8 Pelanggaran Lalu Lintas Ringan Tidak akan Bisa Dilaporkan Masyarakat Mulai 30 Juni
Yuan Legislatif melakukan pembacaan ketiga dan menyetujui revisi "Undang-Undang Pengelolaan dan Sanksi Lalu Lintas Jalan" pada bulan Mei, yang mencakup delapan jenis pelanggaran lalu lintas ringan, seperti parkir ganda sementara dengan denda di bawah NT$1.200 NTD. Pelanggaran-pelanggaran ini tidak akan bisa dilaporkan oleh masyarakat lagi. Sebelumnya, Yuan Eksekutif telah mengumumkan bahwa aturan ini akan mulai berlaku pada 30 Juni.
Pengetatan poin pelanggaran dan penambahan 13 jenis pelanggaran lalu lintas yang bisa dilaporkan oleh masyarakat yang diberlakukan pada Juni tahun lalu, menyebabkan reaksi keras dari pengemudi taksi dan pengemudi profesional lainnya.
Pada 7 Maret, Yuan Eksekutif menyetujui draf revisi "Undang-Undang Pengelolaan dan Sanksi Lalu Lintas Jalan" yang diajukan oleh Kementerian Transportasi (MOTC), yang menetapkan bahwa 10 jenis pelanggaran ringan dengan denda maksimal di bawah NT$1.200 NTD, termasuk parkir ganda sementara, tidak bisa dilaporkan oleh masyarakat. Namun, dalam versi yang disetujui oleh Yuan Legislatif pada akhir April dan Mei, hanya delapan jenis pelanggaran ringan yang tidak bisa dilaporkan.
MOTC menjelaskan bahwa delapan jenis pelanggaran lalu lintas ringan yang tidak bisa dilaporkan oleh masyarakat meliputi pelanggaran parkir berikut: parkir ganda sementara; parkir sementara di jembatan, terowongan, bundaran, di depan penghalang, trotoar, atau jalur cepat; parkir sementara sepeda motor di trotoar atau zebra cross; parkir sementara di persimpangan, parkir dengan jarak 10 meter dari halte bus umum dan 5 meter dari pintu masuk pemadam kebakaran; parkir permanen di jembatan, terowongan, bundaran, di depan penghalang, trotoar, jalur cepat, dan persimpangan; parkir permanen sepeda motor di trotoar atau zebra cross; parkir permanen di depan bandara, stasiun, pelabuhan, sekolah, tempat hiburan, pameran, stadion, pasar, atau tempat umum lainnya; dan parkir di depan hidran kebakaran.
Selain itu, pelanggaran lain yang tidak bisa dilaporkan oleh masyarakat mencakup pengendara sepeda motor yang menggunakan ponsel saat berkendara; pengemudi mobil atau sepeda motor yang memegang, merokok, atau menyalakan rokok yang dapat mengganggu keselamatan berkendara orang lain; mundur tanpa menyalakan lampu atau tidak memperhatikan pejalan kaki, serta kendaraan besar yang mundur tanpa ada pemandu di belakang.
Akan ada lima pelanggaran lalu lintas lain yang masih bisa dilaporkan oleh masyarakat, termasuk pengendara sepeda motor atau penumpangnya yang tidak mengenakan helm sesuai peraturan; parkir sembarangan di tempat parkir khusus penyandang disabilitas; mobil dengan empat roda atau lebih yang parkir sementara di luar trotoar atau zebra cross; parkir sementara yang tidak sesuai arah lalu lintas; serta mobil dengan empat roda atau lebih yang parkir di luar trotoar atau zebra cross.
MOTC mengungkapkan bahwa aturan baru lalu lintas ini bertujuan untuk menggantikan penegakan hukum dengan perbaikan teknis terlebih dahulu. Meskipun beberapa pelanggaran ringan tidak bisa dilaporkan oleh masyarakat, hal ini tidak akan mengurangi intensitas penegakan hukum atau menciptakan celah dalam penerapan hukum. Semua jenis pengemudi yang melanggar peraturan lalu lintas jalan harus menghadapi denda, dan akan dikenakan tindakan tambahan seperti pelatihan keselamatan lalu lintas, poin pelanggaran, penangguhan, atau pencabutan SIM sesuai dengan ketentuan peraturan.

8 pelanggaran lalu lintas ringan di Taiwan kini tidak dapat dilaporkan masyarakat
Jempol ABK Indonesia Putus saat Bekerja, Patroli Laut Kirim Helikopter untuk Membawanya ke RS Secepat Mungkin
Seorang ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal nelayan Taiwan mengalami kecelakaan kerja. Jempol tangan kanannya saat bekerja di laut. Kapal patroli Penghu menerima laporan dan segera datang untuk membersihkan dan membalut lukanya, serta menyimpan jari yang putus dalam kondisi beku. Setelah itu, ABK tersebut diangkut dengan helikopter, lalu diantar ke rumah sakit agar jari yang putus bisa dijahit kembali.
Pada 28 Juni pukul 3:30 sore, Patroli Laut Taiwan menerima laporan dari stasiun radio perikanan Donggang bahwa seorang ABK Indonesia di kapal nelayan "Ming Cai Fa 7" mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan jempol tangan kanannya putus. Segera setelah menerima laporan, kapal patroli Penghu seberat 500 ton dikirim untuk menyelamatkannya.
Untuk memastikan operasi penjahitan jari bisa dilakukan secepat mungkin, Penjaga Pantai Taiwan mengajukan permintaan kepada tim udara untuk mengantar nelayan tersebut dengan helikopter. Pada tanggal 29 Juni sekitar pukul 3 sore, kapal patroli Penghu bertemu dengan helikopter tim udara di 62 mil tenggara Eluanbi, dan nelayan tersebut diantar ke rumah sakit.
Penjaga Pantai Taiwan mengingatkan bahwa jika kapal nelayan atau masyarakat mengalami keadaan darurat di laut, mereka dapat melapor ke stasiun radio perikanan untuk diteruskan ke unit penjaga pantai setempat, atau menelepon "118" layanan Penjaga Pantai untuk segera mengirimkan kapal penyelamat.

Ilustrasi ABK di Taiwan
Masjid Agung Taipei Gelar “Festival Indonesia di Taiwan” untuk Promosikan Budaya Indonesia
Masjid Agung Taipei, sebagai jantung komunitas Muslim di Taiwan, tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga aktif dalam mempromosikan budaya Indonesia. Pada tanggal 29 Juni lalu, masjid ini untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah "Festival Indonesia di Taiwan". Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mempromosikan budaya Indonesia dan mendorong pertukaran budaya bilateral antara Indonesia dan Taiwan.
Festival ini dibuka dengan lantunan suara merdu anak-anak yang membacakan ayat suci Al-Qur'an. Pertunjukan mengaji ini membawa suasana religius dan menyejukkan hati para pengunjung. Setelah itu, giliran PCINU Taiwan menampilkan pertunjukan musik islami hadrah dengan penuh penghayatan, menciptakan suasana yang syahdu dan damai.
Festival ini juga dimeriahkan oleh 12 stan bazar, termasuk stan dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI Taipei), Indonesian Diaspora Network in Taiwan (IDN Taiwan), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Taiwan (PCINU Taiwan), dan Asia Money Fintech Company (AMFC), serta stan-stan lainnya yang menjual pakaian dan makanan khas Indonesia.
Salah satu kegiatan yang menarik adalah DIY mewarnai sajadah kain batik dan DIY kerajinan bros. Pengunjung dapat berkreasi dan membawa pulang hasil karya mereka sendiri.
Ibu Kartika Dewi, Wakil Ketua IDN Taiwan, dengan penuh semangat mengajari para pengunjung cara mewarnai kain batik. Beliau dengan sabar menjelaskan teknik-teknik membatik dan berbagi cerita tentang sejarah dan makna batik dalam budaya Indonesia. Antusiasme para peserta terlihat jelas dari wajah mereka yang penuh konsentrasi dan kegembiraan saat mewarnai kain putih.
Kolaborasi yang terjalin dalam "Festival Budaya Indonesia di Taiwan" ini menjadi bukti nyata semangat persatuan dan gotong royong antar umat Muslim di Taiwan. Masjid Agung Taipei, dengan perannya sebagai fasilitator, telah berhasil menyatukan berbagai pihak untuk bersama-sama mempromosikan budaya Indonesia dan membangun hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan Taiwan.

Anak-anak Indonesia dalam acara budaya Indonesia di Masjid Agung Taipei
Festival Musik Angklung Perdana di Taiwan, Menampilkan Keindahan Musik Indonesia
Festival Musik Angklung perdana di Taiwan telah diselenggarakan pada hari Sabtu, 29 Juni 2024, bertempat di ruang aula Museum Nasional Taiwan (NTM), Taipei. Festival yang menampilkan konser dari beberapa grup musik angklung di Taiwan ini memperlihatkan keindahan berbagai alat musik dari bambu, khususnya angklung.
Festival Musik Angklung yang diselenggarakan oleh “Angklung Taiwan” (臺灣安克隆樂團) bekerja sama dengan Museum Nasional Taiwan ini berhasil memukau para pengunjung museum dan para tamu undangan yang hadir. Para penonton bahkan memadati balkon lantai 2 museum untuk menyaksikan keindahan musik bambu di hari Sabtu lalu.
Acara tersebut diawali dengan penjelasan mengenai alat musik angklung, kemudian dilanjutkan penampilan dari “Gema Angklung” (印尼竹韻揚聲樂團) yang berbasis di Taipei. Grup musik ini beranggotakan para penduduk imigran baru dan anak-anak penduduk imigran baru yang berasal dari Indonesia. Mereka membawakan beberapa lagu, antara lain “Tanah Air” dan “Hati yang Berterima Kasih” (感恩的心).
Penampilan kedua menghadirkan anak-anak dari Sekolah Dasar Dadu Hsinchu (新竹縣大肚國小). Bersama dengan gurunya, mereka menyajikan musik angklung kontemporer karena berpadu dengan berbagai alat musik lain, seperti balungan, membawakan lagu “Dayung Sampan” (甜蜜蜜), lagu Hakka, dan lagu dari Suku Amis.
Grup “Angklung Taiwan” (臺灣安克隆樂團) dari Pingtung yang beranggotakan orang Taiwan, para penduduk imigran baru dari Indonesia, Malaysia, dan Vietnam, serta anak-anak mereka menjadi grup musik ketiga yang tampil dalam acara tersebut. Guru Huang Chuan-lin (黃筌琳) bersama dengan Tsai Bing-chun (蔡秉君) memainkan musik orkestra dengan musik bambu. Penampilan mereka semakin meriah ketika guru Luo Zheng-hun (羅正楎) turut tampil bersama untuk bermain angklung tepuk dan trung (alat musik bambu dari Vietnam serupa dengan calung).
Setelahnya, seluruh pengisi acara tampil bersama, dilengkapi dengan permainan rebana Melayu, suasana di museum pun semakin semarak, terlebih para penonton kemudian diajak untuk bermain angklung dan memainkan lagu “Ayo Mama” bersama-sama.
Huang Chuan-lin yang merupakan pendiri Angklung Taiwan menyampaikan, bahwa ini merupakan penampilan perdana mereka di Taiwan. Angklung Taiwan sendiri berdiri sejak tahun 2019 dan secara khusus bekerja sama dengan Museum Nasional Taiwan (NTM) untuk mengadakan festival musik angklung tersebut.
Huang yang merupakan lulusan musik dan sebelum mendalami angklung secara khusus belajar gamelan di Yogyakarta menyampaikan, bahwa ia sangat senang karena bisa menggelar acara ini dan berharap akan ada kesempatan berikutnya untuk mengajak lebih banyak grup musik angklung tampil bersama.

Acara Festival Musik Angklung Taiwan di Museum Nasional Taiwan, Sabtu, 24 Juni 2024

RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
