History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Di Negeri Rantau 150524: Nikah Massal di KDEI Resmi, Lho! Apa Saja Syaratnya?

  • 15 May, 2024
Di Negeri Rantau - RtiFM Online Rabu

Mau Tahu Kisah Cinta Pekerja Migran? Pergilah ke Pameran Ini

Kisah cinta para pekerja migran dapat ditemukan di pameran " Elsewhere Within Now" yang diselenggarakan oleh FreeS Art Space, Tai17 (台十七), dan Tsituan Collective. Para kurator Xu You-lun (許祐綸), Zhang Xiao-ling (張筱翎), dan Song Jia-yu (宋家瑜) mengumpulkan seniman untuk proyek "Not Just Love Stories" yang menyoroti pengalaman emosional para migran, dalam wujud pameran karya seni visual, pertunjukan, dan karya sastra. Pameran ini berlangsung mulai 12-19 Mei di ruang pameran utama FreeS Art Space dan area pameran Weixing 287 di King Wan Wan Shopping Mall, Zhongshan, Taipei.

Kurator Xu You-lun, yang pernah dilatih oleh (Independent Curators International, ICI), menjelaskan melalui 5 karya di FreeS Art Space dan King Wan Wan Shopping Mall, mereka menghubungkan kondisi emosi para pekerja migran.

Salah satu proyek kolaborasi sastra adalah "Not Just Love Stories", yang mengundang penulis Taiwan dan Pekerja Migran Indonesia untuk menulis kisah cinta. Para anggota komunitas fotografi PMI juga diminta untuk menginterpretasikan karya tersebut. Penulis termasuk Lin Xin-hui (林新惠), Xiao Jun-yi (蕭鈞毅), Yang Shuang-zi (楊双子), Neni Deliana, Evi Agustika, dan Tari Sasha.

Di area pameran King Wan Wan Shopping Mall, tim kurator dan seniman telah menghabiskan lebih dari 2 tahun menyiapkan ruang seni instalasi di sana.

Di salah satu dinding di area pameran, terpajang novel roman dari salah satu penerbit roman terbesar di Filipina. Melalui sampul-sampul novel tersebut, dapat dilihat bagaimana pandangan terhadap pasangan ideal berubah dari waktu ke waktu.

Selain itu, setiap Minggu selama periode pameran akan diadakan berbagai kegiatan, termasuk diskusi panel, jelajah kawasan, pertunjukan seni, dan tato kilat sehari.

Kegiatan ini tidak hanya memberi kesempatan bagi para seniman migran, seniman, dan kurator untuk berinteraksi dan berbagi dengan masyarakat, tetapi juga mengundang masyarakat yang hadir untuk menjelajahi kawasan Little Manila dan King Wan Wan Shopping Mall. Untuk informasi lebih lanjut tentang pameran, silakan kunjungi halaman Facebook resmi FreeS Art Space.

(foto: 董柏廷 LTN)

 

開箱展覽「在縫隙中拾起」看見移工「期間限定」創作能量

(foto: 陳念宜 via Yahoo)

 

Rayakan Hari Ibu, SD Tai Hsing Chiayi Ajak Anak Penduduk Imigran Baru Pelajari Budaya Ibunya

SD Tai Hsing di Kabupaten Meishan, Chiayi yang terletak di daerah pegunungan, merupakan sekolah pedesaan dengan hanya 10 siswa. Beberapa ibu dari siswa berasal dari Asia Tenggara.
Menjelang Hari Ibu, sekolah mengadakan "Kegiatan Thanksgiving Multikultural Internasional" dengan tema “Mengenal Budaya Asia Tenggara”.

Acara ini dihadiri oleh keluarga, guru, dan siswa yang mengenakan ao dai Vietnam, memasak makanan Vietnam, membuat bunga bersama, pertunjukan drama bahasa Inggris, pameran ilmiah, dan permainan interaktif antara orang tua dan anak, untuk menunjukkan keunikan sekolah dan ungkapan terima kasih kepada ibu.

Kepala Sekolah Tai Hsing, Chen Pei-jun (陳佩君) mengatakan bahwa beberapa ibu siswa berasal dari Asia Tenggara, sehingga acara thanksgiving ini berfokus pada budaya Asia Tenggara.

Kepala Sekolah, Mai Shudian, menyatakan bahwa sekolah telah berhasil mendatangkan guru asing dari Filipina melalui program seperti TFETP dan ELTA, dengan harapan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa dan memperluas pandangan internasional mereka.

Kegiatan ini memungkinkan anak-anak untuk memahami budaya asli ibu mereka dan mengenal budaya Asia Tenggara. Dipimpin oleh ketua asosiasi Penduduk Imigran Baru Kabupaten Chiayi, anak-anak diajak untuk mengenal budaya Asia Tenggara, mulai dari makanan, pakaian, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, dan hiburan, budaya, permainan tradisional, cerita rakyat, dan kisah perjuangan ibu asing.
Dalam "Dialog Budaya Makanan Lintas Budaya", mereka membuat makanan Vietnam seperti lumpia Vietnam, bakcang Vietnam, salad pepaya, mie Vietnam, dan roti Prancis. Salah satu orang tua murid yang berasal dari Vietnam, Li Xuanshan, mengatakan dia sangat senang bisa makan makanan Vietnam yang mengingatkannya pada masa lalu.

Siswa Yeh Hui-qiao (葉惠喬)dan teman sekelasnya, Jian Cheng-hao (簡丞昊) menjadi juara pertama dalam kategori Ilmu Pengetahuan dan Aplikasi Kehidupan di Pameran Sains Sekolah Dasar Kabupaten Chiayi tahun ini. Dia mempersembahkan prestasinya sebagai hadiah Hari Ibu kepada ibunya. Ibunya sangat terharu saat menerimanya. Yeh Hui-qiao mengatakan bahwa ibunya berasal dari Vietnam, dan demi keluarganya, ibunya belajar bahasa Minnan dan Mandarin dengan serius. Jadi, Hui-qiao sangat berterima kasih kepada ibunya.
Siswa Liu Rui-xuan (劉芮萱) berkata, ibunya berasal dari Jakarta, Indonesia, yang setiap hari bekerja keras mengumpulkan teh dan biji kopi. Terkadang, ibunya membuat jajanan Indonesia untuk mengobati kerinduan akan kampung halaman.

梅山鄉太興國小親師生換上越南長襖「奧黛」,認識東南亞文化。(太興國小提供)

(foto: SD Tai Hsing)

 

Pusat Layanan Ketenagakerjaan Pingtung Bantu Penduduk Imigran Baru Asal Indonesia kembali Bekerja Usai Bercerai dengan Suaminya

Sebelum Hari Ibu, Pusat Layanan Ketenagakerjaan Pingtung membantu wanita yang berasal dari Indonesia dan berusia 27 tahun, bernama Jia Jia, untuk kembali ke dunia kerja setelah mengalami perceraian dan harus membesarkan anak sendirian. Berkat bantuan "Program Pekerjaan untuk Wanita yang Ingin kembali ke Dunia Kerja" dan "Langkah-langkah Insentif Pekerjaan", akhirnya Jia Jia berhasil kembali bekerja dengan bahagia menyambut Hari Ibu.

Setelah bercerai, Jia Jia harus membesarkan tiga anaknya sendirian dan ditempatkan bersama anaknya di tempat penampungan darurat oleh pekerja sosial. Meski terpuruk, Jia Jia tetap semangat mencari pekerjaan. Namun, dia kesulitan mendapatkan pekerjaan dan merasa kehilangan keyakinan. Melihat keadaannya, pekerja sosial mengantarnya ke Pusat Layanan Ketenagakerjaan untuk mencari pekerjaan.

Meskipun Jia Jia sangat ingin bekerja, pengalaman kerjanya terbatas dan dia tidak tahu pekerjaan apa yang ingin dia lakukan. Selain itu, kemampuannya berkomunikasi terbatas pada percakapan dasar saja sehinga ia kesulitan mencari pekerjaan. Petugas tidak hanya membantunya mencari pekerjaan, tetapi juga memberinya pelatihan keterampilan dasar yang mencakup cara berkomunikasi dan berpakaian yang tepat, serta memberinya dukungan dan kepercayaan diri.

Pusat Layanan Ketenagakerjaan Pingtung merekomendasikan Jia Jia ke pabrik pengolahan makanan di Pingtung. Setelah bergabung, Jia Jia tidak mengecewakan harapan, dia tidak hanya mulai terbiasa dengan pekerjaan, tetapi juga telah bekerja dengan stabil selama lebih dari 3 bulan dan mendapatkan pengakuan dari majikannya.

Direktur Pusat Layanan Ketenagakerjaan Pingtung, Weng Szu-Tzu (翁素足), menjelaskan bahwa untuk wanita yang berhenti bekerja selama lebih dari 180 hari karena alasan keluarga, akan ada insentif pelatihan mandiri hingga NT$30.000 untuk meningkatkan keterampilan mereka. Selain itu, jika mereka direkomendasikan oleh Pusat Layanan Ketenagakerjaan dan memenuhi syarat untuk bekerja penuh waktu selama 90 hari berturut-turut, mereka dapat menerima insentif pekerjaan kembali sebesar NT$30.000.

Untuk mendorong majikan untuk menawarkan pekerjaan dengan waktu fleksibel atau paruh waktu kepada wanita yang kembali ke pasar tenaga kerja, mereka juga menyediakan "Insentif Penyesuaian Waktu Kerja", yang memberikan insentif sebesar NT$3.000 per bulan per posisi selama maksimal 12 bulan.

Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di website Kementerian Tenaga Kerja Cabang Pingtung, Penghu, dan Taitung. atau dapat menghubungi Pusat Layanan Ketenagakerjaan Pingtung di nomor telepon 08-7559955.

就服員透過晤談,重拾佳佳(左)再就業信心。(勞動部屏東就業中心)

(foto: Pusat Layanan Ketenagakerjaan Pingtung)

 

 

 

Rayakan Hari Ibu, Yunlin Bagikan Penghargaan kepada 31 Wanita Penduduk Imigran Baru

Jumlah Penduduk Imigran Baru di Yunlin mencapai lebih dari 17.000 orang. Baru-baru ini, pemkab Yunlin memberikan penghargaan 31 penghargaan kepada ibu-ibu Penduduk Imigran Baru teladan.

Wakil Bupati Xie Shu-ya (謝淑亞) mengucapkan terima kasih atas pengorbanan mereka yang tanpa pamrih untuk Yunlin dan keluarga mereka.

Salah satu pendatang baru yang tinggal di Xiluo adalah Hong Li-meng (洪麗夢), seorang gadis kota asal Phnom Penh, ibukota Kamboja, yang datang ke Taiwan 19 tahun yang lalu. Awalnya dia tidak menyangka akan menikahi seorang petani dan mengalami kesulitan dalam beradaptasi. Dia mengatakan bahwa dia harus bangun pukul 5 pagi untuk bekerja di ladang sayur setiap hari. Ditambah lagi, dia dan mantan suaminya sering bertengkar. Beruntungnya, mertuanya baik dan selalu berusaha menengahi mereka, tetapi suaminya terlalu banyak berjudi dan minum, sehingga akhirnya mereka bercerai.

Setelah mantan suaminya meninggal, Hong Li-meng harus merawat anak-anaknya sendirian. Dia terus menyemangati Penduduk Imigran Baru lainnya di Taiwan agar terus belajar hal-hal baru supaya bisa mengatasi kesulitan.

Huang Sai-yin (黃賽音), yang datang dari Indonesia ke Mailiao 25 tahun yang lalu, setelah menikah selama lima tahun, suaminya meninggal karena kecelakaan saat memperbaiki lampu balkon. Dia bekerja serabutan untuk menghidupi keluarganya dan sekarang bekerja sebagai petugas kebersihan di Mailiao serta bekerja paruh waktu sebagai penerjemah.

Huang Sai-yin biasanya suka mendengarkan program radio. Lima tahun yang lalu, setelah mengikuti kamp radio, dia direkrut untuk menjadi pembawa acara program Minggu di "Radio Sister" (姊妹電台), di mana dia berbagi tentang budaya Indonesia dan kisah masa kecilnya. Pada tahun lalu, dia pertama kali dinominasikan untuk Penghargaan Golden Bell dalam kategori pembawa acara program gaya hidup.

新愛雲林 雲林縣表揚 31 名新住民模範母親

(foto: Yunlin City Government)

Nikah Massal di KDEI


KDEI Taipei melaksanakan Pernikahan Massal yang berlangsung dengan lancar, penuh hikmah kebahagiaan dan keharuan pada hari Minggu, 12 Mei 2024. Pada acara ini telah dinikahkan 29 pasang pengantin yang berasal dari berbagai kota di Taiwan. Kegiatan pernikahan ini telah dilakukan sebanyak 3 kali semenjak pasca Covid-19. Acara pernikahan massal ini diawali dengan arak-arakan pengantin diiringi oleh group rebana (seni hadroh). Kegiatan ini juga ditayangkan langsung melalui via zoom bagi keluarga calon pengantin kedua belah mempelai untuk menyaksikan prosesi pernikahan masal.

Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi WNI di Taiwan yang ingin melaksanakan pernikahan secara resmi sesuai ketentuan agama dan negara namun terkendala biaya dan waktu untuk kembali ke Indonesia karena tengah bekerja atau pun belajar di Taiwan.

Acara pernikahan massal yang terselenggara berkat kerjasama KDEI dengan PCINU Taiwan dan PCIM Taiwan ini juga dihadiri oleh Bapak Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas), Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA yang turut menjadi saksi pernikahan calon pengantin dan turut hadir juga Dr. H. Anwar Saadi, M.A. dari Kementerian Agama sebagai pemberi nasehat dan khotbah nikah serta memastikan bahwa pernikahan dilaksanakan sesuai ketentuan agama Islam dan negara. Beliau mendoakan agar pengantin menjadikan keluarga Sakinah, Mawadah dan Warhmah dan selalu menjaga pasangan satu sama lain.

Bapak Iqbal S. Shofwan, selaku Kepala KDEI Taipei turut serta bertindak sebagai saksi nikah bagi calon pengantin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya bahwa acara pernikahan massal ini dapat memberikan manfaat bagi pasangan pengantin dan masyarakat Indonesia di Taiwan secara umum serta sebagai bentuk hadirnya negara untuk melayani masyarakat.

Info mengenai nikah massal tahap 2 tahun ini, silakan cek di website KDEI : https://www.kdei-taipei.org/

 

Penyiar

Komentar