History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Humantek 141124: Chung Hsin-ling, Aktris Taiwan yang Menembus Batas Stereotip

  • 14 November, 2024
Humantek - RtiFM Online Kamis

Prospek Masa Depan Hubungan Kerja: Bagaimana Pemilik Perusahaan Sebaiknya Memandang Kehidupan “Side Hustle” Karyawan

Kita dapat membayangkan bahwa tren pasar dan pekerjaan pada tahun 2030 akan semakin beragam, fleksibel, terpecah-pecah, dan sangat digital. Kemajuan teknologi AI, percepatan transformasi digital, serta globalisasi akan menghasilkan model dan bentuk pekerjaan baru. Dalam lingkungan semacam ini, bagi pemilik perusahaan, bagaimana cara memandang fenomena "side hustle" karyawan yang bekerja tetap sambil memperoleh penghasilan tambahan? Berikut adalah pandangan dan saran dari sudut pandang seorang pemimpin perusahaan pemasaran Taiwan, Tang Yuan-jun (唐源駿). Pada usia 28 tahun, ia sudah mulai berwirausaha. Di usia 29 tahun, ia mendirikan Get To Utterly Trust (GTUT), yang menyediakan layanan konsultasi merek, media massa, dan pemasaran sosial untuk perusahaan besar di Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan. Ia juga menulis beberapa buku, termasuk Strategi PR untuk Mengatasi Skandal dan Perjalanan Pembentukan Merek dari Nol Hingga Miliaran.

Alasan untuk Mendukung "Side Hustle"

Dari perspektif makro, sebenarnya sebagai pemilik usaha kecil atau menengah, sulit untuk mengubah tren besar ini sendirian. Sistem pekerjaan seumur hidup yang populer di Jepang sudah mulai pudar, dan budaya kerja di Taiwan juga semakin terkena dampak zaman. Karena itu, kita harus melihat sisi positif dari "side hustle" karyawan dari perspektif lain:

 

Memicu Kreativitas dan Hubungan Kreatif

Karyawan yang bekerja di berbagai bidang dapat membawa perspektif yang beragam dan pola pikir inovatif. Pandangan segar di luar kerangka perusahaan ini bisa memperkaya lingkungan internal perusahaan, meningkatkan kreativitas dan kemampuan tim dalam memecahkan masalah.

 

Meningkatkan Keterampilan dan Kepercayaan Diri Karyawan

Pekerjaan sampingan lintas bidang dapat membantu karyawan mengembangkan keterampilan beragam. Meski tampaknya tidak berhubungan langsung dengan bisnis utama perusahaan, akumulasi keterampilan ini bisa memberikan dampak langsung maupun tidak langsung pada perkembangan perusahaan di masa depan. Sebagai contoh, seorang desainer interior yang bekerja sampingan di bidang desain produk kreatif bisa membawa wawasan baru tentang tren desain rumah; atau seorang petugas layanan pelanggan yang melakukan pekerjaan sampingan menulis mungkin bisa berkomunikasi dengan klien VIP dengan lebih manusiawi sekaligus profesional.

 

Mendukung "Side Hustle" Dapat Meningkatkan Kepuasan dan Loyalitas Karyawan

untuk mengeksplorasi dan mengembangkan minat pribadi dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas mereka. Karyawan yang merasa bebas untuk mewujudkan diri cenderung lebih antusias dan termotivasi dalam menyelesaikan tugas-tugasnya, dan tentu saja mereka tidak akan mudah meninggalkan perusahaan.

 

Insentif Jangka Panjang untuk Menarik dan Mempertahankan Talenta

Jika perusahaan dapat menyediakan fleksibilitas untuk bekerja sampingan, hal ini akan sangat menarik bagi para pencari kerja modern dan masa depan. Kebijakan ini akan membantu perusahaan menarik dan mempertahankan talenta-talenta berkualitas yang mencari pengalaman beragam dan fleksibilitas kerja.

 

Menetapkan Kebijakan dan Panduan yang Jelas

Namun, untuk mempertahankan hubungan kerja yang sehat, perlu ada kebijakan pendukung yang tepat agar tercipta situasi saling menguntungkan bagi perusahaan, karyawan, dan klien. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan kebijakan “side hustle”:

  • Menyusun Kebijakan Khusus Terkait "Side Hustle"
    Perusahaan perlu membuat kebijakan yang merinci ruang lingkup pekerjaan sampingan, termasuk aktivitas apa saja yang perlu dilaporkan dan disetujui, seperti pekerjaan freelance, paruh waktu, atau bahkan usaha pribadi. Selain itu, buatlah proses pengajuan yang sederhana dan transparan agar karyawan dapat mengajukan permohonan secara terbuka tanpa sembunyi-sembunyi. Dengan mendeskripsikan jenis pekerjaan sampingan, perusahaan dapat mengevaluasi potensi manfaatnya serta mengidentifikasi potensi konflik.
  • Manajemen Konflik Kepentingan
    Jika pekerjaan sampingan seorang karyawan bertentangan dengan kepentingan perusahaan, misalnya, jika pekerjaannya bersaing langsung dengan bisnis perusahaan atau menggunakan sumber daya atau waktu perusahaan, maka ini perlu dikelola dengan baik untuk mengurangi masalah dalam hubungan kerja.
  • Fleksibilitas Jam Kerja
    Perusahaan juga dapat memberikan opsi jam kerja fleksibel atau kerja jarak jauh, memungkinkan karyawan mengatur waktu dan format kerja mereka secara lebih bebas untuk menyeimbangkan pekerjaan utama dan "side hustle" mereka. Evaluasi kinerja berbasis hasil konkret, bukan durasi waktu di kantor, akan mendorong karyawan menyelesaikan pekerjaan utama secara efisien sehingga mereka memiliki waktu untuk pekerjaan sampingan.
  • Kerahasiaan Informasi dan Keamanan Data
    Dalam membuka kebijakan “side hustle,” perusahaan juga perlu melindungi kerahasiaan informasi dan keamanan data. Kebijakan harus mencakup persyaratan kerahasiaan dan perjanjian non-disclosure dengan karyawan untuk memastikan data dan informasi perusahaan tetap aman, serta memperingatkan karyawan bahwa informasi perusahaan atau klien tidak boleh digunakan dalam pekerjaan sampingan.

 

Memandang Masa Depan Sumber Daya Manusia

Membayangkan visi pasar pada tahun 2030, pengusaha sebaiknya mengadopsi pendekatan yang terbuka dan mendukung “side hustle” karyawan dari perspektif berorientasi manusia. Ini tidak hanya membantu memicu inovasi dan kreativitas, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri karyawan, kepuasan kerja, dan loyalitas mereka. Dalam jangka panjang, kebijakan ini juga akan membantu perusahaan menarik dan mempertahankan talenta berkualitas.

Perusahaan juga perlu menetapkan kebijakan yang jelas, menyediakan sistem dan sumber daya, membuka saluran komunikasi, serta membangun budaya perusahaan yang mendukung. Dengan kerangka kerja ini, karyawan dapat mengeksplorasi minat pribadi dan mengembangkan keterampilan baru dengan nyaman, bahkan memperoleh keamanan finansial, sementara perusahaan juga dapat terus merasakan manfaat dari peningkatan talenta karyawan dan menuju masa depan yang sukses bersama.

(Foto: Canva)

Pusat Komputasi AI Dibuka Akhir Tahun! Xiangyao Siapkan 32 Unit H200 untuk Produksi Film AI oleh Perusahaan Ternama

Pada bulan Juli tahun ini, Enlight mengumumkan pendirian pusat komputasi AI "Enlight AICC" dan aktif melaksanakan tahap pertama pembangunan pusat komputasi tersebut. Saat ini, instalasi dasar seperti ruang server dengan pendingin air telah selesai, dan segera akan dilaksanakan pemasangan perangkat GPU NVIDIA H200. Diharapkan pada akhir tahun, 32 server ini akan melalui uji coba dan mulai dioperasikan, bekerja sama dengan perusahaan ternama untuk produksi film AI.

CEO Enlight Lin Yi-shan (林以山) mengatakan, saat ini, AICC memiliki tiga unit bisnis utama, termasuk pengembangan komputasi AI, layanan manufaktur opto elektronika, dan e-commerce. AICC juga menyediakan komputasi cloud, mencakup penyewaan daya komputasi, hosting server, dan layanan lainnya, serta menyediakan layanan yang disesuaikan. AICC juga menyediakan solusi sesuai kebutuhan klien, agar mereka dapat memperoleh komputasi AI yang dibutuhkan dengan lebih efisien, menurunkan biaya, dan menyederhanakan proses pemeliharaan.

CEO Enlight Lin Yi-shan menjelaskan bahwa Enlight membangun pusat komputasi AI dengan 32 server NVIDIA H200 dan berencana menyelesaikan uji coba pada akhir Desember.
Mereka telah bekerja sama dengan perusahaan di berbagai bidang seperti keuangan, pemasaran, perfilman, medis, pemerintahan, dan universitas. Dalam industri perfilman, Enlight bekerja sama dengan perusahaan Bulky Animation Studio untuk membangun pusat teknologi audio-visual AI yang mencakup pengembangan film, musik, animasi, serial, game, dan hiburan berbasis teknologi AI.


Lin Yi-shan menambahkan bahwa saat ini permintaan komputasi AI di Taiwan sangat tinggi. Enlight juga akan mengumumkan lebih banyak mitra kerja sama dari berbagai bidang dan sudah bermitra dengan perusahaan Jepang. Selain itu, Enlight sedang berdiskusi dengan lembaga penelitian untuk kolaborasi komputasi, dengan harapan bisa menjadi bagian dari tim internasional, serta membangun ekosistem komputasi yang efisien, cerdas, dan ramah lingkungan.

Dalam prospek operasional tiga bisnis utama, Lin Yi-shan menyatakan bahwa pesanan panel sentuh mulai stabil, dan e-commerce terus mengalami perbaikan, yang berkontribusi dalam mengurangi kerugian secara bertahap. Namun, biaya yang dikeluarkan untuk pusat komputasi AI masih cukup tinggi, dengan target mencapai BEP pada kuartal kedua tahun 2025.

(foto: Canva)
 

Chung Hsin-ling: Aktris Taiwan yang Menembus Batas Stereotip

Chung Hsin-ling, lahir pada 12 Agustus 1972, adalah seorang aktris dan pembawa acara televisi asal Taiwan. Memulai kariernya sebagai aktris teater dan pembawa acara anak-anak, Chung mulai dikenal publik melalui perannya dalam serial romantis Fated to Love You dan Invincible Shan Bao Mei pada tahun 2008. Dengan dedikasi dan bakatnya yang luar biasa, ia berhasil meraih 14 nominasi Golden Bell Award sepanjang kariernya, dan memenangkan penghargaan Aktris Terbaik dalam Serial Televisi sebanyak dua kali untuk perannya dalam Sun After The Rain (2014) dan U Motherbaker (2020–2024), serta Aktris Terbaik dalam Miniseri untuk On Children (2018).

Lahir dari seorang manajer bank dan ibu rumah tangga, Chung tumbuh bersama dua kakak laki-lakinya di Taiwan. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia mulai mengalami obesitas, yang kemudian membuatnya menjadi siswa terberat di sekolah menengahnya. Saat berpartisipasi dalam acara bakat Natal sekolah, Chung pertama kali menunjukkan bakat aktingnya yang diakui oleh seorang guru. Atas dorongan guru tersebut, ia akhirnya memutuskan untuk mendalami seni peran dan mendaftar di National Institute of Arts (sekarang Taipei National University of Arts), di mana ia meraih gelar sarjana dalam bidang drama dengan spesialisasi dalam pertunjukan panggung.

Meskipun sudah lulus dengan latar belakang seni peran, Chung sempat ragu untuk terjun ke dunia akting karena penampilannya dan kekhawatiran akan peran pendukung. Oleh sebab itu, ia bekerja sebagai produser eksekutif selama lima tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk mengejar akting. Perjalanan ke Kanada membuka kembali hasratnya untuk berakting, dan ia memulai karier akting profesionalnya pada tahun 1999 di panggung teater. Tak lama kemudian, ia bergabung dengan Pingfong Acting Troupe dan mulai tampil sebagai pembawa acara program anak-anak. Salah satu acaranya, Dr. Cool, bahkan memberinya penghargaan sebagai Pembawa Acara Terbaik untuk Program Anak di Golden Bell Awards ke-36.

Peran utama pertama Chung di layar kaca adalah sebagai Mei Mei dalam serial romantis Love Wasabi pada tahun 2003, yang membuatnya dinominasikan untuk Aktris Terbaik dalam Miniseri atau Film Televisi di Golden Bell Awards. Meski sempat berperan dalam berbagai peran kecil dalam serial televisi lainnya, nama Chung semakin dikenal pada tahun 2008 melalui peran pendukungnya dalam Fated to Love You dan Invincible Shan Bao Mei. Dari tahun 2010 hingga 2011, ia tampil dalam beberapa serial populer, termasuk Strands of Love, Ring Ring Bell, dan Love You, yang semakin memperkuat posisinya di dunia hiburan Taiwan.

Titik balik besar dalam kariernya terjadi pada tahun 2014 ketika ia memerankan karakter Chen Yu-hsia dalam drama periode Sun After The Rain. Peran ini membuatnya meraih penghargaan Aktris Terbaik dalam Serial Televisi di Golden Bell Awards ke-49. Chung kemudian melanjutkan kariernya dengan peran utama dalam serial romantis Leo pada tahun 2015 dan tampil dalam film Gatao dan Our Times pada tahun yang sama. Pada tahun 2018, ia berhasil memenangkan penghargaan Aktris Terbaik dalam Miniseri atau Film Televisi untuk perannya dalam On Children, sekaligus menunjukkan kepeduliannya pada rekan sesama aktris dengan menyerahkan peran utama dalam film Dear Ex kepada Yang Li-yin yang sedang menghadapi kesulitan finansial.

Sejak tahun 2020, Chung berperan sebagai Su Lin Cai-hsiang dalam serial U Motherbaker, yang membuatnya kembali memenangkan penghargaan Aktris Terbaik dalam Serial Televisi di Golden Bell Awards ke-56. Serial ini begitu populer hingga melahirkan film spin-off pada tahun 2023 dan sekuel pada tahun 2024. Tak hanya sukses di televisi, Chung juga tampil dalam film Man in Love pada tahun 2021, yang membuatnya dinominasikan sebagai Aktris Pendukung Terbaik di Taipei Film Awards dan Golden Horse Awards. Kini, Chung tampil dalam serial drama Netflix Born for the Spotlight pada tahun 2024, menandakan langkah baru dalam kariernya yang terus berkembang.
 

第54屆電視金鐘獎迷你劇集電視電影女角獎得主鍾欣凌。(中時影視攝影組攝)

(foto: China Times)

Penyiar

Komentar