History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Di Negeri Rantau 300425: Hualien Pertama Kali Adakan Pelatihan Perawatan Lansia bagi Pekerja Migran di Rumah, Pendaftaran Gratis

  • 30 April, 2025
Di Negeri Rantau - RtiFM Online Rabu

Kebakaran Hebat di Pabrik Zhubei, Dua Pekerja Migran Alami Luka Bakar
Sebuah pabrik yang berlokasi di No. 201, Section 3, Huanbei Rd., Kota Zhubei, Hsinchu, dilanda kebakaran pada 24 April dini hari. Biro Pemadam Kebakaran mengerahkan sejumlah besar personel dan kendaraan untuk melakukan pemadaman, dan berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 03:51 dini hari. Dua pekerja migran pria mengalami luka bakar di tangan dan kaki akibat terkena kobaran api, dan telah dibawa ke rumah sakit oleh pihak perusahaan untuk menjalani perawatan. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Menurut Biro Pemadam Kebakaran Hsinchu, laporan kebakaran diterima pada pukul 01:12 dini hari. Mereka segera mengerahkan 21 unit mobil pemadam, 39 personel, serta 1 robot pemadam kebakaran ke lokasi. Petugas juga mengatur enam jalur penyemprotan air untuk mengendalikan api. Luas area yang terbakar diperkirakan sekitar 1.500 meter persegi.

Berdasarkan laporan di lokasi, dua korban adalah pria berkebangsaan Vietnam (36 tahun) dan Indonesia (30 tahun), yang terkena dampak kebakaran dan mengalami luka bakar di tangan dan kaki. Mereka telah lebih dulu dibawa ke rumah sakit oleh pihak perusahaan sebelum tim pemadam tiba.

Pemadam kebakaran menjelaskan bahwa struktur internal pabrik cukup kompleks, ditambah kondisi malam hari yang membatasi jarak pandang. Meski begitu, petugas berhasil mengatasi berbagai kendala dan segera mengendalikan situasi, mencegah api menyebar lebih luas. Karena kejadian ini melibatkan cedera pada pekerja serta kerusakan peralatan pabrik, pihak pemadam telah memberi tahu tim investigasi kebakaran untuk melakukan pemeriksaan forensik. Kantor Pajak dan Dinas Tenaga Kerja juga akan melakukan penyelidikan tanggung jawab dan penilaian kerugian lebih lanjut.
Biro Pemadam Kebakaran mengimbau agar pabrik di kawasan industri lebih memperhatikan pembagian zona tahan api, pemeriksaan kabel listrik, dan perencanaan jalur evakuasi, serta meningkatkan pengetahuan petugas jaga malam terhadap kebakaran, guna mengurangi risiko kebakaran pada malam hari.

新竹縣竹北市環北路工廠今凌晨傳惡火,火勢2個小時後撲滅。(新竹縣消防局提供)

(foto: Biro Pemadam Kebaran Hsinchu)


Tingginya Proporsi Pekerja Migran Sebagai Perawat Domestik! Hualien Pertama Kali Adakan Pelatihan Perawatan Lansia bagi Pekerja Migran di Rumah, Pendaftaran Gratis

Pemerintah Kabupaten Hualien untuk pertama kalinya menyelenggarakan program “Pelatihan Perawatan bagi Pekerja Migran dan Sosialisasi Peraturan Hukum”. Mulai pekan lalu, mereka telah menerima pengajuan dari majikan yang mempekerjakan pekerja migran sebagai perawat keluarga. Kelas ini mencakup pelatihan keterampilan merawat oleh perawat profesional, disertai penerjemah yang fasih berbahasa ibu para pekerja migran, sehingga pelatihan dapat langsung diberikan kepada para pekerja migran. Seluruh biaya pelatihan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah kabupaten Hualien. Dalam proses pelatihan, pekerja migran dan anggota keluarga majikan bersama-sama mengikuti pelatihan. Metode ini mendapat sambutan positif baik dari pihak majikan maupun para perawat.

Bupati Hualien Hsu Chen-wei (徐榛蔚) mengungkapkan bahwa karena pekerja migran tinggal dan bekerja di rumah majikan, maka pelatihan tambahan yang diselenggarakan pemerintah kabupaten ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan perawatan mereka serta membangun jembatan komunikasi yang baik. Hal ini tidak hanya mengurangi beban perawatan bagi pekerja migran dan keluarga majikan, tetapi juga memperpendek masa adaptasi antara perawat dengan lansia yang dirawat.

Diharapkan, pelatihan ini dapat mengoptimalkan kualitas hidup lansia serta menciptakan ketenangan hati bagi majikan.
Menurut Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Hualien, berdasarkan data dari Kementerian Tenaga Kerja, jumlah total pekerja migran di Hualien tercatat sebanyak 5.614 orang. Di antaranya, sebanyak 3.442 orang adalah pekerja migran sebagai perawat keluarga, mencakup 61% dari total pekerja migran di Hualien.

Seiring dengan meningkatnya tingkat penuaan penduduk di Hualien, jumlah majikan yang mempekerjakan perawat keluarga asing pun meningkat dari tahun ke tahun. Namun demikian, perbedaan bahasa dan budaya sering menimbulkan masalah. Banyak majikan mengeluhkan kurangnya pelatihan profesional dasar pada para perawat, sehingga kualitas perawatan perlu ditingkatkan. Jika perawat migran tidak memiliki pengetahuan perawatan yang cukup, mereka bisa saja melakukan tindakan perawatan yang keliru.

Yani, PMI yang mengikuti pelatihan, berbagi pengalamannya. Ia mengatakan bahwa ini adalah kali pertama dirinya bekerja di Taiwan, dan karena hambatan bahasa, ia tidak memahami kebutuhan majikan dan nenek yang dirawat. Ia masih dalam proses adaptasi. Ketika penerjemah yang bisa berbahasa ibunya datang ke rumah majikan, ia merasa seperti bertemu keluarga sendiri. Dalam pelatihan, ia belajar bagaimana membantu nenek balik badan, berpindah posisi, mencegah cedera saat bekerja, serta cara mencuci rambut dan memandikan nenek di atas tempat tidur. Ia juga belajar latihan untuk melemaskan otot nenek.

Sementara itu, majikannya yang bermarga Chang menyampaikan bahwa penerjemah juga mengajarkan Yani keterampilan perawatan sesuai kondisi neneknya, dan membuatkan jadwal latihan agar Yani bisa mempraktikkan di hari-hari biasa. Melalui penerjemah, ia juga menyampaikan tugas-tugas perawatan nenek kepada Yani. Ia merasa kelas ini sangat bermanfaat dan berterima kasih kepada pemerintah kabupaten atas pengadaan pelatihan profesional tersebut.
Dinas Sosial menyampaikan bahwa sebelum datang ke Taiwan, para pekerja migran memang telah menerima pelatihan perawatan dasar di negara asalnya, tetapi ketika mulai bekerja secara langsung, kondisi fisik dan mental pasien bisa saja berubah, sehingga keterampilan perawatan yang dibutuhkan pun berbeda.

Pelatihan ke rumah kali ini mencakup dua sesi, meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital, perawatan sehari-hari, pengetahuan penggunaan obat, penanganan luka tekan, pencegahan cedera kerja, teknik pindah posisi, memiringkan tubuh, menepuk punggung, cara mengurangi risiko cedera baik bagi perawat maupun pasien, dan pelatihan praktik langsung. Semua diajarkan oleh perawat profesional dan penerjemah, sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Dengan praktik langsung, pelatihan ini membantu pekerja migran mencegah cedera kerja dan memberikan pengalaman perawatan yang lebih aman dan nyaman bagi pasien.

Majikan yang mempekerjakan pekerja migran baru (3 bulan ke bawah), dan merasa keterampilan perawatannya masih perlu ditingkatkan, dapat mengajukan permohonan ke Dinas Sosial Hualien. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Bagian Tenaga Kerja di 822-0931 atau kunjungi situs resmi Dinas Sosial Hualien di https://sa.hl.gov.tw/.

(foto: Canva)

 

Layanan Belanja Mandiri Di Minimarket Taiwan sempat Ditangguhkan akibat Pencurian Telur Teh

Sebuah toko swalayan 7-Eleven di kampus Universitas Nasional Yang Ming Chiao Tung pekan lalu menyampaikan, bahwa mereka akan menghentikan layanan kasir mandiri karena telur teh diambil tanpa membayar, meskipun layanan tersebut pada akhirnya tetap berlaku.

Dalam unggahan yang sekarang telah dihapus, toko tersebut mengatakan bahwa 476 telur teh telah hilang selama dua bulan terakhir. Akibatnya, mereka menghapus kode barcode untuk telur teh dari sistem kasir mandiri, yang mengharuskan pelanggan untuk melakukan pembelian tersebut di konter, menurut EBC.

Seorang manajer hubungan masyarakat untuk Uni-President Enterprises Corp., yang mengoperasikan toko 7-Eleven di Taiwan, mengatakan kepada Ettoday bahwa layanan kasir mandiri tetap tersedia di lokasi kampus. Perusahaan tersebut juga menghimbau pelanggan untuk berbelanja secara bertanggung jawab dan sesuai dengan hukum.

Kios kasir mandiri toko tersebut diperkenalkan empat tahun lalu. Kios tersebut memungkinkan pelanggan untuk membeli barang-barang seperti roti kukus dan hot dog menggunakan pembayaran seluler.

Unggahan tersebut mendapat perhatian publik. Banyak komentator yang menyatakan kekecewaan, mengkritik perilaku tersebut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab terhadap mahasiswa di salah satu universitas ternama Taiwan.

Beberapa menyoroti skala masalah tersebut, yang rata-rata sekitar delapan telur teh yang tidak dibayar per hari, dan mempertanyakan apakah toko tersebut harus mengajukan laporan polisi. Yang lain berpendapat bahwa pencurian, terlepas dari nilai barangnya, adalah masalah serius yang memerlukan penyelidikan.

Kepolisian Kota Hsinchu mengatakan mereka belum menerima pengaduan resmi tetapi akan menyelidiki kasus tersebut. Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Taiwan, pencurian dapat dihukum hingga lima tahun penjara, penahanan jangka pendek, atau denda hingga NT$500.000.

(foto: Canva)

 

20 Ribu Penduduk Meninggalkan Taipei pada Kuartal Pertama 2025 karena Harga Perumahan

Taipei mengalami kerugian karena lebih dari 20.000 penduduk pada kuartal pertama tahun ini meninggalkan kota tersebut akibat biaya perumahan Taipei menjadi yang tertinggi di Taiwan.

Lai Chih-chang (賴志昶), direktur hubungan masyarakat di Dajia Real Estate (大家房屋), arus keluar bersih yang besar di Taipei sebagian besar disebabkan oleh perumahan yang tidak terjangkau, menurut UDN. Dengan peningkatan jaringan transit ke New Taipei dan Taoyuan, Lai mengatakan warga memilih untuk "meninggalkan Taipei" dan pindah ke kota-kota sekitar yang lebih terjangkau.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, harga perumahan rata-rata di Taipei selama kuartal pertama mencapai NT$1,233 juta (US$37.900) per ping (3,3 meter persegi), tertinggi di antara kabupaten dan kota di utara. Kota tersebut juga mengalami arus keluar bersih sebanyak 20.949 orang, yang terbesar di Taiwan utara.

Hsinchu, dengan harga perumahan rata-rata NT$594.000 per ping, berada di posisi kedua setelah wilayah metropolitan Taipei. Pada kuartal pertama, kota tersebut mengalami arus keluar bersih sebanyak 620 orang, menjadikannya salah satu dari hanya dua kota di Taiwan utara dengan migrasi bersih negatif.

Di Hsinchu, Lai mengatakan pembangunan telah membatasi ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut, dan harga untuk proyek perumahan baru telah meningkat. Pekerja Science Park pindah ke Hsinchu dan daerah tetangga lainnya, memilih perjalanan jauh untuk mendapatkan kondisi hidup yang lebih baik.

Menurut data MOI tentang migrasi penduduk, Taoyuan, tempat harga perumahan prapenjualan rata-rata hanya sekitar NT$372.000 (US$11.400) per ping, mengalami arus masuk bersih sebanyak 8.065 orang. Taoyuan menduduki peringkat pertama dalam pertambahan populasi di antara delapan kabupaten dan kota.

Lee Chun-ting (李浚霆), pemilik cabang Global Mall dari H&B Housing (住商不動產), mengatakan bahwa Taoyuan telah menarik banyak orang berkat transportasi umum dan harga perumahan yang lebih terjangkau. Di Distrik Khusus Qingpu, yang dilayani oleh MRT dan kereta api berkecepatan tinggi, lebih dari 30% transaksi properti dilakukan oleh pembeli di luar kota.

Jessica Hsu (徐佳馨), direktur penelitian di H&B Housing, mengatakan bahwa lanskap perumahan di Taiwan utara sedang berubah. Taipei, dengan harga perumahannya yang mahal, menghadapi arus keluar penduduk, sementara kota-kota yang lebih terjangkau dan siap berkembang seperti New Taipei dan Taoyuan menjadi pusat bagi penduduk yang datang.

Meskipun Hsinchu menawarkan pekerjaan bergaji tinggi, kota ini mengalami arus keluar penduduk, kata Hsu. Tren ini mencerminkan bahwa bahkan kota-kota dengan keuntungan ekonomi dapat menghadapi kehilangan penduduk jika mereka gagal meningkatkan kondisi kehidupan dan perencanaan tata ruang.

(foto: Canva)

Penyiar

Komentar