History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Humantek 070923: ASUS Rilis Komputer NUC Pertama setelah Intel NUC Berhenti Diproduksi

  • 07 September, 2023
Humantek - RtiFM Online Kamis

Pameran Semikonduktor Terbesar di Taiwan SEMICON Taiwan Akan Berlangsung di Taipei Minggu Ini

Salah satu acara tahunan terbesar dalam industri semikonduktor Taiwan, SEMICON Taiwan akan berlangsung minggu ini mulai dari 6-8 September di Taipei.

Pameran chip ini akan diselenggarakan di Taipei Nangang Exhibition Center di Hall 1 dan 2. Berdasarkan informasi dari pihak penyelenggara, SEMICON Taiwan tahun ini akan melibatkan 950 peserta yang mengisi 3.000 stan, sedangkan pengunjung yang hadir diperkirakan mencapai 50 ribu orang.. Sementara itu, Australia, Ceko, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Polandia, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat akan memiliki area pameran mereka sendiri.

SEMICON Taiwan juga menjadwalkan sejumlah forum yang akan berlangsung dari 5-8 September. Forum-forum tersebut akan membahas berbagai topik, termasuk manufaktur canggih, integrasi heterogen, semikonduktor senyawa, chip otomotif, manufaktur pintar, manufaktur berkelanjutan, keamanan chip, dan tenaga ahli. Sementara, acara CEO Summit pada hari Rabu (6/9) akan mencakup pidato utama dari para petinggi perusahaan, termasuk Kepala TSMC Mark Liu (劉德音), CEO ASE Wu Tien-yu (吳田玉), Direktur Tim Archer, dan CEO Lam Research, dilansir Nikkei.

 

Angkatan Udara Taiwan Memesan Misil Wan Chien Tambahan

 

Angkatan Udara Taiwan akan menambah anggaran NT$501,74 juta (Rp234 miliar) yang akan dibagi selama lima tahun untuk membeli misil Wan Chien. Wan Chien adalah peluru kendali udara-ke-darat yang diproduksi oleh Institut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional Chung-Shan (NCSIST). Wan Chien (萬劍) secara harafiah berarti “sepuluh ribu pedang”.

Misil Wan Chien husus digunakan untuk merusak landasan pacu bandara, untuk menghentikan fungsi lepas landas dan mendarat bandara dan juga dapat digunakan untuk merusak radar dan lokasi berkumpulnya personel militer. Awalnya, produksi akan dihentikan setelah 2024, tetapi pesanan baru ini membuat produksi misil akan dilanjutkan hingga 2028, dilansir dari Liberty Times.

Dilaporkan juga bahwa misil-misil yang baru ini mungkin bukan versi asli dengan jangkauan 200 kilometer, tetapi versi terbaru kedua dengan jangkauan hingga 400 km. Sejak tahun 2022, NCSIST memiliki kapasitas produksi tahunan sebanyak 50 misil Wan Chien, yang berarti kontrak baru ini dapat menghasilkan maksimal 200 misil.

 

Desain eksterior dari misil Wan Chien memiliki kemiripan dengan AGM-154 Joint Standoff Weapon (JSOW) Amerika Serikat dan rudal Storm Shadow hasil kerja sama Inggris dan Prancis, dengan fokus pada kebutuhan pertempuran di luar jangkauan visual dan bom kluster (bom tandan). Selain dilengkapi dengan bom tandan, Wan Chien juga memiliki desain eksterior dengan ujung kerucut, badan kotak, sayap yang bisa dilipat, mesin turboprop, dan empat sirip ekor yang dapat bergerak.

Misil Wan Chien menggunakan sistem propulsi (sistem dorong) yang merupakan kombinasi antara mesin turboprop dengan kipas dan sistem peluncuran yang dikembangkan oleh Institut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional Chung-Shan (NCSIST). Ini berbeda dengan AGM-154 Joint Standoff Weapon (JSOW) Amerika Serikat yang hanya mengandalkan sistem peluncuran. Akibatnya, Wan Chien memiliki jangkauan yang lebih tinggi. Dengan kemampuan ini, misil dapat diluncurkan dari Selat Taiwan dan mencapai target dengan jarak jauh, seperti menekan bandara musuh, melakukan serangan ke kota-kota utama seperti Fujian dan Guangdong, serta melalui berbagai cara seperti merusak landasan pacu bandara, menghentikan perkumpulan pasukan, pelabuhan, atau posisi pertahanan, sehingga Taiwan dapat merespons lebih cepat terhadap potensi ancaman atau serangan dari negara-negara atau kekuatan eksternal yang mungkin ingin campur tangan dalam konflik di wilayah Taiwan.

(sumber foto: 朱明 via UP Media)

 

Taiwan Dijadwalkan Akan Menerima Tujuh Set Sistem Penyebaran Ranjau di Akhir 2023

Pada bulan Juni, Taiwan menyelesaikan kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk membeli 14 set sistem penyebaran ranjau seharga NT$4,54 miliar (Rp2 triliun). Tujuh set sisanya akan diserahkan pada tahun 2029, dilansir oleh Liberty Times.

Paket senjata ini mencakup sistem penanaman ranjau, truk M977A4 HEMMT, tank anti ranjau M87A1, serta amunisi pelatihan M88 dan M89. Setelah selesai pengiriman, sistem-sistem ini akan diserahkan kepada unit-unit militer yang ditempatkan di Taiwan bagian utara, tengah, dan selatan.

Truk M977A4 HEMTT adalah jenis truk berat militer yang digunakan oleh banyak angkatan bersenjata di seluruh dunia. HEMTT adalah singkatan dari "Heavy Expanded Mobility Tactical Truck." Truk ini dirancang untuk mengangkut beban berat dan peralatan militer, termasuk artileri, amunisi, dan perlengkapan lainnya. M977A4 adalah salah satu varian dari keluarga HEMTT dan sering digunakan untuk pengangkutan logistik dan dukungan dalam operasi militer. Truk ini dikenal karena daya tahan dan kemampuan off-road-nya yang tinggi.

Angkatan Darat Taiwan (ROCA) mengatakan bahwa kendaraan penanaman ranjau dapat ditempatkan di sekitar bandara dan lokasi pendaratan parasut selama perang.. Sistem ini juga dapat menanamkan ranjau di daerah-daerah di mana musuh belum sepenuhnya menguasainya, tambahnya.

Strategi ini bertujuan untuk melindungi sisi-sisi unit militer, memblokir area-target, mengganggu rute serangan musuh, dan mengganggu strategi penarikan musuh, dengan tujuan akhir membatasi pergerakan musuh. Northrop Grumman akan bertanggung jawab membuat ranjau kaleng, sementara Oshkosh Corporation akan membuat truk M977A4 HEMTT.

(sumber foto: Wikipedia)

ASUS Rilis Komputer NUC Pertama setelah Intel NUC Berhenti Diproduksi

Kurang dari dua bulan semenjak Intel mengumumkan berhenti mengembangkan Next Unit of Compute (NUC), vendor Asus mengumumkan bahwa jajaran komputer mini tersebut telah resmi menjadi salah satu lineup produknya.

Sama seperti ketika masih dikelola oleh Intel, lini NUC Asus menawarkan konfigurasi-konfigurasi sistem berbeda untuk mengakomodir berbagai kebutuhan pengguna, mulai dari small/ home office, profesional, hingga gaming ringan dan berat.

Sebelumnya, pada Juli lalu, Intel mengatakan bahwa pengembangan produk NUC bikinannya telah dihentikan, untuk kemudian dialihkan ke vendor. Tak lama kemudian, di bulan yang sama, Asus mengumumkan telah mengambil lisensi untuk jajaran produk NUC Intel. Asus pun melakukan semua tahapan mulai dari pengembangan, manufaktur, hingga penjualan dan support untuk produk NUC.

Semua sistem NUC yang tercantum di situs Asus berbasis prosesor Core Generasi ke-13 dari Intel, atau "Raptor Lake" dilansir dari Tom’s Hardware. Lucunya, salah satu gambar ilustrasi produk NUC untuk kalangan kantoran, nama mereknya masih tertulis sebagai "Intel". Produk-produk NUC lainnya pun tidak dipasangi brand "Asus".

Asus sendiri merupakan salah satu perusahaan yang memiliki kapasitas untuk menangani produksi hingga after sales NUC. Perusahaan asal Taiwan itu mendirikan sebuah unit bisnis baru bernama Asus NUC BU untuk menangani segala hal terkait NUC.
 

(sumber foto: ASUS)

Penyiar

Komentar