Bank Fubon Taipei dan Pekerja Migran Bersama-sama Mendukung Keamanan Keuangan Lansia
Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Taiwan, pengasuh migran—yang memainkan peran penting dalam perawatan harian lansia—kini menjadi kekuatan garis depan dalam memerangi penipuan finansial.
Taipei Fubon Bank telah bekerja sama dengan One-Forty, sebuah lembaga nirlaba (NGO) yang didedikasikan untuk pendidikan dan budaya migran, untuk menyelenggarakan lokakarya literasi keuangan dwibahasa menggunakan permainan papan bernama Abundant Life, yang sekarang tersedia dalam bahasa Mandarin dan Indonesia.
Lokakarya berbasis permainan, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keuangan dan kesadaran terhadap penipuan di kalangan pekerja migran dan warga lanjut usia, menyoroti model baru pencegahan penipuan kolaboratif. Menurut survei tahun 2024 yang dilakukan oleh Taipei Fubon Bank dan One-Forty, satu dari sepuluh pengasuh asing di Taiwan telah menyaksikan lansia yang mereka asuh menjadi korban penipuan.
Pendiri One-Forty, Kevin Chen, menekankan bahwa pengasuh, yang menghabiskan banyak waktu dengan orang lanjut usia, memiliki posisi unik untuk mendeteksi dan menanggapi ancaman penipuan sejak dini—namun peringatan mereka sering kali diabaikan. “Memberdayakan pengasuh untuk mengenali penipuan dan menumbuhkan rasa saling percaya dengan keluarga yang mereka layani adalah kuncinya,” katanya.
Permainan papan “Abundant Life” tidak hanya mencakup konsep keuangan seperti produk investasi dan penilaian risiko, tetapi juga alat skrining demensia, menjadikannya sumber daya multifungsi untuk pendidikan dan perawatan lansia. Versi dwibahasa terbaru diperkaya dengan skenario penipuan di dunia nyata seperti investasi palsu dan penipuan lotere, dan memadukan unsur budaya Indonesia—dari pola batik hingga hidangan dan landmark ikonik—untuk membantu menjembatani kesenjangan budaya dan memperkuat ikatan antara pekerja migran dan para lansia.
Lebih dari 30 peserta mengikuti lokakarya perdana. Format interaktif mendorong penceritaan, berbagi pengalaman, dan membangun kepercayaan antara migran dan warga senior.
Emily Yang, Senior Associate General Manager Branding dan Sustainability Department di Taipei Fubon Bank, mengatakan inisiatif ini mencerminkan komitmen bank terhadap keuangan inklusif. “Dengan menciptakan pengalaman belajar bersama, kami berharap dapat membangun jaring pengaman finansial yang memberdayakan pengasuh migran dan orang tua untuk saling melindungi dari penipuan,” katanya.
Ke depannya, bank akan menawarkan akses gratis ke permainan papan dwibahasa di pusat layanan One-Forty, yang memungkinkan pekerja migran dan pemberi kerja mereka untuk meminjam dan menikmatinya di rumah, sehingga semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan di masyarakat.

Permainan papan “Abundant Life”yang diadakan oleh Bank Fubon dan One-Forty membantu pekerja migran dan lansia untuk lebih memahami keamanan keuangan (foto: Bank Fubon)
Wawancara: Mustika Kuri Prasela (Ela), Melepaskan Stabilitas untuk Membangun Keluarga dan Berkarya di Taiwan
Mustika Kuri Prasela atau yang akrab dipanggil dengan nama Ela sebelumnya merupakan seorang dosen di Kota Yogyakarta. Ia kemudian membuat sebuah keputusan besar untuk membangun keluarga dan berkarya di Taiwan.
Bagaimana kisah hidupnya? Yuk langsung dengarkan di acara ini!

Mustika Kuri Prasela yang akrab disapa Ela (tengah berbaju "GOH Migrants") berfoto bersama dalam acara halal bihalal (foto: FB GOH Migrants)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 

