Chamber of Shipping (ICS) bahwa dunia akan kekurangan 90.000 pelaut pada 2026.

Ia menjelaskan bahwa kekurangan pelaut global dipengaruhi perang Rusia-Ukraina, karena kedua negara tersebut menyumbang sekitar 15 persen tenaga pelaut dunia.

Hsu menambahkan bahwa meskipun gaji pelaut lebih tinggi dibandingkan pekerjaan di darat, jumlah lulusan yang tertarik berkarier di laut sangat rendah, hal ini juga terjadi di negara-negara maju di Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan Singapura.

Saat ini, ujarnya, CSE memiliki 21 kapal dengan 80 persen awak kapal berasal dari Taiwan, lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain yang berkisar pada 20-30 persen.

Tren kekurangan pekerja juga terlihat di Taiwan, yang hanya memiliki tiga perguruan tinggi maritim, yaitu National Taiwan Ocean University, Taipei University of Marine Technology, dan National Kaohsiung University of Science and Technology, yang lulusannya mencakup 80-90 persen dari seluruh pelaut Taiwan, ujar Hsu.

Lebih lanjut lagi, Hsu menyatakan bahwa jumlah lulusan per tahun dari tiga universitas ini sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan Evergreen Marine Corp., Wan Hai Lines Ltd., dan YangMing Marine Transport Corp., perusahaan pelayaran yang terus membangun kapal.

Ia menambahkan bahwa CSE, telah menyediakan beasiswa dan program magang di kapal guna menarik minat mahasiswa maritim.

Lulusan program ini berpeluang meraih gaji awal sebesar NT$140.000 (Rp69,251 juta) sampai NT$160.000 per bulan, dengan potensi menjadi kapten pada usia 36-37 tahun dengan gaji NT$260.000–NT$340.000, ujar Hsu.

Hsu mengatakan bahwa ia berharap kerja sama industri dan akademisi ini dapat melahirkan tenaga profesional maritim berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan industri pelayaran di masa depan.

(Sumber Foto : China Steel Express Cooperation)

(foto: CSE)

Infineon Buka Kantor di Kaohsiung, Perkuat Hubungan dengan Pemasok IC Taiwan

Infineon Technologies AG, sebuah pemasok semikonduktor berbasis di Jerman, baru-baru ini membuka kantor di Kaohsiung dalam upaya untuk memperkuat hubungannya dengan rantai pasokan sirkuit terpadu (IC) Taiwan.

Dalam sebuah pernyataan, Infineon mengatakan bahwa operasi kantornya di Kaohsiung akan berfokus pada pembentukan kemitraan dengan pemasok layanan perakitan dan pengujian IC Taiwan dengan mengalihdayakan bisnis kepada mereka, dan melalui hubungan yang erat ini, mendorong inovasi, efisiensi produksi dan mengejar kualitas produk yang lebih tinggi.

Infineon menyatakan bahwa kantor Kaohsiung terletak di Koridor Semikonduktor Selatan, pusat bagi banyak perusahaan semikonduktor. Lokasi ini diharapkan mendorong karyawan untuk berkolaborasi dan memperluas jaringan dengan perusahaan perakitan dan pengujian IC di Taiwan.

Infineon menambahkan bahwa mereka akan memperkenalkan lebih banyak bisnis pengemasan dan pengujian IC kepada pemasoknya di Taiwan di masa depan karena negara tersebut adalah kluster produksi semikonduktor global teratas dan berfungsi sebagai basis alih daya yang penting bagi perusahaan tersebut.

Sejak tahun 1999, ketika Infineon pertama kali memasuki pasar Taiwan, perusahaan tersebut telah menjalin hubungan bisnis yang erat dengan Kaohsiung sehingga keberadaan kantor Kaohsiung diharapkan dapat memungkinkan perusahaan untuk bekerja sama dengan mitra lokalnya untuk mendorong peningkatan teknologi semikonduktor, dengan fokus pada promosi pengembangan produk karbon rendah dan aplikasi kecerdasan buatan.

Walikota Kaohsiung Chen Chi-mai (tengah) berpose dengan pejabat Infineon di upacara pemotongan pita perusahaan pada hari Rabu. (Sumber Foto : CNA, 18 Desember, 2024)

(foto: CNA)

Lily Yeh Jan, Pakar Saraf Taiwan-Amerika

Lily Yeh Jan (lahir 20 Januari 1947) adalah seorang ahli saraf Taiwan-Amerika dan profesor di University of California, San Francisco (UCSF). Ia bekerja bersama suaminya, Yuh Nung Jan, di Jan Lab. Lahir di Fuzhou, Tiongkok, keluarganya pindah ke Taiwan pada tahun 1949. Ia tumbuh besar di Taipei dan menunjukkan minat awal pada fisika, terinspirasi oleh fisikawan terkenal seperti Tsung Dao Lee dan Chen Ning Yang. Setelah lulus dari National Taiwan University dengan gelar di bidang fisika, Lily beralih ke biologi selama studi pascasarjana di Caltech, terinspirasi oleh pembimbingnya Max Delbrück.

Setelah menyelesaikan Ph.D. pada tahun 1974, Lily melanjutkan penelitian postdoktoral di Caltech dan Harvard Medical School. Bersama Yuh Nung, mereka memulai penelitian kolaboratif tentang neurofisiologi menggunakan larva lalat Drosophila. Salah satu pencapaian awal mereka adalah penelitian terkait mutasi gen Shaker, yang membuka jalan bagi studi tentang saluran ion kalium. Pada tahun 1979, mereka bergabung dengan UCSF sebagai asisten profesor dan memimpin penelitian tentang kloning saluran Shaker serta perkembangan saraf, termasuk gen penting seperti cut, numb, dan atonal.

Laboratorium Jan dibagi menjadi dua kelompok sejak tahun 1994: Lily memimpin studi tentang fungsi saluran ion, sementara Yuh Nung fokus pada morfogenesis dendrit. Penelitian mereka memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman neurogenesis dan spesifikasi nasib sel. Keberhasilan mereka diakui dengan penunjukan sebagai peneliti di Howard Hughes Medical Institute pada tahun 1984.

Lily dan Yuh Nung menikah pada tahun 1971 dan memiliki dua anak: Emily Huan-Ching Jan (lahir 1977) dan Max Huang-Wen Jan (lahir 1984). Mereka membagi waktu antara penelitian dan keluarga, memastikan salah satu dari mereka selalu berada di rumah bersama anak-anak. Di luar pekerjaan, pasangan ini menikmati aktivitas mendaki dan eksplorasi alam. Salah satu momen berharga mereka adalah melihat Gunung Everest bersama dari base camp di Tibet pada tahun 2011.

Karier mereka dipenuhi kolaborasi ilmiah yang erat dan penghargaan atas kontribusi signifikan mereka di bidang ilmu saraf. Hingga saat ini, penelitian di Jan Lab terus memengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan, baik dalam studi saluran ion maupun perkembangan sistem saraf.

1907. Prof. Lily Yeh Ja 葉公杼教授| History of Taiwanese American (T.A.  Archives) 台美史料中心

(foto: Taiwaneseamericanhistory)

Penyiar

Komentar