History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Wu Pao Chun: Dari Bocah yang Tak Hafal Perkalian Hingga Sukses Dirikan Toko Roti Bergengsi

  • 13 June, 2024
Humantek - RtiFM Online Kamis

Taipower Luncurkan Listrik Hijau untuk Keperluan Karbon Net-Zero

Taipower berencana membuat listrik hijau tersedia bagi produsen ekspor dan perusahaan rantai pasokan lainnya, saat Taiwan bekerja menuju target emisi karbon net-zero.

Taipower akan membagi listrik menjadi tiga kategori: hijau, rendah karbon, dan umum. Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA) mengatakan bahwa harga setiap kategori berbeda berdasarkan emisi karbon yang dihasilkannya.

MOEA mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang mengekspor produk dan harus membayar pajak karbon internasional akan segera bisa membeli jenis listrik khusus yang disebut "listrik rendah karbon RE5-10". Sebagian listrik ini berasal dari sumber energi hijau (ramah lingkungan). Meskipun harganya lebih mahal daripada harga listrik industri biasa di Taiwan saat ini, harga ini masih tergolong kompetitif atau bersaing dengan harga listrik di negara lain dan tingkat emisi karbon yang dihasilkan. Jadi, meskipun lebih mahal, listrik ini tetap menjadi pilihan yang baik secara ekonomi bagi perusahaan yang harus mematuhi peraturan pajak karbon internasional. Harga listrik hijau harus lebih murah atau setidaknya sama dengan pajak karbon yang harus dibayar oleh perusahaan. Kalau harga listrik hijau lebih mahal, perusahaan akan memilih untuk membayar pajak karbon saja daripada membeli listrik rendah karbon. Jadi, untuk mendorong perusahaan agar mau membeli listrik rendah karbon, harganya harus kompetitif dibandingkan dengan pajak karbon yang mereka hadapi.

MOEA sedang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (MOENV) agar listrik rendah karbon memenuhi persyaratan sertifikasi domestik dan internasional yang relevan. Saat ini, harga rata-rata pembelian grosir energi terbarukan oleh Taipower adalah sekitar NT$5,2 per kWh, dengan penjualan rata-rata listrik hijau setidaknya sebesar itu.Para analis mengatakan bahwa Taipower telah diberi tugas untuk mengurangi emisi karbon serta memastikan pasokan listrik yang stabil bagi Taiwan. Untuk menjaga pasokan energi yang stabil, listrik dengan emisi karbon tinggi, seperti pembangkit listrik tenaga batu bara, ditambah dua pembangkit listrik tenaga nuklir, harus tetap beroperasi.Ketika Taiwan bergerak untuk menutup pembangkit listrik tenaga nuklirnya, mungkin akan semakin sulit bagi Taipower untuk mengurangi emisi karbon.




(foto: Canva)

 

Star Exchange Jadi Pemasok Utama Listrik Hijau untuk Taiwan Mobile, Bersama-sama Dirikan Platform Energi Hijau

Anak perusahaan HDRE, Star Exchange, memperbarui kontrak pembelian listrik hijau dengan Taiwan Mobile, dan kini telah menjadi pemasok listrik hijau terbesar untuk Taiwan Mobile, dengan pasokan sekitar

67 juta kWh listrik hijau setiap tahun ke sekitar 1.300 lokasi Taiwan Mobile dan Taiwan Fixed Network.

Selain itu, Taiwan Mobile juga bergabung dengan platform investasi energi hijau Fubon yang didanai bersama oleh HDRE dan Fubon Life Insurance, dengan total investasi sebesar NT$11 miliar. Fubon Life Insurance memegang lebih dari 70% saham, sementara HDRE dan Taiwan Mobile masing-masing memegang 10% saham. Platform ini berencana untuk berinvestasi dalam pembangkit listrik tenaga surya sebesar 380 MW dan penyimpanan energi sebesar 354 MW.

Direktur Star Exchange Hsieh Yuan-yi (謝源一), menyatakan bahwa Taiwan Mobile tidak hanya menunjukkan kinerja yang luar biasa dalam bisnis telekomunikasi, tetapi juga terus menampilkan prestasi yang unggul dalam pengembangan berkelanjutan. Bulan lalu, Taiwan Mobile menjadi perusahaan ketiga di Taiwan yang lolos menjadi anggota EV100 (Electric Vehicle 100%) yang berkomitmen untuk mengganti seluruh kendaraan dinas dan perusahaan dengan kendaraan listrik sebelum tahun 2030.

HDRE bekerja sama dengan perusahaan asuransi jiwa dan mitra strategis lainnya untuk membentuk berbagai platform investasi energi hijau. Dalam kerja sama ini, HDRE menyediakan proyek-proyek yang stabil sebagai sumber investasi. Mereka menawarkan layanan satu stop lengkap yang mencakup semua tahapan, mulai dari pengembangan proyek hingga manajemen operasional. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan risiko investasi di setiap tahap dan memberikan pendapatan tetap yang stabil kepada para pemegang saham.

Saat ini, ada empat platform investasi energi hijau yang telah dibentuk, yaitu:

Star Power Energy     : Fokus pada energi surya berbasis darat.

Aqua Star Energy      : Fokus pada energi surya berbasis akuakultur (kombinasi akuakultur dan energi surya).

Star Energy Storage : Fokus pada penyimpanan energi sebelum masuk ke jaringan listrik.

Fubon Energy            : Mencakup energi surya dan penyimpanan energi.

Di masa depan, nilai aset yang dikelola oleh platform-platform ini diperkirakan akan melebihi 65 miliar.

Sejak Star Exchange memperoleh lisensi penjualan listrik pada tahun 2021 hingga akhir Maret tahun ini, kapasitas perusahaan yang bekerja sama telah melebihi 136MW, dengan lebih dari 1.200 titik distribusi listrik, dan total kontrak listrik telah mencapai 14,1 miliar kWh. Pelanggan mencakup berbagai industri termasuk semikonduktor, keuangan, telekomunikasi, ritel, dan manufaktur. Saat ini, Star Electric adalah salah satu dari tiga perusahaan penjualan listrik terbesar di Taiwan.

星星電力成台灣大哥大最大綠電供應商,共同成立綠能平台

(foto: Technews)

 


Taiwan Tech Arena berpartisipasi dalam London Tech Week
Untuk memperkenalkan startup teknologi tinggi Taiwan, Taiwan Tech Arena menghadiri London Tech Week di bawah naungan Dewan Sains dan Teknologi Nasional (NSTC) pada 12-16 Juni. Acara ini merupakan platform bagi sektor teknologi dari seluruh dunia untuk memicu perubahan.

Diselenggarakan bersama oleh NTSC, Dewan Pengembangan Nasional, dan Kementerian Ekonomi, Kementerian Urusan Digital, TTA pertama kali menghadiri London Tech Week pada tahun 2022. Tahun ini, 20 startup dari bidang AI, teknologi pangan dan kesehatan, emisi nol bersih, dan teknologi digital berpartisipasi dalam London Tech Week.

Direktur Urusan Kolaborasi Akademik-Industri dan Taman Sains NSTC, Xu Zeng-ru memimpin delegasi tersebut. Delegasi kedua yang dipimpin Xu dari 27 perusahaan teknologi tinggi juga bergabung dalam Viva Tech di Prancis pada 14-17 Juni.

Areix Analytics Limited mengembangkan platform pengelolaan keuangan berbasis AI, ible Technology Inc. meluncurkan pembersih udara wearable terkecil di dunia, dan Keep Tossing Lab meningkatkan pengalaman pengguna dalam melacak kinerja atletik melalui algoritma AI.

To facilitate Taiwan high-tech startups’ global competitiveness, Taiwan Tech Arena attended London Tech Week under the auspices of the National Science and Technology Council June 12-16. The event is a platform for technology sectors from around the globe to stimulate change.
 

(foto: NSTC)

 

Pengunjung Computex 2024 Naik 70% dari Tahun Sebelumnya: TAITRA

Pengunjung di Computex selama empat hari yang berakhir pada hari Jumat lalu meningkat 70% dibandingkan tahun 2023, sebagian besar karena tema acara dan banyaknya bintang teknologi yang hadir, demikian kata Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan (TAITRA).

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, TAITRA mengatakan bahwa pameran dagang tahunan tersebut menarik 85.179 pengunjung dan pembeli selama empat hari penyelenggaraannya, meningkat 70%  dari tahun lalu.

TAITRA selaku penyelenggara mengatakan bahwa komputer AI akan mencapai 60% dari pengiriman komputer global pada tahun 2027. Sementara, tema utama pameran tahun ini, "Menghubungkan AI (kecerdasan buatan)," menjadi sangat populer.
Pengunjung dapat berinteraksi dengan 1.500 peserta pameran di pameran tersebut, dan mereka terutama berasal dari Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Vietnam, Filipina, Thailand, India, Hong Kong, dan China, kata TAITRA.

2024 COMPUTEX Taipei highlights AI PCs 台北國際電腦展聚焦AI個人電腦- Taipei Times

(foto: Taipei Times)

 

SOSOK – Wu Pao Chun

Wu Pao Chun Bakery, atau dalam bahasa Mandarinnya 吳寶春麥方店, merupakan rangkaian bakery internasional asal Taiwan yang telah meraih popularitas yang signifikan di pasar global. Dengan total 9 gerai ritel di Taiwan, 2 di Tiongkok, dan 2 di Singapura, bakery ini telah menetapkan standar baru dalam seni pembuatan roti modern Taiwan.

Bakery ini memperoleh reputasi yang sangat baik berkat dedikasi pendirinya, Wu Pao Chun, seorang juru roti yang telah mengharumkan nama Taiwan dengan memenangkan berbagai penghargaan bergengsi di kancah internasional. Pada tahun 2008, beliau meraih posisi kedua dalam Coupe Louis Lesaffre dengan roti kelengkeng dan anggur merah yang sekarang sangat terkenal. Kemudian, pada tahun 2010, beliau memenangkan kejuaraan dunia dalam Les Masters de la Boulangerie dengan “roti boule leci mawar”

(foto: roti kelengkeng wine/ https://danielfooddiary.com/)

Wu Pao Chun Opens NEW Paragon Outlet – Known For “Champion Breads” Of Red  Wine Longan And Lychee Rose Royal - DanielFoodDiary.com

(foto: roti boule leci mawar/ https://danielfooddiary.com/)

Filosofi Wu Pao Chun Bakery berpusat pada penggunaan bahan-bahan berkualitas tinggi. Meskipun mereka menawarkan berbagai macam roti dan kue dari gaya Eropa (seperti baguette dan roti tawar) hingga kue tradisional Taiwan (seperti kue nanas dan kue bulan), yang menjadi ciri khas adalah komitmen mereka terhadap penggunaan bahan-bahan berkualitas dan penggunaan produk-produk Taiwan yang dipetik dari seluruh pulau.

Seperti banyak bakery Taiwan lainnya, mereka mengambil inspirasi dari roti Barat dan memberikan sedikit sentuhan tren Jepang.

Seorang anak laki-laki dari Pingtung yang bahkan tidak bisa menguasai tabel perkalian hingga SMP, akhirnya tidak hanya membuka jalan untuk kehidupannya sendiri tetapi juga membawa Taiwan ke panggung internasional. Wu Pao Chun, seorang pembuat roti, tidak menyukai belajar saat kecil dan hanya mengenal sekitar lima ratus karakter bahasa Mandarin ketika dia masih di SMP. Karena nilai-nilainya yang buruk, dia ditempatkan di kelas terendah.

Pada era itu, nilai akademis adalah satu-satunya standar penilaian untuk siswa. Di mata banyak guru, anak-anak di kelas terendah dianggap sebagai "pengganggu" yang tak punya masa depan dan tidak layak diperhatikan, sehingga guru sering hanya membiarkan mereka tanpa pendidikan yang layak. Oleh karena itu, bahkan ketika lulus dari SMP, Wu Pao Chun masih belum bisa menguasai tabel perkalian.

Karena prestasinya yang buruk, Wu Pao Chun merasa rendah diri untuk waktu yang lama. Keluarganya sangat miskin, ayahnya meninggal saat dia masih muda, dan ibunya sendirian membesarkan delapan anak, di mana Wu Pao Chun adalah yang termuda. Melihat ibunya bekerja keras di ladang, Wu Pao Chun ingin mulai bekerja dan membantu meringankan beban ekonomi keluarganya sejak dini. Setelah lulus dari sekolah menengah, dia tidak melanjutkan SMA dan pergi dari kampung halamannya untuk mencari nafkah di luar.

Dengan bantuan teman, dia menjadi magang di sebuah toko roti di Taipei, memulai pekerjaan setiap hari mulai dari pukul 03.30 pagi jam 8 malam, hanya mendapat dua hari libur dalam sebulan, dan digaji NT$6.000 sebulan. Meski gajinya tak banyak, ia tetap mengirimkan sebagian besar gajinya NT$4.000 untuk keluarganya.

Saat pertama kali ke Taipei, dia sangat kebingungan. Karena dia tidur di lantai atas toko roti, bosnya akan menyuruhnya bekerja saat jatah liburnya tanpa dibayar, sehingga setiap libur, Wu Pao-Chun terpaksa pergi keluar.

Saat libur, Wu Pao-Chun sebenarnya hanya ingin tidur nyenyak. Namun, ia tidak tahu harus kemana dan biasanya dia akan naik bus untuk mencari tempat tidur.

Saat melintasi Jalan Roosevelt di Muzha, Taipei, dia melihat Monumen Chiang Kai-shek yang diapit oleh tembok dan pohon. Dia berpikir ada tempat di sana di mana dia bisa tidur nyenyak, jadi dia turun dari bus dan tidur di kursi halamannya. Wu Pao-chun terpaksa tidur diluar agar tidak disuruh bekerja saat libur tanpa dibayar.

 

Titik Balik Wu Pao-chun

Festival Pertengahan Musim Gugur adalah waktu tersibuk bagi toko roti, tetapi juga merupakan waktu yang paling melelahkan bagi para tukang roti. Pada suatu waktu setelah menyelesaikan tugasnya membuat roti untuk perayaan, Wu Pao-chun pergi ke Monumen Chiang Kai-shek untuk tidur. Saat itu udara mulai dingin karena musim gugur, dan Wu Pao Chun, yang kelelahan, mengantuk, dan kedinginan, duduk memeluk kakinya dan tiba-tiba dia merasa sedih.

Meskipun dia memiliki impian besar dan bertekad untuk bekerja keras dan menghasilkan uang untuk memberikan hari yang lebih baik kepada ibunya, tetapi pada saat itu dia merasa jaraknya dari kesuksesan sangat jauh, tidak tahu berapa lama lagi dia harus menjalani hari-hari seperti itu, semakin dia memikirkannya, semakin bingung, hingga akhirnya dia menangis.

Sebelumnya, karena rumah mereka yang beratapkan jerami terlalu usang, ibu Wu Pao Chun bekerja keras untuk membangun rumah beton baru yang lebih kokoh. Ia terus bekerja keras setiap bulannya untuk mendapatkan uang, bahkan tidak memiliki waktu untuk sakit, apalagi bersantai.

Meskipun dalam situasi yang sulit, ibu Wu Pao Chun tetap bekerja keras tanpa mengeluh. Dia selalu memberi semangat kepada Wu Pao Chun, "Meskipun kita miskin, kita tidak boleh berhutang kepada siapa pun."

Saat mengingat hal ini, Wu Pao Chun memberi dirinya semangat untuk menjadi sekuat dan seberani ibunya. Dia menghapus air matanya, dan segera naik bis kembali ke toko roti sebelum masa libur berakhir.

 

Mulai Ikut Kompetisi
Untuk mendapatkan kualifikasi untuk berpartisipasi dalam kompetisi roti dunia, itu adalah tantangan yang berat bagi Wu Pao Chun. Dia harus memenangkan kompetisi seleksi di Taiwan untuk bisa ikut serta dalam Piala Asia, dan kemudian juga harus memenangkan Piala Asia untuk mendapatkan tiket masuk ke kompetisi dunia.

Selama beberapa tahun persiapan menuju kompetisi dunia, Wu Pao Chun terlibat dalam latihan dengan hampir gila. Dimulai dari kompetisi seleksi Taiwan pada tahun 2006, dia berhasil melewati semua tantangan. Itu juga selama tahun-tahun itu dia mulai merasa bahwa mimpinya tampaknya semakin dekat.

Pada tahun 2010, Wu Pao Chun akhirnya memenangkan kompetisi individu Piala Dunia roti, menjadi juara dunia yang sesungguhnya! Dia juga mendirikan beasiswa di almamaternya dengan nama ibunya, untuk memotivasi lebih banyak anak-anak.

Setelah memenangkan gelar juara dunia, Wu Pao Chun diundang untuk bertemu dengan Presiden. Baginya, itu adalah pengalaman yang sangat luar biasa.

Saat memasuki Istana Kepresidenan, Wu Pao Chun berhenti sejenak dan bertanya pada dirinya sendiri, "Mengapa saya bisa berdiri di sini hari ini?". Lalu dia berbalik dan berkata pada dirinya sendiri ketika dia berusia tujuh belas tahun yang berdiri di Monumen Nasional Chiang Kai-shek, sedih dan bingung, "Terima kasih! Terima kasih karena kamu tidak menyerah pada masa itu!"

Untungnya, Wu Pao Chun yang berusia tujuh belas tahun tidak menyerah, jika tidak, Wu Pao Chun yang berusia empat puluh tahun tidak akan memiliki kesempatan untuk masuk ke Istana Kepresidenan dan bertemu dengan Presiden.

Pao-Chun Wu - IMDb

(foto: Wu Pao-chun / IMDB)

 

Penyiar

Komentar