BINCANG-BINCANG BERITA
Larangan Aplikasi TikTok di Sekolah Taiwan

(Sumber Foto: Yahoo Taiwan)
Pemerintah Taiwan berencana melarang penggunaan aplikasi TikTok yang dikembangkan oleh perusahaan di Tiongkok daratan untuk lingkungan pendidikan. Tak hanya itu, larangan yang sama juga akan diterapkan di instansi pemerintahan.
Alasan pelarangan ini adalah kekhawatiran pemerintah Taiwan akan keamanan informasi dan komunikasi dalam negeri. Kendati begitu, pemerintah membaginya dalam dua sektor yakni sektor publik dan swasta. Pelarangan ini hanya berlaku untuk sektor publik sehingga gawai dari instansi atau jaringan nirkabelnya tidak bisa mengakses aplikasi tersebut.
Perpanjangan Masa Wajib Militer

(Sumber Foto: 上報)
Pemerintah Taiwan juga berencana memperpanjang masa wajib militer di Taiwan. Semula wajib militer hanya diberlakukan empat bulan saja. Namun saat ini direncanakan akan menjadi satu tahun.
Belum ada informasi pasti mengenai alasan perpanjangan ini. Namun yang jelas, Kementerian Pertahanan Taiwan masih terus membahas rancangannya.
Kendati demikian, isu ini langsung menjadi pembicaraan publik. Ragam pro-kontra muncul menanggapi rencana tersebut.
Kupon Stimulus Ekonomi NT10.000

(Sumber Foto: TVBS News)
Selain itu, berita yang sedang ramai di Taiwan adalah kabar akan dikeluarkannya kupon stimulus ekonomi sebesar NT10.000 bagi masyarakat Taiwan. Kupon Stimulus ini bukan yang pertama. Pada 2009, untuk menghadapi krisis moneter 2008, pemerintah juga melakukan hal yang sama dengan kupon stimulus ekonomi sebesar NT3600 NT. Di masa COVID-19 yakni pada 2020 dan 2021, ada lagi jenis kupon ini dengan nilai NT3000 dan NT5000. Kini kabarnya kupon tersebut akan dikeluarkan lagi dengan nilai NT10.000.
HUMANTEK

(Sumber Foto: 風傳媒)
Ada pemandangan unik yang dapat kita temui di Taiwan usai pesta demokrasi. Pemandangan itu adalah tur terimakasih atau xiepiao (謝票).
Ya, di Taiwan, kandidat politik baik yang menang atau kalah akan tetap berkeliling kota untuk mengucapkan terimakasih kepada para pemilih. Biasanya kandidat akan berdiri di mobil yang punya ruang terbuka lalu melambaikan tangan sepanjang jalan.
Xiepiao atau Tur Terimakasih pertama kali dilaporkan selama pemilu 1950-51 di bawah Partai Nasionalis China, Kuomintang (KMT). Mendatangi pemilih secara langsung dinilai efektif mengingat saat itu pemilih masih banyak yang buta huruf. Sementara radio merupakan barang mewah. Oleh karena itu, mereka berkeliling untuk kampanye, tidak hanya sebelum pemilihan tetapi juga setelah pemilihan.
SOSOK

(Sumber Foto: 自由時報)
Di episoden kali ini, RTI-SI FM mengangkat sosok Dharma Master Cheng Yen. Ia adalah pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi yang berbasis di Taiwan. Ia baru-baru ini dianggap sebagai salah satu dari 100 perempuan berpengaruh dan inspiratif di dunia selama tahun 2022. Nominasi ini dinobatkan oleh BBC.
Master Cheng Yen berperan penting dalam perkembangan Buddhisme Taiwan modern. Selain itu, Yayasan Buddha Tzu Chi telah jadi kelompok besar dengan 10 juta pengikut di 47 negara. Mereka tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga sosial seperti mendirikan rumah sakit dan bantuan kemanusiaan.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 

