4 Universitas Taiwan Tutup karena Jumlah Pendaftaran yang Terus Menurun
Universitas TransWorld, Universitas Mingdao, Institut Teknologi Tatung, dan Universitas Desain Tungfang akan ditutup pada bulan Juli karena penurunan angka kelahiran terus memengaruhi tingkat pendaftaran dan keuangan sekolah di seluruh Taiwan.
Menurut Kementerian Pendidikan (MOEA), 728 mahasiswa yang terdaftar di empat universitas tersebut akan dipindahkan ke sekolah lain pada awal tahun akademik baru pada musim gugur ini.
Universitas TransWorld, Universitas Mingdao, dan Institut Teknologi Tatung diberikan masa tenggang selama enam bulan untuk menyelesaikan kesulitan operasional mereka. Tapi, Kementerian Ekonomi akhirnya menetapkan penutupan mereka pada tanggal 31 Mei.
Sementara itu, Universitas Desain Tungfang telah mengajukan permohonan kepada MOE untuk mengakhiri operasinya pada akhir tahun akademik 2023-2024.
Menurut Wu Chun-chung (吳忠春), ketua Serikat Pendidik Sekolah Swasta, gelombang penurunan angka kelahiran yang konsisten akan mulai mempengaruhi universitas di seluruh Taiwan pada tahun 2028.
Universitas swasta akan lebih terpengaruh, mengingat preferensi siswa terhadap sekolah negeri, kata Wu .
Wu memprediksi bahwa sekitar 40-50 dari 103 universitas swasta di sekitar Taiwan akan terpaksa ditutup atau bertransformasi di masa depan mengingat situasi saat ini.
Sekolah menengah -- terutama yang swasta -- juga menderita karena penurunan angka kelahiran di Taiwan, dengan pendaftaran nasional turun di bawah 200.000 menjadi sekitar 186.000 pada tahun akademik 2023-2024, kata Wu.
Pada tahun 2038, jumlah siswa baru di sekolah menengah swasta di Taiwan diprediksi akan turun menjadi 30.000, kata Wu.
Hal ini akan mengakibatkan sekitar 50 sekolah menengah swasta ditutup, tambah Wu.

(foto: Mingdao Uni)
Anjing Ini Suka Bermain Bersama dengan Kucing, Pemilik pun Tak Habis Pikir
Binatang yang berbeda spesies kini banyak yang terlihat rukun dan saling menyayangi! Di Taichung sendiri, ada 2 binatang peliharaan yang sangat dekat meskipun berbeda spesies, namanya adalah Q-Mei (Q妹) seekor anjing Shiba dan Juan-juan (卷卷) seekor kucing berwarna abu-abu.
Suatu hari, pemilik melihat Q-Mei bermain dengan papan cakaran kucing milik Juan-juan. Menariknya, Juan-juan tidak marah, tapi ia kemudian berbaring dan bermain bersama. Mereka terlihat harmonis dan bahagia. Pemiliknya pun merasa terkejut dan tersenyum seraya berkata, “saya tidak mengerti dengan kalian.”
Pemiliknya yang bernama Luo Yi-lun (羅易倫) menyampaikan, bahwa kedua adik kakak binatang yang berbeda spesies tersebut telah akrab sejak mereka kecil. Namun, Q-Mei lebih nakal, sebab seringkali menggigit ekor adiknya, Juan-juan, padahal Juan-juan paling tidak suka ekornya dipegang.
Ketika foto keduanya dibagikan di media sosial, warganet pun memuji keharmonisan mereka dan melihat keduanya sangat lucu. Kedua binatang tersebut memperlihatkan bahwa keduanya memang saling menyayangi.

(foto: 羅易倫 via ETtoday)
Jangan Membunuh Kecoak dengan Cara Ini! Ada 3 Hal yang Perlu Diperhatikan
Musim panas menjelang, kecoak dan nyamuk pun mulai berdatangan. Kementerian Lingkungan Taiwan mengingatkan masyarakat, jika bertemu dengan kecoak di rumah, jangan pernah membunuhnya dengan cara menggeprak kecoak, sebab hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan.
Kementerian Lingkungan juga menyampaikan, jika ada orang yang memiliki badan sensitif, kemudian menghirup atau menelan potongan bangkai kecoak yang mengandung alergen, maka orang tersebut akan mengalami alergi yang secara tidak langsung berdampak pada kesehatan manusia. Selain kecoak, serangga terbang yang sering ditemukan di toilet juga sebaiknya tidak dipukul, karena hal tersebut dapat menyebabkan penyebaran kuman.
Untuk melakukan pencegahan dan pengendalian kecoak ada 3 langkah yang perlu diperhatikan:
Pertama: pastikan tidak ada celah pada pintu, jendela, saluran pipa, dan area yang rusak pun harus segera diperbaiki. Kamar mandir Anda juga harus sering disikat, jika tidak digunakan, sebaiknya malam hari segera dibersihkan.
Kedua: jaga kebersihan bagian dalam rumah dan hindari penumpukkan koran bekas, kotak karton, dll, baik di dalam maupun luar rumah untuk mengurangi jumlah tempat persembunyian kecoak.
Ketiga: simpan semua makanan dengan baik, buang sampah dan limbah dapur dengan benar, tutupi tempat sampah untuk mencegah kecoak mendapatkan makanan, dan jaga kebersihan wastafel dapur, serta ruangan tetap kering untuk mengurangi kondisi kelembaban yang diperlukan kecoak untuk bertahan hidup dan berkembang biak.
Untuk itu ada 3 hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kehadiran kecoak di rumah:
Semprotkan obat serangga di 10 cm bagian atas dan bawah area di mana kecoak lewat. Kecoak akan mati jika ia melewatinya lagi dan terkena obat serangga tersebut.
Anda bisa menggunakan kotak umpan pembunuh kecoak. Kecoak akan terpancing untuk masuk ke kotak dan makan obat serangga, membuatnya segera mati.
Anda juga bisa menggunakan gel pembunuh kecoak. Taruhlah gel terkait di berbagai celah, seperti retakan pada dinding atau lantai, sudut ruangan, dan lubang. Jika kebersihan rumah juga terjaga, maka kecoak tidak akan memiliki sumber makanan untuk bertahan hidup, sehingga kecoak akan menghilang dan kualitas lingkungan rumah tetap terjaga.

(foto: Canva)
Wawancara Khusus Toni: Nostalgia dengan Taiwan, Apa yang Membuatnya Berbeda setelah 20 Tahun Berlalu?
Pekan sebelumnya, RtiFM Online mewawancarai Toni terkait dengan kegiatannya saat berada di Taiwan dan bagaimana jalan hidup kemudian menuntunnya untuk menjadi seorang guru.
Dalam episode kali ini, Toni kemudian bernostalgia tentang Taiwan setelah 20 tahun berlalu. Ketika kembali ke Taiwan untuk kegiatan wisata dan studi banding, hal apa yang berbeda dari Taiwan?
Yuk, kita dengarkan langsung perbedaan Taiwan yang dulu dengan sekarang di acara ini

Wawancara dengan Toni sesi 2
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 

