Snorlax Raksasa di Festival Lentera Taiwan 2025 di Taoyuan!
Saat ini, semua orang sedang bersiap menyambut liburan musim semi. Setelah 9 tahun, Festival Lentera Taiwan yang dinanti-nantikan setiap tahun akan kembali berlangsung di Taoyuan! Dari 7 hingga 23 Februari 2025, festival ini akan diadakan secara besar-besaran di Qingpu, Taoyuan, dengan tema "Cahaya Menghubungkan Seribu Kolam di Taoyuan".
Video promosi pertama festival ini menampilkan aktris berbakat Lien Yu-han (連俞涵) sebagai pemeran utama, yang mengajak kita semua menikmati keindahan lentera tradisional dan inovatif.. Lalu, apa saja atraksi menarik yang tidak boleh dilewatkan?
Dua Zona Utama di Festival Lentera Taoyuan 2025
Festival ini akan mengadakan dua zona utama: Zona Panggung Utama A18 dan Zona Taman Bermain Cahaya A19, dengan lebih dari 300 karya dipamerkan.
Zona Panggung Utama berada di depan Stasiun Taoyuan MRT Bandara (A18), menampilkan lentera utama bernama "Taman Hiburan Tanpa Batas" dengan teknologi inovatif yang memukau.
Zona Taman Bermain Cahaya A19 memanfaatkan kesempatan kembalinya Festival Lampion ke Taoyuan setelah 9 tahun. Dengan tema "Keluarga dan Permainan", zona ini memadukan elemen lanskap alam, citra kolam, dan tempat wisata, yang cocok untuk anak-anak dan dewasa.
Sorotan Atraksi
- Kerajaan Seribu Kolam Cahaya
Terletak di Taman Qingpu, zona ini adalah satu-satunya area dengan lanskap kolam dan perairan luas. Atraksi utamanya adalah Snorlax raksasa setinggi 10 meter, yang berbaring di taman dengan sekelilingnya dihiasi kartu Pokémon dan monster-monster lucu. Selain itu, ada juga lentera monster ungu, lentera berbentuk buah persik besar (melambangkan keberuntungan), serta instalasi interaktif seperti pompa yang mengeluarkan cahaya. Jangan lupa mencoba pengalaman AR di instalasi lentera ular besar!
- Stasiun Cahaya Penuh Energi
Berlokasi di Stadion Bisbol Rakuten, zona ini memadukan elemen bisbol dan laut. Anda bisa menikmati atraksi interaktif, seperti tombol yang memancarkan cahaya seperti pukulan homerun, jalanan dengan efek ombak, hingga instalasi berbentuk ubur-ubur bercahaya yang bereaksi terhadap suara atau gerakan. Setelah melewati terowongan laut dalam yang bercahaya, pengunjung akan memasuki zona penuh instalasi interaktif. Di sini, Anda dapat menekan tombol untuk memicu efek cahaya yang menyerupai pukulan home run, atau mencoba berlari di base dan menginjak papan bisbol yang warnanya berubah sesuai dengan langkah Anda, memberikan pengalaman yang sangat dinamis.Anda juga dapat berjalan melewati kelompok ubur-ubur berwarna cerah. Ubur-ubur ini akan bereaksi terhadap suara atau tepukan tangan, menciptakan perubahan cahaya yang memukau. Saat berjalan di zona ini, rasanya seperti berjalan di dasar laut, dikelilingi berbagai makhluk laut bercahaya.
- Zona yang cocok untuk dinikmati bersama keluarga adalah "Teater Cahaya Remaja," yang menampilkan karya seni dari para seniman dalam bentuk "The Bouncing Circus”.
Zona ini dihiasi dengan berbagai instalasi balon yang kreatif, seperti gerbang tiup bermotif zebra, badut, bulan yang bernyanyi, kadal yang memanjat, hingga rubah yang menyembunyikan bintang. Dengan tambahan pencahayaan yang dirancang khusus, seluruh zona ini penuh dengan nuansa ceria dan kejutan.
Jangan lewatkan untuk mengunjungi panggung utama The Bouncing Circus, di mana karakter-karakter di atas panggung dirancang dengan bentuk yang lembut seperti krim, membuat panggung tersebut terlihat seperti sepotong kue raksasa dari dunia dongeng.
- Sorotan Kota
Menghadirkan keberagaman budaya Taoyuan melalui lentera yang mencerminkan tradisi Minnan, Hakka, penduduk asli, pendatang baru, dan budaya kamp militer.
- Zona Keberkahan
Menampilkan 13 keyakinan berbeda dari Timur dan Barat, zona ini menghadirkan lentera phoenix raksasa untuk mendoakan kemakmuran Taiwan dan kedamaian semua orang.
Festival ini mencakup lebih dari 20 hektare area kota dan dirancang untuk menjadi petualangan keluarga yang penuh kenangan. Jangan lewatkan maskot kecil berbentuk monster lucu yang terinspirasi dari kolam Taoyuan, yang menjadi simbol semangat festival!


(foto: https://2025taiwanlanternfestival.org/)
Informasi Festival Lentera Taiwan 2025 di Taoyuan
- Tanggal:
- Zona Panggung Utama (Stasiun MRT Bandara - Taoyuan A18): 12–23 Februari 2025
- Zona Taman Bermain Cahaya (Stasiun MRT Bandara - Taoyuan Sports Park A19): 7–23 Februari 2025
- Lokasi:
- Zona Panggung Utama: Stasiun Taoyuan MRT Bandara (A18)
- Zona Taman Bermain Cahaya: Stasiun MRT Taoyuan Sports Park (A19)
- Situs Resmi: https://2025taiwanlanternfestival.org/
iPASS Perluas Layanan, Hadirkan Layanan Transfer bagi Pekerja Migran!
iPASS menghadirkan layanan transfer uang antarnegara melalui aplikasi elektronik yang dikhususkan untuk empat negara: Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Thailand. Layanan ini dilakukan melalui program "iPASS Connect+", dengan menggandeng Eastern Union Interactive Co., Ltd., sehingga pekerja migran dapat mengirim uang secara online langsung dari ponsel mereka, sangat praktis untuk digunakan.
Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja Taiwan, jumlah pekerja migran di Taiwan saat ini mendekati 810 ribu orang. Mereka berperan penting di sektor konstruksi, manufaktur, pertanian, dan layanan perawatan, menjadikan pekerja migran bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Taiwan. Namun, pekerja migran sering menghadapi berbagai tantangan, termasuk akses terhadap layanan keuangan yang praktis.
Untuk memenuhi kebutuhan transfer uang yang besar di kalangan pekerja migran, iPASS bekerja sama dengan perusahaan fintech Eastern Union Interactive Co., Ltd., menjadi pionir dalam layanan transfer uang lintas negara melalui aplikasi pembayaran elektronik. Dengan aplikasi iPASS MONEY, pekerja migran kini dapat melakukan transfer uang secara cepat dan mudah tanpa harus mengambil cuti atau pergi ke lembaga keuangan.
Layanan ini mencakup empat aplikasi khusus: IndoMoney (Indonesia), VietMoney (Vietnam), PhilMoney (Filipina), dan ThaiMoney (Thailand). Pengguna hanya perlu masuk ke aplikasi terkait, memilih penerima, dan tujuan transfer, kemudian menggunakan iPASS MONEY untuk mengirim uang ke kampung halaman mereka. Alternatif lainnya, pengguna juga dapat mengakses fitur "Cross-Border" di menu “Payment” pada aplikasi iPASS MONEY untuk menyelesaikan transfer dengan cepat dan aman.
Pendiri Eastern Union, Wu You-xun (吳侑勳), mengatakan bahwa layanan keuangan di Taiwan sering kali terasa asing dan kurang mudah diakses bagi pekerja migran. Hal ini membuka peluang terjadinya transaksi ilegal dan kasus penipuan. Dengan kolaborasi ini, pihaknya berharap dapat menyediakan lingkungan keuangan yang lebih aman dan nyaman bagi pekerja migran.
Ke depannya, iPASS akan terus menawarkan layanan pembayaran yang lebih beragam dan berbagai penawaran menarik bagi komunitas pekerja migran di Taiwan.

(foto:e-creative.media)
Fitur Tersembunyi di 7-11 Kini Terungkap!
1. Tidak Perlu Sebutkan Nomor Telepon, Cukup Masukkan Sendiri
Bagi yang khawatir tentang risiko privasi saat menyebutkan nomor telepon anggota, 7-11 mulai memperbarui perangkat di seluruh toko sejak akhir 2024. Kini, pelanggan dapat memasukkan nomor telepon mereka sendiri melalui layar keypad saat membayar. Hal ini tidak hanya meningkatkan privasi, tetapi juga mengurangi waktu tunggu saat menyebutkan nomor ke kasir.
2. Tidak Perlu Cari Tombol di Microwave, Cukup Pindai QR Code
7-11 telah memperkenalkan microwave dengan pemindai di beberapa toko sejak tahun lalu. Pelanggan hanya perlu memindai QR code pada kemasan makanan, dan microwave otomatis memulai pemanasan. Tidak perlu lagi bertanya kepada kasir atau mencari durasi pemanasan yang tepat.
Hingga saat ini, sekitar 40% toko di Taiwan sudah menggunakan microwave ini, dan 7-11 berencana mengganti semua microwave secara bertahap tahun ini.
3. Fitur Self-Checkout untuk Menghemat Waktu
Sekitar 100 mesin self-checkout sudah terpasang di toko 7-11, memungkinkan pelanggan membayar sendiri untuk mengurangi waktu antrean. Selain itu, sejak akhir 2024, 7-11 mulai memperkenalkan mesin kasir multifungsi, yang bisa digunakan oleh kasir saat toko ramai dan dialihkan ke mode self-checkout saat toko sepi.
Fitur ini memungkinkan kasir fokus mengatur stok barang, sementara pelanggan dapat dengan cepat menyelesaikan pembayaran sendiri.
4. Layanan Terjemahan dan Bahasa Asing di Seluruh Taiwan
Untuk mendukung pelanggan asing dan penduduk baru, mesin ibon di 7-11 kini mendukung bahasa Mandarin, Inggris, Jepang, Thailand, Filipina, Indonesia, dan Vietnam. Fitur ini mempermudah pelanggan untuk memesan taksi, mengirim paket, atau mencetak dokumen.
Selain itu, 7-11 telah memperkenalkan tablet pintar dengan fitur terjemahan instan untuk membantu staf berkomunikasi dengan pelanggan dari berbagai negara. Sekitar 250 toko di kawasan tertentu juga menyediakan poster, menu, dan alas meja ramah bahasa asing.
5. Bonus Rp5 untuk Pengambilan Paket di Akhir Pekan
Mulai 4 Januari hingga 2 Maret 2025, pelanggan yang mengambil paket di 7-11 setiap Sabtu dan Minggu akan mendapatkan bonus belanja senilai NT$5. Bonus ini bisa didapat dengan menyebutkan nomor telepon anggota atau memindai barcode anggota.
6. Belanja Grup dengan Faktur Individu
Platform "i划算" dari 7-11 memungkinkan pelanggan membeli makanan, produk elektronik, buah musiman, hingga kebutuhan rumah tangga melalui belanja grup. Barang dapat diambil di toko atau dikirim ke rumah.
Untuk produk belanja grup yang direkomendasikan oleh toko, 7-11 menyediakan faktur terpisah untuk setiap pembelian. Dengan demikian, peluang memenangkan undian faktur menjadi lebih tinggi.
7. Layanan Pesan Antar dan Ambil di Foodomo
Melalui platform pengiriman Foodomo, pelanggan dapat memesan produk secara online untuk diantar ke rumah atau diambil di toko 7-11. Jika pelanggan memiliki voucher elektronik produk "OPENPOINT Mobile" (semacam e-voucher untuk barang yang telah dibeli sebelumnya), voucher tersebut dapat ditukarkan langsung melalui aplikasi Foodomo. Pelanggan memiliki dua opsi untuk mendapatkan produk:
- Pengiriman oleh kurir ke alamat rumah.
- Penjemputan di toko 7-11 yang dipilih pelanggan
Lupa Membawa Kartu Akses, Pemilik Rumah harus Memperlihatkan Anjingnya ke Satpam
Pernahkah kamu lupa membawa kunci atau kartu akses ketika keluar rumah? Banyak orang yang tinggal di apartemen, khususnya dengan akses sidik jari dan kata sandi suka lupa membawa kartu akses pintu kompleks apartemen, sehingga mereka harus menunggu keluarga atau tetangganya untuk bisa masuk kembali.
Hal ini juga terjadi pada seorang pria di Shandong, Daratan Tiongkok. Beberapa waktu lalu, pria ini membawa anjingnya untuk berjalan-jalan di malam hari. Namun, ia baru menyadari, bahwa dirinya lupa membawa kartu akses untuk kembali ke apartemennya setelah selesai membawa anjingnya berjalan-jalan. Ia pun tidak dapat masuk ke kompleks apartemennya tanpa kartu akses tersebut. Ketika sudah merasa putus asa, tiba-tiba ia memiliki ide dan mengangkat anjingnya yang berwarna kuning dan diperlihatkan kepada petugas keamanan (satpam). Benar saja, tanpa diduga, satpam yang bertugas segera mengenali “penghuni tetap” tersebut dan segera membukakan pintu, sehingga pria tersebut dan anjingnya dapat masuk dan pulang ke rumah.
Setelah bukti foto dan video terekspos, hal ini pun menimbulkan diskusi hangat di kalangan warganet. Beberapa di antara mereka menyampaikan, bahwa mereka lebih mengenali anjing yang ada daripada tuannya. Seorang warganet dengan bercanda menyampaikan, bahwa anjing tersebut adalah pemilik rumah sesungguhnya.
Ada pula warganet yang menyampaikan, sebelumnya ia merupakan petugas keamanan dan ia tidak bisa mengenali wajah penghuni apartemen, tapi ia dapat mengingat anjing-anjing yang ada. Warganet lain bahkan bercanda, bahwa memiliki anjing seperti memiliki kartu khusus untuk sistem pengontrol.
Menariknya, meskipun hal tersebut terjadi di Daratan Tiongkok, warganet Taiwan juga banyak yang setuju. Beberapa warganet mengutarakan, banyak yang tidak saling tahu nama tetangga, tapi mereka tahu nama anjingnya. Tidak sedikit yang menyampaikan, tetangga yang hanya kenal dengan anjingnya, tapi tidak mengenali dirinya.
Tidak hanya itu, kejadian ini juga seperti pengingat bagi para pemilik anjing untuk membawa kartu akses atau kunci ketika membawa anjing mereka berjalan-jalan. Jika tidak, maka mereka hanya bisa bergantung pada binatang peliharaan mereka untuk kembali pulang.

(foto: UDN)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
