History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Di Negeri Rantau 210525: Nicholas Hartowidjojo Ceritakan Perkembangan IDN di Taiwan

  • 21 May, 2025
Di Negeri Rantau - RtiFM Online Rabu
Nicholas Hartowidjojo saat kunjungan ke Radio Taiwan Internasional (Rti)

Hsinchu Luncurkan Subsidi Tambahan untuk Ujian SIM Motor! Gelombang Pertama 300 Peserta, Maksimal NT$2.100 per Orang

Pemerintah Kota Hsinchu pada 14 Mei bekerja sama dengan Kantor Kendaraan Bermotor Hsinchu, Sekolah Mengemudi Bus Hsinchu, serta lima universitas di Kota Hsinchu, meluncurkan program subsidi pelatihan dan ujian SIM motor. Mulai sekarang, warga yang berdomisili di Hsinchu maupun pelajar yang sedang menempuh pendidikan di sana dapat mengikuti ujian SIM motor di Sekolah Mengemudi Bus Hsinchu (新竹客運駕訓) dan menerima subsidi tambahan dari pemerintah kota. Gelombang pertama subsidi diberikan kepada 300 orang, dengan maksimal NT$2.100 per orang. Jumlahnya terbatas, sehingga masyarakat diimbau segera mendaftar.

Dinas Transportasi Kota Hsinchu menjelaskan bahwa program subsidi ini dibagi menjadi dua gelombang.

Gelombang pertama: subsidi untuk 300 orang, maksimal NT$2.100 per orang (terdiri dari NT$1.300 dari Kementerian Transportasi, NT$500 dari Pemkot, dan NT$300 dari sekolah mengemudi).

Gelombang kedua: subsidi untuk 300 orang, maksimal NT$1.800 per orang (NT$1.300 dari Kementerian Transportasi dan NT$500 dari Pemkot).

Setelah memperoleh SIM, peserta juga bisa mengikuti kursus pelatihan keselamatan berkendara di jalan yang disubsidi penuh oleh Kementerian Transportasi sebesar NT$1.200 tanpa biaya tambahan. Menurut statistik dari Biro Jalan Raya, mengikuti pelatihan mengemudi motor dapat mengurangi risiko pelanggaran hingga 59% dan risiko kecelakaan hingga 36%, menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan berkendara yang aman.

Kota Hsinchu memiliki 5 universitas dengan sekitar 5.000 mahasiswa baru dan pelajar asing setiap tahun. Sebagian besar dari mereka baru saja berusia 18 tahun dan bersiap untuk mengikuti ujian SIM motor. Berdasarkan data kecelakaan tahun 2024, kecelakaan motor mencakup 81% dari seluruh kecelakaan lalu lintas, dan kelompok usia 18–24 tahun menyumbang 38% dari total korban luka dalam kecelakaan motor. Memanfaatkan momen libur musim panas dan masa orientasi mahasiswa baru, pemerintah kota bekerja sama dengan lima universitas untuk menawarkan subsidi tambahan, agar pelajar termotivasi untuk mengikuti kelas mengemudi dan mengurangi risiko kecelakaan.

Kantor Transportasi menambahkan bahwa setelah memperoleh SIM, peserta dapat mengikuti kursus "Pelatihan Berkendara Aman di Jalan", di mana peserta akan dilatih langsung di jalan raya, termasuk teknik penting seperti pindah jalur, menjaga jarak aman, memahami perbedaan radius putar roda dalam, memberi jalan kepada pejalan kaki, dan teknik berkendara di persimpangan tanpa lampu lalu lintas.

Pemerintah kota juga akan bekerja sama dengan kelima universitas untuk menyosialisasikan program ini melalui kegiatan orientasi dan diskusi kampus. Untuk mahasiswa asing, informasi promosi akan disediakan dalam bahasa Vietnam dan Indonesia untuk mendorong partisipasi mereka, serta mengurangi risiko pelanggaran lalu lintas.

竹市機車駕訓補助記者會攜手交通部公路局新竹區監理所、新竹客運駕訓班及竹市五所大學大合照|

(foto: Kantor Transportasi Hsinchu)

FamilyMart Perluas Kesempatan Kerja bagi Penduduk Imigran Baru

Pada 14 Mei, FamilyMart mengumumkan kerja sama dengan Pearl S. Buck Foundation untuk membuka "Minimarket Ramah Penduduk Imigran Baru" pertama di seluruh Taiwan, yang mempekerjakan Penduduk Imigran Baru dari Vietnam, Indonesia, Kamboja, dan Myanmar sebagai staf toko. Mereka juga merencanakan sistem kerja paruh waktu dengan durasi hanya 1 hingga 2 jam, serta menghindari penjadwalan kerja malam hari.

Manajer Umum FamilyMart, Hsueh Tung-tu (薛東都) menghadiri konferensi pers pembukaan Minimarket Ramah Penduduk Imigran Baru pada 14 Mei. Ia menyampaikan bahwa sejak tahun 2011 FamilyMart telah bekerja sama dengan Victory Foundation untuk membuka toko ramah disabilitas, dan kini sudah memiliki enam toko semacam itu. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka juga bekerja sama dengan organisasi sosial One-Forty untuk menciptakan 4.300 toko “ramah pekerja migran” di seluruh Taiwan guna memenuhi kebutuhan berbagai kelompok masyarakat.

Kali ini, FamilyMart juga menggandeng Pearl S. Buck Foundation, yang mendukung keluarga Penduduk Imigran Baru dengan kondisi ekonomi lemah, dan untuk pertama kalinya membuka "Minimarket Ramah Penduduk Imigran Baru" melalui sistem warlaba. Toko ini menggunakan sistem penjadwalan kerja yang fleksibel dan memiliki manajer toko berlatar belakang pekerja sosial untuk memberikan bimbingan. Selain itu, juga disediakan SOP multibahasa guna membantu Penduduk Imigran Baru memahami isi pekerjaan dengan cepat dan beradaptasi dengan lingkungan kerja.

Hsueh Tung-tu menjelaskan bahwa saat ini toko tersebut menjalankan sistem kerja fleksibel dengan minimal satu shift selama empat jam, dan di masa mendatang akan dirancang shift lebih singkat selama 1 hingga 2 jam. Hal ini ditujukan untuk memberikan kesempatan kerja paruh waktu bagi Penduduk Imigran Baru, sekaligus menghindari shift kerja malam. Ia menekankan bahwa tujuan mempekerjakan Penduduk Imigran Baru bukan semata-mata untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja, melainkan agar mereka dapat menjadi jembatan komunikasi budaya dalam komunitas yang multikultural.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 400 karyawan asing tetap di FamilyMart, berasal dari negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia, yang mencakup 1/5 dari total 2.000 karyawan tetap. Beberapa dari mereka bahkan memiliki kemampuan untuk mendukung operasional toko dan memberikan pelatihan, yang menunjukkan potensi tinggi dari karyawan asing.

Selain FamilyMart, 7-Eleven juga mulai menerapkan mekanisme fleksibel “layanan ditangguhkan sementara karena hanya ada 1 staf”. Jika ada kondisi mendesak seperti keperluan pribadi atau masalah kesehatan, staf dapat menempatkan papan pengumuman khusus dari kantor pusat di konter kasir untuk menghentikan layanan sementara.

Hi-Life juga mengungkapkan bahwa staf toko, pemilik waralaba, petugas logistik, unit pendukung, bahkan jajaran manajemen telah mempekerjakan warga baru dari berbagai negara. Selain itu, mereka bekerja sama dengan pabrik bagi penyandang disabilitas untuk membangun “Toko Malaikat Kecil Tucheng”, yang mempekerjakan teman-teman difabel agar dapat mengembangkan keahlian mereka melalui pelatihan kerja profesional.

(foto: Family Mart)

Festival Prancis di Kaohsiung akan Hadir 23-25 Mei 2025

Festival Prancis di Kaohsiung merupakan ajang budaya yang kembali hadir setelah kesuksesannya di tahun 2024 lalu.

Sebelumnya, Festival Prancis di Kaohsiung pada tahun 2024 sangat populer, bahkan menarik 110.000 pengunjung dalam acara selama 3 hari di akhir pekan tersebut. Tahun ini, Festival Prancis akan kembali hadir dan digelar di Pier 2 Art Center Kaohsiung, membuatmu merasakan keseruan gaya Prancis tanpa perlu terbang ke luar negeri.

2025法國生活節在高雄_圖片取自高雄市政府行政暨國際處

Poster acara Festival Prancis di Kaohsiung 2025 (foto: Pemerintah Kota Kaohsiung)

Wawancara Nicholas Hartowidjojo: Perkembangan Diaspora Indonesia (IDN) di Taiwan

Di pekan sebelumnya Nicholas Hartowidjojo bercerita tentang kisahnya membangun hubungan dengan banyak orang di Taiwan, tapi kali ini ia akan membahas soal komunitas diaspora Indonesia yaitu Indonesian Diaspora Network) di Taiwan.

Bagaimana komunitas ini membangun jembatan antara Indonesia dan Taiwan? Yuk dengarkan secara langsung dalam wawancara kali ini.

Nicholas Hartowidjojo saat kunjungan ke kantor Radio Taiwan Internasional (Rti)

Penyiar

Komentar