History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Di Negeri Rantau 260225: Kangen Masakan Indonesia, Mandy Dirikan Dapur

  • 26 February, 2025
Di Negeri Rantau - RtiFM Online Rabu

Dari Mana Asal Pembeli Properti Asing di Taichung?

Dari mana asal pembeli properti asing di Taichung? Dan di mana mereka paling suka membeli rumah? Berdasarkan data yang dihimpun Taiwan Realty mengenai kepemilikan properti oleh warga negara asing di Taichung, pada tahun 2024 terdapat 84 pembeli asing, mengalami sedikit peningkatan dibandingkan 10 tahun lalu yang berjumlah 76 orang. Namun, dalam kurun waktu satu dekade, terdapat perubahan yang cukup besar dalam hal lokasi pembelian dan latar belakang pembeli asing. Tahun lalu, warga Hong Kong menempati urutan pertama dengan 14 pembeli, diikuti oleh Malaysia dengan 13 pembeli. Sementara itu, juara 10 tahun lalu, yakni Kepulauan Virgin Britania Raya, kini bahkan tidak masuk dalam lima besar.

Wilayah paling diminati oleh pembeli asing pada tahun 2024 adalah Nantun dan Beitun, yang berbagi posisi teratas, diikuti oleh Distrik Barat (Xiqu). Sementara itu, Distrik Xitun, yang 10 tahun lalu menjadi favorit utama pembeli asing, kini tidak lagi masuk dalam peringkat teratas.
Menurut Chen Ding-zhong, manajer senior Pusat Tren Taiwan Realty Group, perubahan latar belakang pembeli asing serta wilayah pembelian dipengaruhi oleh kebijakan properti dalam negeri. Sepuluh tahun lalu, Kepulauan Virgin Britania Raya dan Belize, yang masing-masing menempati peringkat pertama dan keempat dalam daftar pembeli asing di Taichung, dikenal sebagai surga pajak tempat para pengusaha kaya mendirikan perusahaan guna menghemat pajak. Oleh karena itu, mayoritas pembeli dari kedua wilayah tersebut merupakan entitas hukum atau badan usaha.

Karena pembelian properti atas nama perusahaan bisa mengurangi atau menunda kewajiban pajak, sekaligus memberikan fleksibilitas dalam transaksi keuangan dan kepemilikan aset. Oleh karena itu, banyak pembeli dari Kepulauan Virgin Britania Raya dan Belize sebenarnya bukan warga negara dari sana, melainkan pemilik perusahaan yang terdaftar di sana untuk tujuan pajak.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, reformasi dalam sektor properti Taiwan, seperti pajak gabungan atas transaksi properti (房地合一稅) serta amandemen Undang-Undang Persamaan Hak atas Tanah (平均地權條例), telah memperpanjang masa pajak tinggi bagi badan usaha luar negeri, sekaligus memperumit prosedur pembelian properti. Hal ini mengakibatkan perubahan tren di pasar properti asing di Taichung, dari yang sebelumnya didominasi oleh entitas hukum berbasis investasi, kini lebih condong ke pembeli individu untuk keperluan pribadi. Akibatnya, pembeli dari surga pajak mengalami penurunan peringkat, dan digantikan oleh pembeli dari Hong Kong, Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan, yang secara geografis lebih dekat dengan Taiwan. Khususnya warga Hong Kong dan Malaysia, karena memiliki kesamaan bahasa dan budaya dengan Taiwan, mereka telah lama menjadi pembeli utama di pasar properti asing.

Chen Ding-zhong juga menambahkan bahwa perubahan tujuan pembelian properti dari investasi ke penggunaan pribadi turut menyebabkan pergeseran wilayah favorit. Sebelumnya, Distrik Xitun menjadi incaran utama karena merupakan pusat ekonomi dan perdagangan Taichung serta memiliki banyak properti mewah yang menarik bagi investor korporat. Namun, seiring meningkatnya permintaan untuk hunian pribadi, minat pembeli tidak lagi terbatas pada apartemen mewah berharga tinggi. Apartemen kecil dengan harga lebih terjangkau dan fasilitas lengkap kini semakin diminati. Akibatnya, daerah-daerah di sekitar Xitun, seperti Nantun, Beitun, dan Distrik Barat, yang menawarkan harga lebih rendah namun tetap memiliki fasilitas yang baik, justru menjadi lebih menarik bagi pembeli asing saat ini. Bahkan, kota-kota pesisir dengan harga lebih murah, seperti Qingshui dan Wuqi, kini masuk dalam daftar lima besar wilayah favorit pembeli asing.

Menurut Zhang Ling-yu, wakil manajer di Pusat Riset First Construction Economics, warga negara asing yang ingin membeli properti di Taiwan harus memenuhi prinsip kesetaraan dan timbal balik. Artinya, negara asal mereka harus memberikan kesempatan yang sama bagi warga Taiwan untuk memiliki properti di negara tersebut agar mereka diperbolehkan membeli properti di Taiwan. Oleh karena itu, meskipun banyak warga dari Makau, Vietnam, dan Indonesia yang bekerja atau bersekolah di Taiwan, karena negara mereka tidak memenuhi prinsip kesetaraan dan timbal balik, mereka tidak dapat menjadi pembeli utama dalam pasar properti asing di Taiwan, meskipun jumlah mereka di Taiwan cukup besar.

\

(foto: Canva)

Kelas Bimbingan dan Sertifikasi Barista Internasional TQUK

 

Kantor Distrik Zhongzheng, Kota Taipei, akan mengadakan kursus bagi Penduduk Imigran Baru mulai 30 April hingga 29 Juni 2024. Kelas akan berlangsung setiap hari Rabu (18:00-21:00) dan Sabtu (09:30-12:30, 13:30-16:30) di 2F, No. 14, Lane 315, Section 2, Zhonghua Rd, Zhongzheng District, Taipei City (di sebelah Gedung Komunitas Nanjichang).

Pada 29 Juni (Minggu), akan diadakan ujian sertifikasi, presentasi hasil, serta acara kebersamaan. Total terdapat 17 sesi pelatihan kopi profesional.

Pendaftaran dibuka secara online mulai 3 Maret 2024 pukul 09:30 dan akan diterima berdasarkan urutan pendaftaran hingga kuota penuh. Penduduk Imigran Baru yang memenuhi syarat dipersilakan untuk mendaftar.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Ms. Zhang di 2341-6721 ext. 317.

Tautan pendaftaran:
https://iwnet.civil.taipei/NewImmigrants/Home/Register/35

(foto: Canva)

 

Persentase Mahasiswa Asing di NTNU Mencapai 12,05%, Terbanyak di Taiwan

Dalam upaya menciptakan lingkungan bilingual yang efektif, Universitas Nasional Taiwan (NTNU) hari ini (24 Februari) mengumumkan bahwa pada tahun akademik 2024, persentase mahasiswa asing di NTNU mencapai 12,05%, menjadikannya yang tertinggi di seluruh Taiwan. Persentase mahasiswa asal Tionghoa perantauan juga terus meningkat dan tetap berada di posisi pertama selama beberapa tahun berturut-turut, kini mencapai 6,65%, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Wu Zheng-ji menjelaskan bahwa untuk menghadapi tantangan global dan penurunan jumlah kelahiran, NTNU aktif mempromosikan pendidikan bilingual. Sejak tahun 2021, NTNU telah meluncurkan program kursus penuh dalam bahasa Inggris di tingkat sarjana, master, dan doktoral, serta meningkatkan jumlah dan partisipasi dalam program EMI (English Medium Instruction). Saat ini, NTNU menawarkan 6 program sarjana dan 62 program master/doktoral yang diajarkan sepenuhnya dalam bahasa Inggris, dengan lebih dari 886 kursus bahasa Inggris yang tersedia setiap tahunnya. Ke depan, NTNU akan terus memperkuat pengembangan program bahasa Inggris ini.

Selain itu, Wu Zheng-ji menjelaskan bahwa NTNU juga aktif berpartisipasi dalam pameran pendidikan internasional, memproduksi video rekrutmen multibahasa, dan memperkuat pemasaran melalui media sosial global. NTNU menawarkan berbagai pilihan program akademik serta bantuan internasional, dan saat ini jumlah mahasiswa internasional di NTNU telah melebihi 1700 orang. NTNU juga membantu mahasiswa internasional dalam bimbingan karir dan kegiatan perekrutan magang di Taiwan. Dari tahun 2022 hingga 2024, 82 mahasiswa internasional memilih untuk bekerja di Taiwan, yang didukung oleh subsidi dari Kementerian Pendidikan dan berbagai program bimbingan karir untuk meningkatkan daya saing dan pengembangan karir mereka.

NTNU juga berkomitmen untuk membangun kampus yang lebih internasional dengan meningkatkan dukungan administratif dan integrasi budaya. Wu Zheng-ji menyatakan bahwa universitas telah mendorong administrasi bilingual secara menyeluruh dan mendirikan kantor dukungan khusus untuk mahasiswa internasional, yang menyediakan dukungan kehidupan dan akademik yang lengkap. NTNU juga memperkuat sumber daya pendidikan bahasa Mandarin, dengan membuka kursus khusus untuk membantu mahasiswa internasional mengatasi hambatan bahasa.

Sejak 2021, hampir 3000 mahasiswa internasional telah dibimbing dalam kemampuan bahasa Mandarin dasar, dan setiap tahun satu staf administrasi asing akan dipekerjakan untuk memperkuat bimbingan bahasa dan dukungan psikologis bagi mahasiswa internasional. Untuk mengatasi kebutuhan tempat tinggal, NTNU juga akan menyelesaikan pembangunan asrama internasional berbahasa Mandarin yang dirancang khusus untuk mahasiswa internasional pada tahun 2027.

Selain itu, Departemen Persiapan untuk Tionghoa Perantauan (NUPS) di NTNU adalah satu-satunya departemen yang menyediakan pendidikan persiapan universitas untuk mahasiswa Tionghoa perantauan. Pada tahun lalu, 76,5% mahasiswa berasal dari Myanmar dan Indonesia. Sementara itu, Pusat Pengajaran Bahasa Mandarin NTNU melayani lebih dari 5000 siswa yang berasal dari lebih dari 90 negara di seluruh dunia.

未提供相片說明。

(foto: FB NTNU)

 

Kangen Masakan Indonesia, Mandy Dirikan Dapur "Raden" di Taiwan

Mandy adalah sosok di balik kesuksesan 'Raden', usaha kuliner yang menyajikan camilan, nasi kotak, dan hidangan khas Indonesia. Selain menjadi pengusaha, ia juga seorang penerjemah bahasa Indonesia profesional dan penulis produktif. Salah satu karyanya, 'Praktis Berbicara Bahasa Mandarin', menjadi panduan otodidak bagi orang Indonesia yang ingin menguasai bahasa Mandarin. Latar belakang pendidikannya pun tak kalah mengesankan. Mandy meraih gelar sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Ming Chuan dan gelar magister Pengajaran Bahasa Mandarin dari Universitas Nasional Taiwan Normal (NTNU). Setelah lulus, ia berhasil mendapatkan kewarganegaraan Taiwan dan memulai perjalanan wirausahanya.Bagaimana kisahnya menjalankan bisnis di sini? Dengarkan di acara hari ini, ya!

No photo description available.

No photo description available.

Penyiar

Komentar