History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Di Negeri Rantau 131124: Program Radio "The Power of New Immigrants"

  • 13 November, 2024
Di Negeri Rantau - RtiFM Online Rabu

Membeli Minuman Kocok di Taiwan, Semuanya dapat Disesuaikan!

Taiwan terkenal dengan minuman kocoknya dan di setiap sudut jalan ada banyak minuman kocok. Seorang warganet pun baru-baru ini memposting, bahwa setelah diperhatikan, nyatanya minuman kocok Taiwan benar-benar dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap orang.

Hal ini diutarakan oleh warganet terkait di Threads, bahwa beberapa waktu lalu ia sempat membeli minuman kocok dan di depan antriannya adalah orang asing. Orang asing tersebut berusaha memesan minuman dengan bahasa Mandarin sederhana. Saat itu, orang asing tersebut ingin memesan segelas teh susu. Ternyata, staf toko terus bertanya untuk aneka pilihan dan tambahan lainnya. Staf tersebut awalnya bertanya, “kami punya ruby, oolong merah, Assam, dan earl." Konsumen ini kemudian menjawab “earl”, staf pun kembali bertanya, “tingkat kemanisan dan es? Gelas sedang atau besar? Mau tambah boba mutiara? Mau yang besar atau yang kecil” Setelah orang asing tersebut menjawabnya satu demi satu, dan menghela napas berpikir telah selesai, ternyata staf tersebut kembali bertanya, “mau yang hitam atau yang putih?” membuat warganet yang berada dalam antrian serta orang asing ini tertawa, sembari menyampaikan, “ternyata minuman kocok Taiwan benar-benar dapat disesuaikan kebutuhan konsumen”.

Setelah postingan tersebut dipublikasikan, setidaknya 15.000 akun memberikan tanda “suka” dan banyak yang meninggalkan komentar, bahwa bagi orang asing, membeli minuman kocok di Taiwan seperti sedang tes bahasa mandarin tingkat tertinggi.” Selain itu, staf toko biasanya masih akan bertanya mengenai struk belanja dan nomor pajak, apakah membawa gelas sendiri, apakah menggunakan pembayaran elektronik atau uang tunai. Banyak yang menyampaikan, membeli minuman jadi seperti sedang mengisi kuesioner, tapi inilah yang menjadi keunikan dari minuman kocok Taiwan, tergantung selera masing-masing setiap konsumen.

Namun, ada pula warganet yang menyampaikan, bahwa konsep ini seperti pesanan “DIY” pada salah satu toko roti ternama Subway di Amerika Serikat, dimana konsumen juga akan diminta memilih sendiri jenis rotinya, jenis daging, sayuran, saos, dan berbagai tambahan lainnya. Bahkan, jika Anda memesan tambahan telur, juga akan ditanyakan jenis telur yang diinginkan (goreng, orek, mata sapi, rebus, setengah matang atau matang sempurna).

(foto: Canva)

Taiwan Mengklarifikasi Persyaratan bagi WNA yang ingin Menetap secara Permanen

Badan Imigrasi Nasional (NIA) mengklarifikasi persyaratan bagi warga negara asing yang ingin mengajukan permohonan izin tinggal tetap di Taiwan pada hari Senin (4 November), menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh netizen di forum Dcard.

NIA menyatakan bahwa meskipun tinggal di Taiwan selama lima tahun berturut-turut dengan setidaknya 183 hari izin tinggal per tahun merupakan persyaratan dasar, kriteria tambahan juga harus dipenuhi. Menurut undang-undang imigrasi Taiwan, pelamar harus berusia di atas 18 tahun, tidak memiliki catatan kriminal, menunjukkan "harta, keterampilan, atau bakat yang cukup" untuk membiayai biaya hidup mereka, dan memenuhi "kepentingan nasional negara".

Untuk persyaratan keuangan, pelamar harus memberikan bukti pendapatan bulanan rata-rata lebih dari dua kali lipat gaji pokok Kementerian Tenaga Kerja dari tahun sebelumnya atau properti dan aset senilai lebih dari NT$5 juta (US$156.606).

Pelamar yang ingin memperoleh APRC (Sertifikat Penduduk Tetap Asing) berdasarkan "keterampilan dan bakat" harus menunjukkan lisensi atau sertifikat keterampilan profesional atau teknis yang diakui pemerintah Taiwan.

Untuk mendukung upaya perekrutan bakat Taiwan, NIA mencatat bahwa orang asing dengan kualifikasi profesional tertentu hanya memerlukan tiga tahun berturut-turut masa tinggal resmi untuk memenuhi syarat untuk mendapatkan tempat tinggal tetap. Mereka yang diklasifikasikan sebagai "bakat profesional senior" dibebaskan dari persyaratan tempat tinggal lima tahun.

Lebih jauh, profesional asing yang memperoleh tempat tinggal tetap dapat mengajukan permohonan tempat tinggal tetap untuk pasangan dan tanggungan mereka. NIA mengatakan tanggungan mereka juga harus tinggal secara resmi di Taiwan setidaknya selama 183 hari per tahun selama tiga tahun berturut-turut.

NIA menekankan komitmennya untuk menciptakan lingkungan imigrasi yang ramah dan berencana untuk terus melonggarkan peraturan yang relevan guna menarik bakat profesional asing ke Taiwan.

外籍人士‧ 依親| 鷺鳴國際PLATALEA

(foto: https://www.platalea.com.tw/)

KDEI Taipei Memelopori Pendataan PMI Profesional Di Taiwan

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei baru saja melakukan pendataan PMI profesional (kerah putih/ white collar) di Taiwan. Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk optimalisasi perlindungan bagi para pekerja profesional sebagaimana amanah Undang-undang No. 18 Tahun 2017 Tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta tindak lanjut dari launching Sisko P2MI modul pendataan PMI Profesional yang dilakukan pada 17 Oktober 2024 silam. Kegiatan ini menjadikan KDEI Taipei sebagai pelopor pendataan PMI profesional di luar negeri.

Kegiatan diselenggarakan di Exhibition Hall KDEI Taipei lantai 1 dan dihadiri oleh PMI profesional dari berbagai profesi seperti asisten profesor, peneliti, engineer (berbagai spesialisasi), manajer, marketing, dan lain-lain dengan masa tinggal di Taiwan yang beragam.

“Selama ini, pendataan Pekerja Migran Indonesia baru terfokus pada pekerja kerah biru (blue collar). Sementara itu, di Taiwan banyak sekali pelajar Indonesia yang beralih status menjadi pekerja profesional (kerah putih) setelah lulus dari sekolahnya,” terang Wakil Kepala KDEI Taipei, Zulmartinof, saat pembukaan acara “Pendataan PMI Profesional (White Collar) di Taiwan" di KDEI Taipei, Minggu (10/11/2024).

Berdasarkan data dari Ministry of Labor Taiwan, terdapat 5.947 PMI Profesional per akhir September 2024. Jumlah PMI Profesional di Taiwan diperkirakan akan terus meningkat. “Dan PMI menempati urutan ke-3 dengan jumlah terbanyak setelah pekerja Malaysia dan Jepang. Tentu PMI Profesional ini tidak hanya yang dulunya pelajar di Taiwan, tapi banyak juga talenta-talenta Indonesia yang direkrut langsung dari Indonesia,” tambahnya.

Turut hadir perwakilan Workforce Development Agency, Ministry of Labor Taiwan, Mr. Zheng, Zhe-Xin untuk menyampaikan aturan ketenagakerjaan bagi pekerja asing kerah putih di Taiwan dan dilanjutkan dengan penjelasan manfaat pendataan PMI Profesional, kemudian diakhiri dengan pengisian online pada Sisko P2MI oleh para peserta di gawai masing-masing.

Analis Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei, Mira Caliandra menjelaskan, pendataan ini juga memfasilitasi PMI untuk mendapatkan kepesertaan Jamsos PMI (BPJS Ketenagakerjaan). “Manfaat Jamsos berupa jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) dirasakan diri sendiri dan keluarga setelah kejadian/permasalahan terjadi. Selain itu, manfaat lainnya adalah relaksasi bea cukai barang kiriman dengan total USD 1500 dalam satu tahun takwim yang merupakan privilege bagi PMI sebagai penyumbang devisa untuk Negara,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 32 PMI hadir, 19 di antaranya melakukan pendaftaran pada Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SiskoP2MI). Salah satu peserta, Toko Sugiharto, mengungkapkan antusiasmenya. “Saya sudah bertahun-tahun di Taiwan selalu bertanya mengapa PMI profesional kurang diperhatikan dibanding PMI kerah biru. Tapi sekarang saya senang akhirnya Pemerintah ngopeni kami, pekerja kerah putih,” ujar software engineer (*).

(foto: KDEI Taipei)


Ditjen Imigrasi - Program Radio "The Power of New Immigrants" (10-7)

Ditjen Imigrasi meminta Radio Taiwan International (Rti) untuk memproduksi program radio bagi Penduduk Imigran Baru. Mulai 18 Oktober 2024, program ini akan disiarkan setiap Jumat dan Sabtu pukul 14:00 di saluran FM104.9 Police Broadcasting Service (PBS). Program ini juga dapat didengarkan melalui internet di website Rti, serta di platform Podcast, seperti Apple Podcasts, Spotify, dan YouTube Music. Kami mengundang seluruh Penduduk Imigran Baru dan masyarakat untuk mendengarkan program radio ini!

https://www.rti.org.tw/radio/programView/id/1748

Apakah YouBike memiliki batas waktu penggunaan? Bagaimana jika anggota YouBike tidak mengembalikan sepeda setelah waktu yang lama?

Saat ini, sistem tidak menetapkan batasan waktu penggunaan. Namun, untuk mengingatkan pengguna tentang waktu peminjaman dan mengurangi perselisihan biaya yang mungkin timbul karena keterlambatan pengembalian sepeda, sistem akan mengirimkan pemberitahuan melalui SMS jika tidak ada catatan pengembalian sepeda dalam 4 jam setelah dipinjam.

Sistem penyewaan akan memeriksa daftar pengguna yang belum mengembalikan sepeda setiap jam, dan jika sepeda belum dikembalikan lebih dari 4 jam, SMS pemberitahuan akan dikirim setiap jam. Untuk menghindari gangguan pada jam istirahat malam, SMS pemberitahuan hanya dikirim antara pukul 8 pagi hingga 10 malam. Pengguna diingatkan bahwa biaya akan dikenakan dengan tarif progresif jika menyewa sepeda lebih dari 4 jam. Jika tidak ingin memperpanjang masa sewa sepeda, harap segera mengembalikannya. Jika ada kecurigaan pencurian, harap hubungi polisi untuk membantu penyelidikan.

(foto:: Pemkot Taichung)

Penyiar

Komentar