Begini Serunya Acara Idul Fitri di Taman Daan yang Digelar Pemkot Taipei 14 April Lalu!
Biro Informasi dan Pariwisata Kota Taipei mengadakan acara “2024 Eid-al-Fitr in Taipei: Menghayati Taipei, Sambut Ramadhan Bersama" di Taman Daan, Taipei.
Acara tahun ini menghadirkan beragam pertunjukan yang menarik, bazar halal, DIY, piknik terbuka, dll. Pengunjung juga bisa mengunjungi pameran multikultural pekerja migran yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Tenaga Kerja (WDA) Kota Taipei. Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan sumber bantuan dan layanan yang tersedia bagi teman-teman Muslim dan pekerja migran. Selain itu, FamilyMart juga diundang untuk menghadirkan mobil toko "FamiMobi" untuk mempromosikan produk-produk ramah Muslim.
Dalam kata sambutannya, Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安) menekankan bahwa kini terdapat lebih dari 70 akomodasi dan tempat wisata di Taipei yang telah mendapatkan sertifikasi ramah Muslim, dan pemerintah kota akan terus berupaya untuk menciptakan lingkungan wisata ramah muslim di Taipei.
![]()
(foto: CNA)
Tahun lalu, Taipei juga mendapatkan penghargaan “Most Promising Muslim-friendly City Destination of The Year (non-OIC)" dari organisasi perjalanan halal CrescentRating. Penghargaan ini menjadi bukti nyata dari komitmen Taipei dalam memfasilitasi wisatawan Muslim.
Perwakilan dari negara-negara Muslim, Chinese Muslim Association (CMA), Yayasan Masjid Taipei, Taiwan Halal Center, dan tamu undangan lainnya turut hadir dalam acara tersebut.
Dalam pidatonya, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI Taipei), Bapak Iqbal Shoffan Shofwan, mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada semua umat Muslim. Dia berharap agar semua orang dapat berkumpul dengan keluarga dan teman-teman dalam momen yang suci ini. Tak lupa, dia juga menyampaikan belasungkawa atas korban yang meninggal akibat gempa bumi yang baru-baru ini melanda Taiwan. Bapak Iqbal juga menyatakan bahwa warga Indonesia di Taiwan siap memberikan bantuan dan dukungan yang diperlukan, serta berharap agar bantuan tersebut dapat membantu dalam proses pemulihan dan rekonstruksi di daerah yang terkena dampak gempa.
Biro Informasi dan Pariwisata Kota Taipei menyebutkan, panggung utama dimeriahkan oleh penampilan VIT Dance Group, Nita (penyanyi Indonesia), Vera (penyanyi blasteran Taiwan-Indonesia), dan pertunjukan genderang dari Pasukan Kompang Tergu.
Selain itu, ada lebih dari 30 stan yang menjual produk dan makanan halal, serta berbagai barang kerajinan tradisional sehingga pengunjung dapat merasakan atmosfer internasional tanpa harus bepergian ke luar negeri. Di lokasi, juga ada kegiatan tukar buku, penggalangan dana untuk Idul Fitri, serta undian berhadiah.

(foto: Travel Taipei)
Tahun ini adalah kali pertama Pemkot Taipei mengundang minimarket FamilyMart untuk menjual produk ramah Muslim secara langsung melalui kendaraan ritel pintar FamilyMart "FamiMobi".
Tahun lalu, Biro Informasi dan Pariwisata Kota Taipei bekerja sama dengan FamilyMart dan CMA untuk menyediakan "Area Khusus Produk Ramah Muslim" di beberapa toko FamilyMart di Taipei. Produknya termasuk makanan ringan, cokelat, permen, minuman, serta mie instan, dan saat ini sudah ada 20 toko FamilyMart di Taipei yang menyediakan area khusus untuk produk ramah Muslim atau hidangan odeng "Tom Yummy".

(foto: 未來商務/張庭瑋 )
Biro Informasi dan Pariwisata Kota Taipei juga mengungkapkan bahwa dalam acara ini, selain melanjutkan "Piknik Santai di Padang Rumput" yang sangat disukai oleh masyarakat tahun lalu, mereka telah merencanakan 4 kegiatan budaya. Ini meliputi "Pengalaman Berpakaian Muslim", "Melukis Tatakan Gelas Bergaya Islam", "Menganyam dan Mencicipi Ketupat", serta "Menjelajahi Kehidupan Muslim Taipei", yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang budaya Islam.
Pendaftaran untuk acara ini langsung penuh begitu dibuka secara online. Pada saat yang sama, mereka juga terus mempromosikan gaya hidupp ramah lingkungan dengan bekerja sama dengan pedagang bazar dengan cara memberikan diskon bagi pengunjung yang membawa peralatan makan sendiri.
Biro Informasi dan Pariwisata Kota Taipei menambahkan bahwa tahun ini merupakan peringatan 140 tahun berdirinya Kota Taipei. Maka dari itu, pemerintah kota juga akan menyelenggarakan serangkaian acara untuk merayakan ulang tahun ke-140 Kota Taipei. Mereka mengundang semua orang untuk ikut serta dalam perayaan tersebut dan merayakan ulang tahun ke-140 Kota Taipei bersama-sama.
Ditjen Imigrasi Kinmen Ajak PMI Rayakan Idul Fitri dengan Berwisata Bersama
Tahun ini, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Idul Fitri pada tanggal 10 dan 11 April. Untuk menghibur pekerja migran Indonesia yang merayakan Idul Fitri di Taiwan, Direktorat Jendera Imigrasi di Kinmen mengadakan perjalanan wisata ke tempat-tempat bersejarah di Kinmen.
Selama bulan puasa, umat Muslim harus berpuasa - tidak diperbolehkan makan atau minum, atau merokok- dari fajar hingga matahari terbenam setiap harinya. Hal ini bertujuan agar orang yang memiliki cukup makanan dan minuman dapat merasakan penderitaan lapar dan haus, sehingga mereka belajar untuk lebih menghargai makanan dan sumber air, serta membuat mereka lebih bersyukur dan tergerak untuk membantu orang-orang yang kurang mampu.
Saat Idul Fitri tiba, nyaris semua umat Muslim akan pulang ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga mereka. Namun, para PMI yang tinggal jauh dari keluarga mereka tidak bisa pulang ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, Ditjen Imigrasi Kinmen memberikan ucapan selamat Idul Fitri kepada para pekerja migran Indonesia dan berharap agar mereka dapat merayakan Idul Fitri dengan sukacita.
Para pekerja migran yang biasanya bekerja, dapat menikmati cuaca yang cerah dan bersantai. Dalam perjalanan ini, mereka mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Kinmen, seperti Pulau Jiangong, Menara Deyue, SD Jinshui, serta terowongan Zhaishan yang dibangun oleh militer. Sembari berwisata dan berkumpul dengan teman-teman mereka, PMI juga belajar mengenai kekayaan dan keragaman budaya di Kinmen.
Ditjen Imigrasi Kinmen juga menggunakan perjalanan ini sebagai sarana untuk memberikan informasi kepada pekerja migran tentang peraturan imigrasi yang baru, hak tinggal mereka di Taiwan, pencegahan demam babi Afrika, dan layanan konsultasi kehidupan di Taiwan melalui hotline "1990". Melalui pendekatan yang santai dan menyenangkan, pekerja migran juga dapat memahami undang-undang di Taiwan dan belajar untuk melindungi diri mereka sendiri.

(foto: Ditjen Imigrasi Keelung)
Nenek Taiwan dan Penduduk Imigran Baru Indonesia Rebut Juara di Kompetisi Membaca Bahasa Mandarin Changhua.
Nenek Yan Cai-duan (顏彩緞), murid kelas tambahan di Sekolah Dasar He Xing, dan Chen Xue-hong (陳雪紅), seorang Penduduk Imigran Baru dari Indonesia di Kabupaten Changhua, telah mengikuti lomba membaca bahasa Mandarin yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Changhua. Nenek Yan memenangkan juara pertama dan Chen memperoleh juara kedua.
Mereka menunjukkan kemampuan bahasa yang luar biasa dan mengesankan, dan membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar dan kita semua harus terus belajar hingga tua.
Pada 14 April, Pemkab Changhua mengadakan upacara penghargaan dan pameran hasil pembelajaran kelas tambahan bai lansia, kelas literasi bagi Penduduk Imigran Baru, dan kelas tambahan bagi siswa yang membutuhkan di SD Zhongxiao, Changhua. Bupati Changhua Wang Hui-mei (王惠美) memuji 102 individu yang unggul dalam berbagai bidang dan menekankan bahwa belajar adalah cara terbaik untuk menghambat penuaan.
Nenek Yan dikenal karena kepribadian yang baik dan humoris, sering kali menggunakan peribahasa Taiwan untuk menghibur dirinya sendiri, dan ketika dia melakukan kesalahan dalam menulis atau berbicara, dia justru akan melucu. Ketika dia baru mulai belajar, suaminya sakit, dan dia juga harus merawat cucunya. Meskipun memiliki banyak masalah yang mengganggu, Nenek Yan tetap bertahan tanpa pernah mengajukan absen.
Chen Xue-hong, yang meraih peringkat kedua dalam pembacaan, mengungkapkan bahwa dia berasal dari Indonesia dan karena tidak bisa membaca, dia tidak bisa menulis alamat rumahnya, jadi dia ingin belajar. Dia merasa sangat senang karena telah meraih peringkat dalam kompetisi ini. Setelah mengikuti kelas ini, akhirnya kemampuan membacanya meningkat pesat dan dia juga bisa lebih memahami apa yang dikatakan orang lain.

(foto: Pemkab Changhua)
Mengapa Lansia di Taiwan Sulit untuk Menyewa Rumah?
Taiwan secara bertahap memasuki kondisi masyarakat yang menua. Di tingkat realitas, sering terdengar bahwa orang tua kesulitan menyewa rumah dan para pemilik properti enggan menyewakan kepada mereka.
Menurutnya, ketakutan pemilik bukan pada menyewakan kepada orang tua, melainkan pada masalah yang mungkin timbul tanpa ada yang menanganinya.
otkfans, seorang ahli properti di Taiwan, melalui laman di Facebook, "阿宅-雙碩士地產顧問", membahas masalah penyewaan rumah bagi orang tua dengan judul "Orang tua susah menyewa rumah?"
Diskusi ini pun dimulai dengan pertanyaan apakah mereka yang tidak memiliki rumah di Taiwan, khawatir tidak akan bisa menyewa saat tua nanti.
otkfans menambahkan, pemilik rumah mungkin khawatir bahwa orang tua tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk membayar sewa secara konsisten. Hal ini terutama berlaku bagi pensiunan yang hidup dengan uang pensiun atau tabungan.
Dari contoh di atas, otkfans menyimpulkan bahwa sebenarnya yang ditakuti oleh pemilik rumah bukanlah menyewakan kepada orang tua, melainkan takut jika terjadi masalah, tidak ada yang menangani.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
