History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Di Negeri Rantau 100224: Dari Pengumpul Tulang Menjadi Pemimpin Grup Tari: Kebangkitan Yati, Penduduk Imigran Baru dari Indonesia

  • 02 October, 2024
Di Negeri Rantau - RtiFM Online Rabu

Tips Terbang dengan Nyaman

Setiap kali bepergian ke luar negeri, penerbangan jarak jauh sering menyebabkan sakit punggung, terutama di ruang tempat duduk yang terbatas, yang membuat tubuh terasa tidak nyaman. Agar masalah kecil ini tidak merusak suasana hati perjalanan, dengan menguasai beberapa metode sederhana dapat secara efektif mengurangi ketidaknyamanan, memungkinkan Anda tiba di tujuan dengan tetap bersemangat.

* Bergerak sebelum lepas landas untuk meningkatkan sirkulasi darah

Saat menunggu naik pesawat, jangan hanya sibuk dengan ponsel Anda. Cobalah berjalan-jalan untuk meningkatkan sirkulasi darah. Terutama sebelum penerbangan panjang, bergerak sedikit dan menghangatkan tubuh Anda akan membantu Anda tidur lebih nyenyak di pesawat.

* Tetap hangat untuk menghindari sirkulasi darah yang lambat

Suhu di pesawat biasanya rendah, yang dapat memperlambat sirkulasi darah dan menyebabkan kekakuan otot. Ingatlah untuk membawa jaket atau meminjam selimut dari pramugari untuk menjaga kehangatan dan mencegah nyeri otot karena kedinginan.

* Sesuaikan postur duduk yang benar untuk mengurangi tekanan otot

Menjaga postur tubuh yang tepat adalah kunci untuk menghindari nyeri. Sandarkan kepala Anda pada kursi, jaga punggung Anda tetap lurus dengan sandaran, letakkan kaki di lantai, dan jaga sudut sekitar 85 hingga 90 derajat antara tubuh dan paha serta antara paha dan betis. Ini akan mengurangi tekanan pada otot Anda.

* Latihan bahu dan leher untuk meredakan kelelahan dengan cepat

Jika Anda merasa leher dan bahu kaku, cobalah melakukan beberapa latihan sederhana. Biarkan lengan Anda tergantung secara alami dan putar bahu Anda 360 derajat ke depan dan ke belakang selama 90 detik. Ini akan mengendurkan otot leher dan bahu Anda dan meredakan kelelahan.

* Jangan makan terlalu banyak untuk menghindari peningkatan tekanan perut

Makan terlalu banyak dapat meningkatkan tekanan perut, menyebabkan ketegangan otot punggung, dan menyebabkan sakit punggung. Disarankan untuk makan secukupnya sebelum dan selama penerbangan agar tubuh lebih nyaman. 

Dengan mengikuti lima tips ini, Anda dapat membuat perjalanan penerbangan lebih nyaman, mengucapkan selamat tinggal pada sakit punggung, dan menikmati setiap perjalanan.

Aturan utk Para Pelajar Asing di Taiwan Terbaru

Seiring dimulainya semester baru, universitas dan perguruan tinggi di seluruh Taiwan secara aktif membantu mahasiswa internasional untuk beradaptasi dengan kehidupan kampus. Baru-baru ini, Stasiun Layanan Kota Taipei dari Ditjen Imigrasi diundang untuk menghadiri lokakarya orientasi mahasiswa baru internasional di Universitas Nasional Taiwan dan Universitas Sains & Teknologi Taipei. Fokus lokakarya ini adalah untuk menyampaikan informasi penting tentang undang-undang tinggal di Taiwan dan pencegahan perdagangan manusia, membantu mahasiswa memahami hak tinggal mereka dan berintegrasi dengan kehidupan di Taiwan, yang mendapat tanggapan antusias.

Petugas imigrasi Zhao Xiang-yi memperkenalkan peraturan terkait tinggalnya mahasiswa internasional di Taiwan, menjelaskan bahwa aplikasi untuk tinggal sebagai mahasiswa kini dapat diproses sepenuhnya secara online, membuat prosesnya lebih nyaman dan cepat. Menurut amandemen Undang-Undang Imigrasi, mahasiswa dapat mengajukan perpanjangan izin tinggal dalam waktu tiga bulan sebelum masa berlakunya habis, dengan denda keterlambatan yang telah dinaikkan menjadi NT$10.000 hingga NT$50.000.

Masa tinggal maksimum di Taiwan dapat diperpanjang hingga tujuh tahun. Selain itu, mahasiswa asing yang ingin bekerja harus mengajukan izin kerja, dengan batas waktu bekerja maksimal 20 jam per minggu selama masa perkuliahan (tidak termasuk liburan musim panas dan musim dingin), dan pekerjaan ilegal dilarang.

Festival Layang-Layang Internasional Pantai Utara Dimulai, 17 Tim dari Berbagai Negara Menampilkan Karakteristik Masing-Masing

"Festival Layang-Layang Internasional Pantai Utara 2024" dimulai pada tanggal 28 di Baisha Bay, Distrik Shimen. Tahun ini, acara ini mengusung tema "Hai laying-layang! Selamat Datang!" (Hi 箏想見你) , mengundang 17 tim layang-layang dari berbagai negara untuk berkumpul di Baisha Bay untuk menampilkan layang-layang kebanggaan mereka.

Selain menampilkan  layang-layang berbentuk makanan khas lokal seperti "Bakcang Shimen" dan burung magpie biru, festival ini juga terinspirasi oleh Pelabuhan Perikanan Fujih, menghadirkan pesta layang-layang makanan laut di udara, menambah daya tarik dan kreativitas baru dalam acara ini.

Wakil Kepala Biro  Kebudayaan Yu Wen menyatakan bahwa "Festival Layang-Layang Internasional Shimen" telah berlangsung sejak tahun 2000, sehingga festival ini telah berlangsung selama 24 tahun dan berhasil membentuk citra merek "Layang-Layang Shimen", yang diakui oleh komunitas layang-layang domestik dan internasional. Acara ini tidak hanya meningkatkan pertukaran dan kompetisi di kalangan para ahli layang-layang, tetapi juga meningkatkan visibilitas internasional dan membuat festival layang-layang ini terkenal di dalam dan luar negeri.

Tahun ini, tim internasional membawa layang-layang dengan karakteristik unik, termasuk layang-layang balon bergambar Rama & Sinta yang berwarna-warni dari Indonesia; layang-layang peluit dari Vietnam dan layang-layang phoenix yang berwarna-warni, dan layang-layang "merlion" lucu dari Singapura. Selain itum, tim Jerman yang membawa pasukan katak dengan panjang hampir 15 meter yang dipimpin oleh seekor salamander.

Ada pula pertunjukan layang-layang stunt "Gangnam Style" yang terkenal di seluruh dunia dari Korea Selatan. Tim Taiwan juga menerbangkan layang-layang kepiting sepanjang hampir 10 meter, sotong lebih dari 15 meter, serta ikan kerapu dan ikan mantao yang umum, dan juga layang-layang besar berbentuk hewan laut seperti gurita, ikan pari, dan ikan paus yang panjangnya mencapai 35 meter, serta layang-layang "kapibara" yang sedang tren saat ini.

Kepala Distrik Shimen, Chen Ming-hui, menyatakan bahwa tahun ini juga direncanakan acara "Kumpulkan Stempel dan Dapatkan Hadiah" di mana masyarakat dapat mengunjungi stan tertentu untuk mendapatkan satu layang-layang kecil sebagai kenang-kenangan, dengan jumlah terbatas 1.500 buah.

Acara ini juga menyelenggarakan DIY lukis layang-layang, DIY stempel koleksi, serta pasar produk pertanian dan seni budaya.

Selain itu, acara ini juga berkolaborasi dengan kegiatan "Musim Seni Pantai Utara Formosa" dari Kantor Pengawasan Pantai Utara, menampilkan "Seni Lanskap Berangin - Kincir Angin dari Botol Plastik Daur Ulang dan Dekorasi Ikan Pelangi" di lokasi acara, menggunakan botol plastik daur ulang yang dicat dengan warna pelangi. Ini tidak hanya menggabungkan seni ramah lingkungan tetapi juga menyampaikan tema kesetaraan gender, menjadi salah satu karya seni berangin yang paling ramah lingkungan tahun ini. Pada hari acara, tersedia bus gratis dari Stasiun MRT Hongshulin ke lokasi Baisha Bay bagi masyarakat yang ingin pergi ke acara.

北海岸國際風箏節登場各國17隊皆具特色| 自由電子報| LINE TODAY

(foto: LTN)

Dari Pengumpul Tulang Menjadi Pemimpin Grup Tari: Kebangkitan Yati, Penduduk Imigran Baru dari Indonesia

Yati (Farida Meily), 42 tahun, berasal dari Indonesia, adalah seorang penduduk imigran baru yang menetap di Tianzhong, Kabupaten Changhua, membantu suaminya bekerja sebagai pengumpul tulang. Dua puluh dua tahun yang lalu, Yati pertama kali datang ke Taiwan sebagai pengasuh, ia sempat pulang ke Indonesia untuk memulai usaha sendiri, kemudian kembali dan menikah di Taiwan. Pada awalnya,  ibu menentang pernikahan ini karena perbedaan usia 22 tahun dengan suaminya, dan lagi Yati tidak memiliki kerabat di Taiwan.

Meskipun pekerjaan sebagai pengumpul tulang bertentangan dengan keyakinan agamanya dalam Islam, Yati bekerja keras untuk menyesuaikan diri demi kehidupan. Dia menyembunyikan pekerjaan tersebut dari orang tuanya hingga ayahnya datang ke Taiwan dan mengetahui kebenarannya. Awalnya, ayah kesulitan menerima kenyataan tersebut karena beranggapan Yati sejak kecil tidak bisa menghadapi kesulitan.

Yati pernah diejek hanya bisa mengumpulkan tulang, tidak bisa bekerja lainnya, ini yang membangkitkan tekadnya untuk membuktikan dirinya. Yati tidak saja belajar menulis, dan mengemudi, dia juga  mengikuti kursus untuk penduduk imigran baru, dan karena adanya pameran karya penduduk imigran baru, sehingga  dia mendirikan Grup Tari Srikandi, dia mendorong anggota grup penduduk imigran baru untuk tidak hanya merawat keluarga saja, mereka juga dapat melakukan apa yang disukainya dan hidup mandiri, Yati berharap dapat mempromosikan budaya Indonesia melalui grup tarinya.

Musim panas ini, Yati diundang menjadi instruktur di Kamp Musim Panas Diplomat Cilik di SD Wanlai, Kecamatan Beidou, Kabupaten Changhua, mengajar bahasa Indonesia dan memandu siswa membuat kipas batik Indonesia.

Orang tua Yati telah meninggal dunia dalam beberapa tahun terakhir, dan suaminya didiagnosis menderita kanker dua tahun yang lalu, yang menambah tekanan hidupnya. Namun, Yati memilih untuk tidak menangis di depan suaminya dan tidak tahu harus mencurahkan kepada siapa. Pengalaman ini membuatnya mengerti mengapa ibunya dulu menentang pernikahannya yang jauh dari rumah. Meski menghadapi banyak tantangan, Yati terus mengingatkan dirinya sendiri bahwa "menangis tidak akan menyelesaikan masalah" dan dia bertekad untuk terus berkembang, memadukan budaya Indonesia dengan kehidupan di Taiwan.

Farida Meily (depan kiri), seorang penduduk imigran baru asal Indonesia, mendirikan grup tari  dan sering berpartisipasi dalam pertunjukan untuk mempromosikan budaya Indonesia. (Gambar/sumber: Cheng Wei-chen, Kantor Berita Pusat)

(foto: CNA)

Penyiar

Komentar