History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Humantek 211124: NTUH-RS Dr. Cipto Mangunkusumo Perluas Kerja Sama di Bidang Bedah Saraf

  • 21 November, 2024
Humantek - RtiFM Online Kamis

Hati-hati Penipuan Berkedok NCC

Komisi Komunikasi Nasional (NCC) pada Senin (11/11) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap sindikat penipuan yang mengatasnamakan lembaganya. NCC menyatakan telah menerima laporan tentang aksi sindikat yang mencoba menipu warga melalui telepon. Salah satu modusnya adalah mengklaim bahwa nomor telepon korban akan segera dihentikan, dengan disertai ancaman bahwa masalah ini telah melibatkan kepolisian.

Dalam laporannya, NCC menjelaskan bahwa sindikat tersebut meminta warga memeriksa data pribadi mereka. NCC menegaskan bahwa ini adalah modus penipuan telepon. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya, tidak memberikan data pribadi, dan tidak menyerahkan harta benda kepada pihak-pihak yang mencurigakan.

Sebagai langkah antisipasi, NCC menambahkan pesan peringatan di hotline bebas pulsa mereka. Ketika masyarakat menghubungi saluran tersebut, mereka akan mendengar peringatan suara sebelum panggilan tersambung. Selain itu, situs resmi NCC juga menyertakan peringatan dengan tulisan merah yang menegaskan bahwa NCC tidak akan menghubungi masyarakat secara langsung untuk meminta data pribadi.

NCC mengimbau masyarakat yang menerima panggilan atau pesan mencurigakan agar segera menghubungi saluran Hotline Anti-Penipuan di nomor 165. Hal ini bertujuan untuk memverifikasi kebenaran informasi yang diterima dan menghindari menjadi korban penipuan.

Seorang pejabat NCC menambahkan bahwa pihaknya telah menerima beberapa laporan terkait kasus ini. Dengan adanya berbagai langkah pencegahan, NCC berharap masyarakat dapat lebih waspada dan terlindungi dari modus penipuan telekomunikasi yang terus berkembang.

遭詐騙集團冒名NCC:不會主動以電話洽詢民眾個資

Taiwan Harus Pertahankan Posisi Sebagai Pemimpin di Industri Semikonduktor

Sekelompok pakar baru-baru ini mendesak Taiwan untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin dunia dalam industri semikonduktor, mengingat perang chip antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang diperkirakan akan terus berlangsung. Li Da-jung (李大中), Direktur Institut Pascasarjana Studi Urusan Internasional dan Strategis di Universitas Tamkang, mengatakan dalam sebuah seminar di Taipei bahwa hubungan antara kedua kekuatan besar tersebut akan tetap konfrontatif, terlepas dari siapa presiden AS berikutnya.

Dalam acara yang sama, Lin Ying-yu (林穎佑) selaku Asisten Profesor di Universitas Tamkang, menyoroti bahwa meskipun Tiongkok meningkatkan industri semikonduktornya, butuh waktu lama bagi mereka untuk menyamai AS dalam pengembangan cip canggih. Ia menambahkan bahwa ada ketidakpastian mengenai apakah pemerintah Tiongkok akan terus memberikan subsidi besar untuk sektor tersebut, sehingga hal ini membuka lebih banyak peluang bagi bisnis semikonduktor Taiwan.

James Yang (楊健盟), pendiri MICROIP, menyampaikan bahwa ekosistem semikonduktor Taiwan telah berkembang pesat selama 40 tahun terakhir, sehingga sulit untuk digantikan dalam waktu dekat. Keunggulan Taiwan, menurutnya, tidak hanya berasal dari beberapa perusahaan besar, tetapi juga dari kluster industri yang terpusat di Hsinchu Science Park. Ekosistem ini didukung oleh sumber daya manusia unggul dari institusi seperti National Tsing Hua University, National Yang Ming Chiao Tung University, dan Industrial Technology Research Institute.

James Yang menekankan pentingnya Taiwan menjaga daya saing industri semikonduktornya di tengah tantangan geopolitik dan perang cip AS-Tiongkok. Di tengah persaingan global untuk membangun industri semikonduktor, sektor publik dan swasta Taiwan perlu bersinergi untuk mempertahankan keunggulan, terutama dalam memastikan ketersediaan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

(foto: Peopo)

NTUH-RSCM Perluas Kerjasama di Bidang Bedah Saraf

RS National Taiwan University (NTUH) baru-baru ini mengadakan perayaan untuk merayakan sepuluh tahun kerja sama mereka dengan RS Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sejak menjalin hubungan pertukaran resmi pada 2014, NTUH dan RSCM telah melakukan berbagai kegiatan kolaboratif, termasuk mengirimkan 78 tenaga medis RSCM untuk mengikuti pelatihan klinis lanjutan di NTUH. Selain itu, NTUH juga rutin mengirimkan tim medis untuk mengadakan seminar akademis di RSCM, mempererat komunikasi antara kedua pihak.

Tahun ini, NTUH memperluas fokus kerja sama mereka ke bidang bedah saraf. Dokter bedah saraf RSCM datang ke NTUH untuk mengikuti pelatihan delapan bulan dengan biaya sendiri, mendalami prosedur bedah minimal invasif otak, hipofisis, serta bedah dasar tengkorak dan tulang belakang. Dalam pelatihan ini, para dokter juga mempelajari teknologi medis canggih, seperti pencitraan MRI intraoperatif dan sistem navigasi, yang meningkatkan akurasi dalam melakukan bedah saraf kompleks.

Pada Oktober lalu, NTUH dan RSCM menandatangani kontrak kerja sama konkret di bidang bedah saraf. Sebagai langkah awal, beberapa dokter bedah saraf NTUH, yaitu Huang Po-hao, Chou Sheng-che, dan Tsuang Fon-yih, mengunjungi RSCM untuk berpartisipasi dalam diskusi kasus, pemeriksaan, dan bedah, serta memberikan bimbingan medis secara berkelanjutan hingga 24 November. Untuk memfasilitasi pertukaran keterampilan yang lebih mendalam, RSCM mengajukan izin praktik sementara agar dokter-dokter NTUH dapat melakukan demonstrasi bedah langsung di Indonesia.

Sebelumnya, karena batasan peraturan, dokter-dokter yang dilatih di NTUH hanya dapat melakukan observasi tanpa terlibat langsung dalam prosedur bedah. Dengan adanya izin praktik sementara ini, pertukaran keterampilan menjadi lebih efektif, memungkinkan demonstrasi bedah yang lebih langsung dan bermanfaat bagi dokter muda. Huang Po-hao, salah satu dokter NTUH yang terlibat dalam pertukaran, menilai bahwa demonstrasi bedah adalah metode pengajaran yang paling langsung dan dapat memberikan manfaat lebih bagi dokter Indonesia.

NTUH juga mengundang Presiden Taiwan Neurosurgical Society, Shen Chiung-Chyi, untuk bergabung dalam kunjungan ke RSCM guna memperdalam kerja sama di bidang bedah saraf antara kedua belah pihak. NTUH menyatakan bahwa pada 2025, RSCM akan mengirimkan dua dokter bedah saraf lagi untuk mengikuti pelatihan di NTUH, sementara kedua rumah sakit akan terus memperluas bidang pertukaran dan berbagi hasil penelitian serta teknologi medis canggih dalam bidang bedah saraf. Taiwan Neurosurgical Society juga akan turut mempromosikan pelatihan dan pertukaran tenaga medis antara Taiwan dan Indonesia.

20241111臺大醫院與印尼國家級轉診醫院攜手十年 於印尼Live Demo神經外科手術-臺大醫院與印尼RSCM簽署神經外科的交流合作合約

(foto: NTUH)

Flu Meningkat Sepanjang Awal November

Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan melaporkan bahwa sejak awal Oktober hingga Senin (12/11), tercatat 202 kasus flu berat dengan 26 kematian, angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir untuk periode yang sama. Wakil Direktur Pusat Intelijen Epidemi CDC, Lee Chia-lin, menjelaskan bahwa sebagian besar kasus flu berat disebabkan oleh virus H1N1, sebanyak 190 kasus, diikuti oleh H3N2 (delapan kasus), beberapa kasus tipe A yang belum diklasifikasikan, serta tipe B. Semua pasien yang meninggal tidak menerima vaksin flu musim ini.

Dokter CDC, Lin Yung-ching, mengungkapkan bahwa pada November, seorang anak perempuan berusia 5 tahun yang mengalami batuk, pilek, dan demam mendadak kehilangan kesadaran dan mengalami kejang keesokan harinya. Setelah diperiksa, anak tersebut didiagnosis menderita radang otak virus akibat flu H1N1. Berkat pengobatan antivirus, kondisinya perlahan membaik dan ia keluar dari rumah sakit pada hari kelima perawatan.

Lin juga menjelaskan kasus kematian seorang wanita berusia 40-an tahun dari Taiwan tengah yang memiliki riwayat kanker. Pasien ini tidak menerima vaksin flu dan mengalami batuk, dahak, serta sesak napas yang tidak kunjung membaik. Ketika dibawa ke unit gawat darurat, ia demam dengan kadar oksigen rendah, dan pemeriksaan menunjukkan pneumonia pada kedua paru-parunya. Meskipun diberikan obat antivirus, kondisinya memburuk hingga akhirnya meninggal akibat pneumonia dan sindrom gangguan pernapasan akut pada hari ketujuh perawatan.

Juru Bicara CDC, Lo Yi-chun, menegaskan bahwa virus H1N1 saat ini mendominasi dan menimbulkan risiko kematian yang lebih tinggi pada kasus flu berat. Lo memperingatkan bahwa tingginya angka kematian akibat flu berat menunjukkan bahwa wabah ini tidak bisa diabaikan. Meskipun jumlah kunjungan pasien belum mencapai standar epidemi, angka kematian akibat flu berat telah mencapai rekor tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.

Lo juga menganjurkan masyarakat berisiko tinggi, seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis, untuk segera mendapatkan vaksin flu. Hal ini penting untuk mengurangi risiko flu berat dan komplikasi yang dapat berujung pada kematian.

(foto: Canva)
 

GREG YUCHANG TSENG, CEO TAGGED KELAHIRAN TAIWAN

Greg Yuchang Tseng, lahir pada 14 November 1979 di Taipei, Taiwan, adalah seorang pengusaha internet asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai salah satu pendiri dan CEO dari situs jejaring sosial Tagged. Tseng dibesarkan di Washington, Virginia, dan bersekolah di Thomas Jefferson High School for Science and Technology. Selama masa sekolah, ia meraih berbagai penghargaan di bidang matematika dan sains, termasuk peringkat ke-9 dalam kompetisi MathCounts nasional 1993 dan menjadi finalis dalam Westinghouse Science Talent Search 1997. Tseng juga aktif dalam lari maraton dan ultramaraton.

Tseng melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Harvard, di mana ia meraih gelar A.B. dalam bidang Kimia, Fisika, dan Matematika pada tahun 2001. Selama di Harvard, Tseng aktif dalam penelitian nanoteknologi dan ikut menulis artikel ilmiah di jurnal Science. Setelah itu, ia melanjutkan penelitian di Stanford dan MITRE Corporation, terlibat dalam penelitian nanokomputer dan memori berbasis karbon nanotube, yang menjadi dasar bagi perusahaan Nantero.

Pada tahun 1999, Tseng dan teman-temannya meluncurkan flyingchickens.com, sebuah mesin pencari harga buku teks di Harvard, yang kemudian digabungkan dengan Limespot.com dan berkembang menjadi layanan pembelian buku untuk lebih dari 80 kampus. Tseng juga ikut mendirikan Jumpstart Technologies, sebuah inkubator bisnis internet yang mengembangkan situs jejaring sosial seperti hi5. Jumpstart menjadi awal dari perjalanan panjang Tseng di dunia teknologi.

Pada Oktober 2004, Tseng bersama Johann Schleier-Smith mendirikan Tagged, sebuah situs jejaring sosial yang pada awalnya hanya ditujukan untuk remaja. Tseng dan Schleier-Smith berinovasi dengan menciptakan "Tag Buatan Pengguna untuk Jejaring Sosial Online," yang menghasilkan lebih dari 200.000 tag buatan pengguna di Tagged dan memimpin mereka meraih paten AS. Bisnis ini berkembang pesat, dan Tseng menjabat sebagai CEO hingga Juli 2014, memberi arahan untuk startup lainnya di Silicon Valley.

Pada tahun 2007, Tseng mengubah model bisnis Tagged, memperluas audiensnya untuk mencakup orang berusia 13 tahun ke atas dari berbagai negara dan mengembangkan platform tersebut menjadi alat untuk "menemukan orang baru",  yang disebutnya sebagai "penemuan sosial." Langkah ini berhasil mengubah Tagged menjadi salah satu situs jejaring sosial terkemuka di dunia. 

Pada tahun 2007, Tseng mengubah model bisnis Tagged, memperluas audiensnya untuk mencakup orang berusia 13 tahun ke atas dari berbagai negara dan mengembangkan platform tersebut menjadi alat untuk "menemukan orang baru",  yang disebutnya sebagai "penemuan sosial." Langkah ini berhasil mengubah Tagged menjadi salah satu situs jejaring sosial terkemuka di dunia.

(foto: bizjournals.com)


 

Penyiar

Komentar