Ponsel Tertinggal di YouBike, Polisi Taiwan Membantu Mahasiswa Indonesia untuk Mendapatkannya Kembali
Seorang mahasiswa Indonesia bermarga Yeh (葉) yang berusia 19 tahun yang tinggal di Taichung baru-baru ini tidak sengaja meninggalkan ponselnya di dalam keranjang sepeda YouBike pada 13 Juni lalu. Polisi Taichung pun dengan sigap membantunya untuk mendapatkan kembali ponsel tersebut.
Dilansir dari Ettoday, pada tanggal 13 Juni sekitar pukul 21:30, Kantor Polisi Lide Cabang Ketiga dari Departemen Kepolisian Kota Taichung menerima laporan dari Yeh. Sebelumnya, Yeh mengendarai YouBike di dekat Stasiun Kereta Api Taichung. Setengah jam kemudian, ia terkejut setelah menyadari bahwa ia meninggalkan ponselnya di dalam keranjang YouBike. Yeh pun segera kembali ke stasiun perhentian YouBike untuk mencarinya, tapi ia kemudian melihat bahwa sepeda yang sebelumnya ia pinjam telah dipinjam orang lain.
Polisi yang menangani kasusnya bernama Chen Hao-jie(陳皓傑) dan Shi Gan-yun (施淦運). Setelah mengonfirmasi bahwa tidak ada yang menemukan ponsel Yeh, mereka pun segera menghubungi layanan konsumen YouBike dan berhasil menemukan nomor sepeda serta lokasinya saat itu. Mereka juga menemukan, bahwa pengemudi tersebut telah mengembalikan sepeda ke stasiun pengembalian yang berjarak 850 meter dari kantor polisi. Yeh segera mengunjungi tempat tersebut dan untungnya ponselnya juga masih berada di keranjang sepeda tersebut.
Setelah ponselnya kembali, Yeh sangat bersyukur dan berterima kasih kepada polisi Taiwan atas bantuan mereka. Ia mengatakan bahwa polisi Taiwan sangat luar biasa.
Polisi mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan barang-barang berharga mereka, baik ketika menggunakan transportasi umum ataupun ke tempat-tempat umum. Anda diminta untuk mengecek barang-barang Anda dan perhatikan agar tidak ada barang yang mudah terjatuh. Jika barangmu hilang, Anda bisa menelepon 110 atau kantor polisi terdekat, selain itu juga bisa mengecek sistem manajemen properti yang hilang dari Kementerian Dalam Negeri, untuk mengetahui apakah barang Anda telah diserahkan ke polisi oleh warga yang peduli.

(foto: Kepolisian Taichung)
Seorang Pria yang Tidak Dikenal Mengirimkan Cokelat Setiap Bulan Selama Delapan Tahun, Penerima Merasa Terganggu
Mendapat kiriman cokelat rutin selama 8 tahun? Ada seorang pria yang setiap tanggal 25 atau 26 setiap bulannya, datang ke sebuah rumah di Banqiao, Kota New Taipei, Taiwan. Dia selalu datang tengah malam setelah penerima menutup gerbang besinya, lalu memasukkan 5 hingga 7 batang cokelat Fererro Rocher ke dalam kotak surat. Aksi ini telah berlangsung selama delapan tahun.
Pemilik rumah, sebut saja Bapak Lai, telah melaporkan hal tersebut ke polisi, tetapi tidak ditanggapi. Pak Lai akhirnya membongkar kotak surat tersebut, tetapi hasilnya percuma, karena pria itu kembali meletakkan cokelatnya di meteran listrik. Pak Lai dan keluarganya tidak berani memakan cokelat yang tidak diketahui asalnya ini sehingga hanya bisa membuang semuanya. Hal ini membuat pemilik rumah dan putrinya sangat terganggu.
Saat Pak Lai ditanya mengenai darimana pria tersebut berasal, Pak Lai menjawab, “Saya tidak tahu darimana dia berasal, mungkin dia turun dari langit. Kalau saja saya tahu, saya sudah pasti menangkapnya.”
Saking sebalnya, Pak Lai bahkan memasang kamera pengawas, tetapi tetap tidak bisa menangkap pelakunya."
Pak Lai sudah mencoba beragam cara untuk menghentikan tindakan pria itu, seperti menempelkan catatan, lapor polisi, dan memasang kamera CCTV.
Saat ditanya apakah pria ini seorang pengagum rahasia? Pak Lai membantah, "Mana mungkin! Dia berusia sekitar lima puluh atau enam puluh tahun, dan saya harus membuang cokelat ke tempat sampah, bahkan membeli kantong sampah."
Karena terus berlanjut, putri Pak Lai akhirnya bertanya mengenai identitas asli pria itu di internet dan mendapat banyak tanggapan.
Namun, kebanyakan warganet justru menanggapinya dengan jawaban bercanda, "Apakah ini versi nyata dari lagu Jay Chou 'Wait for You After Class'," bahkan ada yang berkata, "Kamu benar-benar populer, saya hanya mendapatkan surat tagihan telepon yang juga sudah berlangsung belasan tahun."
Pengacara Huang Bo-rong (黃柏榮) berkata, "Mengejar seseorang dan terus-menerus mengirimkan sesuatu, mungkin bisa masuk dalam pelanggaran hukum anti-stalking, yang bisa dihukum hingga satu tahun penjara. Jika Anda curiga menjadi korban stalking, Anda bisa meminta polisi untuk memberikan peringatan kepada pelaku. Jika pelaku tetap melanggar setelah diperingatkan, Anda bisa meminta polisi untuk mengeluarkan perintah perlindungan, dan jika perintah perlindungan dilanggar, pelaku bisa dihukum hingga tiga tahun penjara."
Mengapa pria ini diam-diam mengirimkan cokelat? Entahlah, tidak ada yang tahu. Namun, jika tujuannya untuk mengejar orang yang disukai, dia sudah membuat orang tersebut ketakutan, bahkan sebelum mendekatinya.
(foto:民視新聞網)
Kejadian Aneh: Tak Sengaja Menabrak Seekor Burung Langka, Polisi Ini Kehilangan Nyawa
Seorang polisi berusia 29 tahun kehilangan nyawanya setelah tidak sengaja menabrak seekor burung langka. Kejadian ini terjadi pada tanggal 20 Juni sekitar pukul 11:00. Saat itu, petugas polisi bermarga Wu (吳) sedang mengendarai motor Kawasaki merah di Jalan Raya Xinsheng Utara. Tak disangka, ada seekor burung yang terbang dengan kecepatan tinggi ke arahnya, membuat dirinya kehilangan kendali hingga akhirnya terjatuh dan kehilangan nyawanya tak jauh dari tempat kejadian.
Berdasarkan hasil investigasi pendahuluan, terkuak bahwa Wu adalah seorang petugas polisi yang melayani di Kantor Polisi Luye dari Cabang Guanshan. Sebelumnya ia bertugas di Hualien, tapi kemudian dipindah tugaskan ke Kantor Polisi Guanshan, Taitung tahun lalu. Rekan-rekan Wu yang menerima berita kecelakaan ini sangat bersedih, sebab Wu merupakan orang yang dikenal ramah dan bersahabat dengan rekan-rekan lainnya.
Saat kejadian, Wu sedang mengendarai motor di hari liburnya. Tak disangka, seekor burung terbang dengan kecepatan tinggi ke arahnya. Burung tersebut diketahui merupakan burung pegar berleher cincin yang merupakan salah satu satwa langka dan hewan yang dilindungi dengan tingkat-2 di Taiwan. Setelah kejadian tersebut, Wu pun kehilangan kendali atas motornya dan sekitar 1 meter dari tempat kejadian, ia menabrak 2 pohon yang berada di pinggir jalan dan terjatuh. Wu akhirnya kehilangan nyawanya di tempat kejadian. Sementara itu, bangkai burung pegar leher cincin yang menabrak Wu juga ditemukan sekitar 60 meter dari tempat kejadian.

(foto: Mnews)
Aktor Jepang yang Hits di Taiwan Ini Beristrikan Orang Indonesia Lho!
Dean Fujioka merupakan aktor asal Jepang yang telah lama melanglang buana di dunia hiburan Taiwan. Baru-baru ini, para penggemar tentu mengetahui bahwa dirinya juga tampil dalam seri Netflix “The Victim’s Game2”.
Namun, tahukah Anda jika Dean Fujioka telah menikah dengan seorang warganegara Indonesia selama lebih dari 12 tahun? Bagaimana kisah cinta mereka?
Berdasarkan laporan berita, istri Dean Fujioka bernama Vanina Amalia Hidayat. Vanina merupakan perempuan Indonesia keturunan Tionghoa dan anak dari Sofyan Hidayat, Direktur Utama PT. Sido Muncul.
Vanina sebelumnya merupakan seorang model dan perwakilan dari sebuah agensi musik. Vanina dan Dean bertemu di Taipei saat keduanya tinggal di Taiwan sekitar tahun 2008. Mereka pertama kali bertemu di sebuah acara yang digelar di Taipei dan keduanya saling mengenal setelah diperkenalkan oleh teman mereka. Keduanya pun saling jatuh cinta, sehingga dari teman akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih. Selisih umur antara Dean dan Vanina adalah 2 tahun.
Saat itu, Dean sedang mengambil waktu jeda akting, sehingga di kala ada kesempatan, ia pun dapat menemui Vanina yang berada di Jakarta sembari bermain musik, serta menetapkan ide dan tujuannya dalam akting. Namun, setelah kembali berakting mereka pun harus berpacaran jarak jauh. Akhirnya, setelah 4 tahun, keduanya memutuskan untuk menikah di Bali pada tahun 2012.
Menariknya, saat mengungkapkan keinginan untuk menikahi sang kekasih, Dean justru mengungkapkannya dengan cara tidak biasa. Karena telah berpacaran jarak jauh cukup lama, saat bertemu dengan Vanina di depan pintu rumah, ia pun tak bisa menahan lagi dan langsung melamar Vanina secara langsung.
Setelah 2 tahun menikah, tepatnya di tahun 2014, pasangan ini kemudian dikaruniai anak kembar, dan di tahun 2016 anak ketiganya lahir. Karena pekerjaan, keduanya kini juga mengalami pernikahan jarak jauh, tapi mereka tetap dapat menjaga hubungan satu sama lain.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1952809/original/014919600_1519967064-istri_dean_fujioka.jpg)
(foto: Liputan 6)
Makan Keong Beracun, ABK Indonesia di Penghu Meninggal Dunia
Seorang Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia tewas mendadak saat bekerja di Kepulauan Dongsha setelah diduga memakan keong beracun. Stasiun Radio Perikanan Penghu menerima laporan pada tanggal 19 pagi bahwa seorang ABK Indonesia di kapal Xin Ji Feng 6 mengalami sakit perut dan muntah setelah makan malam.
Meskipun ia telah diantar oleh Tim Patrol Pantai Dongsha untuk berobat di Pulau Dongsha, dia tidak berhasil bertahan hidup dan jenazahnya dibawa kembali ke Pelabuhan Magong pada tanggal 20 pagi oleh Xin Ji Feng 6. Pihak berwenang kemudian mengirimkan jenazahnya ke rumah duka untuk diurus lebih lanjut.
ABK berusia 36 tahun itu meninggal mendadak karena memakan keong beracun. Menurut pernyataan dari para senior di industri perikanan Penghu, sebelumnya ada kasus kematian pekerja nelayan karena keracunan kerang jenis Nassarius. Kerang nassarius ini adalah pemakan daging dan mereka sering masuk ke dalam keranjang besi untuk memakan bangkai kepiting yang sudah mati.
Insiden tersebut terjadi saat Kapal Xin Ji Feng 6 pergi ke Dongsha untuk menangkap kepiting. Rekan-rekan ABK lainnya membenarkan bahwa korban sebelumnya memakan keong tersebut dan meninggal karena keracunan.
Nassarius (nama Inggris Nassariidae), umumnya dikenal sebagai siput sutra, siput singa laut, siput atau keong gandum putih. Nassarius adalah makhluk beracun dan berkembang biak setiap musim semi dan musim panas. Memakannya dapat menyebabkan pusing, muntah, jari dan bibir kebas akibat keracunan. Masa inkubasinya mulai dari 5 menit hingga 4 jam.
Ciri eksternalnya adalah cangkang berbentuk sekrup, ekor tajam. Arah pertumbuhan spiral kerang ini adalah berlawanan arah jarum jam, berbeda dengan siput biasa seperti siput dan siput sawah. Persentase kematian setelah keracunan adalah 50%.


RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 

