History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Di Negeri Rantau 190624: Wanita Indonesia di Taoyuan Bunuh Suaminya, Divonis 8 Tahun Penjara

  • 19 June, 2024
Di Negeri Rantau - RtiFM Online Rabu

Wanita Indonesia di Taoyuan Bunuh Suaminya, Divonis 8 Tahun Penjara

Seorang WNI yang menikah dengan pria Taiwan bermarga Lu di Taoyuan membunuh suaminya. Ia memukul kepala suaminya dengan cobek batu saat suaminya sedang tidur, lalu menusuk leher dan memotong alat kelaminnya hingga menyebabkan suaminya meninggal.

Wanita tersebut menyerahkan diri dan Pengadilan Negeri Taoyuan menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara atas tuduhan pembunuhan karena KDRT. Pengadilan mengadakan sidang untuk mendengarkan kasus wanita tersebut. Ia mengakui perbuatannya dan memohon untuk dilepaskan.

Pengacara wanita tersebut berargumen bahwa kliennya telah mengakui perbuatannya dan menurut data rumah tahanan wanita, ia memiliki banyak penyakit dan membutuhkan perawatan medis. Meskipun ia adalah warga negara asing, ia tidak memiliki kemampuan untuk melarikan diri. Selain itu, putranya yang berusia 21 tahun saat ini bekerja di Bali (Tamsui), sehingga ia tidak memiliki risiko melarikan diri.

Wanita tersebut mengatakan, "Saya sangat merindukan anak saya dan ingin memeluknya." Dia mengatakan, putranya memiliki masalah kesehatan paru-paru, sehingga ia meminta agar tidak ditahan lagi dan ingin menemani putranya berobat.

Putusan pengadilan menyatakan bahwa wanita berusia 47 tahun tersebut diduga mengalami KDRT oleh suaminya dalam jangka waktu lama. Pada tanggal 18 dan 19 Agustus 2021, ia mengendarai mobil suaminya tanpa izin. Setelahnya, dipukuli serta diancam dibunuh sehingga timbul niat untuk membunuh

Keesokan harinya pada tanggal 20 Agustus sekitar pukul 1:30 pagi, wanita tersebut memukul kepala suaminya dengan cobek batu saat suaminya sedang tidur setelah mabuk, kemudian menusuk lehernya dengan pisau tajam dan memotong alat kelaminnya. Setelah suaminya meninggal, wanita tersebut menunggu selama 4 jam sebelum menyerahkan diri ke kantor polisi. Jaksa penuntut mendakwanya atas tuduhan pembunuhan.

Pengadilan Negeri Taoyuan memutuskan bahwa pada saat kejadian, tindakan kekerasan suaminya sudah berakhir dan tidak ada urgensi untuk membela diri. Korban juga dalam keadaan tidur sehingga tidak memenuhi syarat pembelaan diri yang sah. Selain itu, laporan evaluasi kejiwaan menunjukkan bahwa wanita tersebut tidak mengalami gangguan kejiwaan saat melakukan perbuatan tersebut. Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara 8 tahun atas tuduhan pembunuhan dan akan mendeportasi pelaku setelah hukumannya selesai.

印尼外配魯女疑遭丈夫家暴,竟持刀殺夫並割下生殖器傷重致死,一審依殺人罪判8年。高院今提訊魯女,他請求勿再繼續羈押她,「很想抱21歲的兒子」。(記者楊國文攝)

(foto: LTN)

Louisa Coffee Berencana Melanjutkan Rencana IPO Tahun Depan

Raksasa kedai kopi lokal Louisa Coffee (2758) mengadakan rapat pemegang saham beberapa waktu lalu. CEO Louisa, Huang Ming-xian (黃銘賢) mengungkapkan bahwa setelah sebelumnya membatalkan pendaftaran IPO, mereka berencana untuk mengajukan kembali aplikasi IPO setelah perusahaan mereka selesai melakukan ekspansi dan penyesuaian.

Tahun lalu, Louisa mencatat pendapatan sebesar NT$2,36 miliar dengan laba per saham (EPS) sebesar NT$6,28. Pada kuartal pertama tahun ini, pendapatan mereka mencapai NT$571 juta NTD dengan EPS sebesar NT$1,5 NTD, menunjukkan pertumbuhan tahunan lebih dari dua digit.

Louisa memiliki sekitar 560 gerai di seluruh Taiwan (termasuk yang sedang dalam persiapan), dengan sekitar 180 gerai dikelola langsung dan sekitar 380 gerai waralaba. Selama pandemi, mereka menerapkan strategi efisiensi dengan menutup gerai yang kurang laku dan mempertahankan yang kuat, sehingga jumlah gerai tidak bertambah dalam tiga tahun terakhir.

Sekitar 70 gerai kecil yang awalnya dibuka di gang-gang kecil telah ditutup, dan digantikan dengan 40 gerai premium baru yang dibuka oleh staf senior Louisa serta 30 gerai di kampus. Mereka berencana membuka 40-50 gerai setiap tahun, terus mengembangkan usahanya di jalur2 transportasi, serta membuka gerai bersama dengan THSR, MRT Taipei, dan MRT Kaohsiung untuk memperluas jaringan di Taiwan.

Pada saat yang sama, Louisa juga mendirikan merek baru "Louisa Bakery" yang fokus pada roti dan kue, serta departemen "Seri Warisan". Merek-merek ini akan masuk ke restoran universitas, menyediakan makanan untuk rapat perusahaan, kotak makanan sehat dalam jumlah besar, dan juga bekerja sama dengan pusat perawatan pasca melahirkan untuk menciptakan makanan kreatif.

"Louisa Bakery" dan merek olahraga mereka "Self Room" juga berencana masuk ke Taipei Dome. Resto "Chu Thai Pikul," yang membuka gerainya di Xiangshan, Taipei, dan Nangang Software Park, juga sedang mencari lokasi baru untuk ekspansi.

Di masa depan, mereka juga akan berusaha keras untuk memperluas jaringan domestik dan internasional. Gerai pertama mereka di Singapura menunjukkan hasil yang baik, dengan gerai kedua akan segera dibuka di pusat perbelanjaan Junction 8, yang terletak di persimpangan dua jalur MRT utama. Pada akhir tahun ini, mereka bersiap untuk membuka gerai di Indonesia, Mesir, Tiongkok, dan Amerika Serikat.

(foto: Louisa Coffee)

 

Kompetisi Robotik Taiwan: SMA Fangliao Raih Emas dan Perak

Dalam kompetisi robotik di Taiwan, SMA Fangliao berhasil meraih medali emas dan perak. Para peserta memanfaatkan waktu libur dan malam hari untuk berlatih berulang kali, bahkan hingga pukul empat pagi. Para peserta ini selanjutnya akan pergi ke Bandung, Indonesia untuk berpartisipasi dalam lomba robotik internasional.

Tahun ini, tim R4M (ROBOT FOR MISSION) tingkat lanjutan dari SMA Fangliao berpartisipasi dengan tema stasiun luar angkasa AI. Mereka harus mengumpulkan meteorit ke lokasi yang ditentukan dalam waktu tertentu, memasang bahan bakar di menara bahan bakar untuk menyediakan energi bagi stasiun luar angkasa, serta menempatkan astronot dan pesawat ruang angkasa di posisi kerja yang ditentukan.

Untuk memenuhi kebutuhan misi, para siswa SMA Fangliao memeras otak, terus-menerus memodifikasi mekanisme dan program, serta merancang robot terbaik untuk menyelesaikan tugas tersebut. Sedangkan untuk kategori R4M tingkat dasar, tema yang diusung adalah pelabuhan peti kemas, di mana tim peserta harus memindahkan peti kemas ke lokasi yang ditentukan. SMA Fangliao merancang mekanisme multifungsi untuk mengurangi jumlah pengangkutan.

Tim SMA Fangliao tampil menonjol dengan prestasi luar biasa. Dalam kompetisi R4M tingkat lanjutan, mereka meraih medali emas, sedangkan dalam kompetisi R4M tingkat dasar, prestasi mereka juga tidak mengecewakan dan berhasil meraih medali perak.

Kepala Sekolah SMA Fangliao, Chen Ke-ming (陳科名), mengucapkan terima kasih kepada Asosiasi Amal Sunshine Taiwan dan perusahaan Ksolar atas dukungan mereka dalam menyediakan biaya bahan yang diperlukan untuk kompetisi. Tim robot SMA Fangliao berkomitmen akan terus menunjukkan kehebatan mereka dalam kompetisi dunia dan membawa kehormatan bagi Taiwan.

枋寮高中參賽隊伍勇奪金、銀牌,選手們不斷修改程式,設計出最佳的機器人執行任務。(枋寮高中提供)

(foto: SMA Fangliao)

 

Industri Makanan Berkelanjutan di Food Taipei 2024

Pameran Internasional Makanan Food Taipei 2024 akan diadakan di Nangang Exhibition Center dari tanggal 26 hingga 29 Juni. Pameran ini menghadirkan produsen makanan dari dalam dan luar negeri, serta menyelenggarakan seminar dan forum.

Pameran ini telah menjadi salah satu platform belanja makanan terpenting di Asia dalam beberapa tahun terakhir. Tahun ini, terdapat 1.620 produsen makanan yang menempati 4.353 stan pameran.

Untuk mengatasi kekhawatiran keberlanjutan yang semakin meningkat di industri makanan, pameran tahun ini menampilkan dua tema utama: “Makanan untuk Masa Depan” dan “Keamanan dan Keberlanjutan Pangan”.
Untuk tema yang pertama, Paviliun Makanan Masa Depan hasil kerja sama dengan Institut Penelitian dan Pengembangan Industri Makanan Taiwan (FIRDI), akan menampilkan tren dan teknologi makanan terbaru, dari makanan alternatif hingga makanan berbasis tanaman dan teknologi fermentasi mikroba. Paviliun ini menampilkan peserta pameran yang membangun sistem inovasi makanan berkelanjutan yang berpotensi memajukan industri makanan ke depan.

Paviliun Makanan Masa Depan juga memberikan pengunjung gambaran tentang makanan masa depan. Melalui demonstrasi bahan-bahan rendah karbon, kita bisa melihat evolusi ramah lingkungan dalam rantai pasokan industri makanan.

Untuk pertama kalinya, pameran tersebut juga membagikan "Penghargaan Visi Hijau" yang menyoroti perusahaan-perusahaan yang telah mengambil langkah signifikan dalam mengadopsi praktik Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG). Penghargaan ini bertujuan untuk merayakan dan mendorong upaya ramah lingkungan dalam industri.

Selain peserta pameran domestik, produsen makanan dari 31 negara dan wilayah akan menghadiri pameran tersebut, termasuk dari Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Kanada, Malaysia, Thailand, Vietnam, Italia, Prancis, dan lainnya.

Peserta pameran akan menampilkan berbagai makanan segar dan produk pertanian kemasan, serta teh, wine, kopi, makanan ringan, mesin makanan, peralatan pengemasan, dan peralatan katering.

Pameran ini juga akan menampilkan paviliun nasional dari 20 negara, berbeda serta paviliun makanan Taiwan dari 12 kota/kabupaten berbeda. Setiap paviliun akan menyajikan produk pertanian segar dan bahan makanan berkualitas tinggi yang diimpor langsung dari negara masing-masing.

Tahun ini akan ada tambahan area baru seperti Paviliun Ceko dan Paviliun St. Lucia. Penambahan paviliun nasional ini akan memberikan pengunjung kesempatan untuk mencicipi makanan dan budaya unik dari seluruh dunia.

Pameran ini juga mengeksplorasi tren makanan dan rasa terbaru, bekerja sama dengan peserta pameran untuk menampilkan produk-produk terbaru melalui presentasi yang merangsang imajinasi dan rasa ingin tahu pengunjung. Seiring dengan evolusi selera dan tren, banyak pembeli yang mencari produk baru.

Taipei International Food Show-Show DM

(foto: Food Taipei)

 

 

 

Penyiar

Komentar