Arahan Penggunaan AI di Sektor Publik Diharapkan Dapat Berlaku Akhir Tahun
Teknologi kecerdasan buatan (AI) berkembang pesat. Pada 28 Agustus, Menteri Dewan Sains dan Teknologi Taiwan NSTC, Wu Tsung-tsong (吳政忠) mengatakan, draf panduan penggunaan AI oleh sektor publik telah dilaporkan kepada Dewan Eksekutif. Hal ini diharapkan dapat diterapkan sebelum akhir tahun. Karena semua negara memperhatikan perkembangan AI yang sangat cepat, Undang-Undang Dasar AI di Taiwan tidak boleh dibuat terlalu cepat.
Wu Tsung-tsong menghadiri "Rapat Komite Penasehat Strategi Industri Bioteknologi 2023" pada 28 Agustus. Dalam menghadapi dampak transformasi AI terhadap kehidupan sehari-hari manusia, termasuk penerapan big data dalam bidang bioteknologi dan kesehatan, yang terkait dengan masalah privasi, Mantan Direktur Akademi Sinica Wong Chi-Huey (翁啟惠) turut mengungkapkan keprihatinannya mengenai perkembangan regulasi ini.
Wu Cheng-Chung mengatakan, AI mengubah dunia dan Taiwan juga berada di dalamnya. Ia bersama dengan dua menteri tanpa portofolio, Luo Bing-Cheng (羅秉成) dan Kung Ming-hsin (龔明鑫) membentuk platform komunikasi. Wu Cheng-Chung sedang aktif terlibat dalam penyusunan dasar-dasar hukum AI, sementara bagian hukum perlindungan data pribadi ditangani oleh Kung Ming-hsin. Proses ini sedang berlangsung, dan pemerintah sedang berusaha aktif dalam hal ini.
Wu Cheng-Chung mengatakan, pada abad ke-18 dan ke-19, Revolusi Industri menggantikan kekuatan fisik manusia dengan mesin. Saat ini, AI menggantikan sebagian kecil kemampuan otak manusia. Penggunaan terkait AI memang sangat penting, tidak terbatas dalam bidang medis saja. Apalagi, terjadi banyak perubahan sejak peluncuran ChatGPT tahun lalu dan hal ini juga menarik perhatian masyarakat. Saat ini, hukum dan hak kekayaan intelektual terkait AI di berbagai negara belum sepenuhnya mapan.
AI belajar dari data di seluruh dunia. Wu Cheng-Chung mengatakan, belum jelas apakah hal ini legal atau tidak. Saat ini, di tingkat internasional, Taiwan masih berada di tahap awal. Taiwan tidak bisa segera mengeluarkan undang-undang atau terlalu terburu-buru dalam hal ini. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pengarahan, dan proses perancangan undang-undang terkait dan peluncurannya juga tidak akan terlalu lambat.
Dalam rangka menghadapi risiko etika dan hukum terkait tren AI, pada tanggal 18 Juli, NSTC merilis draf panduan referensi penggunaan AI sektor publik. Dalam konteks ini, dalam poin ke-9 dari panduan tersebut, terdapat pula aturan yang mengamanatkan bahwa penyusunan dokumen rahasia harus dilakukan secara pribadi oleh pelaksana tugas terkait, melarang penggunaan AI, serta melarang bertanya kepada AI mengenai pertanyaan yang berkaitan dengan tugas rahasia atau pengumpulan dan pemrosesan data pribadi.

(sumber foto: Canva)
Gogoro Buat Perusahaan Patungan dengan Ayala Filipina
Perusahaan sepeda motor listrik Taiwan, Gogoro, 26 Agustus mengumumkan, pihaknya akan membentuk perusahaan patungan dengan Ayala Corporation dari Filipina untuk mendistribusikan dan memperbaiki sepeda motor listrik di Filipina.
Selain mengimpor sepeda motor listrik Gogoro ke Filipina, perusahaan patungan ini juga akan membuka stasiun pertukaran baterai, dilansir dari Nikkei Asia. Ayala Corp adalah perusahaan besar yang juga bergerak di bidang real estat, perbankan, telekomunikasi, dan pusat perbelanjaan.
Gogoro akan berinvestasi dengan porsi 30% dalam perusahaan patungan senilai US$8,5 juta (NT$270,53 juta), dengan 21% berasal dari Ayala, dan 49% dari 917 perusahaan ventura lainnya. Perusahaan modal ventura tersebut adalah anak perusahaan dari Globe Telecom, bagian dari Grup Ayala.
Perusahaan raksasa Filipina ini juga telah menyelesaikan perjanjian pemasaran dengan produsen baterai dan kendaraan listrik (EV) Tiongkok, BYD Co., Ltd., untuk membantu upaya mengurangi emisi karbon. Saat ini, negara-negara di Asia Tenggara hanya memiliki sekitar 10.000 kendaraan listrik yang terdaftar, mayoritas adalah sepeda motor dan kendaraan roda tiga, sehingga Ayala masih memiliki peluang besar untuk berkembang.

(Sumber foto: Gogoro)
MediaTek Taiwan, Verizon, dan Ericsson Mendorong Ekosistem Perangkat 5G Biaya Rendah dan Hemat Energi
Pada tanggal 24 Agustus, perusahaan manufaktur chip tanpa pabrik asal Taiwan, MediaTek, bersama dengan perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat Verizon dan perusahaan telekomunikasi Swedia Ericsson, berhasil menyelesaikan uji coba teknologi VoNR (Voice over New Radio) melalui jaringan 5G milik Verizon dan platform pengujian RedCap dari MediaTek..
Dengan VoNR, perangkat akan mengunci jaringan 5G ketika sedang melakukan panggilan suara. Sehingga, pengguna masih tetap bisa berselancar dengan internet atau bermain game online saat mengangkat telepon, sama seperti teknologi VoLTE.
VoNR bekerja seperti VoLTE (Voice over LTE) yang ada di jaringan 4G. Tanpa VoLTE, terkadang jaringan yang digunakan akan turun ke 3G atau 2G ketika perangkat melakukan panggilan suara. Hal itu juga terjadi di jaringan 5G. Meskipun koneksi utama perangkat ada di jaringan 5G, koneksi akan turun ke layanan 4G saat melakukan panggilan telepon
Teknologi VoNR dari Verizon ini menggunakan perangkat lunak kapabilitas terbatas baru dari Ericsson yang disebut RedCap.Reduced Capability (RedCap) adalah perangkat 5G tingkat baru yang dirancang untuk memiliki kompleksitas dan konsumsi daya yang lebih rendah dibandingkan perangkat 5G tradisional. Hal ini membuatnya lebih cocok untuk kasus penggunaan tingkat menengah, seperti perangkat yang dapat dikenakan, sensor industri, dan ponsel pintar kelas menengah.
Verizon mengatakan pada tanggal 24 Agustus bahwa teknologi baru ini akan memberikan jalur bagi perangkat New Radio (NR) dengan kompleksitas dan biaya lebih rendah, seperti perangkat wearable konsumen, pelacak kebugaran, dan perangkat medis bergerak. Ini juga akan membantu solusi IoT seperti pemantauan video, sensor industri, dan jaringan pintar agar berfungsi lebih efisien di jaringan 5G milik Verizon.
Perangkat-perangkat ini, sebagian besar memiliki fungsi audio yang memerlukan koneksi suara, biasanya mentransmisikan dan menerima jumlah data yang lebih kecil daripada smartphone, router nirkabel, atau solusi robust perusahaan yang lebih tangguh, demikian disampaikan oleh Verizon.
Perangkat lunak baru dan chipset ringan ini memungkinkan para insinyur untuk mendemonstrasikan jalur yang lebih efisien bagi perangkat-perangkat dengan biaya rendah dan konsumsi daya rendah saat ini dan di masa depan agar dapat berjalan melalui jaringan Verizon, yang dapat mengarah pada pengembangan perangkat yang lebih kecil, lebih ringan, dan kompleksitas yang lebih rendah dengan masa pakai baterai yang lebih lama.
Uji coba VoNR sangat penting untuk perangkat wearable konsumen dan sistem bisnis yang mendukung audio. Baik sesi suara maupun data dilakukan menggunakan jaringan 5G melalui spektrum C-band TDD, serta 5G melalui spektrum FDD 850 Mhz.

(Sumber foto: Mediatek)
HUMANTEK 31 AGUSTUS
Taiwan Berhasil Sembuhkan Pasien Kanker Pankreas dengan Terapi Ion Berat
Ketika seorang individu berusia 74 tahun dengan nama belakang Li (李) mengetahui bahwa kanker pankreas tahap lanjut yang dialaminya tidak cocok untuk operasi, ia memiliki sedikit pilihan yang tersedia.
Jurang antara penelitian dan praktik klinis untuk kanker pankreas masih sangat besar. Selain itu, kanker di pankreas berkembang dengan cepat, seringkali menyebar ke organ-organ terdekat seperti hati, seiring dengan tingginya tingkat kematian, dilansir Liberty Times.
Satu-satunya pilihan yang tersedia bagi Li adalah terapi ion berat, bentuk terapi radioterapi baru yang non-invasif (tanpa prosedur bedah) dan menggunakan ion untuk menghambat dan menghancurkan sel-sel kanker. Tumor Li yang berukuran empat sentimeter menyusut hampir menjadi tidak ada setelah terapi ini, memungkinkan dilakukannya prosedur Whipple selama 11 jam (pancreaticoduodenectomy) untuk mengangkat sisa-sisa sel kanker yang tersisa.
Kasus Li dianggap sebagai keajaiban oleh tim medis di Pusat Terapi dan Penelitian Kanker Pankreas Rumah Sakit Umum Veteran Taipei. Ini bukan hanya kasus pertama terapi ion berat untuk kanker pankreas di Taiwan, namun juga kasus kedua di dunia yang menggabungkan terapi ion berat dengan eksisi bedah.
Li pertama kali mengetahui bahwa dia sakit pada bulan Februari ketika dia mengalami nyeri perut yang kadang-kadang berlangsung sepanjang hari. Dia mengira itu adalah refluks gastroesofageal, tetapi setelah pengobatan medis yang berulang, kondisinya tidak membaik dan dia didiagnosis menderita kanker pankreas.
Biasanya, operasi bukanlah pilihan untuk kanker pankreas, karena sel-sel kanker terlalu banyak dan berkembang dengan cepat. Kemoterapi tidak banyak membantu memperbaiki kondisi kanker Li, sehingga dia tidak punya pilihan selain menjalani terapi ion berat empat kali seminggu selama tiga minggu, total 12 sesi. Pengobatan tersebut berhasil, karena tumor nya menyusut dan penanda tumor kanker pankreas CA19-9 turun menjadi 12,4.
Dokter yang merawat Li di pusat tersebut, Wu Yuan-hong (吳元宏), menjelaskan bahwa terapi ion berat seperti bom, masuk ke dalam tubuh sebelum meledak untuk menghancurkan sel-sel kanker. Meskipun dapat efektif, sulit untuk diaplikasikan, karena pasien harus menjalani pelatihan pernapasan, membuat cetakan khusus, dan berbaring tengkurap selama periode waktu yang lama selama menjalani pengobatan.
Wu mengatakan bahwa biaya tipikal dari pengobatan seperti ini berkisar antara NT$1,2-1,5 juta, dan ada kasus di luar negeri di mana pasien mengalami kambuh setelah satu atau dua tahun setelah pengobatan. Oleh karena itu, saat menilai kondisi Li, meskipun tumor sudah sangat berkurang, masih disarankan untuk melakukan operasi untuk mengangkatnya.
Rumah Sakit Umum Veteran Taipei mengoperasikan pusat terapi ion berat pertama di Taiwan dan yang ke-14 di dunia. Sejak dibuka pada bulan Mei, pusat ini telah melayani hampir 70 pasien, dengan 20 kasus terkait kanker prostat dan kanker pankreas, diikuti oleh kanker hati dan kanker paru-paru.
Menurut Rumah Sakit Umum Veteran Taipei, tingkat kejadian kanker pankreas adalah 4,64 per 100.000 pria dan 3,21 per 100.000 wanita. Ini merupakan kanker paling umum ke-13 di Taiwan tetapi menempati urutan ketujuh dalam hal angka kematian.

(sumber foto: CNA)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 

