Dewi Sandra Berbagi Pengalaman Hijrah di Acara Milad ke-11 Salimah Taiwan
Pada tanggal 14 Juli 2024, Salimah Taiwan merayakan Milad ke-11 dengan menggelar acara bertema "Perempuan Menuju Keluarga Berdaya". Acara ini bertempat di Xinsheng Lecture Building, National Taiwan University, dan dihadiri oleh 250 peserta dari beragam kalangan Muslimah WNI di Taiwan, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelajar, dan pegawai swasta.
Salimah Taiwan, yang merupakan bagian dari organisasi Persaudaraan Muslimah, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan, anak, dan keluarga Indonesia. Dalam acara Milad ini, berbagai kegiatan inspiratif dan edukatif diselenggarakan, seperti talkshow dan diskusi dengan menghadirkan narasumber ternama, termasuk Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Fiyatri Widuri, Sinta Santi LC, dan Dewi Sandra. Selain itu, acara ini juga diisi dengan bazar produk, pojok kreasi, dan berbagai sesi konsultasi, baik mengenai kesehatan, manajemen keuangan, maupun kesehatan mental.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, Salimah Taiwan berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program yang dapat membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia di Taiwan.
Dalam kesempatan tersebut, juga diadakan Challenge Video di media sosial seperti Tiktok, Facebook, dan Instagram dengan tema "Berdaya dengan Hijab: Tak terbatas kreativitas". Tiga video terbaik dan satu video terfavorit akan diumumkan pada acara puncak, serta mendapatkan hadiah menarik dari sponsor.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wadah bagi para Muslimah di Taiwan untuk mengekspresikan kreativitas mereka dan berbagi pengalaman serta pengetahuan untuk membangun keluarga yang berdaya dan harmonis.
Taipei International Choral Festival Taipei Dimulai pada 26 Juli: Tiga Paduan Suara Internasional Terkenal Akan Tampil Bergiliran
Mengumpulkan banyak tim terkenal dari dalam dan luar negeri, "Festival Musik Paduan Suara Internasional Taipei 2024" (TICF) akan berlangsung dari 26 Juli hingga 4 Agustus. Acara ini mengundang tiga tim paduan suara yang terkenal di dunia, termasuk Leioa Kantika Korala dari Basque, Spanyol; Batavia Madrigal Singers dari Indonesia, dan paduan suara wanita CANTUS dari Norwegia. Selain mengadakan konser klasik di Taipei, mereka juga akan melakukan tur di seluruh Taiwan.
Leioa Kantika Korala dari Spanyol
Jadwal pertunjukan : 26 Juli di Yilan Performing Arts Center,
27 Juli di Weiwuying Concert Hall Kaohsiung,
29 Juli di National Concert Hall Taipei,
31 Juli di Chiayi City Music Hall,
3 Agustus di National Concert Hall Taipei
Didirikan pada tahun 2000 di Basque, Spanyol, Leioa Kantika Korala akan dipimpin oleh konduktor Basilio Astúlez dan tiba di Taiwan pada 25 Juli.
Kepala Yayasan Kebudayaan dan Pendidikan Filharmonik Taipei, Ding Da-ming (丁達明) mengatakan, "Leioa" terdiri dari sekelompok remaja yang energik dan mencintai musik. Mereka adalah pemenang tetap di berbagai kompetisi dunia dan merupakan kelompok anak-anak dengan standar profesional. Direktur Musik Gu Yu-zhong (古育仲) menyatakan, berbeda dengan daerah lain di Spanyol, Basque memiliki bahasa, budaya, dan musiknya sendiri.
Saat "Leioa" menyanyikan lagu-lagu rakyat dalam bahasa Basque yang kuno, mereka memiliki ciri khas tersendiri. Ditambah dengan desain panggung yang unik, penampilan musik yang dinamis, dan harmoni yang segar dan murni, penampilan mereka sangat mengguncang dan memecahkan persepsi umum tentang paduan suara.

(foto: 台北愛樂文教基金)
Batavia Madrigal Singers
Jadwal pertunjukan: 28 Juli di Pingtung Performing Arts Center, 30 Juli di National Concert Hall Taipei
Selanjutnya adalah Batavia Madrigal Singers yang didirikan pada tahun 1996. Tim ini telah memenangkan juara di enam kompetisi paduan suara besar di Eropa dan pada tahun 2022 diundang untuk berpartisipasi dalam "Grand Prix Paduan Suara Eropa" (European Grand Prix) yang mengumpulkan tim juara dari berbagai negara, di mana mereka memenangkan juara umum. Mereka bisa dikatakan sebagai bintang di dunia paduan suara internasional.
Batavia Madrigal Singers terakhir kali mengunjungi Taiwan pada tahun 2004. Setelah 20 tahun, mereka akan kembali tampil dipimpin oleh konduktor Avip Priatna. Tim ini tidak hanya mahir dalam menyanyikan lagu-lagu rakyat Indonesia, tetapi juga menguasai repertoar klasik dan populer, dengan tambahan gerakan tari dan tubuh, menjadikan konser mereka sangat mengesankan.

(foto: 台北愛樂文教基金會)
Paduan Suara Wanita CANTUS dari Norwegia
Jadwal pertunjukan: 31 Juli di National Concert Hall Taipei, 2 Agustus di Tainan Cultural Center, 3 Agustus di National Concert Hall Taipei
Paduan Suara Wanita CANTUS dari Norwegia, yang mendapat perhatian dunia karena menyanyikan lagu pembuka "Vuelie" dalam film animasi Disney "Frozen" pada tahun 2013. Di bawah pimpinan konduktor Tove Ramlo, mereka dikenal karena menyanyikan karya-karya bergaya lagu rakyat tradisional Norwegia, menggunakan lapisan suara manusia untuk menciptakan overtone alami, dan menggabungkan elemen musik etnis Nordik untuk menciptakan suasana musik yang murni dan menyentuh hati. Ini adalah kunjungan kedua mereka ke Taiwan, dan mereka akan menyanyikan lagu-lagu rakyat Nordik, karya klasik, dan paduan suara kontemporer. Anggota tim juga mengenakan kostum tradisional Norwegia "Bunad", yang juga menjadi inspirasi kostum dalam film "Frozen".
Ding Daming menyatakan, "Festival Musik Paduan Suara Internasional Taipei" bertujuan agar penonton di Taiwan dapat melihat paduan suara terbaik dunia tanpa harus pergi ke luar negeri, serta mengenal repertoar terbaru dari seluruh dunia dan berbagai cara pertunjukan serta konsep paduan suara. Setiap konser dari tiga paduan suara internasional ini akan dibuka oleh paduan suara lokal. Selain itu, pada 28 Juli akan ada konser pembukaan TICF dan pada 4 Agustus akan ada konser penutupan. Informasi lebih lanjut tentang pertunjukan dapat ditemukan di situs web resmi Yayasan Filharmonik Taipei (https://www.tpf.org.tw/).

((foto: 台北愛樂文教基金會))
Musim Tuna Sirip Hitam Pingtung Berakhir: Ditjen Imigrasi Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk ABK Asing
Ditjen Imigrasi telah lama mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan potong rambut gratis di pelabuhan untuk ABK asing, sehingga para pekerja asing yang tinggal di Taiwan yang tidak begitu familiar dengan lingkungan sekitar dapat menerima perawatan medis dengan mudah. Tim Pelabuhan Kaohsiung dari Ditjen Imigrasi, pada Minggu, 14 Juli lalu, mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis. Kali ini, mereka juga menambahkan layanan fisioterapi untuk meredakan sakit otot dan tulang. Layanan ini mendapat banyak pujian dari ABK asing karena mereka telah bekerja sangat keras menangkap tuna sebelumnya.
Ditjen Imigrasi juga bekerja sama Asosiasi Medis Internasional Tzu Chi, Ditjen Perikanan dari Dewan Pertanian, Asosiasi Perikanan Distrik Donggang, Asosiasi Tuna Longline Taiwan, dan Asosiasi Fisioterapis Kabupaten Pingtung. Pada hari Minggu kemarin, mereka mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis di Asosiasi Perikanan Distrik Donggang untuk para ABK asing di wilayah Donggang dan Xiaoliuqiu.
Item pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan sangat banyak, termasuk pengobatan tradisional Tiongkok dengan akupunktur, pemeriksaan mata, gigi, penyakit umum, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, USG perut, EKG, penyakit dalam, spesialis bedah, dll. Ditjen Imigrasi menambahkan layanan baru, yaitu pemeriksaan fisioterapi agar ABK yang bekerja keras laut dapat merileksasikan otot dan tulang mereka yang pegal/ nyeri.
Musim tuna sirip hitam di Donggang berakhir lebih awal, sehingga jumlah ABK asing yang ada di pelabuhan saat ini lebih banyak, dan jumlah orang yang mencari pengobatan juga sangat banyak. Selain itu, ada lebih dari 20 penduduk baru Indonesia yang dengan antusias menjadi sukarelawan penerjemah untuk membantu komunikasi antara tenaga medis dan pekerja kapal. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 89 pekerja kapal asing menerima layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Pejabat menyatakan bahwa sebagian besar pekerja kapal asing di wilayah Donggang dan Xiaoliuqiu berasal dari Indonesia. Mereka menyatakan bahwa di kampung halaman mereka di Indonesia, pemeriksaan kesehatan memerlukan biaya besar, dan bekerja di laut membuat sulit untuk mendapatkan perawatan medis. Mereka hanya dapat mengandalkan obat-obatan sementara untuk meredakan sakit.
Selama waktu istirahat di pelabuhan di Taiwan, mereka dapat menerima pemeriksaan kesehatan gratis dari dokter. Ada juga kegiatan potong rambut gratis, yang memungkinkan pekerja kapal mengubah gaya rambut mereka sambil menunggu pemeriksaan kesehatan, memberikan penampilan baru dari dalam dan luar tanpa harus pergi ke salon di kota.

(foto: Ditjen Imigrasi)
Jumlah Pekerja Migran Mencapai 5.856 Orang! Hualien Buka Layanan Khusus Multi-Bahasa!
Hingga akhir Mei tahun ini, tercatat ada 5.856 pekerja migran yang dipekerjakan di Kabupaten Hualien, termasuk 3.232 orang dari Indonesia, 1.361 orang dari Filipina, 352 orang dari Thailand, dan 911 orang dari Vietnam. Pekerja rumah tangga mencakup 68,2% dari total pekerja migran di kabupaten ini, sementara pekerja sektor industri mencakup 31,8%. Pemerintah Kabupaten Hualien mendorong para majikan untuk mematuhi peraturan dan memperhatikan hak dan kesejahteraan pekerja migran, serta mendirikan layanan khusus multi-bahasa untuk memberikan bantuan dan pelayanan kepada para pekerja migran.
Pemerintah Kabupaten Hualien mengimbau majikan untuk memperhatikan hak dan kesejahteraan pekerja migran, memastikan keselamatan dan kesehatan mereka di tempat kerja. Majikan harus secara aktif menyediakan langkah-langkah perlindungan yang diperlukan dan memberikan bantuan segera saat terjadi kecelakaan. Diharapkan dengan usaha bersama masyarakat, dapat tercipta lingkungan kerja yang harmonis dan sejahtera, sehingga semua pekerja dapat bekerja dengan tenang dan hidup sehat.
Lisa, seorang pekerja rumah tangga dari Filipina, baru berada di Taiwan kurang dari satu tahun ketika mengalami kecelakaan serius dalam perjalanan pulang, menyebabkan patah tulang pergelangan kaki yang memerlukan istirahat panjang dan tidak bisa bekerja. Meskipun memiliki asuransi kesehatan, biaya medis yang harus ditanggung mencapai puluhan ribu dolar NT, yang menyebabkan tekanan ekonomi besar bagi Lisa yang terbaring di ranjang rumah sakit dan keluarganya di Filipina. Kepala RT setempat meminta bantuan dari pemerintah kabupaten. Dinas Sosial kemudian meminta bantuan sebesar NT$100 ribu kepada Kementerian Tenaga Kerja dan memberi Lisa biaya kebutuhan hidup.
Dinas Sosial menyatakan bahwa pemerintah kabupaten telah menetapkan aturan untuk pemberian bantuan kepada pekerja migran yang mengalami kejadian khusus, seperti kekerasan, kecelakaan kerja, atau penyakit biasa yang menyebabkan ketidakmampuan untuk bekerja, dengan bantuan maksimal 10.000 NT per kasus. Dalam keadaan khusus, Kementerian Tenaga Kerja dapat menyesuaikan jumlahnya.
Untuk memastikan majikan dan pekerja migran mendapatkan bantuan yang dibutuhkan, Dinas Sosial akan menyediakan layanan multi-bahasa dan mendirikan layanan khusus untuk membantu proses pengajuan. Dinas Sosial juga mengimbau majikan untuk mengasuransikan pekerja migran dengan asuransi kesehatan nasional, asuransi tenaga kerja, dan asuransi kecelakaan, sehingga jika terjadi kecelakaan, pekerja migran akan terlindungi dan bebannya berkurang.


RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 

