History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Humantek 070624: Tim Peneliti Universitas Sun Yat Sen Kembangkan Prototipe Hidrogen Ramah Lingkungan

  • 06 June, 2024
Humantek - RtiFM Online Kamis

TAK MAU KETINGGALAN, TAIWAN LUNCURKAN DUA PROTOTIPE ROBOT ANJING

Pekan lalu Taiwan meluncurkan dua prototipe robot anjing yang dinilai akan membantu lanskap industri dalam negeri. Hal ini juga membuktikan Taiwan sebagai salah satu wilayah yang bergengsi di bidang teknologi tidak ketinggalan dalam mengikuti tren yang tengah berkembang.

Kuo Chung-hsien (郭重顯), seorang profesor di Departemen Teknik Mesin Universitas Nasional Taiwan dan kepala Laboratorium Robotika Otonomi & Lunak di departemen tersebut menyatakan ada dua prototipe robot anjing yang pihaknya perkenalkan. Yang mana satu untuk digunakan sebagai hewan peliharaan, yang lainnya untuk keperluan industri.

Belakangan robot anjing memang telah diterapkan di berbagai bidang di luar negeri, seperti digunakan untuk memeriksa stasiun konverter untuk perusahaan jaringan listrik di Amerika Serikat, untuk memeriksa kereta bawah tanah di Paris, atau untuk mendeteksi pelanggaran lalu lintas di Spanyol. Namun, tidak banyak orang di Taiwan yang melakukan upaya untuk mengembangkan robot anjing dan menerapkannya pada lanskap yang berbeda. Hal ini kemungkinan besar karena tingginya biaya robot dan pemeliharaannya serta kurangnya teknologi yang diperlukan untuk menyesuaikan layanan tersebut. .

Meski begitu, Taiwan dinilai sudah perlu mengembangkan robot anjingnya sendiri.

Soalnya memiliki robot anjing yang dikembangkan secara lokal tidak hanya akan membuat unit ini menjadi lebih terjangkau tetapi juga membuat robot ini lebih cocok dengan kebutuhan Taiwan. Menurut penelitiannya, robot anjing dapat sangat membantu di sektor non-teknologi dan jasa. Dan dalam pengembangannya, pihak peneliti menargetkan pada akhir tahun ini prototipe ini sudah bisa beroperasi naik dan turun tangga.


Adapun tujuan jangka panjangnya adalah untuk menerapkannya di bidang yang menantang, seperti dalam penyelamatan bencana atau untuk inspeksi pabrik kimia sambil menekankan bahwa robot anjing yang digunakan untuk memeriksa fasilitas kimia memerlukan sertifikasi tahan ledakan. Pihaknya juga membuka diri untuk bekerja sama dengan perusahaan Taiwan lainnya.

Anjing Robot AI Pertama Buatan Taiwan Diluncurkan, akan Belajar Naik Tangga Akhir Tahun

 

KECOA BISA KUASAI DUNIA, MENURUT PENELITIAN

Sebuah studi mengungkap bagaimana kecoa bisa menguasai dunia, khususnya di rumah-rumah. Dalam penelitian terbaru disebut bahwa kecoa yang biasa hidup dan ditemukan di rumah-rumah kemungkinan kecoa Jerman, dan makhluk nokturnal itu ternyata sudah hidup lebih dari 2.000 tahun lalu di Asia Selatan. Sebuah penelitian yang terbit di jurnal Proceedings of the National Academy of Science pada 20 Mei kemudian mengungkap bahwa nenek moyang kecoa itu sudah mengganggu manusia lebih dari ribuan tahun lalu.

Kecoa Jerman secara ilmiah dikenal sebagai Blatella germanica. Hama ini pertama kali muncul dalam jurnal ilmiah dari 250 tahun yang lalu di Eropa, tapi hanya sedikit yang diketahui tentang asal-usulnya. Penelitian ini menunjukkan bagaimana kecoa mulai berevolusi dari belahan dunia lain hingga beradaptasi dengan mengubah pola makannya menjadi makanan manusia sampai menguasai rumah manusia.


Dengan menggunakan 281 sampel kecoa Jerman dari 57 lokasi di 17 negara, para peneliti mempelajari DNA kecoa untuk melacak bagaimana evolusinya selama ini. Lewat data genom dari sampel, para peneliti mengungkap garis keturunan kecoa modern berasal dari abad ke-18 di Eropa. Mereka berevolusi dari kecoa liar Asia, pada 2.100 tahun lalu, yang secara ilmiah dikenal sebagai Blattella asahina.

Para peneliti berspekulasi, orang-orang yang dulu mendiami wilayah yang kini dikenal sebagai India atau Myanmar mulai menanam tanaman di habitat alami kecoa Asia pada periode tersebut. Hal itu membuat kecoa beradaptasi, mengubah pola makan mereka menjadi makanan manusia, dan turut memindahkan wilayah mereka ke rumah-rumah manusia.

Setelah satu milenium, ketika aktivitas perdagangan dan militer meningkat antara Asia bagian selatan dan Timur Tengah dan kemudian Eropa, kecoa kemudian menyebar ke arah barat, diduga dengan menumpang di keranjang makan siang tentara dan pelancong.

Walau tidak terlibat dalam penelitian, seorang kurator zoologi invertebrata di American Museum of Natural History, Jessie Ware memberi pendapat serupa mengenai jalur perdagangan yang menjadi cara kecoa berkembang dari satu wilayah ke wilayah lain.

Untuk waktu yang lama, pihaknya mengetahui bahwa banyak spesies hama yang berpindah-pindah. Dan pihaknya menilai bahwa jalur perdagangan trans atlantik mungkin menjadi penyebab penyebaran kecoa Jerman.

Soalnya jika melihat analisis genetik yang dilakukan oleh tim peneliti, ditemukan bahwa serangga ini pertama kali masuk ke Eropa sekitar 270 tahun lalu. Kemudian berpindah dari Eropa ke Amerika sekitar 120 tahun yang lalu.

Kemudian selanjutnya, para peneliti juga mengurutkan genom lengkap dari ratusan spesimennya untuk mempelajari bagaimana kecoa Jerman berhasil beradaptasi dengan lingkungan manusia. Misalnya kecoa Jerman memiliki resistensi insektisida yang tidak terdeteksi pada banyak hama lainnya.

Sehingga memungkinkan kecoa untuk memiliki kemampuan bertahan hidup dan beradaptasi dimanapun, terutama dalam lingkungan manusia.

(foto: Canva)

 

TIM PENELITI SUN YAT SEN UNIVERSITY KEMBANGKAN PROTOTIPE HIDROGEN RAMAH LINGKUNGAN

Sebuah tim peneliti di National Sun Yat-sen University (NSYSU) telah mengembangkan prototipe produksi hidrogen air laut elektrolisis basa, yang memungkinkan hidrogen diperoleh dari air. Menurut siaran pers NSYSU pada Selasa Profesor Chen Chun-hu (陳軍互) dari departemen kimia memimpin tim untuk mengembangkan teknologi hidrogen hijau.

Tim menjelaskan bahwa hidrogen sangat penting untuk kegiatan industri, berfungsi sebagai bahan mentah untuk memproduksi amonia, hidrogen peroksida, dan bahan bakar roket. Dibandingkan metode lain, pembuatan hidrogen melalui elektrolisis air adalah yang paling bersih dan berkelanjutan.

Chen mengatakan prototipe tersebut berukuran panjang 70 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 74 cm. Prototipe ini dapat mengelektrolisis air laut dan air normal untuk menghasilkan hidrogen, dengan keluaran hidrogen maksimum melebihi seratus kali lipat komponen tingkat laboratorium, sehingga menegaskan kelayakan produksi hidrogen skala besar.

Chen mengatakan dua masalah utama dalam produksi hidrogen air laut skala besar secara global adalah toksisitas gas klor dan korosi air laut. Teknologi deposisi berbantuan redoks asam (ARD) milik tim mengatasi masalah ini dan memungkinkan produksi massal katalis berukuran lebih dari 100 sentimeter persegi.

Chen menekankan bahwa sebagai wilayah kepulauan, Taiwan dapat secara bertahap mengurangi ketergantungannya pada energi impor dan menghindari gangguan pasokan energi akibat konflik regional dengan mengubah air laut menjadi hidrogen dalam jangka panjang.

***

Hidrogen hijau menjadi primadona energi bersih untuk mempercepat transisi energi terbarukan. Seluruh dunia berlomba-lomba memproduksi sumber energi ramah lingkungan ini.

Badan Energi Internasional (IEA) mencatat ada sekitar 1.894 proyek pengembangan hidrogen di dunia hingga 2030 mendatang, termasuk di Indonesia. Sejumlah produsen kendaraan terkemuka seperti Toyota dan BMW bahkan sudah merilis mobil berbahan bakar hidrogen. Di Indonesia, perusahaan energi pelat merah, Pertamina dan PLN, juga mengembangkan energi hidrogen dari hulu (produksi) ke hilir (isi ulang daya).

Sebenarnya, apa yang membuat hidrogen hijau begitu diminati? Apa saja perannya untuk mendukung pelestarian Bumi?

Pakar teknik produksi hidrogen University of North Dakota di Amerika Serikat, Hannes van der Watt, mengemukakan hidrogen adalah sumber energi potensial karena setiap molekulnya adalah agen pembawa energi yang sangat efektif. Hidrogen umumnya berupa gas tapi bisa menjadi cair apabila didinginkan dalam suhu tertentu.

Nah, seberapa ramah hidrogen ini terhadap lingkungan amat tergantung dengan dari mana elemen tersebut berasal.

Hidrogen hijau, kata Hannes dalam analisisnya, adalah jenis hidrogen yang paling bersih karena diproduksi dari listrik energi terbarukan seperti angin, matahari, maupun air melalui proses elektrolisis. Hidrogen hijau sama sekali tidak melepaskan emisi gas rumah kaca.

Ada juga hidrogen kelabu (grey hydrogen) yang diproduksi dari gas bumi. Jika proses produksi hidrogen kelabu diikuti dengan penangkapan karbon yang terlepas, maka sebutannya akan berbeda lagi: hidrogen biru.

Awal 2024, profesor bidang geofisika dari Royal Holloway University of London, David Waltham, mengemukakan jenis hidrogen baru yang muncul yaitu hidrogen emas. Hidrogen ini terpendam di bawah tanah dalam bentuk gas dan tersebar di banyak negara, meski kita membutuhkan banyak penelitian untuk melihat seberapa jauh hidrogen emas bisa digunakan. Salah satu cadangan hidrogen emas terbesar yang baru ditemukan berlokasi di timur laut Perancis.

Chen Chun-hu and his team. (NSYSU photo)

(foto: NSYSU)

Aneka Manfaat Hidrogen

Hidrogen sebenarnya sudah jamak dipakai untuk beberapa proses produksi pupuk ataupun pengolahan minyak bumi. Namun, hidrogen ini masih berasal dari sumber fosil sehingga tidak ramah lingkungan. Karena itulah, transisi energi terbarukan menjadi peluang besar untuk bersih-bersih jejak emisi hidrogen.

1. Pembuatan pupuk

Dalam industri pupuk, hidrogen digunakan sebagai bahan baku pembuatan amonia. Walhasil selain sumber energi, secara tidak langsung hidrogen adalah tulang punggung ketahanan pangan global. Hidrogen hijau potensial betul untuk mengurangi jejak karbon industri pupuk. 

2. Transportasi

Sebagai sumber energi, hidrogen sangat unggul karena memiliki kerapatan energi (energy density) sekitar 33,33 kilowatt jam per kilogram. Semakin tinggi kerapatan energi, maka semakin banyak energi yang tersimpan dalam volume tertentu sehingga produksi energi bisa lebih besar. Menurut peneliti dari Centre for the Global Hydrogen Economy, Particles and Catalysis Research Laboratory, UNSW Sydney di Australia, Denny Gunawan, angka tersebut jauh lebih tinggi dari baterai kendaraan listrik. Kendaraan dengan bahan bakar hidrogen pun, kata Denny, hanya membutuhkan waktu 3-5 menit untuk proses isi ulang hingga penuh. Ini jauh lebih cepat dari isi ulang daya baterai pada kendaraan listrik yang memakan waktu 20 menit - 1 jam untuk DC fast charging atau 4-10 jam untuk home charging. Walau begitu, Denny menganggap hidrogen akan jauh lebih bermanfaat meredam emisi dari bus, truk, dan kapal. 

3. Listrik dan Penyimpanan Energi

Profesor bidang katalis dan material penyimpanan energi dari Utrecht University Belanda, Petra de Jongh, mengatakan hidrogen dapat diandalkan untuk menjadi penyimpan kelebihan energi listrik tenaga surya maupun angin. Sebaliknya, saat angin melemah ataupun awan mendung, penyimpanan energi hidrogen dapat bekerja menopang produksi listrik yang berkurang. “Dibandingkan dengan baterai, kapasitas penyimpanan hidrogen tidak terbatas—elektroliser yang memproduksinya dari air tidak pernah terisi penuh. Hidrogen juga dapat diubah kembali menjadi listrik menggunakan sel tunam (fuel cell), meskipun cukup banyak energi yang hilang dalam prosesnya,” ujar Petra dalam analisisnya.

4. Industri berat

Pengajar bidang fisika energi dari University of South Wales, Stephen Carr, mengatakan hidrogen adalah energi yang menjanjikan untuk membuat sektor industri lebih ramah lingkungan. Dia mencontohkan industri keramik yang membutuhkan energi panas untuk menyalakan tungku. Saat ini, pelaku industri keramik masih menggunakan gas alam untuk menyalakan tungku tersebut. Kedepannya, gas ini bisa digantikan hidrogen supaya proses produksi keramik lebih ramah lingkungan. Mengganti gas alam dengan hidrogen dalam tungku bakar secara keseluruhan bisa lebih murah, dan hanya memerlukan sedikit perubahan pada peralatan.

(foto: Canva)

SOSOK - Penulis Taiwan Hsieh Tzu-fan

Penulis Taiwan Hsieh Tzu-fan (謝子凡) berbicara tentang bukunya “Me and the Garbage Truck I Chased” di Book World Prague 2024 pada akhir Mei lalu.

Buku tersebut merupakan kumpulan prosa tulisannya yang mencerminkan pengalaman hidupnya. Itu termasuk peristiwa seperti pindah ke kota besar dan pekerjaan pertamanya.

Hsieh mengatakan prosa sangat bersifat pribadi, namun pembaca dapat menemukan titik temu dengan rasa frustrasinya. Hsieh juga berbicara tentang arti menulis baginya.

Hidup adalah siklus ketidakpastian, ketidakstabilan, dan stabilitas bagi Hsieh, dan dia merasakan hal yang sama dalam menulis. Menulis membantunya mengatasi rasa frustrasinya.

Ketika Hsieh pindah ke kota besar untuk bekerja di sebuah perusahaan periklanan, dia ingat tidak punya waktu untuk membuang sampahnya.

Tetap saja, dia diminta membuang sampah untuk bosnya. Menurut Hsieh, sampah adalah literal dan metafora dari semua rasa frustasi dalam hidup.

Sampah bosnya mencegahnya menangani sampahnya. Hsieh mengingat kembali kehidupannya yang berantakan, dan hal ini tidak kunjung membaik hingga ia dapat mengejar truk sampah tepat waktu setelah ia berhenti dari pekerjaannya.

Hsieh terkejut saat mengetahui penerbitnya memilih koleksi prosanya untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Ceko. Dia pikir penerbit lebih menyukai genre seperti puisi atau novel.

Meskipun pembaca Ceko mungkin tidak pernah mengejar truk sampah seumur hidup mereka, dia mengatakan mereka pasti akan mengalami frustrasi hidup. Penulis berharap pembaca Ceko membaca buku keduanya, yang akan terbit pada bulan September.

謝子凡-○熱門訂閱榜-OKAPI閱讀生活誌

(foto: Okapi Books)

Penyiar

Komentar